
Asisten He dari depan pintu memberikan tanda agar semua orang keluar dari sana, dia pun menatapi Xing’er yang sedang berdiri di depannya, “Cantik sekali,” pujinya dalam hati.
Asisten He, melangkah dengan perlahan ke arah Xing’er , baru maju beberapa langkah, Xing’er langsung berkata, “Apa itu kau, asisten He?”
Lagi-lagi asisten he mengernyitkan alisnya, lalu dia melangkah dengan cepat ke arah Xing’er dan langsung saja memeluk pinggul ramping wanita itu, “kenapa kau selalu tahu jika itu aku?” tanyanya.
Wajah Xing’er bersemu merah, wajah kemerahan ini hanya bisa dilihat oleh asisten He. Tiba-tiba saja detak jantungnya berdenyut tidak beraturan. Xing’er pun tersenyum lalu menjawab pertanyaan asisten He, “Aku mengenali wangi tubuhmu, karena itu aku selalu tahu jika kau datang,” jawabnya dengan wajah tersnyum indah.
Ini adalah perkataan paling manis yang pernah asisten He dengar, lalu dengan impulsifnya dia pun semakin erat memeluk Xing’er lalu menundukan kepalanya dan mulai menjelajahi bibir ranum wanita itu.
“Apa mau menjadi Nyonya He?” tanyanya.
Xing’er menjejaki wajah asisten He, merasakan bentuk alisnya, matanya, hidungnya dan bibirnya lalu dia berkata, “Kau adalah pria yang tampan, apa tidak akan menyesal menikahi wanita buta seperti aku. Apa kau tidak akan malu?”
Asisten he mengambil tangan Xing’er lalu meletakan di pipinya seraya berkata, “Jika ada yang berani mengataimu, maka akan aku potong lidahnya. Jika ada yang menatapi dengan tatapan hinaan maka aku akan mencungkil matanya,” jawab asisten He dengan nada suara yang sedikit berat.
“Tidak, jangan terlalu kejam. Apa pernah mendengar balaslah kejahatan dengan kebaikan, maka kebaikan akan terus mendatangi kita,” nasehat Xing’er.
__ADS_1
Asisten He pun tersenyum, “Kau ini mengapa seperti malaikat, cantik dan baik hati,” ujar asisten He menggodai Xing’er.
Pada saat ini ponsel asisten He berdering, saatnya bertemu dengan vendor pernikahan pilihan keluarga Lin. Jadwal pertemuan kali ini untuk membahas sistem keamanan di pernikahan nona mudanya nanti.
“Gaun ini sudah sangat cantik, hanya saja aku tidak setuju jika ada belahan sepaha ini,” ujar asisten he seraya mengusap lembut paha Xing’er lalu mengecup keningnya seraya berkata, “Aku pergi mengurus beberapa hal dulu, ok.”
Xing’er pun mengangguk patuh dan melambaikan tangannya, Jejak langkah asisten He kali ini terdengar santai. Di wajahnya sedikit terulas simpul senyum samar, seakaan sedang menterjemahkan rasa hatinya yang sedang berbunga dan senang.
Siapa sangka dirinya bisa sebegini jatuh cinta dengan wanita sederhan bahkan wanita buta. Sementara di dalam lingkarannya banyak sekali wanita-wanita cantik bertubuh menggoda yang mengejarnya. Namun, satu pun tidak ada yang bisa memberikan sensasi yang Xing’er berikan ke relung hatinya.
Dua asisten He, pada saat ini telah tiba di kantor Vendor pernikahan Tuan muda Lin dan Nona muda Flavia, mereka ingin agar pernikahan ni dilengkap dengan keamaan eknologi super canggih. Seperti termasuk detektor asap, sensor gerak, jendela serta sensor pintu, kunci utama, dan banyak lagi. Sementara itu, Austin memberikan tekonlogi dalam hal komunikasi, Teknik ini disebut sebagai geofencing untuk memblokir penggunaan peralatan di luar area pesta nanti. Ponsel mereka hanya akan berfungsi untuk berkomunikasi di dalam area pernikahan.
Di luar itu maka tidak bisa menerima atau melakukan panggilan telepon ke luar. Untuk internet Austin Long tidak membokirnya hanya saja mengawasi pergerakan IP addres mereka, guna mengawasi jika ada yang ingin mengirim pesan mata-mata keluar melalui jaringan internet.
Cedric bersemangat menyambut pernikahan ini, tapi tidak sesemangat ketika Lily ada bersamanya, Malam ini Cedric memilih tidur di kamarnya, khawatir kehadirannya malah akan mengganggu tidur Mamanya itu. jadi dengan patuh dia rela tidur sendiri di kamarnya.
Keesokan paginya semua sudah bergegas ke area pernikahan agung itu. satu persatu tamu kehormatan datang dan langsung duduk di kursi yang telah di siapkan. Hari ini Nyonya Long memakai kimono tradisional.
Kimono adalah pakaian tradisional Jepang yang memiliki lengan panjang, dari bahu sampai ke tumit si pemakai. Berbagai jenis kimono dikenakan tergantung pada kesempatan. Kimono untuk pakaian sehari-hari jauh lebih sederhana daripada kimono untuk acara-acara formal.
Kimono terbuat dari berbagai kain buatan tangan dan didekorasi dengan tangan. Secara tradisional, ini termasuk linen, sutra, dan rami. Saat ini, bahan-bahan seperti rayon, katun, dan poliester sering digunakan. Ini masih merupakan simbol abadi budaya tradisional Jepang saat ini. Kimono adalah pakaian sederhana yang dijahit lurus.
__ADS_1
Untuk Asutin dia juga memakai Yukata kimono yang diperuntukan untuk pria, keduanya terlihat bersahaja memakai pakaian tradisional itu. sementara tamu-tamu lain memakai hanfu modern. Mereka memakai ini karena menghormati Tuan Mo dan juga keluarga Lin yang terkenal dengan salah satu keluarga yang memegang nilai-nilai tradisional.
Untuk Keluarga Sebastian mereka jelas memakai baju kebaya dan beskap, ini adalah pakaia yang biasa di pakai jika menghadiri pernikahan-pernikahan. Tubuh Ariana dan Khansa nampak semakin sintal berbalut kebaya dengan campuran kain batik bali. Itu sungguh terlihat sangat eksostis di pandang mata. Untuk Raynar, si bayi tampan milik Leon dan Khansa hari ini memakai setelah jas yang semakin menambah level ketampanannya.
Raynar langsung saja bergerak-gerak ingin turun dari pangkuan Khansa begitu melihat Audrey yang berada dalam pelukan Ethan Mo, dengan sopan Megan, Ethan juga Tuan dan Nyonya Chu langsung menyapa Khansa dan Leon sebastian.
“Apakah merindukan Audrey,sudah lama tidak bertemu ya?” ujar Megan seraya mensejajarkan Audrey kepada Raynar. Sebastian.
Keluarga Ethan Mo dan keluarga Sebastian telah mengikat perjanjian pernikahan antara Raynar dan Audrey, bahkan sudah meresmikannya melalui surat pertunangan di antara dua keluarga. karena Para tamu penting telah datang, saatnya membawa Flavia ke altar pernikahan untuk mengucap janji suci.
Flavia terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun putih panjang dan cadar panjang tipis yang menutupi wajahnya saat ini, “Ayo, saatnya berjalan di altar,” ajak kakek Mo.
Di ruangan lainnya, Carl sedang berada bersama Eryk, “ Ini buku yang aku janjikan kepadamu,” ujarnya.
“kau sangat pintar, pasti bisa mempelajarinya dengan cepat,” ujarnya sambil sedikit terkekeh.
Eryk pun tersenyum, lalu mengambil buku itu dan menyimpannya di laci seraya berkata, “Saatnya pergi ke altar, aku tidak ingin membuat pengantin wanitaku menunggu lama.”
“Ok," jawab Carl seraya mengedipkan matanya.
__ADS_1