
Lalu menurutmu kita harus bagaimana?” tanya Flavia.
“Aku akan mendekati Belinda, dia pasti tahu Carl Sebastian ada di mana,” jawab Ariana.
“Apakah itu tidak berbahya?” tanya Flavia lagi.
“Apa kau lupa ‘bahaya’ adalah nama tengahku,” jawab Ariana lagi.
Flavia pun teringat petualangan dengannya waktu itu, membuatnya sedikit merinding lalu sedikit memaksakan senyumannya. Mereka berdua menoleh ketika melihat Eryk datang.
Eryk berkata kepada Ariana, “Apa kau mengetahui di mana Carl berada?”
“Iya,” jawab Ariana.
“Jika begitu ayo, kita ke sana,” ujar Eryk.
Flavia langsung berdiri dan mendekat kepada Eryk seraya berkata,” Yang benar saja.”
“Apa kau ini adalah superhero?” tanya Flavia.
“Carl adalah temanku, ini adalah sesuatu yang disebut setia kawan,” jawab Eryk.
Baru saja ingin berdebat lagi, pada saat ini kepala pelayan datang dan mengatakan jika ada pria bernama Gery datang, dab meminta untuk bertemu dengan Tuan Mo.
“Gery,” ujar Eryk dalam hati yang mengenali jika itu adalah asisten nomor satu keluarga Sebastian.
Eryk langsung saja keluar menyambutnya,”Apa kau adalah asisten Tuan Leon Sebastian.”
“Iya,” jawab Gery.
“Aku Eryk Lin,” ujarnya seraya memberikan jabat tangannya kepada Gery.”
“Apa kedatanganmu menyangkut tentang Carl Sebastian?” tanya Eryk lagi.
“Iya, aku kehilangan jejaknya,” jawab Gery.
“kami sudah mengetahui dia ada di mana?” ujar Eryk lagi.
Asisten he mendekati Gery, sedikit menyapa, “Keluarga Sebastian cukup hebat juga ya, bisa menemukan kami di sini,” pujinya.
Gery juga merasa takjub dan sedikit bingung, ketika Tuannya itu, Leon Sebastian mengetahui jika di Mansion Mo ini dia akan mendapatkan petunjuk, Gery pun tersenyum lalu berkata, “Tuan kami adalah orang hebat.”
__ADS_1
Asiten He menyukai kepercayaan diri yang tinggi yang dimiliki oleh Gery, melihat asistennya seperti ini sudah terbayang bagaimana dengan rupa perangai tuannya itu. Asisten He pun tersenyum seraya menepuk-nepuk bahu Gery dan berkata, “Jika begitu kau dipersilahkan ikut dengan kami, dalam misi penyelematan tuan muda manjamu itu,” ujar asisten He sedikit mencandai Gery yang beraut wajah panik.
Gery menatapi Ariana seraya berpikir, “Apakah ini adalah wanita yang sering-sering disebut sebagai malaikat tuannya itu.”
Ariana merasa canggung karena tatapan mata Gery, “Jadi kapan kalian akan pergi menjemputnya?” tanya Flavia.
“Kecuali dirimu!” ujar Flavia sambil menunjuk kepada Eryk.
“Bukankah kau pernah melihatku bertinju dengan asisten He waktu itu?” kata Eryk kepada flavia.
Flavia memijit-mijit pelipisnya, jika saat itu dia tidak menghentikan perkelahian itu, maka sudah bisa dipastikan Eryk akan melebam karena di tinju habis-habisan oleh asisten He. Flavia sudah menghitung batas kemampuan Tuan muda Lin itu.
“Tapi dia adalah teman baikku,” ujar Eryk dengan sedikit protes.
“Beri pertolongan dengan cara lain!” ujar Flavia lagi.
Eryk pun diam, tidak berdebat lagi, Asisten He memandang nona mudanya itu dengan terkagum, “Tidak hanya cantik. Namun, juga memiliki kekuatan control yang penuh terhadap Tuan Muda Lin,” pikirnya.
“Kita pergi menemui Belinda terlebih dulu!” ujar Ariana.
Gery dan Asisten He, langsung saja mengikuti langkah Ariana menuju toko permen dan sosis yang di kunjungi oleh Cedric. Eryk melangkah dan berdiri di sisi Flavia sambil berkata, “Apa kau sedang menghkawatirkan aku?”
“Siapa … aku ? Hah mana ada,” jawab Flavia dengan wajah bersemu merah.
“Jika begitu aku akan pergi menyusul mereka,” ujar Eryk dengan nada sedikit menggodai.
“Eh mana bisa begitu,” ujar Flavia sambil memegangi lengan Eryk. “Kau ini nanti akan menyusahkan mereka, jadi sudah tinggal di sini saja, tidak usah ikut pergi dengan mereka,” ujarnya lagi.
Flavia merasa wajahnya memanas, lalu dia mendorong tubuh Eryk dan segera meloloskan diri dari kungkungan kedua tangan kekar Eryk yang sedang mengunci gerakannya itu. Melihat jika Flavia malu-malu seperti maka eryk merasa semakin hari semakin gemas saja pada Flavia.
Dia pun mengikuti langkah flavia menuju ke kamar Cedric, di dalam kamar nampak Flavia sedang duduk di ranjang putra mereka. Flavia menanyai Cedric dengan sangat lembut, “Apa di sekolah kau benar-benar tidak mencicipi sosis si gendut?”
“Tidak Ma,” jawab Cedric lagi mengulang jawaban yang sama seperti sebelumnya.
“Mama bilang tidak boleh makan sembarangan dari bekal makan orang lain,” jawab Cedric lagi.
Mendengar jawaban ini, hati Flavia pun melega. Putranya ini begitu pintah dan patuh, “Kesayangan Mama ini pintar sekali,” puji Flavia seraya mengusap lembut puncak kepala Cedric.
“Kesayangan Papa juga,” ujar Eryk yang tidak ingin ketinggalan juga.
Eryk berjalan dan duduk di sisi Cedric seraya berkata, “Bukankah tadi ada yang mengatakan jika akan memasakan sesuatu untukmu?”
__ADS_1
Flavia pun menghela napas lalu berdiri seraya berkata, “Mama akan membuatkan sosis panggang untukmu.”
Flavia pun begegas pergi ke dapur, dan segera memasak makanan kesukaan Eryk dan Cerdric yang tidak jauh berbeda. “Papa akan jajanan sosis itu kotor, sehingga Papa dan Mama tidak membolehkan aku memakannya?” tanya polosnya.
“Tidak kotor, hanya saja sepertinya toko itu tidak menjual sosis yang bersih,” jelas Eryk dengan bijak.
“Dengarkan Papa, kelak ke depannya dilarang jajan sembarangan oke,” nasehat Eryk.
“Apa mengerti?” tanya Eryk lagi.
“Ya Pa, mengerti,” jawab Cedric dengan menganggukan kepalanya.
Jika Eryk sedang menasehati putranya, Maka Ariana dan yang lainnya sedang menasehati si pemilik toko sosis dan permen itu, “Adik-adik, kalian bisa membeli es krim di toko yang ada di sana, kakak yang traktir?” ujar Ariana.
Anak-anak yang mengantri pun mengambil uang dari Ariana, lalu segera pergi ke toko es krim yang mahal itu, toko yang tadi di tunjuk oleh Ariana.
Sebelumnya Ariana menepi di toko itu, dan memberikan kartunya untuk digunakan membayar es krim yang akan dibeli oleh anak-anak itu. Melihat hal itu, si pemilik toko pun menghampiri Ariana dan menegurnya, “Apa yang kau lakukan?” tanyanya.
Ariana langsung mendorong pria itu untuk masuk ke dalam toko, “Di mana Nona Belinda?” tanyanya dengan tegas.
“Katakan, atau aku ledakan tempatmu ini,” ancam Ariana.
“Siapa kalian?” tanya si pemilik toko lagi.
“kami mengetahui toko apa yang sedang kau jalani ini,” jawab Ariana lagi.
“Katakan atau kuledakan tempat ini,” ancam Ariana sekali lagi.
Melihat sorot mata Ariana yang menakutkan, belum lagi melihat dua pria gagah dibelakangnya, maka barulah si pemilik toko itu menghubungi Belinda, dan memintanya untuk datang, “Seorang wanita, mencariku?” tanya Belinda dengan heran.
“Dia ingin menemuimu, jika tidak maka dia akan meledakan tempat ini,” adu si pemiik toko kepada Belinda.
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
Promo novel teman
Hasrat Terlarang Anak Tiri
Mikaila Anastasia harus menelan takdir buruk, karena dia harus berpisah dengan kekasih yang telah tujuh tahun di pacarinya, hubungan mereka bukan sekedar hubungan biasa, karena waktu yang cukup lama yang telah mereka habiskan bersama, mereka sudah sangat saling mencintai bahkan tidak segan melakukan hubungan layaknya suami istri, bahkan telah berjanji akan selalu setia sampai mati.
__ADS_1
Namun, ternyata takdir berkata lain, Mika harus menerima perjodohan dari ayahnya yang beliau wasiatkan sebelum beliau meninggal, dia harus menikah dengan pria yang umurnya terpaut cukup jauh darinya, tapi siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah ayah dari mantan kekasihnya.
Mampukan Mika menahan hasratnya terhadap mantan kekasihnya yang kini telah menjadi anak tirinya? Dan bisakah Mika tetap setia terhadap suaminya yang telah mencintainya dengan tulus dan penuh dengan kesabaran, sementara dirinya juga harus tinggal serumah dengan mantan kekasihnya tersebut.