
Felix bertugas memastikan keamanan berjalan dengan baik, bagaimanapun juga teknologi Long hanya dia yang paling mengerti cara menggunakannya. Semua orang-orang keamanan dari Klan naga hitam dan keluarga Lin patuh kepadanya.
Sebelum melakukan acara pemberkatan pernikahan satu hari sebelum menjelang maka diselenggarakan kegiatan doa di gereja yang disebut dengan bidston. Kegiatan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan pengharapan untuk kelancaran acara berikutnya. Pada kegiatan ini akan dilakukan doa, pujian dan lain sebagainya.
Pintu gereja terbuka, Cedric berjalan masuk lebih dulu melempar kelopak-kelopak bunga berwarna putih, Flavia pun mulang melangkah masuk dengan Tuan Mo ikut berjalan di sampingnya. Pada saat ini kedua mata Eryk benar-benar terpana oleh kecantikan Flavia. Meski di tutupi oleh cadar tipis. Namun, itu sama sekali tidak mengurangi kecantikan Flavia.
Kedua mempelai pun berdiri di area depan atau mimbar. Sementara itu Nyonya Lin dan keluarga lainnya duduk di barisan depan diantara barisan para jemaat. Prosesi pemberkatan akan diawali dengan lantunan pujian bersama-sama, pemberitaan firman Tuhan, kemudian dilanjutkan dengan upacara peneguhan nikah yang dipimpin langsung oleh pendeta.
Upacara peneguhan tersebut berisi beberapa pertanyaan yang akan diajukan oleh masing-masing mempelai. Pertanyaan tersebut bermaksud untuk mengetahui kesungguhan masing-masing mempelai untuk kemudian dijawab dengan sangat yakin secara simbolis dan bergantian.
kedua mempelai akan mengucapkan janji pernikahan. Janji tersebut merupakan pernyataan kesanggupan keduanya untuk menjadi suami dan istri di mana janji tersebut merupakan pertanggungjawaban keduanya untuk seumur hidup. Pengucapannya akan dipandu langsung oleh pendeta dan harus diucapkan dengan lantang dan jelas.
Kedua mempelai telah menyatakan kesediaannya, saatnya meyematakan cincin pernikahan yang sudah dipersiapkan oleh kedua mempelai. Eryk dan Flavia masing-masing memasangkan Cincin tersebut pada jari manis tangan kanan mereka.
“kalian dinyatakan sah sebagai suami istri,” ujar pendeta.
Belum juga menerima aba-aba, Eryk sudah lebih dulu membuka cadar pengantin Flavia dan langsung saja mencium Flavia yang baru saja sah menjadi Nyonya muda Lin, Carl langsung saja bersiul menyemangati kawan baiknya itu. Semua yang di sana pun bertepuk tangan tertawa bahagia.
Saatnya berpindah ke tempat resepsi, semua jenis aneka makanan lengkap disajikan, setelah dansa pertama pengantin, Flavia menggendong Cedric dan mengajaknya berdansa di ikuti oleh Ethan Mo dan juga Xavier Chu dengan pasangannya masing-masing.
Kakek Mo dan Austin Long saat ini sedang duduk bersama, memandangi generasi muda yang sedang menikmati pesta, “Aku telah banyak mendengar tentangmu dari dunia bawah tanah,” ujar Tuan Mo kepada Austin.
“Apa yang Tuan dengar?” tanya Austin.
“kau adalah master racun jenius, dan juga intelejen bayangan,” jawab Tuan Mo.
__ADS_1
Austin pun tertawa, “Master racun, mungkin iya. Sementara intel aku merasa sudah terlalu tua untuk bermain dengan kalian-kalian ini,” jawab Austin dengan sedikit tertawa.
“Sekarang aku hanya ingin, menikmati hari-hariku bersama cinta dalam hidupku,” jawab Austin seraya memandangi Yuki yang sedang mengendong Raynar Sebastian.
Yuki bukan hanya sekedar cintanya Austin. Namun, seluruh Nyawa Austin. Melihat tatapan teduh Tuan Long kepada istrinya itu, kakek Mo pun mengangguk sambil tersenyum dan berkata, “Semoga genarasi-generasi muda kita dapat memahami apa itu kesetiaan dan macam-macam kesetiaan.”
“Ya, semoga,” ujar Austin Long seraya mengajak Tuan Mo bersulang.
Sebelum resepsi usai, Eryk memberikan pidato ucapan terima kasih seraya berpamitan dengan para tamu. Dia dan Flavia menundukan kepala kepada para tamu, memberikan penghormatan lalu berpamitan pergi kepada Nyonya Lin, “Ma, kami pergi tidak akan lama, jadi jangan merasa kesepian, Ok,” ujar Eryk sambil menciumi tangan mamanya itu.
“Mama tidak akan kesepian, Cedric kita akan menjaga dan menemani Mama bermain,” tambah kata Flavia.
Di helipad, telah menunggu helikopter yang akan membawa mereka ke tempat berbulan madu, pergi terbang ke sebuah pulau pribadi yang pantainya memiliki pasir putih dan air laut yang jernih. Cedric tengah menunggu Mama dan Papanya, Eryk langsung saja menggendong putranya itu seraya berbisik “Jangan nakal selama Mama dan Papa pergi, Kelak Papa akan memberikanmu adik perempuan yang lucu dan imut,” bujuk Eryk.
Mendengar kata adik perempuan disebut, maka Cedric pun mengangguk patuh seraya berkata, “Ok Pa, aku akan sabar menunggu adik datang,” ujarnya sambil mengedipkan mata.
Mereka pun segera masuk ke dalam helikopter mereka, yang akan membawa pengantin baru itu ke peraduan manis mereka. Begitu sampai Eryk tidak langsung membawa Flavia ke kamar pengantin, tapi membawanya menjelajahi pasir putih di pinggir pantai.
Pada saat ini senja matahari membuat lukisan air yang sangat indah dengan pantulan cahayanya, “Apa menyukainya?” tanya Eryk seraya memeluk flavia dari belakang dan menciumi bahunya.
“Ini sangat indah,” jawab Flavia.
“Aku memiliki hadiah untukmu,” ujar Eryk seraya mengeluarkan ponselnya. “Bacalah,” ujar Eryk lagi.
“Ini … ini maksudnya sekarang aku adalah pemilik tunggal dari perusahaan Gu?” tanya Flavia.
__ADS_1
“Iya, aku hanya memberikan apa yang seharusnya kau dapatkan, lagipula kau adalah istriku mana boleh ada orang yang membulimu,” jawab Eryk.
Ketika Eryk memiskinkan keluagra Gu, dia hanya memiskankan orang-orangnya saja, dan tetap memelihara perusahaan Gu untuk Flavia, yang haknya sudah lama direbut. Menjadi salah satu putri dari Tuan Gu, harusnya mendapatkan bagian meskipun sedikit.
Flavia pun menangis terisak, Eryk langsung saja mengambil ponselnya dan berkata, “Kenapa, apa ada yang salah, apa tidak suka dengan hadiahnya?” tanya Eryk.
Flavia menggelengkan kepalanya lalu berkata, “Ini terlalu banyak,” jawabnya dengan sedikit melirih.
“Apanya yang terlalu banyak?” tanya Eryk.
“keindahan ini terlalu banyak untukku,” jawab Flavia dengan sedikit nada tidak percaya.
Eryk langsung saja memeluk Flavia dan berkata, “Ini semua pantas kau dapatkan,” hiburnya sembari mengecupi wajah Flavia.
Eryk pun merangkul pingul ramping Flavia dan membawanya masuk ke dalam kamar pengantin mereka, kamar itu telah di dekaor dengan sangat indah dan juga sangat wangim, “Biarkan aku membantu membuka gaunmu,” ujarnya.
“Kau mandi saja dulu ya, segarkan tubuhmu,”ujar Eryk seraya mencium bahu Flavia yang lembut itu.
Flavia pun segera masuk ke kamar mandi besar di villa itu, menyegarkan diri dengan wewangian yang bisa membuat tubuhnya merasa rileks. Begitu Flavia masuk ke kamar mandi, segera saja Eryk mengeluarkan buku pemberian dari Carl sebelumnya.
Dia pun mulai membuka halaman demi halaman, membaca dengan cepat detail dan merekam gambar-gambar gaya yang Carl ceritakan. Eryk mengernyitkan alisnya ketika melihat salah satu gaya yang unik, “Astaga mengapa seperti sebuah sirkus, ini sepertinya dibutukan gaya melentur tingkat tinggi,” pikir Eryk.
Dia pun menghubungi Carl untuk bertanya, “Hei untuk nomor 16 ini, apakah tidak ad acara untuk mempermudah gayanya?” tanya Eryk.
“Astaga kawan secepat itukah sudah mau mencobanya?” jawab Carl dengan tertawa lepas senang.
__ADS_1