
#bab 53
Cedric pun mengaduh kesakitan, namun tidak menangis. “Papa He bilang laki-laki harus kuat,” ujar Cedric dalam hati menyemangati dirinya.
“Singkirkan bocah nakal itu!” ujar Nyonya gendut itu sambil menggendong si bayi laki-laki.
Cedric mencoba berdiri, lalu berkata dengan nada dingin, “Jangan sentuh aku, jika kau masih ingin hidup.”
Pada saat ini, aura dingin Eryk Lin dan Kakek Mo seperti sedang menjadi satu merasuk ke dalam tubuh Cedric. Pria yang ingin menangkapnya itu pun sedikit merasa terintimidasi ketika melihat tatapan dingin darinya. Seperti ada hawa dingin yang langusng meliputi hati pria itu.
Nyonya gendut yang melihat pengawalnya itu hanya diam saja, lalu langsung membentaknya, “Ayo!” cepat tunggu apalagi,” ujarnya seraya melangkah pergi.
Pria itu pun langsung saja menarik Cedric dan menyeretnya keluar rumah. Dari ukuran tubuh jelas Cedric kalah telak. Namun, dari sisi keberanian tentu Cedric menang banyak. Tiba-tiba terdengar bunyi nyaring suara tembakan yang menggema, Pria yang sedang menarik Cedric langsung saja tersungkur terjatuh.
Cedric terlihat sedikit limbung, lalu melihat ke arah depannya, dan dia pun langsung saja tersenyum seraya berkata, “Papa He.”
Beberapa pria yang berdiri di belakang asisten He, langsung saja berlari ingin segera mengamankan Cedric. Namun, assiten He melambaikan tangannya, seketika saja semua berhenti.
Eryk baru saja tiba dan segera saja keluar dari mobil, berlari dengan kencang dan segera menggnedong putranya itu. Melihat naga kecil telah berada di pelukan pemiliknya, maka asisten He segera memberikan aba-aba kepada para bawahannya untuk masuk ke dalam rumah persembuyian itu.
Asisten He langsung melindungi Flavia begitu melihat nona mudanya keluar dari mobil juga. Merka berdua juga segera menghampiri Cedric dan Eryk. Melihat asisten He mendekat, Cedric langsung berkata memohon, “Papa He, selamatkan adik bayi.”
Mengetahui maksudnya jika itu adalah bayi Xing’er maka asisten He langsung saja masuk ke dalam. Flavia langsung saja mengambil Cedric dari pelukan Eryk, lalu segera menciumi wajah putranya itu seraya berkata, “Kenapa nakal sekali!”
“Kau membuat jantung Mama terasa seperti mau lepas,” ujar Flavia sambil menangis.
Eryk pun memeluk dua kesayangannya itu. Sementara itu di dalam rumah, bawahan asisten He telah berhasil membekuk komplotan itu, tapi tidak menemukan si bayi. Asisten He ke luar dari rumah sembari menatapi Cedric.
“Mana adik bayi?” tanya Cedric dengan khawatir.
“Maafkan kami …” ujar asisten He sambil menundukan kepalanya, dan di kuti oleh para bawahannya yang sedang berdiri di belakangnya.
__ADS_1
Eryk melepaskan pelukannya lalu bekata kepada Cedric, “Papa akan menjemput adik bayi untukmu, tunggu Papa di rumah Ok!”
Cedric pun mengangguk sambil sedikit meringis karena bagian punggungnnya terasa sakit. Flavia segera mengangkat baju Cedric, “Memar,” ujarnya.
Eryk juga sama terkejutnya, “Kalian tunggu aku di rumah,” ujarnya sembari mencium kening dua kesayangannya itu.
Eryk segera saja melajukan mobilnya, Flavia langsung saja menatap kepada asisten He. Mengerti tatapan nona mudanya itu, langsung saja dia melajukan mobilnya juga mengikuti Tuan muda Lin. Flavia melega karena sudah mendapatkan Cedric di tangan mereka kembali. Namun, setelah ini dia harus menjelaskan identitas tersembunyi dia di klan naga hitam ini.
Eryk melajukan mobilnya dengan cepat, bahkan dia menabrak pintu pagar besar yang tertutup itu. beberapa penjaga rumah langsung saja bertindak ingin mencegah Eryk masuk ke rumah tuan mereka. Namun asisten He tentu saja langsung memukul mereka sampai terjatuh, agar Eryk dengan mudah memasuki rumah itu.
Eryk berjalan masuk, dengan tangannya yang sambil menyenggol vas kristal, ‘prang’ mendengar keributan yang Eryk buat, maka para pelayan pun berkumpul untuk melihat. Eryk berdiri di atrium rumah mewah itu sambil menggenggam tangan di belakang punggungnya.
Tuan Wu, tiba di atrium, “Ada ribut-tibut apa ini?” tanyanya.
Namun, dia langsung terdiam ketika melihat tuan muda Lin berdiri di atrium rumah mereka, Eryk berjalan ke arah tuan Wu, lalu berkata, “Di mana bayi itu?”
Jimmy yang baru saja bangun tidur, juga mendengar keributan itu. lalu menuruni tangga dan berkata, “Mengapa berisik sekali Hah! kalian membangunkanku tidur saja,” ujarnya.
Tuan Wu melihat putranya yang pemalas itu, lalu melihat ke arah tuan muda Lin yang nampak memberikan tatapan membunuh. Melihat itu langsung saja Tuan Wu, menendang kaki Jimmy agar dia berlutut di depan Eryk Lin.
Jimmy pun jatuh berlutut di depan Tuan Muda Lin. Tapi, malah berkata,”Ayah, kau ini kenapa?” tanya marahnya.
Bukannya mendapatkan jawaban, Jimmy malah mendapatkan sebuah tamparan keras dari Tuan Wu, “Anak sial,” hardiknya.
Eryk mengambil ponselnya lalu menghubungi asisten nomor satunya, asisten He, “Aku tidak ingin melihat ada bisnis Wu Grup lagi di sini!” perintahnya.
Tuan Wu langsung saja berlutut meminta ampun, “Aku mohon kasihanilah kami,” ujarnya sambil menyembah Eryk Lin.
“Berikan bayi itu! Jika tidak ingin berakhir dengan lebih sengsara,” kata Eryk lagi.
__ADS_1
Tuan Wu pun segera berkata, “Bawa bayi itu ke sini!”
Kepala pelayan pun mengambil bayi Xing’er dari tangan Nyonya Wu yang gendut itu. Dia sudah tiba lebih dulu di rumah. Namun tak pernah menyangka jika ternyata, Tuan muda Lin saat ini sedang mengejarnya.
Kepala pelayan itu menyerahkan bayi itu kepada Tuan muda Lin dengan perlahan dan gemetar, “Bersiaplah menerima hukuman. Jika pun tidak ada bukti tentang perbuatanmu terhadap ibu dari bayi ini, percayalah aku akan menciptakan bukti itu untuk menangkapmu,” kata Eryk mengancam Jimmy Wu.
Eryk membawa bayi itu ke mobilnya, lalu menempatakan keranjang bayi itu di kursi depan lalu memakaikan sabuk pengaman, dan melajukan mobilnya. Asisten He pun ikut melangkah pergi meninggalkan kediaman keluarga Wu.
Jimmy Wu adalah tuan muda pertama dari keluar Wu. Namun orang paling tidak berguna di dalam keluarga mereka. Selain tidak mau bekerja, dia juga gemar berjudi, mabuk dan berganti-ganti wanita. Salah satu wanita yang menjadi korbannya adalah Xing’er.
Flavia membawa Cedric ke Mansion Mo, dia mengobati putrnaya itu di sana. Kakek Mo yang baru saja menngetahui tentang apa yang terjadi pada Cedric, sungguh merasa sangat marah. Dia segera pergi ke kamar Cedric, dan melihat punggung naga kecil itu memerah, membiru lebam.
Tuan Mo mengepal erat-erat ujung tongkatnya, menahan marahnya. Jika saja tadi asisten He, belum menelponnya memberi tahu jika Tuan Muda Lin telah memberikan hukuman, maka sudah bisa dipastikan pada saat ini Tuan Mo akan mendatangani keluarga Wu dan menebas kepala mereka satu persatu.
Ini adalah naga kecil kesayangannya yang dia jaga dengan sangat hati-hati semenjak dari dalam kandungan Flavia, lalu ketika sebesar ini malah ada yang membuat punggung naga kecil itu melebam biru.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
JANGAN LUPA VOTE, LIKE,KOMENTAR YA. MASUKAN JUGA KE LIST FAVORIT BACAAN KALIAN YA.
LOVE YOI ALL
ATIGATO.
__ADS_1