
Tak berapa lama setelah selesai sarapan, mereka bertiga pun pergi ke salah satu butik. Mereka pergi ke butik batik keris , butik ini didirikan pada tahun 1946, Batik ini merupakan salah satu produsen batik yang paling banyak dicari di Indonesia. Dimulai sebagai industri rumahan, Batik Keris berhasil berkembang ke pabrik garmen besar di seluruh negeri.
Pada awalnya Jingmi menyarankan mereka membeli baju yang mewah, tapi Lily lebih menyarankan agar mereka memakai baju batik, karena ini adalah salah satu ciri baju khas yang ada di Indonesia. Sudah tentu Cedric memilih mengikuti saran Lily.
Meski merasa kesal namun, rasa itu cepat menghilang memikirkan tentang sempurnanya rencana yang telah dibuat untuk melakukan perhitungan dengan Lily. Mereka tiba di hotel menjelang sore hari. Dan, langsung bersiap pergi ke acara undangan makan malam.
Cedric, Jingmi dan Lily memasukii ballroom, kelompok kucing pencuri pun telah bersiap untuk beraksi. Mereka terbiasa mencuri di saat acara-acara makan malam seperti ini. Kecepatan tangan mereka bisa dengan cepat melucuti perhiasan seperti gelang tangan tanpa diketahui oleh si pemilik perhiasan.
Terbiasa menghandiri gala dinner, membuat para pencuri itupun memahami etiket kaum jetset ketika melakukan jamuan makan malam seperti ini. Sekilas membuat mereka terlihat menjadi salah satu seperti dari kaum kaya.
Jingmi telah mengatur mereka agar duduk satu meja dengan dia dan yang lainnya, tempat dudukl Lily duduk sudah diatur agar bersebelahan dengan salah satu pencuri. Seorang wanita yang sangat cantik dan ramah sudah duduk lebih dulu.
Ketika baru akan duduk di kursi, seorang pria berpura-pura terjatuh sehingga Lily reflek langsung menahan tubuh pria itu sampai tas tangannya terjatuh, wanita cantik yang tengah duduk manis di kursi langsung menunduk mengambilkan tas Lily, lalu langsung dengan cepat berdiri sambil berkata, “Ini tas Nona,” ujar wanita itu.
“Ah terima kasih,” ujarnya mengambil tas tangan miliknya ketika si pria asing tadi sudah mengembalikan keseimbangan tubuhnya.
Cedric menarik Lily sembari memberi peringatan kepada pria tadi, “Tuan kau kurang berhati-hati,” ujarnya.
“Maafkan aku,” jawab pria itu sembari berlalu pergi.
“Apa kau baik-baik saja?” tanya Cedric.
“Aku baik-baik saja,” jawab Cedric.
__ADS_1
Kelompok pencuri itu duduk sebentar dengan Cedric dan yang lainnya, mereka mengaku sebagai sepasang suami istri, berbincang sebentar mereka pun pergi pamit. Jingmi menyunggingkan senyuman sinis samar di wajahnya. Memuji kepiawain komplotan tersebut.
Cedric melihat jam tangannya, “Sudah malam,” ayo kita kembali ke kamar, besok adalah hari besar untuk kita. Mereka pun pergi kembali ke kamar mereka. Lily menggesekan kartunya untuk masuk ke kamarnya.
Dia mengganti baju batiknya dengan piyama tidurnya, lalu mulai menarik selimut dan memejamkan matanya. pagi-pagi sekali dia terbangun dan mulai bersiap untuk presentasi. Selesai mandi dia melihat ada hal yang aneh, laptop yang ada di atas meja sedikit bergeser.
Dia pun menyalakan laptop kerjanya itu dan mengecek isi file-file kerja yang dia simpan di laptop itu, Wajah Lily panik dan jantungnya berdegup dengan kencang. Dengan masih memakai handuk kimono, rambut yang masih basah Lily segera pergi ke kamar Cerdric. Lily menekan bel berkali-kali karena merasa sangat panik.
Cedric membuka pintunya, dia menelan salivanya karena ini pertama kalinya dia melihat lily dalam keadaan seperti ini, belum juga bertanya Lily sudah masuk ke dalam kamar Cedric sambil meracau, “Sesuatu yang buruk sepertinya baru saja terjadi?” imbuh panik Lily.
Cedric tidak begitu mendengarkan perkataan Lily karena fokus menatap pada tulang selangka yang indah milik Lily, “Hei, apa kau mendengarkanku!” tanyanya.
“Iya, kenapa? Apa yang kau katakan tadi?” tanya Cedric.
Cedric langsung merangkul pinggul ramping Lily dan berkata, “Hei tenanglah, jelaskan pelan-pelan.”
Lily pun segera saja bercerita tentang hal aneh yang terjadi di kamarnya, mendengarnya Cedric pun ikut panik, “Tapi bagaimana bisa, keamanan di hotel ini adalah termasuk salah satu yang terbaik,” imbuh Cedric.
“Aku tahu … aku tahu, karena itu aku juga tidak habis pikir,” ujar Lily.
Cedric berusaha tenang, dia megambil jam tangannya di atas nakas, lalu berkata, “Tidak ada waktu lagi jika membuat yang baru,” imbuh Cedric yang duduk dengan sedikit lemas di sisi ranjangnya.
Lily teringat perjuangannya ketika membuat presentasi itu, lalu berkata “Kita tetap akan pergi.”
__ADS_1
Cerdric memandangnya, lalu Lily berkata lagi, “Aku yang membuat presentasi itu, tentu aku mengingat apa yang aku buat.”
Cedric berdiri lalu berkata, “Jika begitu, aku akan bersiap.”
Lily mengangguk lalu dengan tiba-tiba saja dia berjinjit dan mencium bibir Cedric, “Terima kasih karena sudah mempercayaiku.”
Lily pun bergegas kembali ke kamarnya, Sementara Cedric masih terpaku diam karena baru saja terkejut sekujur tubuh, gadisnya tadi baru saja berinisiatif untuk menciumnya. Cedric pun mengembalikan kesadarannya, dan segera bersiap untuk pergi. Setelah rapih Cedric menghubungi asisten Papanya agar menggunakan secara resmi nama Grup Lin untuk meminta kepada pihak hotel untuk memberikan rekaman CCTV mereka.
Cedric harus bergegas pergi presentasi, karena mereka menjadi calon rekanan yang pertama kali harus mempresentasikan materi bisnis mereka. Jingmi menghampiri mereka dan berkata, “Mengapa tidak membawa laptopmu?” ujarnya.
“Tidak ada waktu bercerita, kita harus bergegas ke ruangan konfrensi,” jelas Cedric
Di ruang konfrensi pertemuan, hanya mereka bertiga yang masuk dengan tangan kosong. Moderator pun memanggil nama Lily sebagai pemateri rencana bisnis pada urutan pertama ini. Cedric ingin mendampingi, namun assitennya itu menghalangi, “Tidak perlu Tuan,” ujarnya.
Lily membuka kancing jas kerjanya agar bisa bernapas lebih tenang, Lily mulai menundukan kepalanya dan mengucapkan selamat pagi. Lalu mengawali dengan menjabarkan profile Grup Lin. Setelahnya Lily mengambil sebuah spidol dan mulai membuat analisa di papan tulis. Berhitung-hitung modal bisnis dan prospek keuntungan yang akan di dapat, dan akan di dapat dalam kurun waktu berapa lama.
Mata Cedric semakin berbinar ketika melihat gadisnya begitu percaya diri mempresntasikan materi bisnis mereka hanya berdasarkan ingatan dan tulisan di papan tulis putih itu. Meski dengan keterbatasan itu, Cedric tetap mengaggap jika gadisnya itu hebat. Lalu dia pun berdiri dan memberi tepuk tangan ketika Lily selesai presentasi.
Kepuasan semalam Jingmi langsung menghilang ketika melihat Lily bisa dengan sangat baik membawakan isi materi meski tanpa alat bantu teknologi. Seleksi rekanan pun berakhir, hasil akhir nanti akan diberitahu dalam bentuk draft kontrak Kerjasama.
Pada saat ini, mereka bertiga berkumpul bersama di kamar Lily. Tak berapa lama terdengar bunyi bel pintu kamar lily. Itu adalah manajer hotel datang memberikan bukti CCTV dan menjelaskan bagaimana SOP keamanan mereka.
Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat seorang wanita yang memakai masker memasuki kamar Lily dan beberapa menit kemudia barulah keluar. Dilihat dari postur tubuh itu seperti tubuh pria dengan balutan pakaian wanita. Lily merasa bingung. Karena dia tidak pernah sama sekali kehilangan kartu aksesnya.
__ADS_1