BLUE MOON

BLUE MOON
HIPNOTIS


__ADS_3

Keesokan paginya, suasana Villa terasa berbeda. Eryk dan Flavia lebih banyak tersenyum. Cedric melemparkan senyuman kepada Lily mereka seakaan bicara melalui binar mata keduanya.


Dengan lirikan mata mereka berdua saling berkomunikasi lalu sama-sama mengangkat jempol tanda saling memuji jika mereka sudah bekerjasama dengan sangat baik.


Hari ini Eryk memutuskan kembali ke rumah utama Lin, lagipula Cedric dan Lily sudah beberapa hari ijin dari sekolah. Flavia juga sudah keberatan jika mereka harus meminta ijin lagi.


Satu mobil disiapkan untuk mwngantar lily kembali ke asrama, "Aku akan mengunjungimu nanti," janji Cedric.


Lily mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. Cedric menoleh kepada mama dan papanya, lalu ikut masuk ke dalam mobil yang akan membawa mereka pulang. Mobil yang membawa Cedric dan Lily pun berpisah di persimpangan.


Lily berbalik ke belakang, dan melihat mobil yang membawa Cedric semakin menjauh, ada sedikit rasa sedih di hatinya. Sebelum pergi Eryk mengajak Lily sedikit berbincang. Tuannya itu memberi pesan kepada Lily agar belajar sunggug-sungguh karena kelak dia akan menjadi asisten nomor satu putranya itu. Mengurus segala keperluan sehari-hari dan membantunya dalam pekerjaan apapun, termasuk menyiapkan pernikahan Cedric kelak nanti.


Di rumah utama Lin, Nyonya Besar Lin tengah menunggu cucu kesayangannya itu, "Nenek," panggil Cedric dengan suara renyahnya.


Nyonya Lin mencium-ciumi cucunya itu, lalu Eryk bersimpuh di hadapannya seraya menggenggam tangan mamanya itu, "Ma, maafkan aku jika terlalu sibuk."


Nyonya Lin menapukan kedua tangannya ke wajah putranya yang tampan itu, seraya memberi tatapan yang seakaan berkata, "Tidak apa."


Eryk pun menciumi pipi Mamanya itu. Lalu Flavia ikut bersimpuh di hadapan Nyonya Lin, "Ma ... aku akan menjaga Mama, jika putra Mama ini sibuk dengan pekerjaannya," janji Flavia.


Eryk menoleh ketika mendengar Flavia berkata seperti itu, daun telinganya pun memerah. Lalu dia meraih tangan Flavia dan menggenggamnya di pangkuan Nyonya Lin seraya berkata, "Kami nanti akan memberikan Mama cucu perenpuan, jadi Mama harus sehat ya," ujar Eryk sedikit bercanda.


"Eh itu sejak kapan kita mau punya anak," pikir Flavia.


Sebelum Flavia menjawab perkataannya, Eryk segera mwminta pelayan memgantar Cedric dan Flavia ke kamarnya, sementara dia pergi untuk bekerja.


"Hish ... mengapa dia sangat sibuk sekali," pikir Flavia lagi.

__ADS_1


Cedric masih ingin bermain dengan Nyonya besar Lin, Flavia pun mengijinkan. Sementara Eryk masih berkutat dengan penyelidikanya.


Nyonya Fang dibawa ke klinik Dokter Yun, di klinik ini akan dilakukan terapi berkala untuk mendapatkan informasi yang dicari oleh Eryk.


Pada tahap pertama, dokter Yun akan melakukan bincang-bincang terlebih dahulu untuk mendapatkan rasa percaya dari Nyonya Fang.


"Apa kau seorang dokter?" tanya Nyonya Fang.


"Tentu saja, lihat saja seragamku yang berwarna putih ini, warna yang melambangkan kebaikan,banyak menyelamatkan orang, karena kami adalah malaikat tak bersayap" jawab Dokter Yun.


Nyonya Fang pun mendekat lalu berkata, "Jika kau seorang malaikat, maka kau pasti bisa membantuku," ujar Nyonya Fang.


"Tentu saja," jawab yakin Dokter Yun.


"Apa kau memiliki sebuah masalah?" tanya dokter Yun.


"Aah orang jahat," jawab Dokter Yun mengikuti skenario cerita yang ada di pikiran Nyonya Fang.


"Iya betul penjahat, ada penjahat," jawab Nyonya Fang lagi.


"Jika aku bilang memiliki cara untuk menyingkirkan penjahat itu apa Nyonya bersedia mendengarkanku?" tanya Dokter Yun.


"Iya, tentu saja aku mau," jawab Nyoya Fang bersemangat.


Dokter Yun pun mengajak Nyonya Fang naik ke ranjang pasien. Lalu memulai proses hiponisisnya. Sebelumnya dia pun menyalakan rekaman audio untuk merekam pembicaraan di sesi terapi ini.


Dokter Yun memulai dengan, sugesti yang akan mulai dia rancang, dan disiapkan untuk memengaruhi alam bawah sadar Nyonya Fang.

__ADS_1


Jika ingin berhasil, maka Dokter Yun harus bisa meyakinkan Nyonya Fang, dan itu sudah dilakukan dengan bincang-bincang ringam yang sebelumnya dilakukan.


Dokter Yun harus menciptakab dinding kepercayaan antara dirinya dan Nyonya Fang, karena Ketika pasien ragu sedikit saja, maka risiko gagal pun akan semakin besar. Setelah meraih kepercayaan Nyonya Fang, maka berlanjut ke sesi tahap berikutnya.


Pada tahap ini dinamakan tahap induksi. Nyonya Fang akan dibawa dari gelombang otak yang tadinya berada dalam kondisi sadar, menuju ke gelombang otak berada di frekuensi 3hz-8hz, ini adalah kondisi setengah tertidur.


Pada kondisi ini Nyonya Fang dibuat setengah mengantuk, rileks, namun tetap dalam keadaan sadar. Sugesti akan mudah dimasukkan pada kondisi ini. Tahapan induksi ini juga menjadi penentu, hipnoterapi berhasil atau tidak. Saat seseorang belum masuk ke keadaan setengah tidur, pikirannya masih tetap berpikir, sehingga sugesti pun sulit dimasukkan.


Pada tahap setengah tidur ini Dokter Yun sudah mulai menasukan sugesti kepada Nyonya Fang.


Nyonya Fang merasa Kondisi tubuhnya menjadi ringan, dalam keadaan setengah mengantuk, tapi tidak tidur sepenuhnya.


Dokter Yun sebagai terapis pun mulai memasukkan sugesti satu per satu saja, tidak terlalu banyak, agar sugesti tersebut dapat bekerja dengan baik.


"Jika aku menjentikan jari ditelinga sebelah kananmu, maka kau akan kembali ke masa-masa sekolah dulu," ujar Dokter Yun seraya menjentikan tangannya berbunyi satu kali.


Dokter Yun hening sesaat, lalu berkata, "Apakah saat ini aku sedang bersama Fang-fang?" tanya Dokter Yun memanggil nama panggilan Nyonya Fang ketika di sekolah dulu.


Nyonya Fang pun mengangguk, Dokter Yun pun tersenyum lalu mulai bertanya satu persatu dari daftar pertanyaan yang Eryk berikan. Dan menggali lebih dalam lagi dari jawaban-jawaban yang Nyonya Fang berikan. Sesi tanya jawab ini herlangsung agak lama. Karena ternyata ini sebuaj kasus yang rumit.


Sesi pertanyaan pun di tutup, saatnya Dokter Yun menyelesaikan terapi ini.


Pada tahap ini, proses dari hipnoterapi pun diakhiri. Nyonya Fang akan kembali dibawa menuju alam sadar. Tentunya dengan tidak langsung dibangunkan begitu saja. Ada kata-kata yang akan membawa kembali Nyonya Fang untuk bangun.


"Jika kau mendengar aku menjentikan jari di telinga sebelah kiri, maka itu artinya kau akan kembali bangun sadar sepenuhnya," ujar Dokter Yun seraya menjentikan satu kali jentikan di telinga kiri Nyonya Fang.


Nyonya Fang pun membuka kedua matanya, lalu terlihat merasa bingung. Dokter Yun pun tersenyum lalu berkata, "Bagaimana apakah sekarang sudah tidak takut lagi?" tanyanya.

__ADS_1


Myonya Fang pun tersenyum karena merasa jika rasa takut yang menggelayuti hatinya selama ini, telah hilang begitu saja. Sebelum menutup sesi terapi, dokter Yun mensugesti Nyonya Fang untuk membuang rasa takutnya itu. Dan itu sepertinya benar-benar membantu bagi kesehatan mental Nyonya Fang.


__ADS_2