
Pengantin baru sudah tertidur lelap. Sementara dikamar Leon dan Khansa, malah terlihat Nyonya Sebastian masih serius menatapi jurnal medis yang baru saja di dapatkannya. Landak kecilnya Leon itu menggigit-gigit kukunya sambil membolak-balikan halaman perhalaman.
“Uhuk … uhuk …” Leon pura-pura batuk untuk mendapatkan perhatian dari Khansa.
“Kenapa?” tanya Khansa.
“Apa jurnal itu lebih tampan dariku?” tanya Leon sambil menaikan satu alisnya.
“Oh ya ampun, apa kau sedang cemburu dengan kertas?” jawab Khansa dengan sedikit tertawa lalu menutup jurnal medisnya dan memasukannya ke laci nakas.
“Kemarilah!” ujar Khansa sembari menepuk-nepuk pahanya.
Leon pun lalu membaringkan kepalanya di paha istrinya itu, dengan lembut Khansa membelai rambut suaminya itu sambil memberi pengertian, “Aku sangat menyukai membaca jurnal itu, karena ketika membacanya aku merasa kedua orang tuaku seperti sedang berbicara kepadaku.”
Leon memejamkan mata, mendengarkan perkataanny istrinya itu sembari merasakan nikmat jari jemari Khansa yang sedang mengusap lembut puncak kepalanya itu. Lalu Khansa berkata lagi, “Apa nanti Carl akan tinggal bersama kita?” tanya Khansa.
“Itu jika dia mau,” Jawab Leon.
“Raynar pasti akan sangat senang memiliki tante yang cantik,” ujar Khansa.
Leon pun bangkit mensejajarkan dirinya dengan istrinya itu, “Mamanya juga tidak kalah cantik,” ujarnya sambil mengecupi wajah Khansa dengan lembut. Khansa membalasnya dengan mengecupi pipi suaminya itu. Mengecupi rahang lalu turun ke leher Leon sembari tangan Khansa turun ke dada bidangnya.
Leon mengusap punggung Khansa, lalu dengan suara magnetisnya dia berkata, “Kali ini kau yang di atas ya,” bisiknya sambil mengigit daun telinga istrinya itu.
Leon ingin kali ini membiarkan Khansa memimpin percintaan. Ingin menatapi betapa manis istrinya itu ketika mempompa tubuhnya pada bagian bawahnya secara naik turun dan membuat bagian atasnya begerak-gerak menggemaskan di hadapannya.
Leon sesekali menghentakan bagian bawahnya mengikuti gerakan Istrinya itu. Leon sedikit menarik Khansa agar menunduk sehingga memudahkan dia untuk me*gulum nikmat. secara bergantian bagian atas istrinya itu.
“Aah, sayang … eumhh …” Khansa memeluk tubuh Leon ketika suaminya itu menyentakan bagian bawahnya dengan cepat dan keras.
__ADS_1
Suara penyatuan tubuh mereka dan kulit yang saling bergesekan memenuhi kamar tamu di mansion Mo ini. Pendingin ruangan serasa tidak mempan lagi. Kulit tubuh mereka panas, saling menghantarkan rasa panasnya percintaan mereka malam ini.
“Ahh!” Khansa memekik saat Leon tak berhenti memasukan adik kecilnya dengan cepat dari bawah, Lalu Khansa memompa lebih cepat tubuhnya di atas Leon, mengikuti ritme gerakan Leon.
Leon mer*mas keras bagian atas istrinya itu saat pelepasannya akan datang. Khansa menyentakan tubuhnya tubuhnya membiarkan bagian bawah suaminya itu untuk masuk lebih dalam lagi. Tubuh Khansa terkulai lemas diatas tubuh Leon. Suaminya itu pun memeluk hangat dan memainkan jemarinya di punggung halus Khansa, serta sesekali mengecupi pipi istrinya itu.
“Apa aku sudah hebat?” tanya malu-malu Khansa.
“Hm …” Leon hanya bergumam seraya tersenyum dan mengecup bahu Khansa.
“Kau sudah bertumbuh besar sekarang,” ujar lembut Leon yang merasa semakin gemas gadis kecilnya itu sekarang sudah bertumbuh menjadi wanita muda yang cantik anggun dan pandai berolahraga di ranjang.
Jika kedua Tuan dan Nyonya Sebastian tengah sibuk bercinta maka lain hal dengan Eryk Lin dan Flavia Gu, yang masih terpisah oleh kasus lama yang belum terpecahkan. Misteri yang menaungi keluarga Lin. Cedric meminta bermain lagi dengan Lily, karena ini adalah akhir pekan. Eryk pun mengabulkan permintaan putranya itu.
Di pagi hari, pengantin baru masih terlelap dengan sambil berpelukan. Parfum pemberian dari Austin Long itu benar-benar Dayshat kuat, sehingga membuat dua orang pemalu tersebut seperti kerasukan, terasuki jiwa yang lain. Produk wewangian yang Austin berikan benar-benar parfum berkualitas tinggi, yang dibuat dengan dari bahan-bahan terbaik dan nanti akan dipasarkan secara eksklusif dengan harga yang mahal.
Parfum ini bekerja untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas s*ksual mereka dan pasangannya. Cairan semprot ini digunakan dalam bentuk cologne atau parfum setelah mandi. Dan, ternyata, wangi dari parfum ini sulit ditolak oleh 80 persen perempuan atau pria.
Pada akhirnya Ariana membuka kedua matanya, dia sedikit menggeser tangan Carl yang masih melingkar di pinggul rampingnya itu, dia pun duduk sambil mengacak-acak rambutnya lalu terkejut ketika melihat keadaan kamarnya, “Astaga … apa ada perampokan?” gumam pelannya.
“Oh ya ampun …” ketika dia menyadari banyak tanda merah di sekujur tubuhnya.
Lalu Ariana menoleh kepada Carl, “Apa dia yang melakukan ini semua,” pikir Ariana lagi sambil memukul-mukul pelan punggungnya karena terasa seperti mau patah.
Mereka mengalami malam pengantin yang heboh, malam tadi bukan hanya melakukannya sekali tapi berkali-kali, bahkan mereka mencobanya di kursi, di bathup, di ranjang. Ariana mengusap-usap lehernya, “Parfum itu benar-benar brutal, sungguh sangat berbahaya,” gumam pelan Ariana lagi.
Carl juga terbangun, dan malah menarik Ariana lagi, “Hmm …” ujarnya.
“Hei, ini sudah pagi. Mereka pasti sudah menunggu kita di ruang makan,” ujar Ariana mengingatkan.
__ADS_1
“Mau lagi!” pinta Carl.
“Hissh … benar-benar pria tidak tahu batas,” ujar Ariana sambil berdiri namun kakinya terasa melemas.
“Haissh …” ujar Ariana lagi seraya memandangi Carl.
Di ruan makan, Leon melihat jam tangan, pagi ini dia ingin membuktikan perkataan Austin Long yang sudah meramalkan jika pengantin baru itu akan menjadi yang terakhir masuk ke ruang makan. Austin ingin menunjukan bahwa parfum yang dia buat ini benar-benar bisa meningkatkan kesehatan fisik dan juga emosional.
Ariana tergesa masuk ke ruang makan, “Astaga jam sepuluh pagi,” pikirnya sambil melihat jam tangannya.
Pagi ini Ariana memakai pakaian serba tertutup, dari leher sampai kaki semua tertutup. Karena Carl membuat noda merah, di seluruh tubuh Ariana. Semua yang masih ada di ruang makan pun tersenyum memandangi si pengantin baru. Leon menaikan alisnya ketika melihat adik iparnya itu memakai baju serba tertutup, dia pun tersenyum dan semakin mantap yakin bekerja sama dengan Long Farmasi.
“Maaf kami terlambat,” ujar Ariana sembari tersipu malu.
“Tidak apa, kami mengerti,” ujar Flavia
Mereka berdua pun duduk untuk memulai sarapan mereka, lalu Carl menggenggam tangan Ariana sambil menyesap jus jeruknya. Leon lalu berkata, “Kami hari ini akan bertemu dengan tuan Xavier dari Grup Chu di teluk Bohai, apa mau ikut. Anggap saja hadiah bulan madu dari kami,” ujar Leon.
Carl pun menoleh kepada Ariana, “Apa mau pergi ke sana?” tanyanya.
“Jika kau mau kita bisa pergi ke sana,” jawab Ariana.
Lalu Carl tersenyum kepada kakaknya itu dan berkata, “Kami ikut.”
Setelah melepaskan kepergian Tuan dan Nyonya Sebastian, Mansioan Mo terasa sepi, Flavia pun mengambil ponselnya dan menghubungi Eryk.
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
DUKUNG dengan Vote, like, komen dan Tap tanda love, favoritkan ya
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE-nya Gaes