BLUE MOON

BLUE MOON
KERJASAMA


__ADS_3

Carl mengelus lembut lengan Ariana yang memelukinya dari belakang, lalu dia membalikan badanya seraya berkata, “Ayo, jika terkena hujan lama, nanti kau bisa sakit,” ujar lembut Carl kepada istri keduanya itu.


Leon dan yang lainnya menunggu di ruang tamu di Mansion Mo. Pada saat ini Tuan Mo sedang tidak berada di Beijing. Namun, sangat mengijinkan menerima banyak tamu, selama itu adalah teman dari Flavia.


Ketika mereka berdua masuk, semua pun menoleh kepada mereka. Khansa segera berdiri dan menggandeng adik iparnya itu, lalu mengajaknya duduk bersama di sofa.


Wajah keduanya masih nampak sedih, bagaimana pun juga Ariana juga menyaksikan bagaimana Belinda menahan peluru dengan tubuhnya demi menyelamatkan Carl.


Dalam hati Leon berujar betapa beruntungnya adiknya itu, memiliki dua malaikat penyelamat. Dia juga berpikir sekarang sudah tidak akan khawatir seperti dulu lagi, karena saat ini pengasuh bayi besar Sebastian itu sudah datang di tengah-tengah keluarga mereka.


Pada saat ini Eryk dan Cedric juga masuk ke dalam ruang tamu Mansion Mo, “Kami akan melakukan perjalanan sebentar,” ujar Eryk.


“Apa mau mengunjungi Lily?” tanya Flavia.


“Iya, aku sudah menjanjikan lama untuk hal ini,” jawab Eryk.


Flavia pun berdiri lalu mencium kening Cedric dan secara natural mencium pipi Eryk, semenjak kejadian penyelamatan Carl, hati Flavia sedikit melunak.


“Hati-hati di jalan ya, jangan mengebut,” pesan Flavia.


“Tuan Sebastian, maafkan jika tidak bisa menemani. Anggap saja rumah sendiri,” ujar Eryk.


“Terima kasih atas keramahannya, lain waktu ke Indonesia aku akan menjamu kalian dengan baik,” janji Leon.


Eryk pun pergi membawa Cedric, Flavia menoleh kepada Leon dan Khansa, “Apakah kalian akan tinggal lama di sini?” tanyanya.


“Lusa kami akan kembali ke Indonesia,” jawab Leon.


“Jika begitu jangan sungkan, ada hal apa yang diperlukan katakan saja kepada kami. Jika ingin pergi ke suatu tempat maka kami akan mengantarkan kalian,” ujar Flavia lagi.


“Aku dengar dari Carl, jika kau juga ahli jarum akupuntur?” tanya Khansa kepada Flavia.


“iya, , meski tidak mahir,” jawab Flavia lagi.


Melihat percakapan Khansa dan Flavia, Carl pun langusng berdiri dan menepuk keningnya beberapa kali, “Oh ya ampun, bagaimana mungkin aku bisa lupa, astaga,” ujarnya merutuki dirinya sendiri.


“Apa?” tanya ketiga wanita itu secara bersamaan.


“Jurnal medis,” jawan Carl.


“Jurnal medis?” tanya Leon.

__ADS_1


“Boleh aku melihat jurnal medis yang kau miliki?” pinta Carl.


“Ah iya, jurnal medis yang aku temukan waktu itu, aku berikan kepada tuan Long dan dia meminta aku memberikannya kepadamu,” ujar Ariana kepada Flavia.


“Apakah ini jurnal orang tua aku yang kalian maksud,” tanya Khansa bersuara.


“Iya,” jawab Carl dan Leon bersamaan.


“Tunggu sebentar,” jawab Flavia seraya berdiri untuk  pergi ke perpustakaan dan mengambil jurnal itu dari lemari besi.


Khansa terlihat *******-***** tangannya, Leon melihatnya lalu mengambil tangan istrinya itu dan menenangkannya, “Semua akan baik-baik saja,” ujarnya.


Melihat Flavia masuk, Khansa langsung saja berdiri. Dengan tersenyum Flavia pun memberikan jurnal itu ke tangan Khansa,  “Apakah ini adalah milikmu?” tanyanya.


Khansa membaca jurnal itu lalu air matanya terjatuh, “ini benar-benar milik papa dan mama,” ujarnya sambil menatap ke suaminya.


Leon segera saja memeluk landak kecilnya itu, dia juga ikut merasa senang dengan kembalinya jurnal medis ini ke tangan Khansa. Pada saat ini, tiba-tiba kepala pelayan mengatakan jika Tuan Austin Long datang ke Mansion Mo.


“Guru,” panggil Flavia sedikit terkejut.


“Tuan-tuan,” sapa Austin.


“Ah terima kasih tuan,” ujar Carl  dengan sedikit malu-malu.


“Guru apa ada hal penting yang membuat guru datang menemuiku?” tanya Flavia.


Austin pun tersenyum, lalu duduk dan memberikan sebuah kantung hadiah, “Untuk Cedric,” ujarnya.


“Ah iya, terima kasih guru,” jawab Flavia seraya  mengambil hadiah itu.


“Halo Tuan Sebastian,” sapa Austin menoleh kepada Leon.


Sebagai sesama pemilik farmasi besar, keduanya tentu saling mengenal di lingkaran bisnis kefarmasian, “Halo Tuan Long, aku banyak mendengar hal baik tentangmu,” jawab Leon.


Austin melihat tangan Khansa yang sedang memegang jurnal medis itu, “Ah jadi sudah sampai ke pemiliknya,” ujar Austin dengan tersenyum.


Flavia yang pandai pun segera mengambil kesimpulan, “Guru apa kau sengaja memberikan itu kepadaku?” tanya Flavia.


“ Tentu saja,” jawab Austin.


“Tapi megapa?” tanya Flavia lagi dengan keheranan. “Dari mana guru tahu jika ini akan kembali ke tangan pemiliknya?”

__ADS_1


“Karena Tuan muda Lin adalah teman dekat dari Carl Sebastian,” jawab Austin.


“Oh Ya ampun guru,  mengapa tidak langsung memberitahuku agar aku bisa menyampaikannya langsung kepada Nyonya Sebastian,” ujar Flavia.


“Jika aku dengan mudah memberikan itu, maka tuan Leon tidak akan pernah melihat kehebatanku dalam hal yang lain selain tentang kefarmasian,” jawab Austin sambil sedikit tertawa.


“Apa yang tuan maksud dari perkataan itu?” tanya Leon. +


“Tuan Sebastian Long Farmasi ingin bekerja sama dengan Oracle Farmasi,” jawab Austin.


“Kau sudah melihat bagaimana kehebatan Long farmasi, jadi aku rasa itu sangat pantas bersanding berkerjasama dengan Oracle farmasi,” sambung kata Austin lagi.


Leon terdiam, tapi dalam hati sungguh saat ini dia sangat ingin melompat salto kegirangan, ini adalah Austin Long, sang master racun yang langsung meminta dia agar bersedia bekerjasama dengannya, “Oh Ya ampun, mimpi apa semalam,” ujar Leon dalam hati.


Belum juga Leon menjawab, Carl malah langsung sedikit menundukan kepalanya dan berkata, “Terima kasih Tuan, kami sangat-sangat bersedia.”


Flavia sedikit tercengang dengan cara gurunya ini ketika ingin membuktikan diri jika farmasinya layak bersanding dengan Oracle Farmasi milik keluarga Sebastian.  Mendengar perkataan tuan muda kedua Sebastian maka Austin pun langsung saja menyalami tangannya dan berkata, “Jika begitu kita sepakat, ini adalah kesepakatan awal kita.”


“Tentu Tuan,” jawab Carl sumringah.


Carl merasa ini seperti sebuah hadiah pernikahan yang terbaik untuk dirinya dan juga Ariana. Pada saat ini Austin berkata kepada Ariana, “Bisa kita bicara?”


“Ah ya tentu Tuan,” jawab Ariana dengan nada bersemangat.


Mereka berdua pun bepindah ke ruangan lain diantar oleh pelayan,  mereka duduk di sofa saling berhadap-hadapan, “Ada apa Tuan, katakana saja,” ujar Ariana.


“Kau sudah menikah, akan berbahaya bagimu jika masih menjadi agen rahasia. Jika kau ingin mengundurkan diri maka aku akan membantu untuk kepengurusannya,”  ujar Austin memberikan penawarannya kepada Ariana.


Ariana terdiam sejenak, pada awalnya menikah dan memiiki bayi bukanlah prioritas utama dalam hidupnya. Karena jika dia menikah maka seumur hidup harus hidup dengan identitas orang lain, tidak sebagai dirinya sendiri. Sampai di hari dia bertemu dengan Carl ‘si bayi besar’ yang merepotkan, hatinya pun berubah. Dia mulai menyukai tentang hal-hal yang bebau dengan ibu rumah tangga.


Dengan mengehela napas, Ariana pun memantapkan jawabannya, “Jika begitu aku akan merepotkan Tuan untuk membantuku mengundurkan diri,” jawab Ariana.


✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅


Wuah udah lama neh, Author gak Reminder untuk Voten-nya ...


kuy gaes lempar dulu Votenya, lembar bunga juha boleh lho.



 

__ADS_1


__ADS_2