
“Kau bertemu dengannya?” tanya Carl dengan wajah bingung.
“Tidak, dia hanya meledakan toko permen kita saja,” jawab Belinda lagi.
“Astaga,” ujar Carl sambil memegang dadanya karena terkejut.
“Apakah dia baik-baik saja?” tanya Carl lagi.
“Pada saat ini iya, entah esok,” jawab Belinda.
Belinda mendekat kepada Carl, lalu menarik kerah jas putih panjang milik Carl, dia lalu dengan tiba-tiba mencium pipi Carl seraya berkata, “ Jangan bergerak, di sini ada CCTV.”
“Lingkarkan tanganmu di pinggulku,” ujar Belinda lagi.
Carl pun patuh dengan kata Belinda, terlihat pada saat ini mereka sedang berpelukan dengan mesra. Belinda tersenyum lalu mengusap dengan lembut rambut Carl yang nampak halus itu.
“Kau ini mengapa selalu saja membuat orang merasa khawatir,” ujar Belinda.
“Apa kau tidak terpikir untuk pergi dari sini, aku bisa membawamu pergi jika kau mau,” ujar Carl.
“Aku pergi dari sini, bisa saja … tapi, jika aku mati,” ujar Belinda sambil tertawa.
“Ayo, kita kembali,” ajaknya sambil mengandeng tangan Carl.
Setelah Belinda pergi, Carl merasa jika sikap Belinda tadi terasa jika wanita itu ingin melindunginya, agar tidak ada yang berani menyentuh dirinya. Dia pun berpikir jika dia harus bisa memancing bos besar kelompok ini untuk keluar menunjukan dirinya.
Dia pun segera menyelesaikan racikan varian terbarunya agar menarik perhatian si bos besar. Sementara itu, Mansion Mo jadi sedikit ramai. Mulai dari Eryk, Gery juga pada saat ini tinggal di Mansion Mo. Pada saat ini Felix datang ke Mansion Mo, Cedric yang melihatnya langsung saja berlari ke arahnya.
Felix bersimpuh sambil merentangkan tangannya lalu menangkap tubuh Cedric, “Wuah, sekarang sepertinya bertambah tinggi ya,” puji Felix.
“Papa Felix, mengapa lama sekali tidak datang ke sini,” ujar Cedric.
“Belakangan ini sangat-sangat sibuk,” jawab Felix.
“Apa membawa hadiah?” tanya Cedric.
“Tentu saja,” jawab Felix.
Kali ini Felix mengeluarkan coklat, “Wuah ini coklat putih yang aku mau,” jawab Cedric senang.
Mereka berdua menengadah ketika melihat sepasang sepatu mengkilap hitam berdiri di samping mereka. Eryk berdiri dengan sambil bersedekap, menatapi Felix dengan tatapan sedikit tidak suka. Eryk segera menggendong Cedric, “dapat hadiah apa?” tanyanya dengan suara yang dilembutkan.
“Coklat,” jawab Cedric dengan wajah sumringah.
“Apa sangat suka dengan coklat?” tanya Eryk.
__ADS_1
“Eum …” jawab Cedric mengangguk.
“Jika begitu Papa akan memberikanmu pabrik coklat,” ujar Eryk.
Felix yang mendengarnya pun terbatuk-batuk, merasa diperlakukan seperti saingan. Sementara Felix dan Flavia dekat karena sama-sama mengenal Austin Long.
Flavia datang dan mendekati Felix seraya membawa sebuah kotak makan dari beling, “Ini untukmu,” ujarnya.
“Wuaah kesukaan aku,” jawabnya dengan senang.
Eryk mengernyitkan alisnya seraya berpikir, “Apakah dia sering memasak untuk Felix?” pikirnya.
Melihat wajah Felix tersenyum dengan senangnya, Eryk pun berdiri di sisi Flavia, satu tangan menggendong Cedric, satu tangan merangkul bahu Flavia seakan ingin memberi tahu jika keduanya adalah miliknya.
Felix mengusap hidungnya, merasa jika ada pria yang sedang cemburu, Ariana melihat Felix, segera saja dia menarik lengan Felix, “Ayo, tunjukan padaku apa yang kau dapat.”
Felix pun berjalan mengikuti langkah Ariana, Flavia meminta pelayan membawa Cedric bermain. Lalu dia pun ikut bersama dengan yang lainnya.
Felix membuka laptopnya dan mulai membuka hasil penyelidikannya, dari tangkapan CCTV yang dia runutkan, maka sampailah pada sebuah gudang, Felix pun berhasil mendapatkan CCTV di atap gudang itu. Mereka semua tercengang melihat Belinda yang mendekati Carl dengan mesra, dan pria itu hanya diam saja.
Ariana pun sedikit terkejut, merasa dalam beberapa waktu mengenal Carl, terlihat jika Carl adalah pria yang polos terhadap wanita, tapi di rekaman CCTV yang Felix dapatkan, terlihat Carl malah memeluk balik Belinda.
“Bukankah dia bilang malaikatnya adalah Ariana?” pikir Gery dan Eryk dengan sedikit bingung.
Ariana menolehkan kepalanya, mengambil napas seraya berpikir, “Kami semua di sini sibuk mencarinya, tapi dia di sana malah sibuk bermesraan,”
Eryk pun langsung bersuara, sebagai teman baiknya tentu dia harus bersuara membela kawan baiknya itu, “Nona Ariana, dia pergi ke sana, karena ingin melindungimu,” jelas Eryk.
“Apa maksudnya dengan ingin melindungiku?” tanya Ariana.
“Dia pernah berhutang nyawa kepadamu, jadi kali ini dia ingin membalasnya dengan menemukan pria psikopat yang sedang mengejarmu,” jawab Eryk.
“Pria yang sering sekali berpindah-pindah tempat itu,” jelas Eryk lagi.
“Mengapa dia menjadi tidak masuk akal seperti itu,” ujar Ariana.
“Dia bilang, kau adalah malaikatnya,” ujar Eryk.
“Malaikat … ini juga kemarin Belinda sebut kata ini,” pikir Ariana.
Ariana menoleh kepada Felix, “Apa kau menemukan lokasi pastinya?”
“Tentu saja,” jawabnya denga sedikit bangga.
Ariana merasa sudah berjanji untuk melindungi Carl, memberikan PIN nya kepada Carl, itu artinya sama saja Carl berada di bawah perlindungannya. Ariana menguncir rambutnya lalu berkata, “Jika begitu ayo kita pergi ke sana,” ujarnya.
__ADS_1
“Tunggu dulu jangan gegabah,” ujar Eryk Lin.
“Yang aku dengar dari orangku, jika mereka akan meluncurkan Varian baru dan akan melakukan peluncuran secara tertutup. Aku sudah meminta kenalanku untuk datang ke sana untuk mencari tahu, meski belum tentu Carl akan datang ke sana,”jelas Eryk.
“Bisakah memasukanku ke sana?” tanya Ariana.
“Jangan, mereka pasti sudah mengenalimu,” jawab Flavia.
“Itu malah nanti akan membahayakan Carl,” ujar Flavia lagi.
Flavia menoleh kepada Eryk lalu berkata, “Masukan aku ke sana!” pinta Flavia kepada Eryk.
“Aku adalah wajah baru, jadi mereka tidak akan mengenaliku, lagipula aku akan di temani oleh pengawal terbaik dari klan naga hitam,” ujar Flavia lagi.
“Tidak, mana bisa begitu,” ujar Eryk menyampaikan keberatannya.
Flavia pun berdiri sambil bertelak pinggang, “Anggap saja kita melakukan ini demi melindungi Cedric dan anak-anak lainnya,” jelas Flavia yang tidak ingin ada toko-toko sejenis yang akan tumbuh banyak.
Meski tidak bisa menumbangkan semuanya, setidaknya mereka sudah berusaha menghapus keberadaan mafia itu meski sedikit. Flavia menarik lengan Eryk sambil merayunya lagi, “Ayolah demi Cedric.”
“kau hanyalah seorang dokter ahli kandungan,” ujar Eryk masih bersikukuh tidak setuju.
“Hmm …” ujar Flavia.
“Ikut aku,” ujar Flavia lagi.
Mereka semua pergi ke taman belakang, di sana ada papan panahan. Flavia mengambil beberapa pisau yang ada di atas meja. Lalu dia berdiri dan mulai melempar satu persatu pisau itu, dan tepat sasaran, “Jadi apa aku sudah bisa pergi?” ujarnya sambil menoleh kepada Eryk dan yang lainnya.
“kau bisa melempar pisau?” tanya Eryk.
“Tentu saja, bertahun-tahun tinggal bersama klan naga hitam, bukankah aku harus mempelajari sesuatu,” jawab Flavia.
Eryk berpikir jika Flavia harus ke sana, tetaplah masih berbahaya, tiba-tiba di kepalanya timbul sebuah ide, “Kau boleh ke sana tapi dengan identitas si buruk rupa … Flavia Gu si buruk rupa,” ujar Eryk memberikan penawarannya.
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
Blurb:
Liontin adalah Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Saat mendapatkan cuti pertamanya, Liontin pulang ke Indonesia untuk menerima pinangan dari kekasihnya, Rangga.
Dua minggu menikah, Liontin harus kembali ke Taiwan karena permintaan David (sang majikan). Mau tidak mau dia harus menjalani LDR dengan sang suami. Di tahun pertama pernikahan, semua baik-baik saja. Namun, suatu hari dia mendapati kenyataan pahit bahwa Rangga sudah menikah lagi dengan perempuan lain. Tak lama setelahnya ia diperkosa oleh David.
__ADS_1
Bagaimanakah Liontin melanjutkan kehidupan ketika berada di titik terendahnya? Mampukah dia melalui semua cobaan?