BLUE MOON

BLUE MOON
JANJI PERTUNANGAN


__ADS_3

Cedric berpikir jika ini pasti adalah pengaturan dari Papa dan juga Paman Jiang yang ingin mendekatkan dirinya dengan Jingmi. Dia pun hanya diam dan masuk ke ruangannya. Ini adalah perjalanan bisnis, jadi sangat wajar jika direktur marketing akan ikut pergi juga bersama mereka. Setelah persiapan telah matang maka saatnya bertolak terbang ke Indonesia.


Mereka menaiki pesawat komersil, first class. Yang menawarkan tempat duduk yang lebih nyaman dan privat. Penumpang dapat merebahkan sandaran kursi menjadi tempat tidur. Bahkan, beberapa maskapai menyediakan tempat tidur khusus yang terpisah dengan tempat duduk bagi penumpang first class. Dan bahkan ada juga penumpang first class yang mendapatkan fasilitas lain, seperti sandal, piyama, hingga kamar mandi di dalam pesawat


Karena Jingmi diputuskan ikut di detik-detik terakhir maka yang duduk di sebelah Cedric jelas adalah Lily, ini jelas mematik api cemburu di hati Jingmi. Perjalanan dilalui dengan rasa manis di hati Cedric dan dengan  rasa masam di hati Jingmi.


Sampai di Jakarta, Carl menjemput Cedric dan yang lainnya, “Paman,” sapa Cedric.


“Wuah lihatlah kau sudah tinggi dan tampan,” puji Carl.


“Ke mana Cedricku yang gembul itu,” ujar Carl sedikit mencandai.


“Paman berhenti menggodaiku lho, di sini ada wanita cantik,” imbuh Cedric.


Merasa jika pujian cantik itu adalah untuknya karena itu Jingmi tersenyum dan langsung mmeperkenalkan dirinya, “Halo Tuan, aku Jingmi.” ujarnya seraya menjabat tangan Carl.


Carl pun membawa mereka semua ke salah satu hotel termahal  yang ada di Jakarta. Pilihan Hotel Raffles Jakarta. Dibanderol dengan harga mulai dari Rp 2,5 jutaan per malamnya, hotel yang berada di kawasan strategis Kuningan ini terbilang lengkap dan mewah dalam hal fasilitas.


Salah satu kamar yang dibanderol dengan harga fantastis adalah Raffles Suite seharga Rp 150 juta per malamnya. Kamar dengan luas 390 meter persegi pernah juga menjadi tempat menginap Raja Arab bersama keluarganya selama berkunjung ke Jakarta.


Seleksi tender proyek yang akan mereka tangani kali ini akan diadakan di sini. Mereka tiba di hari akhir pekan, sedangkan seleksi akan dilakukan di hari senin. Jadi hari ini Carl mengundang semuanya untuk makan malam di rumahnya.


Mereka bertiga pun datang ke rumah Carl, Ariana sudah menyiapkan menu makan untuk makan malam. Dibantu oleh kakak iparnya, Khansa Isvara maka makanan lezat itu tersaji dengan cepat.


Leon Sebastian juga sedang berada di Jakarta, jadi ini saling bertemu sekaligus berbisnis. Saingan mereka bukanlah pebisnis remahan, karena itulah Oracle Grup merangkul Grup Lin. Salah satu perusahaan tertua di dunia yang sudah berdiri lama bahkan sampai berabad-abad, ribuan tahun. Mereka ingin melebarkan sayap bisnisnya di bidang baru, karena itu ingin memelih rekanan atau vendor terbaik yang bisa menjalankan bisnis tersebut.


Perusahaan ini sudah berdiri selama 1.443 tahun dan menjadi yang tertua dalam sejarah. Semenjak jaman kekaisaran dan bisa bertahan sampai di jaman milenial ini.  Ariana dan Khansa memanggil para pebisnis itu untuk masuk ke ruang makan.

__ADS_1


“Apakah ini Bibi Ariana yang memasak?” tanya Cedric seraya memasukan satu tusuk sate ayam ke dalam mulutnya.


“Tidak semua, ini di bantu oleh Nyonya Sebastian,” puji Ariana.


“Kau terlalu memuji,” imbuh Khansa.


Pada Saat ini Raynar masuk sambil menggendong si kecil Arthur yang baru saja terbangun dari tidurnya, “Hei! Apa kau sudah mencuci tanganmu?” tanya Leon kepada putranya itu.


“Tadi aku mendengar Arthur menangis, jadi belum sempat mencuci tangan,” jawab Raynar.


Ariana langsung mengambil si bayi mungil kesayangannya, setelah menikah lama barulah mereka dikaruniai keturunan.  Raynar pun menyapa Cedric yang usianya tak berbeda jauh darinya. Selisih lebih tua Cedric beberap tahun saja.


Leon yang sudah terjun malang melintang dalam dunia bisnis memberikan petuah bisnis yang dia dapatkan selama mengeluti bisnis. “Memilih untuk berbisnis akan mengantarkan kalian pada berbagai lika-liku. Dalam proses itu juga akan ada banyak nilai dan ilmu yang bisa kalian ambil untuk kehidupan. Kepercayaan juga menjadi salah satu modal yang dapat menjadi roda bisnis kalian.”


“Terkadang kalian juga harus merelakan banyak hal demi usaha yang kamu lakukan. Namun, hal itu tidak akan sia-sia jika diiringi dengan doa dan semangat yang maksimal. Nah, maka dari itu, jangan kecil nyali ketika bertemu hambatan dalam berbisnis,” imbuh nasihat Leon lagi.


“Wuah Paman benar-benar keren,” puji Cedric.


Cedric mengambil sebuah kotak dan kartu ucapan yang baru saja diberikan oleh Cedric, “Itu dari Audrey,” bisiknya.


Wajah Raynar pun memerah, meski hampir-hampir belum pernah bertemu ketika di usia sebesar ini. Namun, dia mengetahui jika Audrey Mo adalah tunangan Raynar dari negeri tirai bambu. Perjanjian pertunangan itu terjadi ketika gadis itu masih di dalam kandungan Mamanya. Tinggal di negara yang sama, maka Cedric bisa mengendal Audrey Mo, putri dari tuan muda Mo dan Megan Chu.


“Dia semakin cantik saja,” bisik Cedric kepada Raynar.


Kedua binar mata Raynar nampak berkerlap-kerlip terang ketika mendengar Cedric memuji Audrey. Akhirnya ketiga tamu itu pun pamit, besok adalah hari minggu saatnya bersantai. Mereka semua kembali ke hotel.


Di dalam lobi, Jingmi melempar senyum pada dua orang yang sedang duduk di lobi. Kedua orang itu menganggukan kepalanya. Lalu dengan cepat Jingmi mengejar langkah Cedric, “Hei, aku lupa jika kita menerima undangan acara gala dinner di hotel ini.”

__ADS_1


“Ini undangannya,” imbuh Jingmi.


“Jangan tidak datang, ini juga demi kemajuan kita di dalam dunia bisnis,” bujuk Jingmi lagi.


Lily segera saja mengambil undangan itu seraya berkata, “Aku akan memastikan tuan muda untuk datang.”


Melihat Lily sudah mengatur seperti itu maka Cedric pun hanya bisa mengangguk, lalu menekan nomor lantai kamarnya. Di dalam kamar Jingmi, nampak dia sedang tersenyum senang berbicara di sambungan ponselnya.


“Baik aku akan menunggu kerja bagus dari kalian,”  imbuh Jingmi.


Jingmi mengetahui tentang komplotan kucing perampok ini dari salah satu temannya yang berkuliah di luar negri, lalu dia menghubunginya untuk bersiasat mencelakai Lily. Keesokan paginya mereka bertiga sarapan pagi bersama di restoran hotel.


“Bagaimana jika hari ini kita jalan-jalan, bukankah kita harus membeli baju yang bagus untuk undangan makan malam nanti,” ujar Jingmi.


Cedric berpikir sejenak, lalu mengagguk. Mereka kesini untuk melakukan presentasi, bukan untuk menghadiri pessta, jadi tentang gaun malam dan jas tuxedo mereka hanya membawa yang biasa saja.


“Jika begitu setelah ini kita pergi mencari,” jawab Cedric.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2