BLUE MOON

BLUE MOON
MALAM PERTAMA


__ADS_3

“Hissh Cepatlah!” ujar Eryk seraya memandang ke arah pintu kamar mandi.


Setelah menikah Carl menjadi lebih mengerti, dia jadi mengerti satu hal  jika “posisi menentukan prestasi”. Ini menggambarkan bagaimana gaya bercinta yang tepat yang bisa membuat pasangan bisa mendapatkan kepuasan batin dengan variasi-variasi ****.


“Sebentar aku ingat-ingat dulu,” ujar Carl yang mencoba mengingat gaya Nomor 16.


Eryk masih memandangi pintu kamar mandi, khawatir jika Flavia sudah selesai mandi dan mengetahui jika sekarang dia sedang mempelajari gaya-gaya Teknik bercinta, “Hissh … sudah ingat belum?” tanya Eryk.


“Ah gaya itu … oke jadi gaya itu membutuhkan kerja keras dari kedua belah pihak, ini hanya untuk pasangan yang memiliki tubuh yang lentur dan menyukai tantangan saja,” jelas Carl.


“Apa yakin ingin mencobanya?” tanya carl lagi


“Iya?” jawab Eryk.


“Okey, tapi hati-hati kusut,” ujar Carl seraya tertawa


“Kau dalam posisi berbaring, lalu pinta istrimu meringkuk. Kepalanya telungkup di kakimu sementara kakinya melingkar di kakimu. Minta dia meringkuk seperti bola ketika kedua tangannya sudah memeluk kakimu,” jelas Carl lagi.


Eryk sedikit membayangkan lalu berkata, “Paham, aku tinggal menggoyangkan pinggang kuatku saja jika begitu,” ujarnya dengan percaya diri.


Pintu kamar mandi terbuka, eryk langsung menutup panggilan di ponselnya lalu melemparnya ke ranjang, dan dengan cepat dia memasukan buku yang Carl berikan, “Ah kau sudah selesai,” ujar Eryk  gugup seraya merapihkan rambutnya.


“Ya, kau sudah bisa mandi sekarang,” ujar Flavia seraya menggeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


Eryk mendekati Flavia lalu mengambil handuk kecil yang sedang  Flavia pegang,  “Aku bantu keringkan,” ujarnya.


Eryk duduk di atas sofa, Flavia duduk di bawah. Tangan Eryk dengan perlahan memijit-mijit kepala Flavia lalu turun ke bahu istrinya itu, “Apa merasa lelah?” tanya Eryk.


“Sedikit,” jawab Flavia.


“Biar aku pijit sebentar,” ujar Eryk lagi yang mulai memijit bahu lalu ke punggung Flavia.

__ADS_1


“Wuah … tanganmu sungguh ajaib … ini enak sekali,” ujar Flavia.


Tiba-tiba saja Eryk menundukan kepalanya lalu berbisik, “Apa mau mencoba keajaiaban yang lain?” tanya  Eryk dengan suara menggoda.


Flavia merasa bergidik karena embusan napas Eryk yang terasa kentara di lehernya, seketika saja daun telingan Flavia memerah, melihat ini suaminya itu pun tersenyum, lalu satu tangannya memeluk Flavia, satu tangannya lagi mulai masuk ke balik kimono handuk Flavia.


“Aaah, astaga …” ujar Flavia tersentak tersipu malu.


Mulut Flavia terkesiap ketika tiba-tiba Eryk melingkarkan lengannya di pinggang Flavia, dan menariknya duduk diatas pangkuan Eryk.


“Ah, tunggu …” ujar Flavia  dengan gugup ketika Eryk menyentuh tengkuknya, dia dapat merasakan ketika Eryk menghirup aroma tubuhnya dalam-dalam dan setelah itu mengecupi kulit tengkuknya, “Eummh,” desah Eryk.


Eryk mendekatkan dirinya, membuat punggung Flavia kini menempel pada d*da bidang Eryk. Kini tangannya naik menyentuh d*da istrinya itu, dan me*emasnya.  Napas Flavia terasa berat , dia berkali-kali bergerak ingin berdiri, tapi malah merasa makin menekan bagian bawah Eryk.


“Semakin banyak bergerak, semakin menggodaku,” bisik Eryk dengan sensual.


“Oh ya ampun,” ujar Flavia yang merasakan sesuatu yang keras menekan bagian bawahnya. Ini membuat Flavia makin berdebar saja merasakan ada bagian yang tegang dari Eryk.


 


“A-aku …” ucapan Flavia tersendat dan dia langsung men*ulum bibirnya serta memejamkan matanya ketika tangan Eryk melepaksan kimono handuk yang tadi membalut tubuhnya. Kedua pa**dara Flavia jatuh ke telapak tangan Eryk yang panas.


Flavia mendesis ketika kedua tangan dewa memainkannya dari belakang dan me*emasnya dengan gemas sesekali dengan gerakan tangan yang bertempo cepat. Mencubit, memutar, menekan dan kembali m**emasnya.


Eryk kemudian membalikan tubuh Flavia lalu mendudukan di atas meja yang  ada di kamar pengantin mereka. Eryk berdiri dihadapan Flavia yang duduk dengan tubuh yang terpampang indah.  Flavia tersu menatap iris mata hitam Eryk yang terlihat memikat itu, tapi kemudian Flavia memejamkan matanya ketika wajah suaminya itu mendekatkan wajahnya dan mulai me**mat bibir Flavia.


Dalam ciuman mereka Flavia beberapa kali melenguh ketika tangan Eryk bermain di d*danya.  Ciuman Eryk kemudian turun ke p***dara Flavia. Dia membuka mulutnya dan bergantian me**ulum P*ting kanan Flavia yang menengang.  Sedangkan tangan kirinya me*emas p**udara Flavia.


Flavia mend*sah nikmat, dia meremas rambut belakang Eryk dan tanpa kentara menekan kepala suaminya itu agar lebih dalam me**ulum pa**udaranya.  Flavia hanya mengingit bibir bagian bawahnya merasakan lidah Eryk bermain di area sensitifnya itu. Eryk terlihat seperti bayi besar yang sedang menyusu.


Tangan Eryk kemudian turun ke paha Flavia, membelainya naik turun, “Manis sekali,” bisik Eryk dengan suara sensualnya lagi.

__ADS_1


“Kau begitu manis, Flavia,” ujar Eryk lagi.


Flavia hanya mengangguk, sedangkan Eryk tersenyum nakal, dalam pikirannya dia berkarta akan mencoba gaya nomor 16 lebih dulu.


“Ayo kita menjelajah ke surga yang lain,” ujarnya sembari mengecup-ngecup bahu Flavia lalu menggendongnya dan membawanya naik ke ranjang besar mereka.


Merasa hidangan pembuka yang baru saja dilahapnya sudah cukup, maka Eryk langsung menuju ke menu utama, “Cukup ikuti gerakanku saja ok,” bisikinya penuh hasrat di telinga Flavia.


“Ahh, hahh …” D*sahan Flavia semakin tidak beraturan.


Flavia menggigit bibir bagian bawahnya, menahan desakan orga*smenya yang hendak meledak.  Flavia m*ndesah keras sampai bergetar ketika dia mendapatkan pelepasannya. Napas Flavia masih terengah dan kepalanya terasa pening  setelah O***sme pertamanya itu.


Namun, Eryk masih belum merasa puas, tanpa menunggu lama dia langsung menarik Flavia , tidak memberinya istirahat, dia langsung saja mencium bibir ranum istrinya itu. Tangannya lagi-lagi m**emas Pa*udara Flavia yang terasa kenyal dan menggemaskan.


“Aku sangat menyukai ini,” ujarnya sambil me**ulum bagian atas Flavia lagi.


Flavia menggumam nikmat seraya sedikit menarik rambut Eryk Lin, lalu tangannya turun dan memeluk punggung polos suaminya itu.  Sekali lagi dalam posisi duduk memangku  Eryk  mulai menggerakan pinggulnya lagi, menghentak dengan keras di bagian bawah Flavia.


Jantung Eryk berdetak, berdentum dengan kencang melihat tubuh sintal istrinya yang sedang dia pangku. Kulit seputih susu itu sedikit memerah ketika dia menyesapnya di bagian tengkuk yang sedari tadi dia ciumi.


“I Love you,” bisik Eryk dengan suara sensualnya yang sudah terdengar m**desah dengan berat. Lalu tubuhnya dan tubuh Flavia sama-sama mengejang mencapai pelepasan berasama.


Eryk mengeratkan pelukannya ke tubuh polos istrinya itu, mengecupi bahunya sambil sedikit menggerakan pinggulnya, lalu dia merapihkan rambut Flavia yang sedikit berantakan dan tersenyum manis berbalut kepuasan.


✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️


DI TUNGGU VOTENYA



 

__ADS_1


__ADS_2