
Belinda adalah ketua dari para peracik yang Juan Pablo miliki, semua peracik di sana di bawah pengaturan Belinda. Bagitu bahan utama Zat adiktif dari pabrik datang kepada mereka, maka mereka tinggal meracik saja. Mengemas dan segera mengedarkannya.
Ariana juga segera pergi meninggalkan rumah Aman, dan tinggal kembali ke Mansion Mo. Flavia yang meminta agar Ariana tinggal di sana, agar bisa lebih mudah berkoordinasi dengan orang klan naga hitam.
Di rumah utama Lin, Flavia baru saja akan keluar menjemput Cefric, pada saat ini dirinya bertemu dengan Flavia di depan pintu. Dirinya membatalkan kepergiannya untuk menemui Hua An Ran, karena merasa sangat khawatir dengan Carl.
“Bukankah kau bilang akan kembali lagi dalam beberapa hari ke depan?” tanya Flavia.
“Seharusnya, tapi aku merindukan kalian,” ujar Eryk sembari mengecup kening Flavia.
Entah sejak kapan mencium kening Flavia sudah menjadi kebiasaan Eryk, “Mama mana?” tanyanya.
“Ada di kamarnnya, baru saja diterapi,” jawab Flavia.
“Apa mau menjemput Cedric?” tanya Eryk.
Flavia mengangguk, lalu Eryk berkata, “Jika begitu, aku ikut menjemputnya juga.”
Flavia pun mengangguk lagi, entah sejak kapan dinding tinggi yang dulu dia bangun kini sudah mulai rapuh berjatuhan, dirinya sudah mulai tak enak hati jika masih terus bersikap keras menolak kepada Eryk.
“Bagaimana keadaan klinik bersalin?” tanya Eryk memecahkan kecanggungan diantara mereka.
“Berjalan lancar, pasien semakin banyak berdatangan,” cerita Flavia dengan bersemangat.
“Xing’er dan Gladius?” tanya Eryk lagi.
“Gladius sangat sehat, mereka berdua baik-baik saja,” jawab Flavia.
Mereka pun sampai di sekolah Cedric, melihat Papa dan Mamanya tengah berdiri di depan gerbang sekolah menunggunya pulang, jelas saja membuat hati Cedric senang dan segera berlari ke pelukan kedua orang tuanya itu.
“Papa …” panggil senang Cedric.
Eryk pun langsung menangkap tubuh putranya yang mungil dan gempal itu, “Wah, lihatlah baru beberapa hari tidak melihatmu, sepertinya sudah bertumbuh tinggi.”
“Mama selalu memaksa agar makan sayur,” jawab pintar Cedric.
“Sayuran baik untuk tubuh, jadi jangan membantah Mama, ok,” nasehat Eryk.
“Ok Pap,” jawab Cedric sembari mengedipkan matanya.
__ADS_1
“Apa kita akan makan siang bersama?” tanya Cedric.
“Katakan apa ada yang ingin kau makan?” tanya Eryk lagi sambil mencubit hidung putranya itu.
“Sosis bakar,” jawab Cedric.
“Sosis bakar?” tanya Eryl sambil mengernyitkan alisnya.
“Si gendut, tadi membawa bekal makanan itu,” jelas Cedric. “Dia memberikku satu, untuk di cicipi,” jelasnya lagi.
“Mama bilang tidak boleh menerima sembarang makanan, karena itu tidak diambil,” ujar Cedric lagi.
“Apa tahu di mana, membelinya?” tanya Eryk dengan mimik wajah yang serius.
“Si gendut bilang, supirnya memiliki kakak yang berjualan itu,” jawab Cedric lagi.
“katakan saja pada Papa apa nama tokonya?” tanya Eryk.
Cedric pun mengatakan nama toko itu, lalu Eryk mencarinya di peta pencarian, “Apakah yang ini?” tanya Eryk seraya memperlihatkan gambar toko itu. “Ya papa itu dia,” jawab Cedric.
“Jika begitu ayo kita ke sana,” ajak Eryk.
Mereka sekeluarga pun pergi ke sana, ketika sampai di sana banyak anak-anak sekolah seusia Eryk atau lebih yang terlihat sedang berdiri mengantri membeli sosis yang tokonya ada di pinggir jalan ini. Pada saat ini flavia menerima Video Call dari Ariana, “Kau bilang akan datang ke sini, membawa Cedric untuk bermain dengan Gladius.”
Ariana memicingkan matanya ketika melihat sosok yang Familiar, “Belinda,” ujarnya.
“Sudah dulu ya,” ujar Flavia langsung mematikan ponselnya karena melihat sepertinya Eryk kewalahan menangani gadis-gadis kecil yang tengah menganggumi ketampanan putra mereka itu.
Ariana langsung saja mencari asisten He, lalu mengatakan apa yang baru saja dilihatnya, “Katakan padanya jangan memakan makanan dari toko itu,” ujar Ariana.
Ariana mencari asisten He, karena Flavia tidak menjawab panggilan ponselnya. Mendengar penjelasannya asisten He langsung saja menghubungi orangnya yang berada di sekitar sana, “Siapa yang paling dekat segera ke sana, dan rebut makanan itu!” perintah asisten He.
Salah seorang dari klan Naga Hitam yang berada paling dekat dengan toko sosis itu, langsung saja segera mengenali nona muda mereka, dia pun berlari dan segera merampas kantung kertas yang sedang Flavia pegang.
“Hei!” teriak Eryk.
Baru saja Eryk ingin mengejar, Flavia menghentikannya ketika melihat di tengkuk belakang pria itu ada simbol tato naga hitam milik klan mereka, “kenapa kau menghentikanku?” tanya Eryk.
“Ma, sosisnya?” tanya Cedric.
__ADS_1
“Nanti Mama akan membuatkan makanan yang lebih enak lagi untuk kalian,” janji Flavia.
“Sekarang kita pergi ke rumah kakek Mo dulu,” ujarnya lagi.
Pada akhirnya Eryk pun melajukan mobilnya ke Mansion Mo, sesampainya di sana. Flavia langsung pergi menemui asisten He, “katakan tadi itu tentang apa?”
Asisten He pun mengatakan apa yang dikatakan Ariana kepadanya, dengan segera dia pun langsung menemui Ariana, “Apakah benar dengan apa yang dikatakan oleh asisten He?” tanya Flavia.
“Ya aku mengenali salah satu dari sindikat itu,” ujar Ariana.
“Alu telah meminta agar makanan yang tadi kau beli untuk diperiksa di lab bahan makanan dan pangan, untuk mengecek apakah ada zat adiktif yang terkandung di dalam makanan itu,” ujarnya lagi.
“Maksudmu bisa jadi makanan-makanan yang dijual itu mengandung zat adikttif obat-obatan terlarang?” tanya Flavia.
“Iya bisa jadi,” jawab Ariana.
“Toko itu selain menjual sosis juga menjual permen, apakah menurutmu ini modus lainnya untuk peredaran na**otika dan obat, dan juga aku lihat tadi mereka juga mengedarkan dengan dijadikan makanan dengan bentuk brownis atau cookies. Lantas diedarkan secara online melalui beberapa toko online,” cerita Flavia juga.
“Nah, dengan cara ini lebih membaut untuk dua kali lipat jika terjual. Efek dari brownis atau cookies ini juga, dua kali lebih terasa dibandingkan menikmati dengan cara hisap atau rokok,” jelas Ariana.
“Tapi efeknya baru akan terasa satu jam setelah dimakan,” jelas Ariana lagi, “Sementara dosis pada anak-anak bisa jadi dibuat lebih sedikit, ini akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah gusar dan sulit tidur, dan akhirnya mulai positif ketergantungan” jelas Ariana lagi.
Flavia teringat perangai si gendut, yang kasar dan mudah membuli teman-temannya, “Apa karena pengaruh zat adiktif itu?” pikir flavia.
“Tapi mengapa mereka menargetkan anak-anak?” tanya Flavia dengan heran,
“Bisnis ini harus selalu regenerasi, mencari penerus baru. Penerus yang memproduksi dan penerus yang memakai,” jawab Ariana.
“Banyak sudah pemakai zat terlarang ini yang mati muda, karena itulah mereka menatargetkan anak-anak ini untuk menjadi generasi penerus di masa usia muda mereka nanti sebagai pemakai aktif. Jika sudah begini bukankah itu artinya sekelompok anak muda yang banyak itu akan menjadi lahan pangsa pasar baru mereka,” jelas Ariana dengan panjang lebar. Namun tetap masuk akal.
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
Promo novel teman
Seoarang mahasiwi polos, cengeng dan juga manja harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orang tuanya yang tak lain dengan dosennya sendiri yang sikapnya begitu dingin namun siapa sangka di balik kepolosannya gadis itu menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya.
Bagaimanakah sikap mereka di kampus?
__ADS_1
Akankah mereka saling mencintai?
Apakah sang Dosen akan menerima jika dia tau jati diri gadis itu yang sebenarnya?