
Flavia pun pamit pergi meninggalkan Xing Er dan kakeknya, Eryk memberikan satu kantong kertas kepada Flavia, “Ganti bajumu dulu.”
Flavia pun masuk ke mobil dan menyalin bajunya yang berlumur darah itu dengan baju bersih yang diberikan Eryk tadi. Itu adalah sebuah kemeja hitam yang panjangnya selutut ketika di pakai oleh Flavia.
Selesai bersalin, dia pun membuka kaca jendela dan memanggil Cedric agar segera masuk ke dalam mobil. Eryk pun segera menggendong putranya itu, lalu mendudukannya di kursi tengah.
Cedric yang sempat melihat bagaimana tadi Mamanya menyelamatkan bayi kecil,lalu berpindah duduk ke pangkuan Flavia seraya menapuk wajah mamanya itu dengan kedua tangan mungilnya seraya berkata, “Mama hebat,”ujarnya lalu menciumi wajah Flavia.
Hati Eryk terasa manis melihat pemandangan penuh cinta seperti ini, lalu dia pun berkata, “Apakah tidak ada pujian untuk Papa?”
“Papa juga hebat, bisa begitu cepat membuat ambulan datang,” puji Cedric seraya memberikan mengacungkan dua jempol mimgilnya.
Karena sudah mengalami hal yang luar biasa hari ini, maka Eryk memutar haluan pergi ke tujuan yang berbeda. Dia akan membawa ibu dan anak itu berdiam sesaat di Villa miliknya yang ada di pinggiran kota ini.
Villa itu ada di tepi danau dan dilengkapi dengan fasilitas mewah. Eryk menghabiskan biaya setara Rp 1,9 triliun untuk membangun Villa ini. Harga tersebut berhasil menjadikan rumah ini sebagai Villa termahal yang ada di pinggiran kota ini.
Dengan luas 372 Ha, Villa ini terletak di dekat sebuah danau. Nama Villa Taohuayuan tersebut dapat diartikan sebagai kedamaian.
Harga selangit yang dimiliki Villa tersebut merupakan hasil dari fasilitas yang ada di dalamnya. Rumah tersebut dilengkapi dengan 32 kamar tidur, sebuah kolam renang di pinggir danau serta ruangan tempat menyimpan Wine. Semua kamar tidur dilengkapi oleh kamar mandi sebanyak 32 buah.
Desain oriental yang dimiliki oleh rumah ini membuat kesan nyaman yang berpadu dengan aspek kemewahan. Seluruh kamar tidur di rumah ini juga menghadap ke arah Selatan agar mendapatkan sinar matahari yang optimal.
Taohuayuan juga memiliki kebun yang dilengkapi dengan sebuah kolam ikan. Model kebun tersebut mengusung konsep taman klasik, Kolam renang yang dimiliki Villa ini menawarkan pemandangan spektakuler dari danau.
__ADS_1
Selain bagian eksterior rumah yang mewah, interior rumah ini juga tidak kalah menarik. Bagian interior rumah di desain menggunakan gaya oriental khas rumah di Asia timur. Rumah mewah ini memerlukan waktu tiga tahun untuk dibangun.
Cedric tertidur di pangkuan flavia, akhirnya mereka pun sampai di Villa, Tubuh Flavia terasa kaku-kaku karena baru saja mengerjakan persalinan darurat, lalu memangku Cedric yang tertidur sehingga dia tidak berani banyak bergerak.
Eryk langsung saja mengambil Cedric dan menggendongnya, Flavia pun ikut turun dari mobil lalu sedikit-sedikit menggerakan tubuhnya karena merasa pegal di sana-sini. Kemeja selutut itu sedikit terangkat dan semakin mengeskpos betisnya yang indah itu. Eryk menelan salivanya ketika melihat itu, Seraya segera menarik tangan Flavia yang sedang di rentangkan ke atas.
“Ei .., kau kenapa?” tanya bingung Flavia.
Namun, Eryk mengabaikan pertanyaan Flavia dan langsung membawanya ke kamar. Dia melepaskan tangan Flavia dan meletakan Cedric di ranjang besar di kamar itu. Sambil menatap kepada wanita yang sedang memakai kemeja berwarna hitam itu, Eryk mengambil ponselnya dan menghubungi asisten He agar mengirimkan beberapa pakaian wanita ke Villa Taohuayuan tersebut.
“Jangan keluar kamar, sampai aku mengijinkan!” perintah Eryk.
“Apa!” ujar Flavia.
“Apa kau mau memamerkan betismu itu!?” tanya Eryk sembari menaikan satu alisnya.
Keduanya sama-sama melihat ke bawah, jari-jari kaki Flavia yang terlihat mungil itu benar-benar menggoda hati Eryk untuk memegang dan menggelitikinya. Jika dia saja bisa merasa seperti ini, lalu mana rela jika ada pria lain yang merasakan hal yang sama ketika melihat kaki kecil imut Flavia itu.
“Di larang pergi keluar kamar!” ujarnya lagi mengulangi perintahnya yang tadi seraya melangkah pergi meninggalkan kamar itu.
Eryk merasa jika dia berada lebih lama lagi di kamar itu, maka akan ada bagian di tubuhnya yang akan langsung meledak-ledak. Dia pun segera masuk ke kamar mandi di kamar utama yang dia tempati, lalu menyalakan kran air dingin di kamar mandinya, membasahi diri dan bajunya itu dengan air dingin mengalir.
Tubuh Eryk menagih sesuatu seperti di malam dia merengkuh Flavia, malam bersejarah karena pertama kali dia bisa bersentuhan dengan wanita. Magnet alami itu telah bekerja lagi pada tubuh Eryk, menagih tubuh Flavia.
__ADS_1
Asisten He datang dengan membawa baju untuk calon Nyonya mudanya itu, Eryk mengambilnya lalu mengantarkannya ke kamar Cedric dan Flavia. Dia melihat pemandangan yang mendamaikan hatinya lagi. Dua orang yang baru saja datang dalam hidupnya, tapi sudah lama menjadi bagian terpenting dalam kisah hidupnya.
Eryk berjalan dengan pelan tanpa bersuara, dengan perlahan dia duduk di sisi ranjang besar itu. Lalu bergeser sedikit, menundukan kepalanya untuk mencium kening Flavia dan juga Cedric seraya berkata, “Sudah menemukan kalian, mana boleh pergi lagi. Kita akan bersama seumur hidup, sampai menua.”
Merasakan ada embusan napas di wajahnya, Flavia pun membuka kedua matanya. Dia melihat wajah tampan seperti pahatan patung yang sempurna tengah menatapinya dengan binar mata yang tak biasa. Terdiam sesaat, dia pun berkata, “Apa yang sedang kau lakukan,” tanyanya dengan sedikit tergugup.
“Memandangimu,” jawab gombal Eryk.
Flavia langsung saja mendorong tubuh Eryk dengan kedua tangannya dan berkata, “Ada Cedric, jangan macam-camam.”
“Jika aku mencium Mamanya, dia juga tidak akan marah,” jawab yakin Eryk lagi.
“Oh ya Tuhan pria ini,” ujar Flavia dalam hati.
Sedang membangun suasana romantis, tiba-tiba perut Flavia berbunyi memberi signal lapar, Jika Cedric sudah makan maka dia belum menyentuh makanan meski setelah selesai membantu persalinan. Eryk pun sama belum menyentuh makanan juga.
“Ini baju baru, pakailah. Aku akan menungumu di ruang makan,” ujar Eryk.
Cedric mendengar dua suara saling bercakap lalu membuka matanya dan berkata, “Papa.”
“Sudah bangun … ayo saatnya mandi, Papa akan menggosok punggungmu,” ujarnya sembari menggendong Cedric ke kamarnya untuk di mandikan.
Selain baju-baju Flavia, Eryk juga meminta asisten He untuk membawakan baju untuk Cedric. Pada akhirnya semua sudah ada di ruang makan keluarga. Sungguh acara makan siang yang tak biasa, dan tidak akan bisa mereka lupakan.
__ADS_1
Setelah mendengar makanan kesukaan Cedric, Eryk langsung meminta Koki Villa memasak beberapa makanan kesukaan putranya itu, lalu dia berkata, “Lain kali, Papa akan meminta koki memasak menu kesukaan Mama,” ujarnya sambil melirik kepada Flavia.