
Lily meneteskan air mata, ketika mendengar Cedric mengatakan hal itu. Tapi ini adalah hal yang dia ingingkan, seperih apapun hatinya dia harus menerimanya. Selama di rumah utama Lin, Lily membantu Flavia merawat si kembar. Setelah memegang kendali Grup Lin, sekaligus menjadi dokter membuat jadwal Eryk benar-benar sibuk. Karena itu dia mempercayakan penjagaan Flavia dan kedua putri kembarnya itu kepada Lily.
Hari ini adalah jadwal perkiraan kelahiran si bayi, Lily telah siap bersedia menemani Flavia di rumah sakit. Eryk langsung saja terbang dengan pesawat jetnya untuk menemani kelahiran bayinya itu. Karena dulu melewatkan kelahiran Cedric, maka dia selalu ingin hadir di kelahiran-kelahiran bayi mereka seperti sekarang ini.
Eryk masuk ke kamar operasi, melihat tuannya telah datang, maka Lily pun perlahan keluar dari ruang operasi. Eryk langsung menghampiri Flavia, “Maafkan aku karena sedikit terlambat,” ujar Eryk seraya menciumi kening Flavia.
Setelah melepas baju sterilnya, Lily menunggu di kursi tunggu yang ada di koridor. Setelah satu jam lebih akhirnya terdengarlah suara tangis bayi. Pada saat ini, Cedric berlari di koridor, Lily berdiri dan tertawa senang karena mendengar suara tangaisan bayi itu, lalu langsung saja memeluk Cedric, “Ia telah lahir … telah lahir,” ujar Lily.
Hati Cedric berdegup kencang ketika merasakan pelukan Lily di tubuhnya. Dia langsung saja membalas pelukan lily dengan erat. Setelah bertemu kembali,jangankan memeluk seperti ini, bahkan berbicara saja jika tidak ditanya maka mereka tidak akan berbicara.
Lily tersadar, lalu mencoba melepaskan diri dari pelukan Cedric, “Tuan … Tuan …”
Meski sebentar tapi cukup membuat Cedric puas, dia pun melepaskan pelukannya dari tubuh Lily. Lalu mulai bersikap canggung lagi, pada saat ini Eryk keluar dengan wajah teresenyum, “Bayi perempua, bayi perempuan,” ujarnya.
Cedric pun tersenyum merasa lucu, waktu itu dirinya hanya berucap sembarang bercanda meminta adik perempuan saja, berpikir karena itu akan selalu menjadikannya pria tertampan di keluarga. Tapi siapa sangka, Tuhan malah mengabulkan inginnya.
Cedric melirik ke arah Lily, lalu membuat harapan lagi di dalam hati. Dia pun tersenyum lalu berkata kepada papanya, “Apa sudah boleh melihat Mama?” tanya Cedric.
Mereka semua pun pergi ke kamar rawat inap Flavia. Sementara Lily kembali ke rumah utama untuk menjaga si kembar. Setelah beberapa hari berada di rumah sakit, flavia pun diijinkan pulang. Pada saat makan malam, Eryk berkata kepada Cedric jika saatnya dia pergi bersekolah di luar negeri seperti dirinya dulu.
Lalu meminta Lily melanjutkan sekolah di sini, sekaligus bekerja magang di Grup Lin. Mendengar perkataan Papanya itu, Lie Mei dan Jia mee langsung saja bersorak senang. Karena bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama Lily mereka.
__ADS_1
"Masa depan benar-benar terbuka dan kita menulisnya dari waktu ke waktu,” ujar Eryk memberi nasehat kepada keduanya.
“"Kalian tidak dapat memulai bab berikutnya dalam hidup jika terus membaca bab terakhir,” ujar Eryk lagi.
"Berdiri sendiri bukan berarti kau sendiri. Itu artinya kau cukup kuat untuk menangani semuanya sendiri, bukankah Matahari juga sendirian tapi ia masih bersinar. Beberapa langkah perlu diambil sendiri. Ini satu-satunya cara untuk benar-benar mengetahui ke mana kamu harus pergi dan menjadi siapa kamu seharusnya,” Nasehat Eryk panjang lebar kepada Lily dan Cedric.
Lily dan Cedirc mengangguk menyetujui keputusan yang diberlakukan bagi dirinya dan juga Lily. Hari-hari terlalui tanpa terasa, meski satu atap tapi itu terasa seperti bertemu dengan musuh. Jika bertemu tanpa sengaja maka Cedric enggan memandang Lily sampai di hari kepergian Cedric keluar Negri, bahkan Lily tidak mengantarkan kepergianya.
Setelah kepergian Cedric, Asisten He telah menjadi guru bagi Lily untuk menangangi beberapa hal tentang bisnis terkait. Meski masih kuliah, tapi asisten He tidak memberikan sama sekali keringanan di dalam mengerjakan pekerjaan di kantor. Pagi bekerja di Grup Lin, sore hari pergi kuliah. Satu-satunya keringanan yang diberikan oleh Asisten He adalah ketika Lily menghadapi ujian semesternya.
Apalagi untuk hari ini yang merupakan jadwal sidang Lily, “Bagaimana?” tanya Eryk kepada Asisten He.
“Sidanganya akan dimulai jam 10 pagi nanti, dan sebelumnya sudah diberikan libur selama dua hari untuk Nona Lily,” jawab asisten He.
“Berjalan lancar,” jawab Asisten He.
Eryk pun tersenyum lalu membaca kembali berkas-berkas pekerjaannya, dan membubuhkan tanda tangan di surat perjanjian bisnis yang baru.
Setelah mendengar pengumuman lulus siding, Lily pun langsung saja pulang dengan membeli kue kesukaan Li Mei dan Jia mee juga Flavia. Sementara untuk Tuan Muda Lin, dia membelikan sebuah jam tangan antik. Sebuah jam tangan dengan rantai perak yang terpasang di ujung atas jam tangan antik itu.
Ketika malam hari, di kamar. Flavia menyodorkan sebuah kotak kepada Eryk, “Hadiah untukmu!”
__ADS_1
“Dari?” tanya Eryk sambil mengernyitkan alisnya.
“Lily,” jawab Flavia.
Eryk membukanya lalu tersenyum, kemudian menutup kotak hadiah itu lalu menyimpanya diatas nakas. Hari upacara kelulusan Cedric dan Lily pun tiba. Flavia dan Eryk pergi ke prancis untuk menghadiri wisuda putranya itu, Asisten He dan kakek Mo juga ikut datang ke prancis. Sementara itu, Asisten He pergi menghadiri wisuda Lily.
3.5 tahun berlalu mereka pun lulus dengan menyandang predikat pujian. Cedric memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87 sementara Lily lulus dengan IPK 3,82. Air mata Asisten He menetes ketika melihat tersenyum manis dengan baju toganya.
“Dalam beberapa hari Tuan muda Lin akan kembali, Kau akan menjadi kepala asisten. Jadi persiapkan diri dengan baik,” ujar asisten He.
“Ya paman,” jawab Lily.
Eryk dan Flavia pun kembali ke rumah utama, pada saat ini Cedric juga kembali dengan membawa seorang teman wanita, teman semasa kuliah yang kebetulan tinggal di satu negara dan kota yang sama.
Cedric tiba lebih lambat dari Papa dan Mamanya, Lily tengah menunggunya di depan pintu rumah utama. Sebuah mobil hitam berhenti di depannya. Terbuka pintu mobil, Lily menatap dengan datar ketika melihat Cedric turun dari
“Selamat datang Tuan,” sapa Lily sambil menundukan kepalanya memberi hormat.
Cedric menatapi Lily dari ujung kepala sampai ujung kaki, alisnya mengernyit ketika melihat Lily mengenakan rok sepan di atas lutut. Kaki panjang Lily terlihat sangat indah dipandang, lalu dia berkata, “Bersiaplah bekerja denganku tidak akan mudah.”
“Apa dia sedanga mengujiku,” pikir Lily seraya mengikuti langkah Cedric masuk ke dalam rumah utama.
__ADS_1
Li mei dan Jia Mee, langsung saja berlari memeluk kakaknya itu, dengan sigap Cedric langsung menangkap tubuh keduanya, “Ah ya ampun, kalian semakin bertambah berat saja,” ujarnya.