
Carl langsung saja menyelaraskan emosi jiwanya, meyakinkan dirinya jika Ariana hanya sedang menyamar waktu itu, tidak benar-benar menyukai Juan.
Melihat tatapan Carl yang sepertinya terpana dengan Ariana, maka Juan langsung memasukan ponselnya ke dalam saku jasnya seraya berkata, “Kau jangan mengincarnya oke, lagipula kau sudah ada Belinda bukan?” tanya Juan.
Carl hanya tertawa seraya mengusap-usap tengkuk lehernya, “Jika kau tidak berinisiatif lebih dulu, bisa jadi dia akan pergi darimu,” nasehat antar sesama lelaki dari Juan.
“Jadi saat ini, kau sedang berinisiatif mengejar Paloma?” tanya Carl memancing.
“Tentu saja, aku telah mengejarnya bertahun-tahun, semakin dia menolak, maka semakin keras usahaku untuk membuatnya berdiri di sisiku.”
“Tapi anehnya kemarin mengapa Belinda mengatakan jika dia mencariku sampai kesal, sehingga menghancurkan salah satu tokoku,” ujarnya.
Carl membeku, Belinda sedang menutupi kejadian sebenarnya, “Apakah ini juga ada kaitannya dengan sikap mesra dia kemarin,” pikirnya.
“Aku sebaikanya kembali ke lab,” ujar Carl yang ingin segera menyudahi percakapannya dengan Juan.
Carl berjalan cepat, suara hentakan kakinya terdengar menggema di seluruh koridor, melihat bagaimana Juan terobsesi dengan Ariana, Carl menganggap jika Arian dalam keadaan sangat berbahaya.
Dari raut wajahnya tadi, Carl sudah sedikit menebak kejiwaan Juan. Jika saja wanita yang dia kejar bukanlah seorang agen rahasia maka sudah pasti akan tertangkap sedari dulu. Di Mansion Mo, Flavia dan Felix tiba dengan membawa kemenangan pertama.
Begitu melihat Flavia datang, Eryk segera saja memeluknya lagi, “Mengapa pergi lama sekali?” ujarnya sambil menapuk wajah Flavia dengan kedua tangannya.
Flavia mengambil tangan Eryk, menurunkannya lalu berkata, “Aku baik-baik saja,” jawabnya.
“Jadi apa kalian mendapatkannya?” tanya Eryk.
“Iya tentu saja,” jawab Felix dengan bangga sembari mengacak-acak rambutnya mengembalikan ketampanannya.
Eryk memicingkan matanya, selama mereka berdua pergi, dia menghitung tiap menit waktu yang Flavia habiskan bersama Felix. Dan, dia sangat tidak menyukainya. Dia langsung saja menggandeng tangan Flavia mengajaknya duduk di sofa dengan tetap sambil memegang tangan Flavia.
Felix yang melihatnya pun tertawa, pada saat ini Cedric datang lalu memanggil nama Felix dengan suara renyahnya, “Papa Felix.”
Melihat Cedric yang langsung naik ke pangkuan Felix, hati Eryk merasa tidak senang lagi. Dengan suara berat magnetisnya memanggil, “Cedric kemari!”
Cedric pun dengan patuh mendekati mama dan papanya itu. Eryk langsung saja mengambil tubuh Cedric dan mendudukan di pangkuannya. Satu tangan mengenggam tangan Flavia, satu tangan merangkul pinggang Cedric.
Eryk memberikan senyuman provokasi kepada Felix, melihat ini membuat Felix menjadi gemas untuk mengerjai Eryk,. Dia berdiri lalu berkata ,”Cedric, apa tahun ini kita akan ikut kemping musim semi lagi?” tanyanya sambil memberikan senyuman provokasinya kepada Eryk.
“Kemping? Berkemah?” tanya Eryk sambil menaikan satu alisnya.
“Ya, itu adalah kegiatan ayah dan anak yang rutin kami lakukan,” jelas Felix.
__ADS_1
“Kegiatan ayah dan anak?” ujar Eryk seraya menoleh kepada Flavia.
Flavia memeloti Felix karena baru saja melemparkan api kepadanya, melihat tatapan Flavia maka Felix pun berkata, “Aku akan pulang, sebaikanya aku beristirahat.”
Eryk masih menatapi Flavia, Dengan perlahan Flavia menarik lengan Cedric dan berkata, “Mainlah dulu diluar, nanti Papa dan Mama akan menyusul, ok!” ujarnya.
Cedric pun patuh dan segera bermain keluar, Flavia segera menoleh kembali kepada Eryk. Tiba-tiba saja pria itu mendorong tubuh Flavia sampai terbaring di sofa, “Kegiatan ayah dan anak … kau mengijinkan Cedric kita melakukan kegiatan ayah dan anak dengan pria lain?”
Flavia hanya terdiam karena wajah Eryk begitu dekat dengan wajahnya, “Aku … aku,” ujarnya dengan wajah yang memerah.
Eryk menundukan kepalanya, lalu berbisik di daun telinga Flavia, “Lain kali dilarang keras melakukan itu, Aku adalah satu-satunya papa untuk Cedric, jika dia ingin pergi berkemah maka itu hanya boleh dengan aku.”
“Apakah dia sedang cemburu dengan Felix,” pikir Flavia sambil mendorong tubuh Eryk.
Flavia pun bangun dari kungkungan Eryk dan berkata, “Maafkan aku jika kau tidak ada di masa-masa pertumbuhan Cedric kita, tapi itu sepenuhnya bukan salahku. Jadi kau tidak berhak sepenuhnya melakukan protes terhadapku!” ujar Flavia.
Eryk pun sedikit terdiam, lalu dia membetulkan kerah bajunya, dan berkata lagi, “Mulai saat ini aku sudah ada di sini, jadi apa-apa kebiasaan yang dulu sudah mulai dilarang,” ujar Eryk seraya berlalu pergi meninggalkan Flavia.
Eryk mencari putranya yang sedang bermain drone, Eryk mendekati. Cedric menyudahi bermainnya, “Papa,” panggilnya.
“Ada sesuatu yang ingin Papa katakan,” ujar Eryk.
“Kenapa begitu?” tanya polos Cedric.
“Karena Papamu hanya satu, dan hanya ada satu saja di dunia ini,” jawab Etyk dengan nada lembut.
“Jadi harus memanggil dengan apa?” tanya Cedric lagi.
“Panggil mereka dengan panggilan Paman saja,” jawab Eryk.
“Papan Felix , Paman He,” ujar Cedric.
“Nah, itu bisa,” puji Eryk sambil mengusap kepala Cedric.
“karena sudah begitu patuh, maka Papa akan mengajakmu untuk bermain dengan Lily,” janjinya.
“Wuah terbaik,” ujar Cedric tersenyum sembari mengacungkan jempolnya.
Ariana baru saja kembali ke Mansion Mo, dia juga ada perlu mengurus untuk diberikan kepada Flavia, melihat Flavia sudah ada di sini. Dengan impulsif dia langsung bertanya, “Apa mendapatkan kartu pas itu?”
“Tentu saja,” ujarnya sambil menunjukan kartu pas yang dia ambil dari dalam tasnya.
__ADS_1
“kalian memang keren,” puji Ariana.
“Kau membawa apa?” tanya Flavia yang melihat Ariana membawa sebuah tas kotak.
“Ini untuk kau,” jawab Ariana.
“Apa?” tanya Flavia.
Ariana membuka tas kotak itu lalu terlihat beberapa pisau-pisau kecil nan tajam, “Ini pisau yang indah,” puji Flavia.
Ariana sedikit mengangkat gaun selutut yang Flavia pakai, mengangkat satu kaki Flavia agar naik ke atas meja, lalu memasangkan tempat pisau-pisau itu di paha Flavia. Eryk yang baru saja masuk dan melihat ini, dia pun tercengang melihatnya, dia menelasn salivanya. Pada saat ini Flavia terlihat sangat seksi, sangat-sangat seksi.
“K-kalian sedang apa?” tanya Eryk.
Flavia segera menutupi pahanya tadi. Wajahnya memerah seraya berpikir, “Sejak kapan dia melihatnya.”
“Aku hanya sedikit memberikan hadiah untuk Flavia,” jawab Ariana.
“Pisau?” tanya Eryk.
“Iya, bagaimanapun juga dia akan pergi ke tempat berbahaya, jadi harus membawa sebuah senjata bersamanya bukan?” jelas Ariana.
Eryk menaikan alisnya, hatinya semakin merasa jatuh hati pada Flavia. Tidak hanya anggun tapi juga ternyata sangat berkarisma dan berkarakter kuat. Wajah Eryk bersemu merah, ketika teringat malam pertama mereka waktu itu. Dirinya merasa beruntung ketika malam itu memiilih untuk menyentuh Flavia, jika dia pergi meninggalkannya maka hari ini dia tidak akan bisa bersamanya dan bahkan mungkin tidak akan pernah ada Cedric diantara mereka, perpaduan gen yang sangat sempurna antara dirinya dan juga Flavia.
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
Promo novel teman
BAGAIMANA RASANYA TERJEBAK MENJADI ORANG KETIGA DI DALAM RUMAH TANGGA ORANG LAIN?
Sharron Alexandria, 25 tahun, terjebak dalam belenggu cinta pria beristri hanya karena kesalahan satu malam. Dia adalah Darrell Wesley, 35 tahun. Demi mendapatkan seorang anak, dia rela menjalani hubungan dengan seseorang yang ditemuinya di dalam aplikasi kencan buta.
Seiring perjalanan waktu, Darrell tidak berniat membuat Sharron, wanita simpanannya itu untuk hamil. Dia terlalu mencintainya sehingga membuat Darrell melepaskan tujuan utamanya.
Sementara Callie Mavis, 28 tahun, istrinya itu sudah didesak oleh keluarganya untuk segera mendapatkan anak. Dia berusaha menanyakan perihal rencana suaminya itu untuk mendapatkan rahim pengganti. Nyatanya malah Darrell mengatakan belum mendapatkannya.
Mungkinkah Darrell dan Sharron bisa bersatu? Apakah istri Darrell mau melepaskan begitu saja ketika tahu suaminya mencintai wanita idaman lain? Bagaimana perjuangan Sharron menyembunyikan diri sebagai wanita simpanan? Mampukah mereka menjalani kehidupan yang tidak biasa ini?
__ADS_1