BLUE MOON

BLUE MOON
LAUT


__ADS_3

Lily pun bangun duduk dengan rasa sedikit malas, dia mengambil jus jeruk itu dan langsung menyesap habis dua gelas berisi jus jeruk. Jika tidak dihabiskan maka pelayan itu akan tetap berada di paviliun untuk mengawasi.


"Terima kasih," ujar Lily seraya masuk ke kamarnya.


Di kamar utama, nampak Flavia sedang merajuk. Eryk mendekati istrinya itu, "Masih marah?" tanyanya.


Flavia melangkah pergi ke balkon kamar mereka, eryk mendekati lagi, "pukul saja aku, asal jangan marah lagi," imbuh Eryk.


Flavia menoleh kepada suaminya itu seraya berkata, "Mengapa kau begitu keras kepada mereka?"


Eryk pun tersenyum sambil merapihkan rambut istrinya yang tertiup angin, "Apa kau tidak percaya dengan keputusanku."


Flavia pun masuk ke dalam dan menghentakab kakinya, "Kau ini sejak kapan menjadi menyebalkan seperti ini," ujar Flavia sedikit berapi-api.


Eryk memeluk Flavia, lalu menariknya duduk di sisi ranjang besar mereka, dengan lembut dia pun mulai berkata, "Sebagai manusia yang menjalani kehidupan tentunya kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah."


"Ya, masalah memang tidak bisa diprediksi dan terkadang datang dalam berbagai macam bentuk yang senantiasa membuat hidup kita semakin sulit, baik secara fisik maupun mental." Jelas Eryk lagi.


"Biarkan mereka menemukan takdir mereka sendiri, sekeras apa pun masalah yang akan mereka temui nanti. Seperti kita kala dulu. Mereka harus menyelesaikan semua sendiri. Seperti tentang kita, menyelesaikan tanpa bantuan dari keluarga kita sendiri bukan?" imbuh Eryk seraya menepuk-nepuk lembut tangan Flavia.


"Berjodoh atau tidak, bukan aku yang menentukan," Eryk mengingatkan Flavia lagi.


"Tetap saja kau terlalu keras kepada mereka," protes Flavia lagi.


Eryk langsung saja mencium bibir Flavia, lalu melepaskannya seraya berkata, "Percaya saja padaku, Ok!"


"Sebentar lagi akan ada angin puyuh datang ke rumah utama ini, semoga kau bisa menyiapkan hati," ujar Eryk dalam hati sambil memeluk dan mencium puncak kepala kesayangannya itu.


Beberapa hari kemudian semua sudah berjalan nampak normal kembali, Lily sudah dengan sangat cekatan mengatur jadwal-jadwal pekerjaan, dan keperluan Cedric di luar pekerjaan.


Hari ini Eryk memanggil Cedric ke ruangannya, Lily ikut masuk ke ruangan Direktur mereka itu, berdiri di sisi sofa seraya siap dengan tabletnya, jika saja tuan mudanya itu membutuhkan data-data atau jadwal pekerjaannya.


Tak berapa lama Jiang Jingmi masuk diantar oleh asisten He, "Paman," sapa Jingmi.


"Kak Cedric," sapa Jingmi juga.

__ADS_1


"Duduklah," imbuh Eryk.


"Mulai hari ini, Jingmi akan bekerja sebagai direktur marketing di perusahaan kita," ujar Eryk.


"Ah, iyakah?" tanya Cedric sedikit terkejut, karena berpikir mengapa Jingmi malah datang bekerja di Grup Lin, bukan bekerja di perusahaan sendiri saja.


"Iya kak," jawab Jingmi.


"Jika begitu selamat datang di Grup Lin," imbuh Cedric.


"Aku harap kalian bisa menjalin kerjasama yang baik," ujar Eryk kepada semuanya.


"Terima kasih Paman," ujar Jingmi.


Cedric pun mengantar Jingmi berkeliling Grup Lin, dan memperkenalkannya kepada semua departemen. Lily mengikuti langkah mereka dari belakang. Terdengar bisik-bisik karyawan.


[Apakah itu, calon Nyonya muda Lin]


[Wuah dia cantik sekali, sangat cocok dengan tuan muda Lina yang tampan]


Lily menebalkan telinganya, mengabaikan gosip para karyawan tadi itu. Cedric dengan sopan mengantarkan Jingmi ke ruangannya. Tak berapa lama asisten masuk dengan memperkenalkan asisten untuk Jingmi.


Ini adalah teman baik Jingmi ketika dulu berkuliah, setelah Cedric menyalaminya, dia pun bergegas meninggalkan Jingmi dan kawannya itu.


Kesokan harinya sebagai penyambutan selamat datang, maka Cedric mengajak Jingmi untuk makan siang bersama. Mereka makan siang di restoran mengapung.


Cedric, Jingmi dan para asisten mereka duduk saling berhadapan. Mereka melahap makan siang mereka dengan nikmat seraya bercakap-cakap. Tiba-tiba saja Jingmi melemparkan sebuah pertanyaan karena memperhatikan Cedric selalu memperhatikan Lily yang sedang duduk dengan tenang di depannya.


"Menurutmu apakah cinta beda kasta akan berhasil?" tanya Jingmi sambil melemparkan senyuman.


Lily menghentikan gerakan sumpitnya, meletakannya lalu terdiam sebentar kemudian dia nelihat ke air laut lalu menjawab, "Nona apa melihat garis di air laut ini?" tanya balik Lily.


Mereka semua melihat ke pada air laut yang di tunjuk oleh Lily. Mata Jingmi dan Asistenya sedikit terbelalak ketika melihat itu. Terlihat seperti ada garis lurus yang membelah di air tersebut.


"Aku melihatnya," ujar Jingmi dan yang lainnya.

__ADS_1


Lily pun tersenyum lalu berkata lagi, "itu adalah pertemuan dua laut yang tidak bercampur.kumpulan mata air tawar yang tidak bercampur dengan air laut. Seolah-olah ada dinding yang membatasi kedua aliran air itu," jelasnya.


"Tuhan membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing," tambah kata Lily seraya memandang kepada Cedric.


Cedric mengigit bibir bawahnya memaksakan senyuman di wajahnya lalu berkata, "Dan, Tuhan yang membiarkan dua air mengalir berdampingan, yang satu tawar dan segar dan yang lainnya asin. Dia menjadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus."


"Namun, apakah kau tahu Pembatas yang dimaksudkan itu bukan statis, melainkan senantiasa bergerak Sesuai dengan pergerakan angin dan fenomena pasang surut. Pembatas ini akan terus bergerak tidak terpisahkan?" Jelas Cedric menambahkan.


Lily pun menunduk dan mengambil nasi dengan sumpitnya, lalu memasukan ke mulut dan mengunyahnya. Cedric tersenyum samar karena melihat sepertinya Lily mengerti dengan perumpaman cinta yang baru saja dia katakan tadi.


Tidak ada yang salah dengan perbedaan. Yang bermasalah adalah keegoisan kita dalam memandang perbedaan. Pebedaan diciptakan agar kita berusaha lebih dalam belajar mencintai sesama, inilah maksud pesan cinta Cedric kepada Lily.


"Perbedaan bisa membuatmu benci pada lawannmu. Tapi, perbedaan juga bisa membuatmu mencintai lawannmu," imbuh Jingmi menambahkan perkataan Cedric sambil memandanginya.


"Saat seseorang mencari pasangan, banyak hal yang bisa menyebabkan kegagalan. Salah satunya jika orang yang sedang dikejar atau diinginkan menjadi pasangan, ternyata beda kasta dengan kita," ujar Rose, asisten Jingmi.


"Tentang perbedaan bisa menjadi renungan agar saling menghargai sesama," balas kata Lily kepada asisten Jingmi.


Makan siang pun berakhir singkat karena suasana hati keempatnya telah berubah menjadi masam dalam seketika karena satu pertanyaan asal dari Jingmi.


Lily pun melajukan mobilnya kembali ke kantor, Cedric masih memikirkan jawaban-jawaban Lily tadi, "Jadi selama ini dia merasa seperti air laut dan air tawar. Berdampingan tapi tidak akan bersatu."


"Tuan ... tuan, apa tidak mau turun. Kita sudah sampai," ujar Lily membuyarkan lamunan tuan mudanya itu.


"Ah iya turun," ujar Cedric sedikit tersipu karena tertangkap basah sedang melamun.


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


DI TUNGGU LIKE, DAN KOMENNYA GAES. MASUKAN JUGA KE LIST RAK BUKU FAVORIT KALIAN YA.


DAN JANGAN LUPA, UNTUK LEMPAR-LEMPAR VOTE DAN HADIAH YANG BANYAK YA.


Love You All


Arigato.

__ADS_1


__ADS_2