
Keesokan harinya , Carl memulai pelajaran memanahnya, Ariana memberitahu jika olahraga memanah ini dapat meningkatkan koordinasi tangan dan mata, serta keseimbangan. Meningkatkan fleksibilitas tangan dan jari. Membangun kekuatan tubuh, meningkatkan kesabaran.
“ini adalah peralatan yang akan kita pakai,” ujar Ariana seraya memperlihatkan peralatan memanah mereka.
Peralatan yang digunakan dalam panahan antara lain: busur , panah ,pelindung jari, pelindung lengan, alat pembidik, alat peredam getaran, kantong panah, teropong.
Carl mendengarkan penjelasan Ariana lagi. Tentang langkah-langkah belajar memanah ini lagi., “Ada beberapa hal yang harus diperhatikan,” ujar Ariana.
“ Yang pertama perhatikan sikap berdiri,” ujar Ariana. “Lihat target di depan, kau hanya tinggal berdirim ambil garis lurus saja sama target,” tambah kata Ariana lagi.
“Apa begini sudah betul?” tanya Carl.
Ariana sedikit membetulkan posisi berdiri Carl, dengan gerakan tangannya dia memegang punggung Carl dan memposisikan tubuh pria itu agar segaris dengan papan panahan yang biasa disebut sebagai target.
Hati Carl berdegup kencang ketika tangan Ariana mengusap punggungnya dengan lembut, tubuh Carl merinding serasa kesemutan.
“Nah, sekarang Langkah berikutnya adalah memasang anak panah,” ujar Ariana.
Carl tidak bisa berkonsentrasi, karena saat ini dia benar-benar dekat dengan Ariana, seakaan dia ingin segera memeluk wanita yang sedang mengajarinya memanah.
“Ketika memasang ini jangan terlalu kencang, juga jangan terlalu longgar,” jelas Ariana.
“Mengapa begitu?” tanya Carl.
“Jika terlalu kencang maka akan mengurangi akurasi si anak panah ini ketika dilepaskan. Sementara jika terlalu longgar bisa-bisa malah nanti membuat membidik sasaran lain yang ada di sini,” jelas Ariana.
“Mengenai orang, maksudmu?” tanya Carl.
“Iya,” jawab Ariana.
“Oke paham,” kata Carl.
“Oke hal berikutnya, yaitu lengan penahan busur harus rileks, kemudia tali ditarik oleh tiga jarimu yaitu jari telunjuk, jari tengah dan jari manis!” Ariana menjelaskan.
“Tali ditempatkan atau lebih tepatnya diletakkan pada ruas-ruas jari pertama, dan tekanan busur terhadap telapak tangan penahan busur ditengah-tengah titik V, yang dibentuk oleh ibu jari dan jari telunjuk lengan penahan busur,” tambah kata Ariana lagi.
Carl pun melakukan semua yang tadi Ariana katakan, “Apakah begini?” tanya Carl.
Arian mengecek posisi tubuh Carl,lalu mendekatkan kepalanya di samping carl untuk melihat lengan penahan busur Carl. Hati Carl semakin berdegup, merasakan napas Ariana yang mengenai pipinya.
__ADS_1
“Ok, sudah benar,” jawab Ariana.
“Selanjutnya adalah menarik tali pada busur, Cara yang benar dengan menariknya sampai menyentuhh idung sambil mempertahankan posisi tangan yang megang busur. Tetep lurus, Kepala jangan bergerak, ya. ingat tali pada busur yang didekatkan ke hidung, bukan hidung yang mendekat pada tali busur panah,” jelas Ariana.
“Ok, apakah begini sudah betul?” tanya Carl lagi dengan sengaja agar Ariana mendekatinya lagi.
Memang betul, pada akhirnya Ariana mendekati Carl lagi, Carl pun tersenyum. Dalam hati berkata, “Tiga kali.”
Ariana mengatakan jika carl harus menahan gerakan sikap panahan beberapa saat, setelah penjangkaran dan sebelum anak panah dilepas. Pada saat ini otot-otot lengan penahan busur dan lengan penarik tali harus berkontraksi agar sikap panahan tidak berubah.
“Nah saatnya melakukan pembidikan. Jadi pada saat membidik, sikap pemanah harus tetap dipertahankan,” ujar Ariana lagi.
Pada posisi membidik, posisi badan dari pemanah diharapkan tidak berubah, kemudian pemanah tidak hanya fokus kepada sasaran tetapi diutamakan pada teknik, dengan kondisi badan yang relaks fokus akan lebih baik.
Otot punggung tetep terus menarik tali busur panah, tidak berhenti, tapi dalam kecepatan yang sangat lambat. Lalu lemaskan otot jari yang megang tali busur panah, “Dalam kondisi ini ketika menarik busur panah jangan berhenti ya, jika berhenti akan berpengaruh dan bidikan target pun menjadi kacaum” jelas Ariana.
“Langkah terakhir nanti setelah melepaskan anak panah, Tangan yang megang busur jangan dulu diturunkan posisinya sampai anak panah menancap di bantalan,” jelas Ariana lagi.
“Apakah sudah paham?” tanya Ariana.
“Sudah,” jawab Carl.
Merasa senang sekaligus terkejut, Carl langsung saja memeluk Ariana, “Aku berhasil … aku berhasil,” ujar Carl.
Wajah Ariana pun sama terkejutnya, tiba-tiba dipeluk seperti ini, dia merasa sedan di peluk oleh bocah yang sedang merasa senang karena baru saja memenangkan sebuah perlombaan. Bagi dia dan rekan lainnya bisa melepaskan anak panah tepat target sasaran adalah hal yang biasa.
“Ya … ya kau pintar sekali,” puji Ariana.
“Benarkah?” ujar Carl dengan senang lalu melepaskan pelukannya.
Wajah keduanya pun besemu merah, dengan status pekerjaan masing-masing, yang membuat mereka tidak memiliki waktu senggang untuk merajut kisah cinta mereka masing-masing. Carl langsung memecahkan kecangunggan dengan berkata, “Aku akan memotongkan buah untukmu.”
“Ah iya …” ujar Ariana dengan sedikit tersenyum lalu mengusap-usap tengkuknya sendiri.
Biasanya dia menangani pria-pria tangkas dengan ilmu bela diri yang mumpuni, tapi Carl sangat berbeda, dia begitu kekanak-kanakan tapi terlihat manis. Ariana merasa seperti memiliki boneka lucu yang bisa tertawa dan menangis.
Ariana terdiam ketika teringat dengan pria psikopat yang sedang mengejarnya. Lalu memikirikan Carl, hatinya pun seketika menjadi khawatir. Apalagi mengetahui jika Carl ini sama sekali tidak bisa berkelahi.
Ariana memijit-mijit pelipis matanya sambil bergumam, “hissh.”
__ADS_1
“Tidak bisakah aku memiliki liburan yang tenang, sebelum kembali bertugas,” pikirnya.
“Bertambah lagi tugas,” gumam pelan Ariana sambil masuk ke dalam rumah.
Jika carl sedang berusaha keras menaklukan Ariana, maka Eryk sedang berusaha keras membongkar skandal keluarganya sendiri. Asisen He, telah menemukan Hua An Ran. Mereka akan pergi menemuinya.
Bagi Eryk saat ini Hua An Ran adalah saksi kunci atas semua teka-teki yang ada di dalam keluarganya. Termasuk tentang kejadian sebenarnya tentang kematian Papanya, yang sudah dia mulai curigai ada sesuatu di balik kematian Papanya itu.
Di rumah utama Lin, nampak Cedric memasang wajah sendu, Flavia pun mendekati putrnya itu dan berkata, “Kenapa?”
“Papa tidak menelpon Mama?” tanya Cedric.
Flavia menaikan satu alisnya, nampaknya Eryk menempati posisi yang penting di hati Cedric, karena sebelumnya dia tidak pernah seperti ini terhadap Felix ataupun asisten He.
Mendengar pertanyaan dari putranya itu, Flavia pun mengambil ponselnya lalu menghubungi Eryk, “Cedric merindukanmu, mengapa kau tidak menelponnya?” tanya Flavia.
“Apa kau juga merindukanku?” tanya Eryk.
“Apa kau tidak jatuh cinta kepadaku?” tanya Eryk lagi.
Cedric menaikan satu alisnya lalu berkarta, “Ma, Papa bertanya apa aku tidak jatuh kepada Papa?” ujrnya dengan bingung.
“Hiiish …” ujar Flavia, yang tadi sebelumnya langsung memberikan ponselnya kepada Cedric ketika pertanyaan tentang rindu terlontar dari mulut Eryk.
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
PROMO NOVEL TEMAN
Bagaimana takdir membolak balikkan cinta, atau sebenarnya cintakah yang telah membolak-balikkan takdir?
Sebuah buku note berisi puisi mempertemukan Abra, (Abraham Natawijaya 24 tahun) seorang CEO muda pada seorang gadis bertopeng yang misterius di sebuah pesta topeng yang dihadirinya. Gadis itu mampu memikat hatinya karena mampu tampil beda dengan berjilbab hingga ia mencari tahu siapa gadis itu sebenarnya.
Shasa (Shanum Andina Prawira 19 tahun) gadis yatim piatu yang diduga sebagai gadis bertopeng itu terpaksa menyangkal, karena permintaan sepupunya Rika, yang iri padanya. Ia dipaksa pacaran dengan pria yang sedang dekat dengan sepupunya itu(Bima) hingga memupus harapan Abra untuk mendekatinya.
Namun begitu, dunia kerja mendekatkan mereka walaupun kemudian keberadaan Kevin, kakak tiri Abra yang juga menyukai Shasa memperkeruh hubungan mereka.
Lalu dapatkan Abra mendapatkan cinta Shasa seutuhnya? Kawal terus perjuangan Abra untuk mendapatkan pujaan hati.
__ADS_1