
Hai guys , terima kasih kalian sudah mau mampir dan memberikan dukungan untuk author berupa like dan komen dan juga vote , sekali lagi terima kasih dan semoga rezeki kalian lancar trus dan kalian sehat bahagia selalu ❤
Karena besok adalah hari pertama bagi vira untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian pusat australia , malam ini vira berencana ingin jalan-jalan menikmati pemandangan kota canberra, selagi moodnya cukup baik saat ini .
Sekarang dia sedang mengendarai motor sport yang di berikan gian padanya sebagai ganti mobil yang vira tolak .
Vira sangat menikmati setiap pemandangan jalan raya kota canberra , apalagi ini pertama kalinya dia datang ke australia .
Sekitar 30 menit dia mengelilingi kota tersebut , akhirnya vira menghentikan motornya di sebuah taman yang masih ramai pengunjung walaupun sekarang sudah jam 8 malam di kota itu.
Setelah motornya telah di parkir , dia langsung berjalan santai ke arah taman yang berada di pusat kota , tangannya cukup lelah karena mengendari motor sport yang cukup berat .
Akhirnya vira melihat ada salah satu bangku taman yang kosong dan dia langsung menuju ke arah situ dan setelah dia sampai , dia langsung duduk di bangku tersebut .
" Hah ". Hembusan nafas pelan pun keluar begitu saja
" Ini masih tahap awal rencanaku , tapi kenapa aku sangat merindukan suasana mansion ". Batin vira seraya tersenyum tipis ketika dia tak sengaja melihat di depan sana, masih di area taman , ada 4 orang 1 keluarga yang terlihat sedang menikmati kebersamaan mereka
Dia pun langsung merasa rindu dengan suasana mansion setelah melihat keharmonisan keluarga di depannya.
Tapi tiba-tiba saja , seorang pria langsung duduk di sampingnya begitu saja , berhubung kursi taman itu bisa di duduki oleh 2 orang.
Spontan vira langsung kaget dan menggeser posisinya mentok ke ujung kursi tepat menempel dengan pegangan kursi taman tersebut .
Vira yang tadinya sedang tersenyum akan kebersaan 1 keluarga di depannya , kini raut wajahnya berubah jadi datar dan dingin, apalagi sekarang vira tengah menatap pria asing itu dengan tatapan tajam.
Sedangkan pria itu terlihat santai saja , dia sedang duduk dan melihat ke arah depan, tanpa memperdulikan vira di sampingnya.
__ADS_1
Saat vira ingin berdiri untuk menjauh pergi dari tempat itu karena moodnya sudah berantakan lagi , pria itu malah menarik tangan vira, sehingga vira yang tak bisa menahan keseimbangannya pun kembali terduduk di kursi samping pria itu.
" Yakkk , apa kau gila ". Pekik vira sangat marah dengan tatapan tajam menatap ke arah pria itu
Bukannya merenungi kesalahannya , pria itu malah menatap vira dengan tatapan datar dan juga dingin , bahkan mengalahkan sikap vira .
Vira semakin kesal di buat pria itu , dia berkali-kali ingin berdiri dan berniat pergi dari situ , tapi pria itu juga selalu melakukan hal yang sama , akhirnya emosi vira pun sudah tidak bisa di tahan lagi .
" Apa sih mau anda ? , apa anda ingin mengajak saya berkelahi ? ". Pekik vira dengan emosi yang sudah meluap-luap
" Cihh , kau sudah membuat seluruh keluargamu khawatir mencarimu kemana-mana , ternyata kau berada di negara ini tanpa terlihat bersalah atas semua perbuatanmu ". Akhirnya pria asing itu pun berbicara, setelah sedari tadi diam saja.
Vira langsung kaget mendengarkan ucapan pria itu , bahkan dia langsung menatap pria itu dengan tajam dan semua kecurigaan pun muncul dalam pikirannya.
" Siapa anda sebenarnya , dan apa maksud anda mengatakan hal itu ? ". Tanya vira langsung curiga dan waspada, karena dia takut kalau pria asing itu adalah orang suruhan keluarganya.
" Kamu mungkin tidak mengenal saya , tapi saya sangat mengenal anda nona delvira maniv ". Jawab pria itu dengan santai dan menyebutkan nama vira dengan penuh penekanan.
Degggg
Vira spontan berdiri dari duduknya , tapi kali ini dia tidak berniat pergi dan pria itu juga tidak menahan tangan vira kali ini.
" Jawab pertanyaan saya , anda siapa dan kenapa anda bisa tahu nama saya ? ". Tanya vira penuh selidik .
" Hah , ternyata benar kata arkan kalau adalah gadis yang sangat cepat emosi dan juga selalu waspada akan hal apapun ". Jawab pria itu berbeda dari apa yang vira tanyakan , dan anehnya pria itu menggunakan bahasa indonesia.
Mendengarkan nama kakanya di sebut , tentu saja vira langsung membuat dugaan dalam hatinya , akan siapa pria asing di depannya saat ini , apalagi dia kaget mendengar pria itu bisa berbahasa indonesia?
__ADS_1
" Apa anda teman ka arkan ? ". Tanya vira penuh selidik dengan segala praduga
Pria itu langsung menatap vira dengan tatapan yang sulit di artikan , membuat vira semakin curiga.
Yang vira tahu , kakanya yang tak lain adalah arkan, hampir tidak pernah memberitahukan padanya kalau arkan memiliki teman , karena arkan adalah tipe orang yang sangat jarang berinteraksi ataupun mau menjalin hubungan pertemanan dengan siapapun, kecuali keluarga mereka.
Bukan karena arkan tidak tahu bergaul atau tidak ingin bergaul , hanya saja arkan memang tipe orang yang introvert sama seperti lano, ben, vilia dan vira .
Sebenarnya arkan pernah memperkenalkan salah satu teman baiknya, yang bernama joshua rilan pada seluruh keluarga mereka , dan hanya jhosua saja , selain itu arkan tidak pernah lagi memperkenalkan teman lainnya , sehingga seluruh keluarga maniv hanya tahu bahwa arkan hanya punya 1 teman yaitu jhosua saja.
Kenapa vira bisa menduga kalau pria asing itu adalah teman arkan , karena baru pertama kalinya dia bertemu dengan orang yang menyebutkan nama kakanya tanpa awal dokter dan pria itu terlihat dari cara dia berbicara , seakan-akan dia dan arkan saling kenal dekat dan juga hampir seluruh orang di dunia selalu memanggil arkan dengan sopan , seperti dokter arkan bukan hanya nama saja.
" Ya , saya sahabat baik kakamu dan dia yang memberitahukan padaku, kalau dia sedang khawatir mencari adik perempuannya yang tiba-tiba meninggalkan rumah dan pergi entah kemana ". Jawab pria asing itu dengan datar
Vira memejamkan matanya , seraya memijit keningnya karena mendengarkan jawaban pria asing itu .
" Lalu apa mau anda? , apa anda ingin memberitahu kakaku kalau aku bertemu denganmu di negara ini ? ". Tanya vira dengan dingin
" Tidak, saya tidak akan beritahu arkan kalau saya bertemu denganmu disini ataupun mengatakan kalau kamu ada di negara ini ". Jawab pria itu membuat vira menatapnya dengan tatapan curiga penuh selidik .
" Cihh ". Balas vira dengan decihan
Pria itu malah mengangkat sudut bibirnya dan tersenyum tipis , sangat tipis hingga vira tidak melihat senyuman itu.
Tiba-tiba pria itu berdiri dari duduknya dan langsung mengarahkan tubuhnya menghadap ke arah vira dengan tatapan yang sulit di artikan menatap ke arah vira.
" Namaku alaskay , kamu bisa memanggilku skay ". Ucap pria itu berbicara non formal dan ternyata dia alaskay sahabat baik arkan yang pernah mengunjungi arkan di rumah sakit pusat HOPE HOSPITAL beberapa hari yang lalu
__ADS_1