Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 133


__ADS_3

Waktu terus berjalan. Pencarian terus berlanjut di tengah laut luas antara japan dan filipina sesuai rute penerbangan dari indonesia ke kanada dan sebaliknya kanada indonesia.


Ternyata penerbangan vira dan skay sudah sangat mendekati indonesia. Tapi sayangnya mereka harus mengalami musibah secara tiba-tiba.


Mulai dari japan, filipina dan beserta negara lain yang berada di sekitar laut itu, sudah di jaga ketat oleh seluruh mantan mafioso black sun juga seluruh mantan mafioso gold water.


Bahkan banyak juga mantan mafioso kedua mafia bersejarah itu, sedang melakukan evakuasi pencarian pesawat jet pribadi skay yang mengalami kecelakaan tersebut. Tepat di tengah laut.


" Baby ". Batin ben menahan diri untuk tidak menangis karena musibah yang menimpah adik perempuan kesayangannya.


Pukk..


" Jangan menyerah, ben ". Tiba-tiba colten menepuk pundak ben untuk memberikan dia kekuatan dan nasihat agar tidak menyerah mencari vira.


" Tentu paman. Aku tidak akan pernah menyerah sampai adiku bisa di temukan. Aku hanya sedang berpikir saja, apakah mungkin baby di selamatlakan oleh orang lain atau dia sempat menyelamatkan diri sebelum pesawat benar-benar hancur karena ledakan ? ". Jawab ben tidak sepenuhnya berbohong.


" Itu mungkin saja terjadi, Tapi kita belum bisa memastikan hal tersebut. Lebih baik kita berdoa saja agar vira dan kekasihnya serta seluruh awak kapal selamat dari kecelakaan ini ". Ujar colten.


ben menganggukkan kepalanya, dia juga berharap seperti apa yang dikatakan oleh colten padanya.


******


Ke esokan paginya.


Lano dan delon beserta erika baru saja tiba di mansion bian. Dan awalnya erika sangat terkejut ketika dia bangun dia sudah berada dalam pesawat dan ada lano maupun delon di sekitarnya dalam pesawat semalam.


Apalagi ketika erika mendengar penjelasan dari Delon, bahwa ternyata dia dan lano sudah melakukan pernikahan di Paris ketika dia masih dalam keadaan pingsan.


Erika bahkan tidak tahu lagi mau mengatakan apapun, karena dia syok setelah mengetahui semua itu. Jika delon tidak menunjukkan surat-surat bukti pernikahan antara dia dan lano. Mungkin saja sampai sekarang dia masih sedikit tidak percaya jika dia sudah menikah dengan seorang pria yang bahkan baru saja erika kenal.


" Maaf tuan, tapi saya takut bertemu keluarga anda ". Ucap erika jujur takut untuk menemui keluarga pria di depannya yang harus dia terima bahwa sudah menjadi suaminya.


" Bukankah saya sudah mengatakan hal ini padamu tadi ? Katakan saja pada keluarga saya jika bertemu di dalam nanti, bahwa kita berdua hanya di jebak dan terpaksa melakukan pernikahan konyol ini ". Jawab lano sedikit kesal.


Deg.


" Kok sakit yah, sekalipun aku dan dia hanya menikah karena terpaksa ". Batin erika sakit hati mendengarkan penuturan lano barusan.

__ADS_1


Delon malah menjadi kasihan melihat erika yang sedari bandara, terus-terusan di bentak oleh tuannya. Tapi erika juga memang sedikit menyebalkan karena erika juga terus-terusan mengatakan pada lano kalau dia takut bertemu keluarga lano. Bahkan jika di hitung, mungkin sudah 10 kali erika mengatakan hal yang sama sedari keluar bandara sampai sekarang di depan mansion bian.


" Maafkan saya ". Ucap erika langsung menundukkan wajahnya.


" Hah ". Lano yang melihat itu, langsung memijit keningnya seraya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Setelah itu lano langsung berjalan masuk kedalam mansion melewati pintu utama yang ternyata terbuka lebar, tidak seperti biasanya. Di ikuti oleh delon yang mulai bersikap baik pada erika dan mengajak erika untuk menyusul lano masuk kedalam.


" Tu-tuan muda ". Pekik hesti kaget melihat lano, saat mereka berdua berpapasan di ruang tengah mansion.


Lano langsung menautkan kedua alisnya kebingungan melihat sikap hesti yang sangat aneh, bahkan anehnya lagi menurut lano. Karena hesti sekarang menatap lano dengan tatapan terkejut.


" Ada apa, Bi ? ". Tanya lano dengan tatapan dingin.


" Aahh.. Ma-maaf tuan muda. Saya hanya terkejut saja melihat tuan sudah pulang secepat ini, kan nyonya bilang kalau tuan pulangnya nanti lusa, hehe ". Jawab hesti langsung berusaha agar lano tidak mencurigainya.


Tiba-tiba pandangan hesti langsung berpindah dan tertuju pada seorang gadis berpakaian aneh yang baru saja muncul di hadapan dia dan lano, yang datang bersama delon.


" Selamat datang, tuan delon. Senang bisa bertemu dengan anda lagi ". Sapa hesti seraya menunduk memberi hormat pada delon.


" Halo bi hesti, senang juga bisa bertemu dengan anda lagi ". Balas delon tersenyum ramah.


" Apa tuan delon sudah menikah ? Lalu gadis ini adalah istrinya ? Tapi kapan mereka menikah ? ". Batin hesti penasaran.


" Oh ya tuan delon, maaf jika saya lancang. Tapi gadis ini... ? ".


" Dia istri saya ". Belum juga hesti mengenapi pertanyaannya, lano malah langsung menyela hesti dan tentunya membuat hesti tercengang dan terkejut mendengarkan ucapan lano barusan.


Sedangkan erika langsung menundukkan kepalanya karena dia malu. Tapi tidak terduga sama sekali, lano malah menarik tangannya tiba-tiba dan berjalan menuju lift. Meninggalkan delon dan hesti yang melongo kaget.


" Tu-tuan delon ? ". Panggil hesti masih mode terkejut, bahkan pandangannya masih tertuju ke arah lift di depan sana, yang bahkan sudah lano dan erika sudah masuk dan tidak terlihat lagi.


" Y-ya bi ". Jawab delon melakukan hal yang sama dengan hesti.


" Apa benar yang tuan muda katakan barusan ? ". Tanya hesti langsung menatap ke arah delon dengan sangat penasaran.


" A-aahh ya bi, itu benar. Tapi tolong jangan beritahu siapapun soal ini, karena tuan lano hanya ingin tuan bian dan nyonya flo beserta tuan ben, tuan arkan dan nona vira saja yang mengetahui hal ini ". Jawab delon langsung membenarkan dugaan hesti.

__ADS_1


" Tolong jaga rahasia ini atau tuan lano akan marah besar. Kalau begitu saya pamit pulang dulu, bi ". Sambung delon seraya berpamitan.


" Ahh ya, hati-hati dalam perjalanan tuan ". Ucap hesti seraya terus menatap ke arah delon sampai akhirnya delon benar-benar sudah keluar dari pintu utama mansion.


Dan hesti langsung mengusap wajahnya dan menetralkan jantungnya yang berasa hampir copot karena pengakuan lano tadi. Setelah itu dia langsung kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Sedangkan di dalam kamar lano di lantai 2. Sekarang lano sedang berdiri saling berhadapan dengan erika yang sedang menundukkan kepalanya.


" Angkat kepalamu ". Ucap lano dengan datar.


Dengan perlahan erika mengangkat kepalanya, tapi dia memilih untuk tidak menatap lano, walaupun pandangannya lurus ke arah lano.


Lano memejamkan matanya sejenak, kemudian membukannya lagi dan menatap erika dengan tatapan dingin.


" Saya tidak tahu apa yang terjadi pada anda sebelum anda tiba-tiba terlempar kedalam kamar hotel saya ! Tapi lupakan semua itu, karena saya juga tidak bisa menghindari kejadian ini ! ".


" Entah apa yang kamu lakukan sebelumnya, saya tidak peduli. Tapi saya hanya ingin bertanya ". Sambung lano sengaja menjeda ucapannya.


" Yang pertama. Apa kamu setuju jika saya menceraikan mu setelah memberitahukan pernikahan konyol ini pada keluarga saya ? ". Tanya lano malah membingungkan.


" Kenapa anda bertanya seperti itu ?, Tentu saja anda bisa langsung menceraikan saya saat ini juga kan tidak ada masalah bagi saya, tuan ". Jawab erika langsung menatap lano keheranan.


Deg.


" Ya, dia benar. Kenapa juga aku malah bertanya seperti itu ". Batin lano merutuki pertanyaan konyolnya.


" Jadi kamu ingin saya ceraikan sekarang juga ? ". Tanya lano memastikan dengan tatapan datar.


Mendengarkan pertanyaan tersebut, erika langsung menatap lano dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Kenapa diam? Apa kamu berubah pikiran dan tidak mau saya ceraikan karena kamu mengetahui siapa saya sebenarnya ? Hmm ". Tanya lano menyeringai tipis.


" Tentu tidak ". Jawab erika dengan cepat dan malah menatap lano dengan tatapan tajam, membuat lano membalas dengan tatapan dingin.


" Saya sama sekali tidak berpikir seperti yang anda tuduhkan pada saya barusan. Tapi apa saya boleh mengatakan pendapat saya ? ". Sambung eeika seraya bertanya.


Lano menautkan kedua alisnya mendengarkan ucapan erika.

__ADS_1


" Mungkin memang kenyataannya saya dan anda menikah karena jebakan dari mantan kekasih saya. Tapi jika bisa saya jujur dan bisa mengutarakan pendapat saya. Maka saya memilih untuk tidak bercerai dengan anda ! ".


" Bukan karena saya gila harta setelah saya tahu siapa anda, tapi bagi saya, pernikahan itu tidak di lakukan jika hanya di anggap sebuah permainan saja ! ".


__ADS_2