
" Pakai ini ".
Lano membuka jas yang dia pakai dan menyodorkan jas itu pada gadis di depannya untuk menutupi tubuh bagian atas gadis itu karena bajunya telah robek dan memperlihatkan kedua gunung dua bersaudara milik gadis itu yang menggembul sempurna karena ukuran yang lumayan besar.
Dengan canggung gadis itu langsung meraih jas yang di sodorkan kepadanya.
" Terima kasih karena tuan sudah membantu saya, jas ini akan saya cuci terlebih dahulu sebelum saya kembalikan lagi pada anda ". Ucap gadis itu.
" Tidak perlu ". Balas lano dengan tatapan dingin.
" Kenapa ? Apakah anda tidak mau memakai lagi jas ini karena saya memakainya ? Kan tuan sendiri yang menyuruh saya memakai jas ini ".
Gadis itu menatap lano dengan tatapan lirih, dia mengira lano merasa jijik padanya sehingga tidak mau menerima kembali jas itu setelah di cuci nanti.
Braakk...
Tiba-tiba pintu kamar itu di tendang oleh seseorang dari luar dengan begitu kuat, sehingga menimbulkan suara yang berhasil membuat lano kaget.
Orang yang menendang pintu itu ternyata seorang pria, terlihat pria itu sangat marah dan menatap ke arah lano dan gadis itu dengan tatapan tajam.
" OH JADI INI YANG KAMU LAKUKAN DI BELAKANGKU ERIKA ! TERNYATA SELAMA INI KAMU BERANI MENGKHIANATIKU ? DASAR ******* !! ".
Deg.
" Gi-gilang.. Ini gk seperti yang kamu pikirkan ". Ucap gadis itu mulai meneteskan air matanya mencoba turun dari ranjang berniat menghampiri pria yang berdiri di depan pintu kamar hotel tersebut.
Tanpa di duga oleh gadis itu, lano malah menahan gadis itu seakan tidak mengizinkan gadis itu turun dari ranjang.
Gadis bernama erika itu langsung terkejut dengan apa yang lano lakukan, dia bahkan menatap lano dengan tatapan kebingungan. Seakan merasa terhipnotis dengan tatapan lano padanya, gadis itu tanpa sadar malah menuruti isyarat lano untuk tidak turun dari ranjang.
" CIH ! BAHKAN KAMU TIDAK MENGHAMPIRIKU DAN MALAH MENURUTI PRIA SIALAN ITU ! "
" MULAI SEKARANG KITA PUTUS ! AKU TIDAK MAU LAGI MENJALIN HUBUNGAN DENGAN ******* SEPERTI MU ! ".
Ternyata pria bernama gilang itu adalah kekasih erika dan dia telah salah paham pada erika karena mendapati erika sedang bersama seorang pria di kamar hotel. Apalagi gilang jelas melihat erika mengenakan jas lano dan tubuh bagian bawah erika di tutupi selimut.
Gilang mengira erika sudah melakukan sesuatu di luar batas dengan lano dan berpikir bahwa erika telah mengkhianatinya dari belakang. Padahal mereka suka menjalin hubungan selama 3 tahun.
__ADS_1
" Ti-tidak gilang.. Tolong dengerin aku dulu hikss. Ini gk seperti yang kamu kira hiks ".
Erika langsung menangis saat gilang telah pergi meninggalkan kamar itu. Dia berniat turun untuk mengejar kekasihnya untuk menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi barusan. Tapi untuk kedua kalinya lano kembali menahan erika untuk turun dari ranjang, akhirnya erika pun kesal pada lano karena selalu menahannya.
" KENAPA ANDA MALAH MENAHAN SAYA ! SAYA INGIN MENYUSUL KEKASIH SAYA, PASTI DIA SALAH PAHAM MELIHAT KITA BERDUAAN DI DALAM KAMAR INI ! ".
" TOLONG JANGAN TAHAN SAYA LAGI TUAN, SEKALIPUN ANDA TELAH MENOLONG SAYA !! ".
Erika berteriak seraya menatap lano dengan kesal. Sedangkan lano hanya membalas tatapan erika dengan tatapan dingin serta wajah datarnya.
Tak. Tak. Tak.
" Tuan, apa anda baik-baik saja ? ". Tiba-tiba delon datang dan berhenti di depan pintu kamar itu saat melihat sang tuan berada di dalam sana.
Ternyata delon baru saja keluar dari kamar lano di samping kamarnya untuk mengecek apakah terjadi sesuatu pada lano, karena dia tadi jelas mendengarkan suara teriakan dari luar kamar dan juga suara banting pintu yang sangat memekikkan di pendengarannya.
Lano tidak menjawab pertanyaan delon tapi lagi dan lagi dia langsung menahan erika untuk turun dari ranjang itu.
" YAKK ! KAU ! ". Kini erika sudah benar-benar kesal pada lano.
" Nona, tolong jaga nada bicara anda ! ". Ujar delon langsung menatap erika dengan tatapan tajam karena berani meneriaki tuannya.
" Baik tuan ".
Erika seketika melongo kaget melihat pria yang baru datang itu tanpa ragu langsung melakukan perintah pria di depannya. Dan sekarang delon sudah keluar dan menutup lagi pintu kamar itu seraya dia menunggu di depan pintu kamar itu dari luar.
Lano mengambil ponselnya di saku celananya dan malah menghubungi delon yang anehnya, delon berada di depan pintu kamar itu.
" Belikan pakaian yang bisa di pakai gadis ini, kau bisa menebak ukuran pakaian gadis ini bukan ? ".
Entah apa yang di katakan oleh delon di luar sana, lano langsung mengakhiri panggilan itu. Sekarang dia dan erika sedang saling tatap-tatapan dengan pikiran mereka masing-masing.
" Apa maksud anda melakukan semua ini ? Apa jangan-jangan anda bersekongkol dengan 2 pria yang hapir melecehkan saya tadi ? ". Sangka erika menatap lano penuh selidik.
Lano tercengang mendengarkan tuduhan gadis di depannya. Tapi dia masih bisa mengontrol emosinya di balik wajah datar yang dia tunjukkan saat ini.
" Lihatlah ke bawah, agar anda paham kenapa saya menahan anda untuk tidak turun dari ranjang ini ". Jawab lano dengan datar.
__ADS_1
Erika yang awalnya kebingungan langsung melihat ke arah bawah, tapi dia melihat ke arah yang salah ke arah lantai karena dia pikir lano menyuruhnya melihat ke bawah di lantai.
" Bagian tubuh bawahmu ". lano mengarahkan erika melihat ke arah yang dia maksud.
Deg.
Erika langsung menarik selimut dan langsung menutup seluruh tubuhnya dan hanya menyisahkan kepalanya yang terlihat saja.
Betapa malunya erika ketika dia melihat ternyata dia tidak mengenakan celananya dan hanya menggunakan kain segita yang menutupi area intinya yang ternyata sedari tadi terlihat walaupun hanya sebagian saja karena sebagian lagi tertutupi oleh selimut. Untung saja hanya lano yang menyadari hal itu.
Lano menatap dingin erika ketika melihat erika terdiam seketika dengan wajah yang langsung memerah menahan malu.
" Ma-maafkan saya tuan ". Erika kembali meminta maaf pada lano tanpa berani menatap lano lagi saking malunya dia malah menuduh lano sejahat itu.
Tok. Tok. Tok.
Lano tidak membalas ucapan erika dan langsung berjalan mendekati pintu.
Lano hanya membuka cela kecil di pintu tersebut dan langsung mengulurkan tangannya ke luar untuk mengambil pakaian yang dia minta pada delon karena ternyata delon lah yang mengetuk pintu tersebut.
Setelah itu dia langsung berjalan kembali ke arah ranjang dan langsung menyodorkan pakaian yang dia suruh delon beli pada erika.
" Pakailah pakaian ini ".
Erika menggelengkan kepalanya membuat lano seketika menautkan kedua alisnya kebingungan.
" Anggap saja saya menolong anda tidak setengah-setengah ". Lano langsung melepar pelan paper bag berisikan pakaian untuk erika di atas ranjang tepat di depan erika.
" Urusan di antara kita sekarang sudah selesai, dan anggaplah kejadian malam ini tidak pernah terjadi di antara kita ! ".
Lano langsung beranjak pergi meninggalkan erika di kamar itu.
Setelah lano pergi meninggalkan dia sendirian di kamar itu. Erika langsung menagis dalam diam.
Kejadian malam hari ini membuat mental erika down seketika. Dia hampir saja di lecehkan 2 pria tidak di kenal dan untung saja lano tiba-tiba datang dan menolongnya tepat waktu sebelum kedua pria tadi menyentuhnya dan hanya baru merobek pakaiannya saja.
Baru saja dia merasa lega karena berhasil lepas dari kedua pria itu, tiba-tiba kekasihnya datang dan salah paham hanya karena melihat lano yang bertepatan masih ada di ruangan itu setelah menolongnya dan kekasihnya malah langsung memutuskan hubungan mereka yang sudah terjalin selama 3 tahun dan langsung hancur dalam semalam saja.
__ADS_1
Dan yang paling membuatnya malu, dia malah menuduh orang yang menolongnya tidak-tidak.
Erika merasa dia selalu saja sial setiap hari karena rentetan peristiwa yang menimpahnya.