
Malam menyampaikan apa yang tak terlisankan terang, Sunyi memiliki kegaduhanya sendiri dan kosong tak selalu dapat di singahi 🌚
Kondisi vira sudah semakin membaik setelah beberapa jam di rawat di rumah sakit dengan pemeriksaan rutin dan terbaik yang arkan lakukan sebaik mungkin demi sang adik.
Sekarang sudah jam 8 malam, vira sedang kesal sambil tiduran di ranjang pasien, setelah barusan dia berdebat dengan flo dan bian karena dia memaksa ingin pulang ke mansion malam ini juga, tapi bian dan flo tidak mengizinkan permintaan vira yang di anggap konyol oleh flo dan bian.
Tapi tiba-tiba saja dia bangun dan memposisikan tubuhnya duduk bersila di atas ranjang pasien, sambil menatap flo dan bian secara bergantian.
" Kenapa kamu menatap ayah dan bunda seperti itu ? ". Tanya flo penuh selidik
" Aku ingin sendiri , sebaiknya ayah dan bunda pulang saja ke mansion ". Jawab vira dengan wajah datarnya
Flo langsung memicingkan matanya menatap sang putri, karena dia mencurigai sesuatu yang sebenarnya sudah key sampaikan tadi padanya sebelum key pulang dari rumah sakit.
" Apa kamu ingin mengelabui kami, kamu ingin menyuruh kami pulang agar kamu bisa kabur dari rumah sakit ". Ucap flo
" Oh ayolah bun, sama anak sendiri kok curigaan sih. Aku hanya ingin sendiri saja tanpa di ganggu oleh siapapun termaksud ayah dan bunda, bukan maksud aku ingin mengusir kalian, tapi tolong biarkan aku menenangkan diriku saat ini ". Jawab vira tak sepenuhnya berbohong
" Baiklah, ayah dan bunda akan pulang ke mansion sekarang juga. Tapi jika kamu ketahuan kabur dan meninggalkan rumah sakit ini saat kami pulang, maka jangan salahkan ayah jika ayah akan memberikanmu hukuman ". Ucap bian tiba-tiba saja langsung berdiri dari sofa yang ada di ruangan VVIP itu dan anehnya bian langsung setuju untuk menuruti keinginan vira begitu saja.
" Haahhhh ".
Flo langsung memejamkan matanya sejenak dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Ok , ayah dan bunda akan pergi sekarang juga , istirahatlah jika kamu ingin pulang besok ". Ucap flo pasrah
" Hmm ". Vira hanya menjawab dengan deheman singkat
__ADS_1
Akhirnya flo dan bian langsung keluar dari ruangan VVIP tersebut, tapi anehnya bian langsung memerintahkan beberapa mafioso black sun yang berjaga di depan pintu masuk ruangan vira, untuk segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan tidak perlu menjaga vira .
Jadi sekarang vira benar-benar sendirian tanpa ada penjagaan ketat lagi seperti sebelumnya , beberapa menit kemudian, bian dan flo juga sudah dalam perjalanan pulang ke mansion.
Tapi flo langsung menghubungi arkan saat dalam perjalanan pulang.
" Ayah dan bunda sedang dalam perjalanan pulang, kamu tidak perlu sering-sering mengunjungi vira dalam ruangannya, karena ada beberapa temannya yang akan menjaga dia malam ini, tapi suruhlah perawat sesekali ke ruangan vira untuk mengecek kondisi adik nakalmu itu ". Ucap flo dalam panggilan telfon dengan arkan
" Teman ?, sejak kapan dia memiliki teman bun ? , kenapa aku tidak pernah tahu hal itu ? ". Tanya arkan kaget, ketika mengetahui bahwa vira ternyata memiliki teman yang tidak pernah vira kenalkan padanya.
" Tanyakan saja besok pada adik nakalmu itu, bunda tutup telfonnya ". Jawab flo langsung mengakhiri panggilan itu dengan sepihak
Sedangkan di ruangan VVIP, ruangan dimana vira di rawat saat ini. Vira terlihat sedang menyeringai tak kalah dia baru saja mencabut alat penyadap suara yang ternyata sengaja flo pasang di beberapa tempat tersembunyi di dalam ruangan itu.
Tentu saja vira mengetahui kalau sang bunda telah memasang alat penyadap suara itu sejak awal dia di pindahkan dari ruangan ICU ke ruangan VVIP tersebut.
Tak berselang lama , pintu ruangan itu tiba-tiba di ketuk dari luar, saat vira baru saja naik ke atas ranjang pasien.
" Masuklah ". Ucap vira dengan nada suara yang sangat datar
Ceklekkk
Pintu terbuka secara perlahan dan mulai terdengar beberapa langkah kaki orang memasuki ruangan vira tanpa ada suara.
" Kaka, oh my god. Kenapa kaka bisa masuk rumah sakit ?, emangnya kaka sakit apa, ayo jelaskan padaku ". Pekik amanda sangat panik dan khawatir ketika melihat vira sedang duduk di atas ranjang pasien dan wajah vira terlihat pucat.
Amanda langsung bergegas mendekati vira dan memeluk vira dengan perasaan yang sangat khawatir.
__ADS_1
" Cihhh, apa kau pikir aku selemah itu ? ". Ucap vira dengan decihan menanggapi sikap alay amanda padanya
" Kalau tidak lemah, lalu apa lagi gadis keras kepala ? ". Tiba-tiba suara pria yang paling terakhir masuk kedalam ruangan vira terdengar menyindir vira tanpa ada takut-takutnya
" Hmm, kau benar bry. Namanya sudah masuk rumah sakit, artinya orang itu sedang lemah ". Sambung pria satunya lagi menyetujui ucapan pria yang baru masuk itu.
Ternyata teman-teman vira yang flo jelaskan tadi pada arkan adalah mereka, 4 orang yang baru saja masuk kedalam ruangan vira, yang tak lain tak bukan adalah , CLAY , GIAN , BRYAN DAN AMANDA.
Dan orang yang sengaja menyindir vira tadi adalah bryan dan orang yang menyetujui ucapan bryan adalah gian.
Vira langsung memutar bola matanya dengan malas menanggapi ke empat orang gila menurut vira di hadapannya saat ini.
" Hah , jadi malam ini kami akan menginap dalam ruangan ini untuk menjaga tuan putri kita yang sedang lemah ? ". Ucap clay yang ternyata sifatnya sudah lebih cair dari sebelum-sebelumnya.
Tapi lebih tepatnya, Clay hanya akan berubah hangat dan juga sudah mulai cerewet, jika di depan Vira , bryan , gian dan amanda saja , tidak di depan umum .
Bagaimana mereka bisa sedekat itu, apalagi sudah menjadi teman dekat, bahkan anehnya lagi , jika mereka berbincang satu sama lain, mereka tidak menggunakam bahasa formal atau terlihat kaku , mereka sungguh terlihat sudah seperti bersahabat sejak lama , bahkan mereka juga sering berbicara menggunakan kata kasar dan sindiran satu sama lain.
Dan ternyata, Awal mula kedekatan mereka pada saat clay dan vira telah kembali ke jakarta setelah menangkap tuan robert di kalimantan atas kasus yang tuan robert lakukan selama ini.
Clay yang ingin meminta maaf pada ke esokan harinya pada saat itu, mengajak vira untuk makan siang bersama dengan bryan dan juga gian, apalagi bryan memang ingin berterima kasih atas bantuan vira yang sudah memberikan kesempatan pada papanya yang tak lain adalah dimas volin.
Vira pun setuju untuk bertemu dengan clay , bryan dan gian , tapi tanpa merencanakannya , ternyata amanda juga ingin bergabung dalam pertemuan di antara mereka berempat.
Dan pada saat itulah, Mereka berlima mulai dekat dan akrab layaknya sahabat yang sudah saling mengenal selama bertahun-tahun.
Walaupun awalnya kaku dan canggung , kelima orang itu yang selalu di kenal orang dengan julukan pria dan wanita dingin pun mulai mencair , tapi tidak dengan vira yang malah semakin dingin.
__ADS_1