
Happy reading 🌳
" Cepat, cari bajingan itu sekarang ".Ucap seorang pria berusia sekitar 50 tahun pada orang kepercayaannya dengan tatapan dingin.
" Baik tuan ". Jawab orang kepercayaan pria itu langsung menundukkan kepalanya memberi hormat, kemudian keluar dari ruangan untuk menjalan
Pria paruh baya itu, menatap lurus kedepan dengan tatapan dingin dan wajah datarnya. Dia menghisap cerutu di tangannya, terlihat sedang memikirkan sesuatu.
" Dasar nikolas bajingan ". Pekik pria paru baya itu masih bisa menahan emosinya.
Pria bayah itu ternyata adalah bos besar nikolas dan ke empat rekannya. Pria yang merencanakan pembunuhan flo dan untuk merebut data pemerintah yang masih berada di tangan flo selama ini.
Dia baru saja mendapatkan laporan dari orang kepercayaannya tadi, bahwa ternyata nikolas dan ke empat rekannya menghilang begitu saja tempat persembunyian mereka.
Dan ternyata setelah di periksa lebih lanjut oleh orang kepercayaan pria itu. Ternyata nikolas dan ke empat rekannya telah di culik, tapi mereka belum bisa mengedintifikasi siapa yang menculik nikolas dan rekan-rekannya.
Itu sangat membuat pria paru bayah itu marah dan tak habis pikir kalau nikolas dengan mudah bisa di culik.
Akhirnya pria paruh baya itu langsung memerintahkan orang kepercayaannya untuk segera mencari nikolas dan yang lainnya.
***
Di tempat lain, vira dan skay baru saja tiba di sebuah gedung tua yang bertempat di salah satu hutan yang jarang di masuki oleh masyarakat.
" Kau membawah tuan nikolas ke sini ? ". Tanya skay tak percaya, ternyata vira sudah 1 langkah lebih maju dari apa yang dia bayangkan.
" Hmm.. Ini tempat latihan bela diriku bersama paman aslan sewaktu aku tinggal di negara ini ". Jawab vira dengan santai.
" Ayo masuk ". Sambung vira mengajak skay, untuk masuk kedalam gedung tua di depan mereka.
Ketika mereka berdua sudah masuk semakin dalam di gedung tua tersebut, akhirnya mereka tiba di salah satu ruangan yang adalah ruangan dimana nikolas dan rekan-rekannya di sekap.
" Hai paman ? ". Sapa vira pada seorang pria paru bayah yang berada di dalam ruangan itu yang sedang menjaga nikolas dan rekan-rekannya.
__ADS_1
" Dasar gadis nakal ". Bukannya mendapat jawaban yang enak di dengar. Vira malah langsung di hadiahi tatapan tajam oleh pria paruh baya yang dia sapa.
Ternyata pria paruh baya itu adalah aslan, yang ternyata ikut andil dalam rencana vira yang beberapa jam lalu baru saja vira beritahukan padanya.
Dan ternyata, aslan adalah orang yang menculik nikolas dan rekan-rekannya dan membawah mereka ke gedung tua itu, atas perintah vira sendiri.
Skay sebenarnya sangat terkejut melihat keberadaan aslan di ruangan itu, tapi skay masih diam saja, tanpa berniat mengatakan apapun dan menatap datar ke arah vira dan aslan.
" Hehe, maafkan aku paman, karena telah merepotkanmu ". Jawab vira tertawa kecil.
Aslan sejenak memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Tidak perlu meminta maaf. Melihatmu bisa tertawa dan banyak bicara seperti ini saja, Paman sudah sangat senang ". Balas aslan jujur.
" Oh ya paman.. Apa yang lainnya akan segera datang ? ". Tanya Vira.
" Hmm, mungkin mereka baru saja masuk kedalam gedung ini. ". Jawab aslan dengan santai.
Skay menautkan kedua alisnya mendengarkan percakapan vira dan aslan. Dia penasaran siapa orang yang mereka bahas saat ini. Sedangkan vira hanya menganggukkan kepalanya saja .
Skay juga langsung mengikuti arah pandangan vira dan dia bisa melihat hal yang sama.
Ya.. Kelima orang itu adalah nikolas dan ke empat rekannya. Sekarang vira sedang berjalan santai ke arah nikolas dan lainnya dengan tatapan yang sulit di artikan
Setelah tiba di hadapan nikolas, perlahan vira memposisikan tubuhnya berjongkok di depan nikolas yang sedang pingsan. Vira pun menyeringai tipis, akhirnya orang yang ingin sekali dia lenyapkan dari muka bumi ini telah berada di hadapannya sekarang.
Tapi tiba-tiba saja, sekitar 4 orang barusan masuk kedalam ruangan itu. Aslan langsung menunduk memberi hormat. Sedangkan skay langsung terkejut.
Tapi tidak dengan vira yang masih terus memperhatikan nikolas, tanpa berniat melihat siapa ke empat orang itu. Yang jelas saja sudah dia ketahui siapa mereka.
" Tuan skay ". Pekik mike sangat kaget melihat keberadaan skay di ruangan itu.
Ternyata ke empat orang itu adalah gio, carly, jakson dan juga mike.
__ADS_1
" Kenapa mereka bisa berada di sini ". Batin skay terkejut di balik wajah datarnya.
Dengan tatapan dingin, gio langsung mendekat ke arah vira. Sedangkan vira masih saja menatap wajah nikolas dengan intens, walaupun dia sadar seseorang sedang mendekatinya.
" Dasar gadis nakal ". Ucap gio sama seperti aslan tadi dengan tatapan tajam, tapi bedanya sekarang gio malah menjewer kuping vira.
" Aw.. Awww... Sakit uncle ". pekik vira berteriak menahan sakit atas jeweran gio di kupingnya.
Pufffttt.
Aslan, carly, mike dan jakson langsung menutup mulut mereka menahan agar tidak tertawa melihat adegan lucu yang gio lakukan pada vira.
Sedangkan skay tidak bisa berbuat apapun saat melihat itu, walaupun sebenarnya dia tidak suka ada yang menyakiti vira. Meskipun hanya bercanda seperti yang gio lakukan saat ini.
Gio pun melepaskan jewerannya dari kuping vira dan vira langsung berdiri sambil mengelus kupingnya yang sakit.
" Apaan sih uncle jewer aku ". Pekik vira dengan wajah kesalnya, tidak berhenti mengelus kupingnya.
Tapi gio malah semakin menatapnya dengan tajam. " Apa kau tahu!! Kau sudah membuat kami semua khawatir dengan tindakan nekatmu ini ! ". Jawab gio sudah seperti ayah kedua bagi vira.
" Kan uncle bisa lihat sendiri, kalau aku baik-baik saja sekarang. Jangan lebay deh uncle ". Balas vira dengan wajah kesalnya.
" Yakk!! , kau masih berani menjawab setelah semua yang kau lakukan , apa kau menginginkan jeweran lagi ! ". Pekik gio 11 12 sama seperti bian saat memarahi vira.
" Uncle tidak akan membantumu, jika nanti bundamu akan menghukummu karena semua rencana gilamu ini, vira ". Sambung gio dengan tegas.
" Tentu saja tidak masalah bagiku, dan aku memang akan menanggung apapun hukuman yang akan bunda berikan padaku nanti ". Vira masih saja dengan lancar menjawab ucapan gio.
Gio langsung memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dia sungguh tidak tahu lagi mau mengatakan apa pada vira.
Skay diam membisu sedari tadi, seraya menatap dingin ke arah gio. Tanpa dia sadar. Ternyata Aslan, mike dan jakson tengah menatapnya dengan dingin juga karena melihat skay menatap gio dengan dingin.
" Berhentilah menatap tuan gio seperti itu, tuan skay ". Tiba-tiba jakson menasehati skay dengan tatapan dinginnya.
__ADS_1
Arah pandangan skay pun berpindah menatap jakson dengan tatapan datar, tapi dalam hati skay bingung dengan ucapan jakson padanya tadi.