
Happy reading 🥰
Di saat semua merasa lega karena ruangan sudah kembali terang , tiba-tiba saja sebuah suara seorang pria terdengar dari lantai 2 ballroom itu membuat semua mata langsung tertuju ke sumber suara tersebut.
" Selamat malam tuan-tuan dan nyonya-nyonya para tamu undangan yang ada dalam ruangan ini , apa kalian menikmati pesta malam hari ini ? ". Pria berusia 49 tahun dengan seringai tipis
Semua orang tidak mengenal pria tersebut dan malah hanya menatap pria itu dengan wajah yang terlihat kebingungan.
Vilia dan ben langsung curiga , ben langsung menyuruh vilia untuk melindungi keluarga maniv dan dia yang akan mengurus pria asing itu.
" Ben ". Panggil key dengan wajah datarnya
Ben langsung menghentikkan langkah kakinya karena panggilan sang aunty .
" Ada apa aunty ? ". Tanya ben memicingkan matanya penasaran kenapa auntynya menghentikkan dia
" Vilia gendonglah Fara , biar aunty yang menangani pria itu ". Ucap key langsung memberikan fara putrinya agar di gendong oleh vilia
" Ehhh , tapi aunty aku takut fara jatuh , ini pertama kali aku menggendong bayi ". Pekik vilia panik dan khawatir takut jika dia menggendong fara malah bisa membahayakan fara
" Percayalah pada dirimu sendiri , aunty yakin kamu pasti bisa ". Ucap key
Vilia pun mau tidak mau harus menggendong fara adik sepupuhnya yang masih berusia 3 bulan , walaupun dia kebingungan harus bagaimana caranya agar fara tidak kenapa-kenapa dalam gendongannya , vilia pun hanya bisa berdiri diam , bak patung karena dia takut bergerak.
" Tapi aunty ". Ben mencoba menahan key karena dia tidak mau sang aunty kenapa-napa
" Ayolah , bahkan bela diri aunty lebih hebat darimu , apa kau meremehkan aunty ? ". Ucap key dengan wajah santainya
__ADS_1
Ben pun terdiam karena dia tahu apa yang di katakan aunty nya memang benar dan key langsung melepaskan tangan Ben yang menahan tangannya , kemudian dia langsung berjalan dengan gaya yang sangat elegan menuju anak tangga , sedangkan pria asing itu berdiri di ujung tangga paling atas di lantai 2.
" Sepertinya ini masalah yang serius , apa sebaiknya kita pulang saja , dari pada terlibat dengan masalah keluarga tuan bian ? ". Tanya gian pada bryan karena tidak ingin terlibat dalam masalah yang terjadi
" Pulang saja kalau kamu mau , aku akan menunggu clay disini sampai dia kembali , karena tidak mungkin dia pulang sendirian tanpa memberitahukannya pada kita berdua , dan untuk masalah yang terjadi sekarang , bar saja keluarga tuan bian yang menanganinya , yang penting mereka tidak mengusik kita ". Ucap bryan dengan dingin dan sama sekali tidak menunjukkan rasa takut
" Ah ya , baiklah ". Balas gian mau tidak mau harus mengikuti apa yang bryan katakan karena dia juga tidak mau meninggalkan clay dan bryan di tepat itu
Sekarang langkah kaki key telah berhenti di ujung bawah tangga yang terhubung antara lantai 1 dan lantai 2 ballroom tersebut .
Dia menatap pria asing yang dia yakini adalah musuh dengan tatapan dingin dan sangat sulit di artikan oleh pria asing itu , pria asing itu sama sekali tidak bisa menebak apa yang ingin di lakukan oleh key saat ini.
" Apa kabar anda tuan Alex rendra ? , apakah anda baik-baik saja dan anda bisa tidur dengan nyenyak semalam karena rencana anda malam hari ini ? ". Ucap key dengan gaya santainya
Deggggggg
" Cihhh , bagaimana anda bisa tahu nama saya nona ? , apa anda peramal hahaha ". Ejek pria yang bernama alex rendra tersebut
" Sial , bagaimana wanita ini bisa tahu nama ku ? , bukankah black sun tidak memiliki mafioso wanita selain si dewi kematian ". Pekik alex dalam hati langsung waspada dengan gerak-gerik key
" Hahaha , jadi anda menganggap saya peramal tuan alex ? , dan sepertinya anda benar hahaha ". Balas key malah tertawa dengan candaan yang sangat receh
Alex tidak menyangka dia malah akan di ejek seperti itu oleh wanita di bawah sana , akhirnya emosi alex pun langsung terpancing dan tiba-tiba saja dia langsung mengangkat tangannya seperti memberikan sebuah kode yang tidak di mengerti oleh key .
Dan saat tangan alex kembali di turunkan , tiba-tiba saja suara teriakan para tamu undangan langsung terdengar begitu nyaring dalam ruangan di lantai 1 ballroom itu , membuat key kaget dan langsung menoleh melihat apa yang terjadi.
Mata key langsung melotot kaget , emosi key juga ikut terpancing ketika melihat ternyata ada banyak pria berpakaian hitam lengkap dengan senjata api laras panjang yang telah mengepung ruangan itu dan sekarang telah menyandera para tamu undangan .
__ADS_1
" Cihhh , sepertinya ini bukan masalah yang biasa ". Pekik bryan dengan aura dinginnya
" Gian jangan pernah menjauh dariku , tetaplah berada di sampingku ". Sambung bryan langsung menarik gian sahabatnya yang dia tahu bahwa gian tidak pandai berkelahi untuk berdiri di sampingnya
Ya , karena gian tidak seperti bryan maupun clay yang pandai bela diri maupun mahir menggunakan senjata api , jadi selama mereka bersahabat dan jika terjadi kejadian seperti ini , clay dan bryan selalu mengutamakan keselamatan gian .
Sedangkan Ben juga langsung meluap kemarahannya ketika melihat semua tamu telah di sandera oleh banyak pria berpakaian hitam dan lengkap dengan senjata api di depan sana .
Dengan cepat , ben langsung menarik vilia yang sedang menggendong fara mendekat padanya agar dia bisa melindungi mereka berdua .
Sedangkan vilia yang tadinya sibuk dengan pikirannya sendiri bagaimana caranya menggendong fara dengan baik pun langsung ikut marah melihat kejadian di hadapannya .
" Ben , apa kamu membawah ponsel ? ". Tanya vilia berbisik
" Ya ka , memangnya kenapa ? ". Tanya ben tanpa melihat kearah vilia dan masih fokus melihat ke arah depan agar dia tidak kecolongan dengan gerak gerik musuh
" Coba ambil ponselmu sekarang , dan tekan nomor ponsel yang akan kaka sebutkan ". Balas vilia
Tanpa bertanya apa yang ingin di lakukan oleh kakanya dan siapa yang akan di hubungi kakanya , ben langsung saja menuruti apa yang di minta oleh vilia tanpa basa-basi.
Vilia langsung menyebutkan nomor ponsel seseorang pada ben dan ben langsung mengetikkan nomor tersebut dan setelah selesai , ben langsung melakukan panggilan telfon dan mengarahkan ponsel ke telinga vilia biar vilia yang berbicara dengan orang yang mereka hubungi tersebut.
Ternyata vilia sedang mencoba menghubungi rekan sesama polwan , sahabatnya kantor untuk bisa membawahkan bala bantuan para pihak kepolisian di hotel milik bian tersebut.
" Apa mau anda yang sebenarnya tuan alex , apa anda memang memiliki permasalahan dengan keluarga kami ataupun para tamu undangan , sehingga anda menyadera mereka semua ? , hmm ". Tanya key masih bisa menahan emosianya dan dia sama sekali tidak mau bertindak gegabah
Itu dia lakukan karena nyawa para tamu undangan adalah yang utama , hampir 500 orang tamu undangan dalam ruangan itu sekarang telah di sandera oleh anak buah alex kecuali ben dan vilia serta fara dan juga bryan dan gian.
__ADS_1