
Saat ini, erika sedang makan malam bersama lano di apartemen mereka karena tiba-tiba malam ini lano pulang lebih awal dari biasanya.
Erika diam sedari tadi dan bahkan dia hanya mencolek-colek makanannya tanpa memakannya.
Erika merasa sangat bersalah karena sudah menuduh suaminya berselingkuh. Dan di sisi lain juga dia takut bicara karena dia takut dia akan keceplosan soal pertemuannya dengan vira, adik dari suaminya.
Sedangkan lano ternyata sedari tadi menyadari diamnya erika. Sehingga sedari tadi juga lano terus menghembuskan nafanya dengan berat.
" Tolong jangan diam seperti ini. Aku tidak suka ". Ucap lano menatap sang istri dengan tatapan datar.
Erika pun langsung mengangkat kepalanya dan menatap ke arah lano.
" Apaan ? Aku diam bukan karena kamu kok. Aku hanya sedang memikirkan hal yang lain saja ". Jawab erika santainya.
" Hal lain apa yang sedang kau pikirkan ? Katakan padaku ". Tanya lano.
" Udah lupain aja, aku gk mood membahas hal itu ". Ucap erika sengaja menghindari pertanyaan lano.
Tiba-tiba suara bel pintu apartemen mereka berbunyi.
" Aku akan kedepan, mau lihat siapa yang datang ". Ucap erika dengan cepat karena tepat sekali dia ingin menghindari tatapan lano yang mulai mengintimidasinya.
Lano menatap erika yang sedang berlari pelan menuju pintu utama apartemen mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.
Ting tong.
Ting tong.
" Iya sebentar ". Ucap erika sedikit berteriak saat dia sudah semakin dekat dengan pintu utama apartemen.
Ceklek.
" Maaf, anda mencari siapa ? ". Tanya rika langsung merubah wajahnya datar dan tatapan dingin ketika melihat pria asing yang sedang berdiri di depan pintu apartemennya.
Ya, erika memang akan merubah sikapnya jika di depan pria yang tidak dia kenal. Dia akan menjadi dingin berwajah datar karena dia selalu menjaga pandangan. Dan juga karena dia sangat menghargai lano, jadi dia selalu menghindari siapapun pria yang mendekatinya.
" Apakah lano ada di dalam ? ". Tanya pria itu membalas tatapan erika dengan tatapan tak kalah dingin.
" Ya. tapi ada kepentingan apa anda mencari tuan lano ". Tanya erika sengaja menyebut lani dengan panggilan tuan, karena pernikahan mereka yang belun di publik.
" Saya sahabat kakanya dan ada hal penting yang ingin saya sampaikan padanya saat ini ". Jawab pria itu.
" Kakanya yang mana ? ". Erika bertanya lagi karena erika penasaran apakah pria itu sahabat arkan atau ben kaka dari suaminya.
__ADS_1
" Hah ". Pria itu malah menghembuskan nafasnya dengan berat karena wanita di depannya terlalu banyak mengajukan pertanyaan padanya.
Sedangkan di dalam sana, lano menautkan kedua alisnya karena bingung, kenapa erika belum kembali. Padahal hanya melihat siapa yang datang.
Kembali di pintu utama apartemen lano.
" Yakk !! Apa anda tidak punya etika dan sopan santun !! Main nyelonong masuk saja di rumah orang tanpa izin !". Pekik erika marah karena pria asing itu tiba-tiba masuk kedalam apartemen lano tanpa izin. Bahkan dengan santainya pria itu melewati erika yang sedang berdiri di pintu.
Tapi pria itu malah mengabaikan erika dan terus berjalan masuk semakin dalam di apartemen lano.
Sedangkan di ruang makan. Lano langsung berdiri karena dan berniat menyusul erika di depan sana ketika dia mendengarkan pekikan erika yang terdengar sampai di ruang makan tersebut.
Tapi...
Deg.
Mata lano langsung melotot kaget melihat seseorang yang sangat dia kenali, sekarang sedang berjalan mendekatinya.
Pria itu langsung menghentikkan langkah kakinya tepat di hadapan lano. Dia tersenyum tipis ketika melihat ekspresi lano yang sudah bisa dia tebak akan terkejut ketika melihatnya.
" Yaakk ! Kau !! ". Erika pun berhasil menyusul pria itu yang sekarang dia lihat sedang berdiri berhadapan dengan lano.
" Ba-bagaimana bisa ? ". Gumam lano benar-benar terkejut, bahkan tubuhnya seketika diam seperti patung.
" Apa lano mengenal pria ini ? Tapi kenapa lano seperti orang yang sangat terkejut seperti itu ". Batin elisa kebingungan.
" Lama tidak berjumpa, lano ". Ucap pria itu sembari tersenyum pada lano.
" Skay ". Lano pun menyebut nama pria itu yang ternyata adalah skay, suami vira sekaligus adik iparnya. Walaupun sebenarnya lano belum tahu kalau vira dan skay sudah menikah.
" Apa aku sedang bermimpi ". Batin lano seraya memejamkan matanya, berharap dia tidak sedang bermimpi melihat sosok skay yang dia tahu sudah meninggal dalam kecelakaan bersama vira, 3 tahun yang lalu.
" Ini aku, kamu tidak sedang bermimpi ". Ucap skay seakan tahu apa yang sedang lano pikirkan.
" Dimana adikku ? Bukankah jika kamu benar skay, artinya adikku juga pasti selamat dari kecelakaan itu ! ". Tanya lano langsung menanyakan soal vira dengan perasaan campur aduk.
Deg.
" Skay ? Bukankah nama tersebut adalah nama suami vira ? ". Batin erika terkejut karena dia mendengarkan langsung dari vira tadi siang kalau dia sudah menikah dengan pria bernama skay yang juga salah satu orang yang selamat dari kecelakaan 3 tahun yang lalu.
" Apa aku tidak di persilahkan duduk terlebih dahulu ? ". Ucap skay dengan santainya.
Akhirnya lano dan skay juga erika langsung berjalan menuju ruang tamu. Dan di sanalah skay menceritakan semua kejadian yang mereka alami pada kecelakaan 3 tahun yang lalu dan apa yang mereka lewati selama 3 tahun ini pada lano.
__ADS_1
Sedangkan erika kebingungan. Vira menyuruhnya untuk merahasiakan keberadaan vira dan skay dari keluarga maniv terutama lano. Tapi kenapa sekarang suami vira malah datang tiba-tiba dan langsung memberitahukan semua itu pada lano.
Lano meneteskan air matanya. Dia tidak bisa berkata-kata lagi setelah mengetahui adiknya sekaligus saudara kembarnya ternyata selamat dari kecelakaan 3 tahun yang lalu.
" Baby ". Batin lano menyebutkan nama panggilan kesayanganya pada vira yang sudah 3 tahun lamanya tidak pernah dia ucapkan lagi.
Skay yang melihat lano menangis tentu saja terkejut, karena selama ini dia tidak pernah melihat lano menangis. Sedangkan erika malah ikut meneteskan air matanya karena ikut terharu melihat lano yang menangis setelah mengetahui kebenaran itu.
" Lalu dimana dia sekarang ? Dan kenapa dia tidak ikut denganmu kesini ? ". Tanya lano.
" Dia sedang berada di Vila di puncak yang ada di kota ini, yang katanya vila itu pemberian tuan varo padanya ". Jawab skay memberitahukan keberadaan vira.
" Aku akan kesana untuk menemuinya ". Ujar lano langsung berdiri dan berniat ingin pergi menemui vira di vila karena dia sungguh sangat merindukan vira.
Tapi skay langsung menahan lano dengan cepat. Membuat lano langsung menatap skay dengan tajam.
" Kenapa kau menahanku ? ". Pekik lano menatap skay dengan tatapan tajam.
" Ini bukan waktu yang tepat kamu menemuinya, karena dia akan segera kabur jika dia mengetahui kamu mendatangi vila itu. Karena dia memiliki alat yang bisa mendeteksi keberadaan kamu dan seluruh keluarga kalian dari jarak 10 meter ketika kalian mendekatinya ". Jelas skay.
" Memangnya ada alat seperti itu ? ". Batin erika terkejut.
" Cih ". Lano pun berdecih kesal, karena dia bingung kenapa vira sepertinya sengaja menghindari dia dan keluarga setelah mendengarkan penjelasan skay barusan.
" Bahkan sebenarnya vira tidak tahu kalau aku menyusulnya kesini. Jadi jika dia tahu aku menemuimu, dia akan marah besar padaku ". Ucap skay jujur.
Erika pun langsung menarik lano untuk duduk kembali dan lano langsung menurutinya. Sedangkan skay ikut duduk juga setelah lano dan erika duduk.
" Sebenarnya alasan aku menemuimu saat ini karena aku ingin meminta bantuan kalian ". Ucap skay dengan serius.
" Bantuan apa ? ". Tanya lano memicingkan matanya menatap skay penuh selidik.
" Aku ingin kalian memberitahukan pada seluruh keluargamu bahwa aku dan vira selamat dari kecelakaan itu. Dan kamu juga bisa memberitahukan kalau aku datang untuk menemuimu ". Jawab skay dengan serius.
" Tapi, jangan sampai vira tahu kalau kalian semua sudah tahu tentang hal ini ". Sambung skay.
" Memangnya kenapa ? ". Tanya lano penuh selidik.
" Aku melihat vira terlalu memaksakan dirinya untuk melakukan semuanya sendirian. Dia bahkan berniat mencari tahu dalang kecelakaan yang menimpah kami sendirian karena dia menduga kalau kecelakaan itu ada sangkut pautnya dengan kekalahan mafia devil ". Jelas skay.
Deg.
" MAFIA ? ". Pekik erika melototkan matanya tercengang mendengarkan skay dengan santainya menyebutkan nama sebuah kelompok mafia yang pernah di beritakan kekalahannya melawan mafia black sun di seluruh siaran tv media seluruh dunia.
__ADS_1