
Flo, bian dan lainnya baru saja tiba di jalan x, di alamat yang telah vira berikan.
" Sepertinya jalan ini hanya memiliki 1 jalur transportasi saja ". Ucap flo.
" Hmm, kelihatannya sih begitu bun ". Ujar lano yang mengemudikan mobil yang di dalamnya ada flo dan juga bian, sedangkan key, gio dan valen menggunakan 1 mobil lainnya.
Mereka memperlambat kecepatan mobil mereka karena mereka harus teliti melihat setiap model rumah yang sama seperti yang di katakan oleh vira tadi, yakni rumah bercat dinding warna hijau dan pagar berwarna putih.
" Sepertinya itu rumah yang vira katakan ". Ucap lano yang ternyata sudah menemukan rumah yang sama persis dengan yang vira katakan pada flo.
" Ya, kamu benar ". Sambung bian.
" Berhentilah tepat di depan pagar rumah itu, lano ". Ucap flo yang sudah merubah raut wajahnya menjadi datar.
Setelah lano menghentikkan mobilnya tepat di depan pagar jalan keluar masuk rumah tersebut, mobil key dan lainnya juga langsung ikutan berhenti tepat di belakang mobil lano.
Mereka semua langsung keluar dari mobil dan berjalan mendekati pagar rumah tersebut.
" Jadi ini rumah sih pencuri itu ? ". Ucap key dengan seringai tipis.
" Key pergilah ke arah belakang, valen ke arah samping kiri dan aku akan ke arah samping kanan ". Ucap gio masih terlihat sisi sosok prince black sun yang dulu.
" Oke ". Jawab key dan valen secara bersamaan.
Mereka berdua langsung melakukan perintah gio tanpa menunggu lama, sedangkan gio ikut pergi ke sisi sebelah kanan sesuai yang dia katakan.
" Kita langsung saja lewat pintu depan ". Ucap flo yang mengerti komposisi rencana yang saat ini ingin gio lakukan.
Flo, bian dan lano langsung masuk ke area rumah tersebut dan mereka langsung mendekati pintu utama rumah itu.
Mereka bisa masuk kedalam area rumah itu karena pagar rumah tersebut ternyata tidak terkunci, sehingga mereka dengan mudah bisa masuk kedalam sana.
Tok tok tok.
Flo mengetuk pintu rumah tersebut dengan ritme yang pelan dengan tujuan agar target tidak mencurigai kedatangan mereka.
Tapi sebelum pintu di buka oleh target, flo mendapatkan sebuah notifikasi pesan masuk yang langsung di buka olehnya.
__ADS_1
Ternyata pesan masuk tersebut dari vira yang barusan mengirimkan foto wajah target mereka.
Setelah melihat pesan tersebut, flo langsung menunjukkan wajah target pada bian dan lano, mereka berdua pun langsung menganggukkan kepala bahwa mereka sudah selesai dan sudah tahu wajah target mereka saat ini. Flo pun langsung menyimpan kembali ponselnya.
Tok tok tok.
Flo kembali mengetuk pintu tersebut karena ketukan yang pertama tadi sepertinya tidak ada respon.
Ceklek.
Bian, flo maupun lano langsung siap sedia di posisi mereka masing-masing ketika pintu rumah tersebut telah di buka secara perlahan oleh orang di dalam rumah tersebut.
" Haaayeeeemm, siapa ? ".
Deg.
Seorang pria yang usianya masih terlihat sekitar 25 tahun keatas yang membuka pintu tersebut seketika diam mematung dengan wajah yang terkejut serta mata yang melotot kaget, ketika dia melihat 3 orang yang kini sedang berdiri di depan pintu rumahnya.
" Ke-kenapa mereka bisa ada disini ?". Batin pria itu mulai bergetar ketakutan.
" Ma-maaf, kalian mencari siapa ? ". Tanya pria itu berpura-pura mencoba mengelabui flo, bian dan lano.
" Apa anda mengenal kami ? ". Tanya flo dengan pertanyaan penuh jebakan.
" Aaa... ya tentu saja saya mengenal kalian, memangnya siapa di dunia ini yang tidak mengenal keluarga maniv ". Jawab pria itu masih mencoba bersikap natural.
Flo langsung menyeringai tipis mendengarkan jawaban pria muda di depannya, sedangkan bian diam-diam sedang mencoba menenangkan lano yang sepertinya sudah ingin meledakkan emosinya saat melihat pria itu.
" Tapi maaf jika saya lancang, nyonya flovia ".
" Bisakah saya tahu maksud dan tujuan anda beserta tuan bian dan tuan lano datang kerumah saya yang kecil ini ? ".
" Dan darimana anda bisa tahu rumah saya dan apakah anda mengenal saya ? ".
Flo memasukkan kedua tangannya kedalam saku dress yang dia pakai yang bertepatan memiliki 2 saku di kedua sisi kanan dan kiri dress tersebut.
Tatapan mata flo pada pria itu tiba-tiba berubah. yang tadinya masih biasa saja, kini berubah menjadi tatapan dingin dengan wajah yang sangat datar.
__ADS_1
" Kami datang kesini karena kami ingin memastikan sesuatu ". Jawab flo dengan nada yang sangat datar.
Wajah pria itu mulai terlihat mengeluarkan keringat dengan wajah yang mulai pucat dan itu sangat jelas di lihat oleh flo, bian dan lano, sehingga mereka semakin yakin kalau pria di depan mereka memang orang yang mencuri berkas tersebut.
" Apa kamu... "
Pranggggg..
" Cih ".
Flo berdecih melihat pria itu langsung membanting pintu rumah itu padahal dia belum menyelesaikan pertanyaannya.
Pria itu berniat ingin kabur dari rumah itu dan dari hadapan flo dan lainnya. Tapi tanpa dia sadari, sampai kapan pun dia tidak akan bisa lari dari kejaran flo dan lainnya.
Di dalam rumah itu, pria itu langsung mengemasi beberapa pakaian dan barang-barang pentinya dan memasukkan kedalam tas ransel berukuran sedang yang dia punya.
Setelah itu dia mengambil berkas penting yang tadi dia curi di ruangan lano, juga tak luput dia masukkan kedalam tasnya, karena dia yakin dia bisa kabur melewati pintu belakang rumahnya yang dia tidak tahu ada key di belakang sana.
Dengan tergesa-gesa, pria itu langsung berlari ke arah pintu belakang rumahnya yang dia pikir adalah jalan keluar yang aman. Sedangkan flo, bian dan lano sudah berdiri menunggu dan bersandar di mobil.
Ceklek.
" Hah ".
Pria itu langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar, setelah dia berhasil keluar dari pintu belakang dan dia mendapati situasi di belakang rumahnya sangat aman.
" Hai tampan, apa kau butuh bantuan ? ".
Deg.
Baru juga bernafas lega, kini pria itu kembali was-was ketika dia mendengarkan suara seorang wanita yang bertanya padanya.
Dengan spontan pria itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah samping kirinya. Dan betapa terkejutnya dia melihat sosok key yang tentunya dia kenali adiknya flo, yang terlihat sedang menyilangkan kedua tangannya di atas dada dan sedang bersandar di dinding dengan sorot mata yang sulit di artikan dan juga seringai tipis yang terpampang di wajah key.
" Sial ". Batin pria itu langsung mundur beberapa langkah kebelakang.
Saat pria itu ingin bersiap kabur dari tempat itu, dengan santainya key melemparkan batu ke arah pria itu dan ternyata lemparan tersebut tepat mengenai kepala pria itu, sehingga pria itu seketika langsung pingsan dan kepalanya sedikit mengeluarkan darah akibat ulah brutal yang key lakukan.
__ADS_1
" Upssss, maaf ". Ucap key dengan wajah tanpa bersalah seraya berpura-pura menutup mulutnya kaget.