
Happy reading guys 🌼
Amora dan adelia beserta gio dan lano baru saja keluar dari gedung kantor kepolisian setelah tadi mereka telah memberikan kesaksian untuk membantu penyelidikan kasus pembunuhan kedua orang tua amora dan adelia .
Wajah amora terlihat letih dan lesuh , seperti tidak bersemangat sedangkan adelia yang belum terlalu mengerti akan masalah yang mereka hadapi , adelia hanya terlihat biasa saja .
Gio dan lano tentu saja menyadari hal itu , tapi mereka tidak bisa berbuat lebih karena mereka juga tahu seperti apa rasanya kehilangan seseorang yang mereka sayangi. Apalagi bukan hanya satu orang saja yang telah meninggalkan amora dan adelia , tapi kedua orang tuanya sekaligus .
" Kalian ingin kemana lagi sepulang dari tempat ini ? , Apa kalian ingin mengunjungi rumah kalian untuk sekedar melihat atau mengambil barang-barang kalian ? , atau kalian ingin pergi ke makam ayah dan ibu kalian ? ". Tanya gio dengan suara lembut pada amora dan adelia
Sejenak amora langsung melihat ke arah gio dan lano. Kemudian dia memejamkan matanya sebelum dia menjawab pertanyaan gio .
" Bisakah om dan ka lano mengantarkan kami ke makam mommy dan daddy kami terlebih dahulu , kemudian kita ke mansion kami sebelum kita kembali lagi ke indonesia ? ". Jawab amora seraya bertanya
" Aku hanya ingin melihat dimana makam kedua orang tua kami agar nanti kami mengunjungi negara ini lagi kami tahu dimana makam mereka , dan aku juga ingin mengambil beberapa barang di mansion yang harus aku bawah ". Sambung amora
Gio tersenyum menanggapi permintaan amora. Setelah itu dia mengelus pelan kepala amora dan adelia secara bergantian .
" Baiklah , om akan mengantarkan kalian berdua ke tempat manapun yang kalian ingin pergi sebelum kembali ke indonesia , ayo kita pergi sekarang juga karena nanti sore kita harus segera kembali ke indonesia ". Jawab gio tersenyum hangat
Lano terdiam melihat gio tersenyum hangat seperti itu , karena selama ini lano tidak pernah melihat senyuman gio , yang ada dia selalu melihat gio dengan wajah datar dan dingin.
Akhirnya mereka berempat langsung masuk kedalam mobil dan gio langsung melajukan mobilnya menuju ke dua tempat yang di katakan amora tadi.
__ADS_1
Dan ternyata sebelum mereka berempat datang ke amerika , flo telah membahas masalah gio yang ingin mengangkat amora dan adelia sebagai anak angkat gio .
Amora awalnya terkejut akan hal itu , tapi dia juga tidak bisa menolak karena ternyata flo mengatakan bahwa jika amora dan adelia sudah dewasa nanti , mereka berdua bisa kembali ke amerika untuk memiliki kembali hak milik keluarga mereka yang akan di kelola oleh orang kepercayaan flo mulai dari perusahan dan bisnis keluarga amora lainnya. Apalagi flo mengatakan kalau flo akan memberitahukan pemasukan dan pengeluaran keuangan perusahan daddy nya pada amora agar amora percaya kalau flo tidak mengambil keuntungan dalam hal ini.
Dan jika saatnya tiba , gio juga mengatakan bahwa dia tidak akan memaksakan amora dan adelia tinggal bersamanya sehingga amora dan adelia bisa kembali kapan saja ke amerika , kapan pun mereka mau.
Karena amora mungkin sadar bahwa dia juga tidak mungkin mengelola perusahan daddy nya saat ini dan entah kenapa dia bisa percaya pada tawaran flo dan gio , akhirnya amora menerima tawaran untuk menjadikan dia dan adiknya anak angkat gio .
Maka dari itu setelah pergi ke makam kedua orang amora dan ke mansion amora , mereka akan langsung kembali ke indonesia tepat jam 4 sore hari di amerika.
*************
Saat ini vira sedang berada di makam keluarga maniv.
" Hah ". Vira menghembuskan nafasnya dengan berat
Dia ingin menangis dan mengeluh pada vilia tentang semua perasaan yang menyelimutinya , entah rasa bersalah atau perasaan yang telah bercampur aduk yang dia alami setelah kepergian vilia .
Tapi air matanya seakan tidak bisa keluar lagi , karena ternyata setiap malam saat vira ingin tidur , dia akan menangis karena mengenang semua kebersamaannya dengan vilia hingga akhirnya tertidur selagi dia menangis.
" Ka , kenapa sih kaka pergi secepat ini ? , aku gk punya teman curhat lagi , gk bisa dengar celotehan dan omelan kaka lagi setiap hari loh ka , aku sangat merinduhkan semua hal itu ". Ucap vira menatap senduh ke arah pusara vilia
" Setelah kaka pergi meninggalkan kami semua , entah kenapa aku merasa sifat bahkan sikapku malah langsung berubah drastis ".
__ADS_1
" Tapi di sisi lain aku juga sangat lega karena perlahan ka arkan terlihat tidak menyalahkan dirinya lagi atas kematian kaka , yang sebenarnya adalah kesalahanku sendiri ".
Vira terus-terusan curhat di depan pusara vilia , tapi entah vira sadari atau tidak , ternyata sedari tadi ada seseorang yang sedang menatapnya dari kejauhan yang berdiri masih di area tanah makam keluarga maniv.
Saat vira ingin melanjutkan curhatannya , tiba-tiba pendengarannya yang sangat tajam , mendengar suara peluruh sedang melesat dengan cepat ke arahnya .
Dalam detik ke 3 , vira langsung bergeser berpindah posisi ke samping sebelah kiri , kemudian dia langsung memejamkan matanya , dan tak bisa di pungkiri kalau emosi vira langsung meluap karena hal itu.
Dan benar saja , baru saja dia berpindah posisi , peluruh itu langsung tertancap di tanah tempat dia berjongkok tadi , vira bergeser tepat waktu , karena jika tidak , kemungkinan besar peluruh itu akan langsung mengenai paha vira.
" Cihhh ". Decihan orang yang sedari tadi memerhatikan vira karena vira bisa menghindari tembakan tersebut , padahal dia sengaja menggunakan senjata peredam suara agar vira tidak bisa mendengarkan suara tembakan , tapi dia terlalu meremehkan vira dan alhasil peluruh sama sekali tidak mengenai vira.
Vira mengedarkan pandangannya tepat ke arah orang misterius yang memperhatikannya sejak awal vira tiba di tempat itu.
Dan ternyata orang itu adalah seorang pria , yang terlihat sedang melihat kearahnya dengan senjata peredam suara di tangannya , membuat vira yakin bahwa pria itulah yang tadi ingin menembaknya .
Saat vira berdiri dengan tatapan dingin yang tak lepas pada pria itu , pria itu malah langsung melangkah dengan perlahan berjalan menuju gerbang masuk dan keluar pekarangan makam tersebut .
" Kita akan bertemu lagi , semoga saja kamu tidak mati di tangan orang lain sebelum saya sendiri yang membunuhmu dengan tangan saya sendiri ". Tiba-tiba pria misterius yang tidak vira kenal itu mengatakan hal itu sebelum dia benar-benar menghilang dari area tersebut
" Cobalah jika kamu bisa membunuhku , semoga saja kamu tidak akan pernah menyesal dengan ucapanmu sendiri ". Gumam vira seraya menyeringai tipis
Entah siapa pria itu , vira tidak mengenalnya , tapi vira penasaran kenapa pria itu bisa mengikuti vira tanpa vira ketahui dan malah ingin menembaknya .
__ADS_1
Setelah vira pikir-pikir , dia tidak memiliki masalah dengan siapapun , kecuali nikolas dan rekan-rekannya yang masih belum di ketahui keberadaan mereka.