
Happy reading guys 🤗
" Apa maksudmu ? ". Tanya skay masih memeluk vira dari belakang.
Vira menyeringai tipis seraya mengeluarkan decihan pelan dari mulutnya. " Aku tidak menyangka kamu akan mengejarku ". Ujar vira.
Entah kenapa pelukan skay sangat nyaman bagi vira, seakan menambah energi di tubuhnya setelah tadi dia telah menguras banyak energi dan tenaganya.
" Jujur saja aku tidak tahu kenapa aku tidak ingin melihat pria yang belum lama aku kenal ini, cemburu bahkan salah paham dengan hubunganku dengan clay ". Batin vira.
" Dia bukan pacarku, tapi dia mencintaiku. Apakah aku sudah mulai memiliki perasaan lebih padanya ? ". Batin vira lagi.
" Kenapa diam saja ?, apa kau sedang mempermainkanku ? ". Tanya skay seraya melepaskan pelukkannya dari vira.
Vira yang telah sadar dari lamunan singkatnya pun langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah skay yang berdiri tepat di belakangnya.
" Pria bernama clay yang di sebutkan kedua uncle ku tadi, bukanlah kekasihku, melainkan dia sahabat baikku ". Jelas vira jujur, walaupun dia sebenarnya juga sempat memiliki perasaan lebih pada clay sebelum mereka menjalin hubungan persahabatan.
" Jangan jadi pria yang mudah terhasut dengan ucapan orang lain. Karena itu bisa merugikan dirimu sendiri ". Sambung vira.
Skay pun terdiam dengan rasa bersalah, karena dia percaya begitu saja dengan ucapan kedua unclenya vira, yang mengatakan kalau vira telah memiliki kekasih, tapi tertanya tidak.
" Maafkan aku ". Ucap skay benar-benar minta maaf.
" Aku tipe orang yang paling tidak suka merusak hubungan orang lain, sekalipun kamu adalah wanita yang aku cintai ".
" Mendengarkan kamu memiliki kekasih, itu berhasil membuatku berpikir untuk mengikhlaskan mu bersama pria lain selainku. Karena, walaupun aku adalah anak tunggal, tapi aku memiliki adik perempuan dan dia adalah rexa ".
" Jika aku mengganggu bahkan merusak hubungan orang lain. Aku takut adik perempuanku akan menuai apa yang aku taman, sekalipun rexa bukan adik kandungku ".
Skay pun menjelaskan semua unek-uneknya. Ternyata skay sepeduli itu pada rexa, tipe pria yang setia dan tidak ingin merusak hubungan orang lain, sekalipun vira adalah wanita yang dia cintai.
__ADS_1
Vira tersentuh dengan penjelasan skay. Dia tidak percaya masih ada pria tulus, baik dan juga sangat gentelmen seperti skay di dunia ini. Tapi sebenarnya bukan skay pria pertama yang dia temui dengan sifat seperti ini.
Semua pria yang yang ada di keluarganya, mulai dari Ayah zet turun ke ayahnya bian dan turun ke ketiga kaka laki-lakinya. Apalagi varo dan juga Al dan gio.
Setidaknya vira merasa sangat beruntung bisa berada di antara pria-pria yang tidak suka mempermainkan wanita dan juga tulus mencintai 1 wanita saja.
" Hah ". Vira menghembuskan nafasnya dengan pelan, di iringi senyuman hangat.
" Aku mengerti maksudmu, Tapi aku harus pergi sekarang juga ke rumah pamanku. Aku akan tinggal di sana sampai semua urusanku di negara ini selesai ". Ucap vira.
" Apa kamu marah padaku, sehingga kamu tidak mau lagi tinggal di mansion ini selama kamu berada di negara ini ? ". Tanya skay dengan lirih.
" Hei. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu dan yang paling utama, aku tidak ingin kamu dalam bahaya karena berada di dekatku ". Jawab vira jujur.
" Tidak. Aku sama sekali tidak keberatan dan kerepotan dengan keberadaanmu di mansionku. Aku juga tidak pernah takut dengan siapapun musuhmu, yang terpenting aku bisa berada di dekatmu, agar aku bisa melindungimu setiap saat ". Balas skay.
" Tapi.... ". Ucapan vira langsung di sela.
Melihat vira masih saja diam. Skay malah langsung menarik vira kembali masuk kedalam mansion. Dan vira pasrah untuk mengikuti keinginan skay.
Tapi ternyata sedari tadi 3 art skay yang tak lain adalah celi, serla dan ester ternyata menguping pembicaraan vira dan skay dari dalam dekat pintu utama mansion. Karena suara vira dan skay cukup jelas terdengar dari tempat mereka menguping.
Melihat skay dan vira mulai mendekati pintu utama mansion. Dengan cepat mereka bertiga lari ke dapur agar tidak ketahuan.
Sesampainya mereka di dapur. Wajah ester langsung bedecak kesal setelah menguping pembicaraan majikannya dengan wanita yang tak lain adalah vira.
Ester pun berdecih kesal. " Dasar gadis tidak tahu malu. pake cara jual mahal lagi saat tuan skay mengajaknya tinggal di mansion ini lagi. Seharusnya dia pergi saja dan jauh-jauh dari tuan skay ". Ucap ester sangat kesal.
" Ya, kau benar. Kenapa juga tuan skay harus menahan gadis sialan itu dan mengajaknya kembali tinggal di mansion ini. Bikin sesak ruangan saja ! ". Sambung serla.
Tiba-tiba diana datang tanpa sengaja ke dapur, karena dia ingin mengambil ponselnya yang tak sengaja dia tinggalkan di dapur.
__ADS_1
Dia juga tak sengaja mendengarkan pembicaraan para rekan art nya yang ternyata sedang membicarakan sang majikan dan gadis yang di bawah oleh majikan mereka.
" Sepertinya kalian tidak takut jika tuan skay mendengarkan pembicaraan kalian yang bahkan bisa terdengar sampai ke lantai 2 ". Sindir diana dengan tajam seraya dia mengambil ponselnya yang telah dia temukan.
Diana menatap mereka dengan tatapan datar.
" Sudahlah diana, kamu tidak perlu munafik dengan mencoba membela gadis sialan itu. Bilang saja kalau kamu juga iri padanya ". Sangka ester membalas tatapan diana dengan tatapan tajam.
Tapi tiba-tiba serla menyenggol ester dengan sikunya. Membuat ester berahli menatap serla dengan tajam.
" Apa ! . Pekik ester kesal pada serla.
Tapi serla terlihat diam saja dan malah memberikan kode dengan lirikan mata, seakan memberi tahu ester untuk melihat ke arah belakang. Berhubung hanya serla yang sedang berdiri menghadap ke arah pintu masuk dapur.
Dengan cepat dan tanpa merasa aneh. Ester langsung membalikkan tubuhnya melihat ke arah belakang.
Deg.
Mata ester melotot kaget melihat siapa yang berdiri di belakang mereka. Diana dan juga celi pun ikut membalikkan tubuh mereka ke arah belakang.
Diana spontan langsung menundukkan kepalanya memberi hormat pada seseorang yang sedang berdiri dengan tatapan dingin ke arah mereka berempat.
" Jagalah ucapanmu. Aku bukan gadis penyabar yang tidak akan marah dan membalas jika ada yang ingin mencari masalah denganku ! ". Ternyata vira, orang yang berdiri di depan pintu dapur itu dan sedang menatap ester dan lainnya dengan tatapan dingin menyeramkan.
" Maaf nona, tapi saya sama sekali tidak ikut campur dengan masalah kalian , saya permisi ". Dengan santainya diana mengatakan itu dan langsung pergi meninggalkan mereka begitu saja.
Vira jelas tahu kalau memang benar diana tidak membicarakan vira yang jahat, seperti ester, celi dan serla. Vira mendengarkan semua pembicaraan mereka sedari tadi. Karena vira tak sengaja datang ke dapur untuk mengambil minum.
" Aku akan melepaskan kalian bertiga untuk pertama dan terakhir kalinya. Tapi jika aku mendapati kalian membiacarakanku lagi dengan santai menyebutku perempuan sialan. Maka jangan salahkan aku jika aku memberitahukan kemunafikan kalian pada tuan kalian ".
Setelah mengatakan itu, vira langsung pergi begitu saja, meninggalkan ester, celi dan serla yang sedang ketakutan dengan ancaman vira barusan.
__ADS_1
Ternyata vira juga tahu kalau mereka bertiga tadi menguping pembicaraan vira dan skay di depan mansion. Maka dari itu vira tidak membahas soal nikolas dan yang lainnya pada skay, karena ada mereka bertiga.