Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 122


__ADS_3

Happy reading 💛


Nyatanya. Semua yang telah di rencanakan vira langsung berantakan karena kecerobohannya sendiri dalam 1 malam saja.


Bian, lano, arkan serta seluruh petinggi mafia black sun yang berada di canada, langsung menuju lokasi keberadaan vira sekarang.


Bugghh.


" Hah, dasar lemah ". Ucap vira seraya menepuk-nepuk pakaiannya yang sedikit kotor karena pertarungan yang terjadi.


Vira telah mengalahkan ratusan musuh hanya dalam waktu beberepa menit saja. Dan musuh yang tersisa tinggal tangan kanan sang target utama. Yang memang sengaja vira sisakan agar ada yang melaporkan pertarungan itu pada sih target utama.


Vira menatap sang tangan kanan itu dengan tatapan yang dibuat semengerikan mungkin, walaupun awalnya tangan kanan itu tidak terlihat ketakutan, tapi beberapa detik kemudian dia pun berlari kembali menuju markas di tengah-tengah hutan sana.


" Hah ". Hembusan nafas vira sangat kasar, dia memutar bola matanya dengan malas, kemudian dia melihat ratusan musuh yang dia kalahkan.


Titt.


Titt.


Titt.


Alarm bahaya dari gelang milik vira yang di berikan key sedari mereka kecil yang terhubung antara dia, key dan lano pun tiba-tiba berbunyi, menandakan ada bahaya yang terjadi di antara mereka bertiga.


" Ck, aunty apa-apaan sih! ". Pekik vira dengan malas karena dia tahu kalau bahaya yang di maksudkan dari alarm itu pasti karena pertarungan dia dan musuh barusan.


Di tempat lain, Skay juga langsung bergegas menuju lokasi keberadaan vira, setelah Leo tangan kanan sekaligus asisten pribadinya memberitahukannya kalau vira sedang berada di markas musuh dan sedang melakukan pertarungan.


" Kenapa dia selalu saja bertindak nekat ? Dia benar-benar membuatku spechlees ". Ucap skay semakin melajukan kecepatan mobilnya.


*****


" Key ". Panggil flo tiba-tiba masuk kedalam ruangan kontrol dengan aura mengerikan.


Deg.


Key dan valen langsung menelan saliva mereka dengan kasar " Ya ka ". Jawab key merinding melihat tatapan flo padanya.


" Kalian berdua ikutlah bersamaku ". Ucap flo dengan dingin.


" Kemana ? ". Tanya key penasaran.


Flo tidak menjawab, tapi dia langsung berjalan keluar dari ruangan itu. Key dan valen mau tidak mau langsung mengikuti flo.


Mereka bertiga masuk kedalam mobil, flo yang menyetir mobilnya dan menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi membuat jantung valen dan key langsung mengeratkan pengangan mereka di kursi mobil.


" Entah siapa yang membuatnya marah, tapi aku masih ingin hidup ". Batin key ketakutan.


30 menit kemudian mobil flo berhenti di parkiran bandara, key dan valen semakin kebingungan kenapa flo membawah mereka ke bandara sekarang.


Tapi mereka terus ikut mengekori flo dari belakang memasuki bandara, dan ternyata mereka akan melakukan penerbangan menggunakan jet pribadi black sun, tapi entah kemana.


****


Di canada, vira kembali di hadang oleh musuh yang semakin banyak lagi dari sebelumnya. Tapi vira sama sekali tidak gentar menghadapi situasi seperti ini.


" SERANG DAN LENYAPKAN GADIS SIALAN ITU !! ". Teriak tangan kanan yang tadi setelah membawah ratusan pasukan musuh lagi ke hadapan vira.

__ADS_1


" Cih, sepertinya memang benar kalau pria tua itu memiliki banyak anak buah. Bahkan di markas utama black sun, bunda tidak memiliki banyak pasukan musuh yang berjaga karena banyak mafioso black sun yang bertugas di banyak negara ". Batin vira


" Hah ". Vira menghembuskan nafasnya dengan malas dan langsung bersiap melawan musuh yang berdatangan untuk menyerangnya.


Bugh.


Bugh.


Dor.


" Yakkk !! Awas saja kalau peluruh itu berani menggores kulitku , akan ku lenyapkan kalian semua sialan ". Pekik vira sangat marah karena 1 peluruh tembakan dari salah satu musuh hampir menggores lengannya.


" Kyaaaa ".


Bugh.


Srettt.


Jleb.


Akhirnya pisau belati kesayangan vira pun muncul perdana dalam pertarungan kali ini. Semua musuh langsung merinding karena gadis di depan mereka tiba-tiba terlihat menakutkan hanya karena vira baru saja mengeluarkan pisau belati kesayangannya.


Dor.


Dor.


Dor.


Pertempuran semakin sengit, tapi cukup sulit bagi vira karena sekarang dia tidak bisa bertarung dari jarak dekat karena musuh sudah menggunakan senjata api, sedangkan dia hanya menggunakan pisau belati saja.


Dor.


Dor.


Dor.


Dorr.


Suara tembakan terdengar begitu nyaring di dalam hutan yang tadinya hening. Bahkan suara tembakan itu bisa terdengar sampai ke jalan utama di depan hutan.


" Cepat lajukan mobilnya ". Pekik arkan pada stiff untuk segera melajukan mobil itu masuk kedalam hutan di depan sana.


Ternyata rombongan mobil bian dan lainnya sudah semakin dekat dengan hutan yang di datangi vira, bahkan gerbang masuk hutan sudah terlihat jelas di depan sana.


Dor.


Dor.


Dor.


" Cih, beraninya pake senjata melawanku!! Ayo sini pake tangan kosong kalau berani !! ". Ejek vira di sela peluruh-peluruh sedang melesat ke arahnya.


" Banyak omong ". Pekik tangan kanan itu dengan kesal.


Dor.


Dor.

__ADS_1


Dor.


" Haha, bahkan sudah memakai senjata saja, kalian sama sekali tidak bisa menembakku, dasar lemah !! ". Vira benar-benar tengil kalau soal mempermainkan musuh-musuhnya.


"Cih".


Dor.


Dor.


Dor.


Tapi tiba-tiba...


Brummm.


Brummm.


Bruuummmm.


Musuh seketika berhenti menembaki vira karena di arah belakang vira sekarang, puluhan mobil sedang mengarah mendekati mereka.


" Haiss, apakah rencana utamaku akan di lakukan malam ini juga ". Ucap vira dengan malas karena dia sudah bisa menembak siapa orang-orang yang berada dalam mobil yang sekarang sudah berhenti di arah belakang.


Ternyata bian dan lainnya lah yang telah tiba di tempat pertarungan vira terjadi.


Bian dan semuanya langsung keluar dari mobil dengan aura membunuh yang sangat menyeramkan dan mulai mendekati vira yang bahkan tidak menengok kebelakang sedari tadi.


Tapi anehnya sang tangan kanan di depan sana, serta para pasukkannya sama sekali tidak terlihat takut. Membuat vira curiga dan sedikit waspada.


" Dasar gadis nakal ". Ucap lano langsung menyentil dahi vira saat dia sudah berada di samping kanan vira.


" Ck, apa-apaan sih ka ". Pekik vira dengan kesal.


" Apa kau baik-baik saja ? ". Tanya bian dengan datar tanpa melihat ke arah vira, tapi dia malah menatap lurus ke arah musuh dengan tatapan yang sulit di artikan.


" SERANGGGG ". Teriak tangan kanan musuh dengan nyaring.


" Kyaaaaaaa ".


Musuh pun berlari untuk menyerang vira dan semuanya. Bian langsung mengangkat tangannya memberikan kode untuk mafioso agar melakukan serangan balik.


Pertempuran tidak bisa di hindari. Gio dan semua petinggi mafioso langsung maju menyerang musuh walaupun usia mereka pasti punya batasan dengan tenaga mereka nanti.


Dor.


Dor.


Bugh.


Jleb.


Semua orang bertarung habis-habisan. Tapi tidak dengan bian dan vira, bahkan lano dan arkan ikut maju menyerang musuh.


" Semuanya akan berakhir malam ini ". Ucap bian tiba-tiba seraya menatap vira dengan senyum. " Masuklah ke dalam mobil dan beristirahatlah, kamu sudah bekerja dengan keras. Kamu tidak perlu khawatir dan beristirahatlah, serahkan semua musuh pada ayah dan lainnya ". Ucap bian tersenyum sambil mengusap lembut kepala vira.


Setelah itu bian langsung maju untuk ikut mengalahkan para musuh, karena bala bantuan musuh baru saja tiba di area pertempuran.

__ADS_1


__ADS_2