Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 126


__ADS_3

Happy reading guys 💜


Dor.


Dor.


Dor.


Dengan aura dewi kematiannya, flo pun menusuk musuh terakhirnya dengan pisau belati kesayangannya.


Jlebb.


Hutan itu telah menjadi lautan darah. Flo terdiam kaku seraya menatap lurus kedepan. Inilah akhir pertempuran pertumpahan darah yang telah membuat sejarah baru di dunia.


15 rbu musuh telah di kalah oleh pihak black sun, tapi dari 10rb mafioso black sun yang ikut dalam pertempuran tersia 7 rb dan 3rb telah berhasil di tumbangkan musuh.


Tapi pihak flo juga sangat di rugikan dalam pertempuran ini, karena mereka harus kehilangan stif, salah satu petinggi mafioso yang berpengaruh dan berjasa besar di black sun.


Tiba-tiba bian datang menghampiri flo dan langsung memeluk istrinya itu dengan lembut. Bian memejamkan matanya dalam pelukan flo karena dia tahu, bahwa sang istri pasti terguncang dengan kejadian ini apalagi kematian stif. Bian tidak berkata apapun dan dia hanya ingin menenangkan flo.


" Queen ". Tiba-tiba gio datang menghampiri bian dan flo.


Bian langsung menatap gio dengan tajam, dan seakan tahu arti tatapan bian padanya, gio langsung diam.


" Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, gio ". Ucap flo secara tiba-tiba tanpa melepaskan pelukan bian dan tanpa menatap ke arah gio.


" Jangan sampai polisi menangkap 1 saja mafiosoku, atau aku akan menyatakan perang dengan mereka semua ! ". Sambung flo serius.


" Tentu Queen, saya akan melakukan sesuai perintah anda ". Jawab gio dengan yakin.


Tapi ketika gio hendak berniat pergi untuk melakukan perintah sang Queen, flo malah kembali memanggil gio.


" Ya, Queen ". Jawab gio.


" Cari ketua musuh di markas utama mereka, karena dia tidak terlihat sama sekali dalam pertempuran ". Perintah flo.


" Jangan biarkan dia lolos, setelah membuat ribuan mafioso kita tumbang dan telah berani mencari masalah denganku ". Sambung flo.


" Anda tidak perlu khawatir, jakson dan aslan beserta petinggi mafioso lainnya sudah menuju markas di dalam hutan ini untuk mencari tuan Hil ". Jawab gio ternyata sudah selangkah lebih cepat dalam tindakannya.


" Gio ". Kali ini bukan flo yang memanggil gio, tapi bian.


Gio tidak menjawab tapi dia hanya menanggapi dengan tatapan saja ke arah bian.


" Key sedang bersama baby saat ini, dan mereka sedang bersembunyi di salah satu mobil yang kita bawah ".

__ADS_1


" Cek lah keadaan mereka, aku memiliki firasat buruk kali ini ". Sambung bian jujur, perasaannya sangat gelisah sejak tadi.


" Bai..."


Dor.


Gio dan bian langsung terdiam dengan mata melotot, di ikuti flo yang terkejut dan langsung melepaskan pelukan bian.


" CEPAT CARI KEY DAN NONA VIRA SEKARANG JUGA !!! ". Teriak gio memerintahkan mafioso di sekitarnya untuk segera mencari vira dan key.


Mendengar suara tembakan yang sangat nyaring terdengar di hutan itu membuat flo, gio dan bian langsung khawatir pada key dan vira, karena hanya vira dan key saja dari pihak flo yang tidak terlihat sama sekali sedari awal.


Mereka bertiga langsung berlari menuju ke tempat suara tembakan itu terdengar.


" Huh ".


Di tempat lain, key baru saja mengalahkan tangan kanan tuan Hil setelah 3 jam lamanya mereka berdua bertarung habis-habisan.


" Cih ".


Key sangat jijik melihat tubuh dan pakaiannya telah berlumuran darah sang musuh yang sebenarnya sudah tercampur dengan darahnya sendiri yang keluar dari luka gores sayatan yang di berikan oleh tangan kanan tuan Hil. Tapi key sama sekali tidak merasa sakit dengan luka tersebut.


Key tiba-tiba mengarahkan pandangannya ke arah lain karena dia sekilas melihat banyak orang yang sedang menuju ke arahnya.


" Ka flo ?, kenapa mereka semua berlari ke arahku ? ". Gumam key kebingungan ketika melihat flo, bian dan gio serta banyaknya mafioso black sun yang sedang berlari ke arahnya.


" Apa kau mendengar suara tembakan itu ? ". Tanya flo pada key.


" Tidak, sepertinya aku terlalu serius melawan tangan kanan tuan Hil sehingga aku mengabaikan apapun ". Jawab key jujur.


" Lalu dimana baby ? ". Sambung bian bertanya soal vira.


Deg.


" Ma-maaf ka, saat aku ingin mencari vira karena mendengar suara tembakan lain yang bukan berasal dari area pertempuran, aku malah di hadang oleh pria sialan ini, sehinga.... "


" Ayo cepat periksa seluruh hutan ini dan cari keberadaan vira ". Pekik flo memerintahkan seluruh mafiosonya.


Mereka semua tanpa terkecuali key langsung melakukan perintah flo dan segera mencari vira di hutan itu.


Sedang di tempat vira saat ini. Vira dan Hil masih saja melakukan pertarungan sengit dan sekarang mereka sedang bertarung menggunakan tangan kosong, setelah vira berhasil menendang senjata api di tangan Hil sehingga senjata itu terlepar jauh dari area pertarungan mereka berdua.


Bugh.


Bugh.

__ADS_1


" Kyaaaa ".


Vira cukup kagum dengan tenaga Hil yang masih bisa bertahan dalam pertarungan ini. Tentu saja karena usia Hil pasti memiliki batasan dan vira pikir Hil akan kewalahan menghadapi vira dalam pertarungan itu.


Tapi vira salah besar karena Hil sama sekali tidak sesuai dengan dugaannya.


Blush.


Bugh.


Bugh.


Mereka berdua langsung mundur kebelakang karena tendangan mereka kena di tubuh mereka masing-masing secara bersamaan.


" Cih ". Hil berdecih seraya menyeka darah yang keluar dari bibirnya.


Sama halnya dengan vira, tapi vira malah menyeringai setelah melihat hil yang sepertinya sudah mulai kehabisan tenaga.


" Apa anda sudah menyerah, tuan hil ". Tanya vira menyeringai.


" Haha, menyerah ? Tentu saja tidak ! Untuk apa saya menyerah pada gadis kecil sepertimu ! ".


" Tapi kau terlihat kelelahan saat ini, apa kau yakin masih ingin melanjutkan pertarungan ini atau kau ingin... "


" Yakkk ! Tutup saja mulutmu dan hadapi a...."


Klik.


Ucapan Hil seketika terhenti karena dia baru saja melihat ratusan senjata api sedang mengarah ke arahnya.


" Cih, kenapa mereka bisa muncul di sini ?, apa mereka berhasil mengalahkan 15 rb anak buahku ?". Batin Hil merasa situasi saat ini sangat bahaya baginya.


Wajah vira tiba-tiba berubah datar dan tatapannya berubah dingin, awalnya vira sangat kesal karena ada yang mengganggu pertarungannya. Tapi ketika melihat 4 orang yang sangat dia kenal baru saja keluar dari antara mafioso black sun yang sudah mengepung area pertarungan vira dan tuan hil. Vira pun langsung terkejut.


" Bunda ? ". Pekil vira dalam hatinya kaget melihat sosok sang bunda tiba-tiba muncul di hadapannya.


Sedangkan flo sejenak menatap datar ke arah vira dan setelah itu dia memposisikan dirinya menghadap dan menatap dingin ke arah Hil.


" Ternyata kau yang merencanakan semua ini, tuan hil ? ". Tanya flo dengan seringai tipis tapi membuat semua orang terutama tuan hil sendiri merinding takut.


" Cih, jika kau ingin melawanku maka bertarunglah satu lawan satu dengan tangan kosong tanpa melibatkan anak buahmu ". Pekik Hil dengan tatapan tajam ke arah flo.


" Hah ". Flo menghela dan menghembuskan nafasnya sejenak dengan pelan, seraya dia menundukkan kepalanya dan menyeringai bak devil.


" Untuk apa saya melawan musuh yang sudah tidak memiliki tenaga seperti anda, bahkan lihatlah. Anda telah mendapatkan banyak luka sayatan yang di berikan oleh putri saya ". Ucap flo dengan sindiran tajam.

__ADS_1


" Haha, memangnya kenapa jika saya terluka ?. Apakah seorang Queen mafia black sun yang di juluki dewi kematian oleh semua orang telah berubah menjadi wanita berhati malaikat sehingga merasa kasihan pada musuh anda, nyonya flovia alika woren ? ". Ucap Hil sengaja menakan nama flo dalam ucapannya.


Flo seketika tersenyum tanpa terduga sama sekali. Tapi bukan senyum manis tapi senyuman itu akan keluar begitu saja, jika flo sudah dalam mode bantai sang dewi kematian.


__ADS_2