Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 147


__ADS_3

Hari ini lano akan menepati janjinya pada erika semalam yang akan menemani erika jalan-jalan seharian ini.


Sekarang mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan sudah siap untuk pergi kemanapun yang ingin di kunjungi oleh erika.


" Dimana tempat pertama yang ingin kau kunjungi ? ". Tanya lano pada erika.


" Hmm.. kemana ya ? ". Ucap erika tampak sedang memikirkan tempat yang ingin dia kunjungi bersama lano.


" Haaa.. aku tahu. Sepertinya aku ingin mengunjungi salah satu warteg yang menyajikan pecel lele ". Ucap erika dengan antusias.


" Pecel lele ? ". Tanya lano menautkan kedua alisnya kebingungan karena ini pertama kalinya dia mendengar pecel lele.


" Wahhh.. kamu gk tahu pecel lele ? ".


" Hmm, aku tidak tahu ".


" Itu loh, makanan khas dari daerah jawa, masa kamu gk tahu ? Kan kamu orang asli indonesia ".


" Ya sudah kita pergi sekarang saja ". Ucap lano tidak ingin membahas pecel lele lagi.


Erika langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu suaminya yang tidak tahu sama makanan pecel lele.


Akhirnya mereka berdua langsung menuju warteg yang ingin di kunjungi oleh erika.


****


Warteg yang di datangi oleh erika dan lano seketika langsung ramai karena kehadiran mereka berdua.


Bahkan lano sedikit risih karena dia mulai kepanasan. Bagaimana tidak kepanasan, sekarang warteg yang sekecil itu di penuhi orang-orang yang hanya ingin melihat dia dan istrinya.


" Waahhh aku gk nyangka bisa bertemu tuan muda lano dari keluarga maniv di warteg sekecil ini ".


" Iya jeng. Mana bawah kekasihnya lagi ".


" Tapi dia sangat tampan, bahkan lebih tampan dari foto yang sering kita lihat di tv ".


" Lah dia keturunannya tuan bian, gimana gk tampan, jeng mah ada-ada saja ".


" Apa gk ada tempat lain ? Yang lebih privat gitu ". Tanya lano dengan canggung langsung berbisik di telinga erika.


" Apa kamu terusik karena orang-orang itu ? ". Erika malah balik bertanya.


" Hmm.. kita cari tempat lain saja, tapi kita tetap mencari warteg yang jual pecel lele lain saja tidak perlu di tempat mewah gk papa ". Jelas lano masih berisik ke erika.


" Tapi kita sudah pesan makanannya ". Ucap erika yang jadi serba salah.


Lano langsung merongoh dompetnya di saku celananya, kemudian dia langsung menyerahkan dompetnya pada erika begitu saja.


" Bungkus aja nanti makanan dari wateg ini, kita makan di apartemen nanti ".


" Ambil saja uang dari dompet itu dan bayar tagihannya ". Sambung lano.

__ADS_1


Bukannya sedih karena tidak bisa makan di warteg yang menyediakan pecel lele makanan favoritnya. Erika malah senang setidaknya dia masih bisa membungkus pecel lele tersebut dan memakannya nanti di apartemen.


" Oke.. aku bayar tagihannya dulu, kamu tunggu di sini sebentar gk papa kan ". Ucap erika seraya berdiri dari duduknya.


Lano langsung menganggukkan kepalanya. Setelah itu erika pun pergi membayar tagihan pesanan mereka.


******


Waktu terus berlalu, setelah pergi dari warteg pertama dan mereka berdua memutuskan untuk bungkus saja makanannya. Mereka juga sudah makan siang di warteg yang berbeda dan mereka makan bakso malang.


Setelah selesai makan bakso malang. Mereka berdua kembali jalan-jalan menuju ke kebun binatang sebentar, kemudian mereka pergi ke semua tempat yang erika ingin kunjungi.


Dan sore hari pun tiba.


Sebelum memasuki malam hari. Lano mengajak erika ke GS MALL atau GLOBAL SHINE MALL milik bian.


" Memangnya kamu mau beli apa di mall ? ". Tanya erika penasaran ketika mobil baru saja di parkirkan di parkiran GS MALL.


" Tidak, aku tidak ingin membeli apapun. Aku mengajakmu kesini untuk membeli apapun yang kamu mau ". Jelas lano seraya membuka sabuk pengamannya.


" Aku ? Tidak-tidak, aku tidak ingin membeli apapun. Ayo pulang saja kalau itu alasan kamu mengajak aku kesini ". Ucap erika dengam cepat.


Lano mengabaikan ucapan istrinya. Dia langsung keluar dari mobil dan berjalan ke arah pintu samping erika.


Ceklek.


" Ayo keluar.. aku tidak mau mendengarkan kata penolakan saat ini ".


Drett...


Drett...


" Sebentar ". Ucap lano pada erika karena dia baru saja mendapatkan panggilan masuk di ponselnya.


Untung saja mereka masih berada di depan mobil mereka. Akhirnya lano menjawab panggilan yang ternyata dari delon.


" Hmm.. apa kau sudah melakukannya ? ". Tanya lano ketika panggilan telah terhubung.


" Ya tuan, kemungkinan 15 menit lagi berita itu akan segera di siarkan ". Jawab delon.


" Baiklah, lanjutkan saja pekerjaanmu sesuai yang saya katakan ". Ucap lano langsung mengakhiri panggilan itu dengan sepihak.


" Ayo pulang aja gk papa kok.. Kamu pasti banyak kerjaankan, mending pulang aja ". Bujuk erika setelah lano sudah melihat ke arahnya lagi.


" Ayo masuk ". Bukannya mengikuti keinginan erika, lano malah tetap mengajak erika masuk kedalam GS MALL di depan sana.


Akhirnya erika kembali harus terpaksa mengikuti lano yang sudah menggengam tangannya dan berjalan masuk kedalam Mall.


" Ini nih yang paling aku hindari. Aku sudah menduga kalau aku dan lano akan menjadi pusat perhatian sejak awal, dan akhirnya terjadi juga ". Batin erika ketika melihat sekarang dia dan lano memang telah menjadi pusat perhatian para pengunjung.


Baru juga mereka berdua memasuki Mall, semua orang yang berada di bagian depan lantai utama Mall itu sudah terpusatkan perhatian mereka pada lano maupun erika.

__ADS_1


" Tidak usah perdulikan mereka semua, santai saja ". Ucap lano semakin mengeratkan genggamannya di tangan erika.


Erika pun langsung mengikuti ucapan lano, sehingga dia mulai menghiraukan tatapan-tatapan semua pengunjung yang masih mengarah ke arah mereka berdua.


Semakin dalam mereka memasuki Mall, akhirnya lano membawah erika ke salah satu toko brand pakaian terkenal di mall itu.


" Kenapa kamu bawah aku kesini ? Bajuku banyak, jadi aku gk usah beli baju lagi ". Ucap erika menahan lano saat baru mau masuk kedalam toko tersebut.


" Berhentilah menolak, aku hanya ingin membelikan apapun untuk istriku. Jadi jangan pernah menolak hal ini ". Jelas lano dengan tatapan datar.


" Tapi.. "


Erika sudah mulai kesal dengan lano yang sedari tadi memaksanya masuk kedalam mall. Padahal dia jelas tidak ingin membeli apapun saat ini.


" Permisi tuan muda lano dan nona, selamat datang di toko kami. Apakah ada yang bisa saya bantu ? ". Sambut salah satu kariyawan yang baru saja menghampiri lano dan erika.


" Tolong antarkan istri saya untuk melihat pakaian yang dia sukai di toko ini ". Ucapan lano tentunya langsung mengejutkan erika.


" Istri ? Kenapa dia malah beritahu kariyawan ini kalau aku istrinya ". Batin erika terkejut.


Karena wajar saja, mereka berdua telah sepakat untuk menyembunyikan pernikahan mereka. Tapi sekarang lano dengan santainya secara tidak langsung telah memberitahukan pada kariyawan itu bahwa mereka telah menikah.


Deg.


Ternyata kariyawan wanita tersebut juga terkejut mendengarkan bahwa lano menyebutkan wanita di samping lano adalah istri lano. Ini berita yang akan mengejutkan semua orang, pikir kariyawan itu.


" Baik tuan ".


" Mari nyonya, saya akan mengantar anda melihat-lihat pakaian yang mungkin membuat anda tertarik ".


" Pergilah ". Lano menyuruh erika untuk ikut dengan kariyawan tersebut. Dan mau tidak mau erika pun pasrah harus mengikuti keinginan lano lagi dan lagi.


Ketika erika sudah pergi bersama kariyawan tadi. Lano memilih untuk duduk dan menunggu erika di sofa yang di sediakan toko itu bagi para pengunjung yang berbelanja di toko tersebut.


Tapi di sisi lain, seorang wanita cantik yang di temani asisten pribadinya, sedang tersenyum senang ketika ternyata saat dia baru akan melewati salah sato toko brand pakaian terkenal, dia malah melihat sosok pria yang dia cintai sedang duduk santai di dalam toko tersebut.


Wanita itu langsung mengajak asistennya untuk ikut dengannya menghampiri pria yang dia cintai.


" Hallo tuan lano, saya tidak menyangka bisa bertemu dengan anda di mall ini ". Ucap wanita itu yang ternyata datang menghampiri lano, dan ternyata wanita itu adalah indri rekan bisnis lano yang beberapa hari lalu pernah melakukan meeting bersama.


Lano langsung mengarahkan tatapannya ke arah indri dan lano malah menatap indri dengan tatapan dingin dan wajah datarnya, tapi indri jelas sudah terbiasa dengan sikap lano dingin seperti ini padanya, jadi dia tidak sakit hati sama sekali.


Karena lano tidak menjawab sapaan indri. Indri pun berniat untuk duduk di samping lano karena sofa yang di duduki oleh lano muat untuk 2 orang.


" Berhenti di situ atau saya akan melakukan tindakan yang tidak pernah anda duga sama sekali, nona indri !" . Ancam lano dengan tegas.


Indri sengaja mengabaikan ucapan lano dan bahkan tanpa ada rasa malu, dia langsung duduk di samping lano.


Menyadari perhatian para pengunjung sudah mengarah ke arah dia dan lano. Indri semakin senang karena dia berpikir pasti publik akan menyebarkan rumor bahwa dia dan lano sedang pacaran.


Tapi sayangnya dia salah..

__ADS_1


Para pengunjung yang sekarang sudah berbondong-bondong mendekati toko itu karena melihat indri bersama lano. Ternyata terdengar mereka malah mengumpati indri tanpa indri sadari.


__ADS_2