Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 69


__ADS_3

Happy reading guys 🧚🏻‍♀


Hutan yang akan menjadi tempat tujuan vira dan clay saat ini sudah semakin dekat , kemungkinan 10 menit lagi mereka akan segera tiba di gedung tua yang dulu menjadi tempat penyekapan vira dan banyak anak-anak kecil lainnya yang di culik oleh seorang pria yang melakukan perdagangan manusia terutama anak-anak kecil untuk di jual organ tubuh mereka.


Di sepanjang perjalanan , vira maupun clay sama-sama tidak membuka obrolan satu sama lain , entah karena canggung atau ada hal lain yang membuat mereka hanya diam membisu sedari tadi.


Tapi clay yang sedang mengendarai mobil yang mereka naiki , ternyata sedari tadi sesekali dia melirik ke arah vira sedangkan vira hanya diam membisu sambil menatap ke arah luar jendela .


" Aku tidak tahu kenapa dia ingin datang ke jauh-jauh ke kalimantan hanya untuk datang ke hutan ? , memangnya apa yang ingin dia lakukan ". Batin clay bingung dan penasaran


" Berhentilah melirikku , kau bisa menabrak hewan liar yang sering melintas di sepanjang jalan ini jika kau tidak fokus kedepan ".


Dan baru saja vira menasehati clay , tiba-tiba saja .


Ckiiiiittttttt


Clay langsung menginjak rem dengan cepat sehingga mobil berhenti secara tiba-tiba karena ada hewan liar yang melintas secara tiba-tiba di jalan itu .


Alhasil kepala mereka berdua hampir saja terbentur karena hal itu , untung saja mereka memakai sabuk pengaman .


" Maaf , apa kau baik-baik saja ? ". Tanya clay kahwatir


" Haahhhhh ". Vira menghembuskan nafasnya dengan kasar


" Fokuslah kedepan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi ". Ucap vira dengan datar


Clay langsung merutuki kebodohannya , tapi dia langsung menjalankan kembali mobil tersebut dan fokus ke arah jalan , dia juga sudah tidak melirik ke arah vira lagi.


*******


Akhirnya mereka berdua pun tiba di depan gedung tua bersejarah bagi vira di depan sana , tapi clay bingung kenapa vira belum terlihat berniat keluar dari mobil dan hanya menatap lurus ke depan melihat ke arah gedung tua di depan sana.

__ADS_1


" Apa yang akan kau lakukan di sini ? ". Tanya clay penasaran


Awalnya vira masih diam tidak menjawab pertanyaan clay , tapi beberapa detik kemudian vira langsung mengahlikan pandangannya ke arah clay membuat clay bingung.


" Apa kau bisa menggunakan benda ini ? ". Tanya vira tiba-tiba mengeluarkan 2 pistol dari dalam saku jaket yang dia pakai


Clay langsung melotot kaget melihat benda yang sangat berbahaya baru saja vira tunjukkan kepadanya , spontan dia langsung menatap vira dengan tatapan kaget.


" Kenapa kau bisa memiliki senjata api ? , darimana kau mendapatkan benda ini ". Tanya clay penuh selidik


" Ciiihhh , kenapa kamu terlihat sangat kaget ketika melihat pistol ini , bukannya kamu dan kedua sahabatmu juga sering menggunakannya ". Ucap vira di iringi decihan


Clay lagi-lagi terkejut dengan apa yang vira katakan padanya.


" Kenapa dia bisa tahu ? ". Batin clay sangat kaget vira bisa mengetahui salah satu rahasia clay dan kedua sahabatnya yang sering menggunakan senjata api ketika banyak musuh dari para pengusaha yang ingin menjatuhkannya datang menyerang atau melakukan tindakan berbahaya pada clay , bryan dan gian


Akhirnya wajah clay yang tadinya sangat bersahabat sedari awal bertemu vira sampai tadi clay bertanya seperti itu , kini terlihat perubahan wajah clay langsung berubah drastis terlihat sangat datar dan dingin .


" Siapa kamu sebenarnya ? , kenapa kamu bisa tahu hal yang sangat kami rahasiakan selama ini ". Tanya clay terdengar sangat dingin


" Cihhhh ". Vira berdecih di sela dia menyunggingkan senyum tipis dengan pandangan lurus ke depan tanpa melihat ke arah clay


" Pergilah jika kamu merasa aku adalah orang jahat , tidak akan terjadi sesuatu padaku disini sekalipun kamu pergi meninggalkan aku sendiri di hutan ini ". Balas vira dengan ucapan tak terduga


" Bahkan kau bisa melaporkanku pada polisi jika kau merasa aku orang berbahaya karena memiliki senjata api ini , dan terima kasih sudah mengantarkan aku sampai disini dengan selamat , semoga kedepannya kita tidak akan bertemu lagi ". Sambung vira


Vira langsung melepas sabuk pengaman yang terpasang di tubuhnya , kemudian vira langsung membuka pintu mobil di sampingnya dan keluar dari mobil clay tanpa mendengar apapun dari clay lagi .


Buushhhhhhh


Vira telah keliar sepenuhnya dari mobil clay kemudiam vira menutup kembali pintu mobil tersebut.

__ADS_1


" Haaahhhhh ". Vira memejamkan matanya sejenak lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum dia benar-benar masuk kedalam gedung tua di depannya


Sedangkan clay di dalam mobil kini sedang menyenderkan kepalanya di setir mobil dengan perasaan campur aduk .


Bughhhhhh


Dia mengangkat kepalanya kemudian memukul setir mobil di depannya dengan kuat saking kesalnya dia dengan dirinya sendiri.


Melihat vira yang sudah berjalan sendirian memasuki gedung tua di depan sana , Clay langsung keluar dari mobilnya dan menyusul vira .


********


Vira telah masuk semakin dalam di gedung tua itu , dia masih sangat hafal setiap lorong gedung itu , dia masuk kedalam hanya karena dia ingin pergi ke pintu belakang gedung tersebut karena yang dia tahu hanya gedung itulah jalan pintas menuju hutan di belakang sana .


Sepertinya vira sekarang sudah berada di tengah-tengah gedung tua itu , dia sedikit merasa aneh dengan suasana gedung itu yang sepertinya tidak ada yang berubah sedari kejadian yang menimpanya saat di culik dan di kurung di salah satu ruangan gedung tua ini.


" Sepertinya ada orang yang masih memakai gedung tua ini , suasana di dalam sini masih sangat hangat seperti di tempati oleh orang-orang setiap hari ". Batin vira mulai waspada seraya mengambil pistol di saku jaketnya


" Jika benar tidak ada orang yang menempati gedung ini , pasti gedung ini akan gelap gulita , tapi disini sangat terang dengan banyak lampu yang terpasang ".


" Apa jangan-jangan ".


" Akhhhhhhhhhh , hiksss , hikssss ".


Degggg


Jantung vira berdetak begitu kencang karena tiba-tiba dia mendengar suara teriakan anak perempuan di iringi tangisan yang sangat kuat sehingga vira kaget .


" Sepertinya dugaanku benar , Cihhhh , jika memang dugaanku benar kalau para penculik itu masih beroperasi menjual organ tubuh anak kecil di gedung ini , maka aku tidak akan segan lagi untuk membunuh mereka semua ". Batin vira sangat marah


Kini pistol di tangannya telah mengarah ke arah depan , dia berjalan dengan perlahan-lahan mendekati ruangan yang terdengar jelas kalau suara teriakan anak kecil tadi berasal dari ruangan ke tiga di depan sana .

__ADS_1


Sedangkan clay sangat merasa tidak asing dengan gedung tua itu ketika dia masuk kedalam untuk mencari keberadaan vira .


" Apa aku pernah ke tempat ini sebelumnya ? , kenapa tempat ini sangat tidak asing bagiku , seperti pernah datang kesini , tapi aku lupa kapan ". Gumam clay menautkan kedua alisnya


__ADS_2