Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 119


__ADS_3

Happy reading 💃🏻


Saat vira sedang melepas rindu dengan riana, istri dari aslan yang telah merawat vira selama dia tinggal di canada 7 tahun lamanya. Tiba-tiba ponsel vira berbunyi menandakan ada panggilan masuk.


Riana langsung melepaskan pelukkannya dari vira, seraya tersenyum hangat. " Angkatlah, siapa tahu itu panggilan penting ". Ucap riana menyuruh vira mengangkat panggilan masuk di ponselnya.


Vira menganggukkan kepalanya dengan senyuman manis, kemudian dia melihat siapa nama yang tertera dalam panggilan tersebut.


" Ayah ? ". Gumam vira seraya menautkan kedua alisnya.


" Bibi, aku keluar sebentar, mau jawab panggilan dari ayah ". Ucap vira.


" Pergilah ". Jawab riana tentu mengizinkan vira keluar, apalagi untuk menjawab panggilan dari bian.


Vira pun keluar dari rumah aslan dan berhenti di depan rumah, untuk menjawab panggilan dari sang ayah.


" Ya, ada apa ayah? ". Tanya vira ketika panggilan terhubung.


" Ini aku ". Yang menjawab ternyata lano kakanya, bukan sang ayah.


" Kenapa ? ". Tanya vira dengan malas.


" Bantuin aku, ayah dan ka arkan. bunda sedang marah-marah karena kita bertiga tidak pulang semalam, karena melakukan rencanamu ". Jawab lano datar.


" Boleh, aku akan membantu kalian karena kalian berhasil mengalahkan musuh semalam ". Balas vira dengan entengnya.


Lano menyeringai tipis di sana, ketika dia vira mengatakan bahwa vira akan membantu mereka bertiga.


Melihat sang putra menyeringai seperti itu. Bian pun langsung melontarkan pertanyaan.

__ADS_1


" Apa baby setuju untuk membantu kita ? ". Tanya bian pada lano yang langsung di jawab dengan anggukkan kepala oleh lano.


Bian dan arkan langsung bernafas lega, bahkan mengelus dada mereka karena mereka punya cara jitu untuk membuat sang singa betina yang sedang marah-marah di dalam sana akan segera jinak.


" Apa yang bisa ku bantu ? ". Tanya vira dengan datar.


Lano pun mengatakan bantuan apa yang dia inginkan dari vira untuk bisa membujuk sang bunda, agar bisa mengizinkan mereka masuk kedalam mansion.


" Oke, aku akan melakukannya... Sekalipun aku sejujurnya belum siap untuk berbicara dengan bunda sebelum waktunya tiba ". Jawab vira mau tidak mau, dia harus membantu ketiga pria kesayangannya yang harus kena omel sang bunda karena menjalankan rencana yang dia buat.


" Baiklah, hubungi bunda sekarang juga ". Balas lano dan panggilan berakhir.


" Hah ". Vira menghela nafasnya dengan panjang dan menghembuskannya dengan kasar.


Jantungnya berdetak begitu kencang karena harus menghubungi sang bunda, untuk pertama kalinya sedari dia meninggalkan mansion.


Dengan pelan vira menekan nomor ponsel flo yang sangat dia hafal, kemudian dia dengan yakin langsung menghubungi nomor tersebut.


" Cih.. Kalian pikir aku akan mengangkat panggilan dari kalian ?, jangan harap ! ". Ucap flo masih marah besar dan berpikir kalau yang menghubunginya pasti antara bian dan lano, karena arkan tidak pernah menghubungi flo jika flo sedang dalam mode marah seperti ini.


Panggilan itu dia abaikan begitu saja. Tapi panggilan masuk kembali berbunyi, tapi kembali flo abaikan.


Mungkin sekitar 5 panggilan masuk itu di abaikan oleh flo. Tapi ketika panggilan masuk ke 6 kali terdengar kembali. Dengan kesal flo langsung meraih ponselnya yang bertepatan di sisi kanannya di atas ranjang dan langsung menjawab panggilan tersebut, tanpa melihat nama yang tertera dalam panggilan itu.


" APA MASIH KURANG HUKUMAN YANG AKU BERIKAN PADA KALIAN, HAH !!! APA KALIAN BENAR-BENAR..... ". Teriakan penuh kekesalan flo tiba-tiba saja langsung berhenti, ketika flo mendengar dengan jelas, suara seseorang yang sangat dia rindukan.


Kemarahan dan kekesalan flo seketika menghilang begitu saja. Tapi malah flo malah langsung meneteskan air matanya tanpa sadar.


" Baiklah jika bunda tidak mau berbicara denganku. Aku akan mematikan panggilan ini sekarang juga ". Ucap sih penelfon yang tak lain adalah vira, dengan suara yang sengaja di buat datar, padahal vira sedang menahan agar tidak menangis saat ini.

__ADS_1


" Ja-jangan matikan... Bunda hanya tidak menyangka kamu akan menghubungi bunda saat ini ". Jawab flo mencoba mengatur suaranya agar tidak kentara sedang menangis.


Vira menahan sesak di dadanya, ketika dia mendengar jelas dan sadar bahwa sang bunda pasti sedang menangis saat ini. Tapi dia tidak boleh terbawah suasana, karena dia harus menahan diri sebelum semua rencana berjalan dengan lancar.


" Kamu dimana ? ". Tanya flo dengan lirih.


" Aku aman di mana saja aku bisa tinggal, bunda tidak perlu tahu dimana dan bersama siapa aku tinggal saat ini ". Jawab vira.


" Aku menghubungi bunda, bukan karena aku ingin kembali. Tapi entah kenapa aku tiba-tiba ingin mendengarkan suara bunda, ayah, ka arkan dan ka lano saat ini. Sehingga aku sedikit membuang egoku untuk menghubungi dan ingin mendengar suara kalian ". Sambung vira.


Perasaan flo bercampur aduk, antara senang dan sedih. Dia senang karena setidaknya vira masih ada rasa rindu pada dia dan lainnya, tapi di sisi lain flo sedih karena ternyata vira menghubunginya bukan karena ingin kembali pulang ke mansion.


" Baiklah, bunda mengerti maksudmu ". Jawab flo mencoba menenangkan dirinya.


" Tapi jawablah pertanyaan bunda sekali ini saja.. Apa kamu baik-baik saja ? Apa kamu makan dengan teratur dan apakah tidak ada yang menjahatimu ? ". Flo bertanya wajarnya seorang ibu pada umumnya, ketika mengkhawatirkan anaknya. Apalagi vira seorang gadis dan adalah putri bungsunya.


Di sana tentunya vira juga sedang menahan tangisannya agar tidak terdengar, setelah dia mendengarkan pertanyaan dari sang bunda, yang membuat hatinya serasa terkoyak-koyak.


" Ya, aku baik-baik saja.. Aku makan dengan teratur dan seharusnya bunda tidak perlu meremehkanku kalau memang ada yang berani berniat jahat padaku ". Jawab vira seakan dia harus membuat flo yakin, bahwa dia adalah gadis yang tidak bisa di remehkan. Agar flo semakin yakin dan tidak curiga dengan semua rencananya.


Flo sejenak menjauhkan ponselnya dan dia langsung menghembuskan nafanya dengan berat, kemudian dia kembali mendekatkan ponselnya ke telinganya.


" Syukurlah jika kamu baik-baik saja dan makan dengan teratur. Setidaknya bunda bisa tahu kalau anak gadis bunda tidak kenapa-napa ". Jawab flo dengan senyum lirih yang tak bisa vira lihat.


" Tapi, dimana ayah, ka arkan dan ka lano ?. Aku ingin berbicara dengan mereka, tapi nomor mereka tidak bisa di hubungi ". Tanya vira sesuai yang lano sampaikan.


" Aku sudah menghubungi satpam di mansion dan bertanya keberadaan ayah, ka arkan dan ka lano, tapi satpam mengatakan kalau mereka bertiga sedang berada di depan mansion seperti orang bodoh, karena mendapatkan hukuman dari bunda ". Sambung vira.


Deg.

__ADS_1


Flo langsung menahan kekesalannya lagi karena ternyata ada yang mengadukan apa yang dia lakukan pada ketiga pria yang membuatnya kesal dari kemarin malam pada putri bungsunya.


Tanpa lano sadar. Meminta bantuan pada vira dan mengkambing hitamkan satpam yang berjaga di gerbang. Ternyata membuat flo semakin kesal. Dan bisa saja satpam yang tidak tahu menahu soal ini, akan menerima dampak kemarahan flo juga.


__ADS_2