Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 90


__ADS_3

Setiap hari author hanya update sebanyak 2 bab , tapi jika author kedepannya memiliki sedikit banyak waktu untuk menulis , mungkin author bisa update sampai 3 bab , jadi mohon pengertiannya yah 🙏🏻


Setelah arkan dan lano tiba di rumah sakit , mereka langsung membawah vira ke ICU dan arkan langsung bertindak sesuai pekerjaannya .


Tak berselang lama , Flo dan bian serta gio dan key pun terlihat sedang tergesa-gesa menuju ruangan ICU setelah sekian kali hesti menghubungi flo dan bian untuk memberitahukan kondisi vira dan akhirnya mereka berempat langsung menuju rumah sakit setelah mengetahui vira di bawah oleh arkan dan lano ke rumah sakit.


Bahkan pasien atau dokter dan suster tidak ada yang berani menghalangi jalan mereka berempat yang sedang berlari menuju ruangan ICU .


Bukan hanya itu saja , seluruh dokter dan suster yang bekerja di rumah sakit pusat langsung berkumpul di sekitar ruangan ICU setelah mengetahui bahwa pemilik rumah sakit datang .


Keadaan di rumah sakit itu telah heboh dan banyak yang tidak menyangka akan melihat langsung sosok bian dan gio apalagi flo yang sangat jarang tampil di depan publik.


" Lano , apa yang terjadi pada vira ? ". Tanya flo setelah dia dan lainnya tiba di hadapan lano yang sedang mondar-mandir menunggu kabar kondisi vira yang masih dalam pemeriksaan yang di lakukan oleh arkan


" Entahlah bun , ka arkan masih memeriksa baby di dalam sana ". Jawab lano terlihat gelisah dan sangat khawatir


Flo langsung memeluk lano untuk menenangkan putranya , karena dia tahu lano akan menjadi orang pertama yang paling takut dan khawatir jika terjadi suatu hal buruk pada vira saudara kembarnya.


Sedangkan Bian langsung mengusap wajahnya dengan kasar , dia sangat merasa bersalah karena meninggalkan ponselnya di mobil sehingga dia dan flo tidak menjawab panggilan dari hesti yang ternyata ingin memberitahukan kondisi vira pada saat itu.


Tapi tak berselang lama , arkan pun keluar dari ruangan ICU dengan wajah masamnya.


" Bagaimana kondisi vira ? , apa dia baik-baik saja ? ". Tanya flo seraya melepaskan pelukkannya dari lano


" Baby mengalami demam tinggi saat aku dan lano masuk ke kamarnya , tapi sekarang demamnya sudah mulai turun ". Jawab arkan tapi wajahnya tidak bisa berbohong kalau sebenarnya dia masih ingin mengatakan satu hal lagi


" Apa yang terjadi selain baby mengalami demam arkan ? , ayah tahu kalau ada hal lain yang terjadi pada baby yang ingin kamu katakan ". Ucap bian yang ternyata menyadari sikap arkan


" Hah ". Arkan sejenak menghembuskan nafasnya dengan kasar

__ADS_1


" Sepertinya ada hal yang membuat mentalnya terguncang sehingga memicu tubuhnya mengalami demam tinggi ". Jawab arkan seakan tahu apa yang membuat vira seperti itu


Bian langsung memejamkan matanya , dia sedang mencoba menahan tangisannya karena dia telah menduga hal itu dalam perjalanan menuju rumah sakit .


Sedangkan flo langsung meneteskan air matanya , tak kuat menahan tangis karena dia juga tahu apa penyebabnya , akhirnya key langsung mendekati flo dan memeluk flo mencoba menenangkanya.


" Tapi ayah bunda , sepertinya bukan hanya tentang kematian ka vilia yang membuat baby seperti ini ". Tiba-tiba arkan mengatakan hal yang tak terduga


" Apa maksudmu ? ". Tanya key kebingungan sekaligus penasaran


" Saat aku sedang melakukan pemeriksaan pada baby di dalam tadi , dia tiba-tiba mengingau dan mengatakan terima kasih sudah membantuku ". Jawab arkan


Flo dan lainnya langsung memicingkan matanya karena tidak mengerti maksud dari ucapan vira yang mengingau itu.


Tapi saat mereka sedang mencari jawaban dari teta-teki yang vira ucapakan , seorang perawat pria dengan pakaian lengkap beserta memakai masker yang menutupi hidung dan mulut pria itu pun melewati flo dan lainnya hendak masuk kedalam ruangan ICU , tapi flo dan yang lainnya kecuali gio tidak menyadari perawat pria tersebut.


Sontak perawat itu langsung berhenti dan diam sejenak sebelum dia memutar badannya menghadap ke arah gio.


Gio menatap perawat itu dengan tatapan dingin seakan dia ingin melihat apakah perawat itu patut di curigai atau tidak.


Sedangkan si perawat yang di hentikan gio langsung menunduk memberi hormat dan langsung mengatakan sesuatu.


" Maaf tuan , saya harus segera masuk ke ruangan ICU untuk membantu dokter arkan mempersiapkan nona muda vira pindah ke ruangan VVIP ". Ucap perawat itu dengan sopan dan ramah


Gio masih menatap pria itu dengan tatapan yang sulit di artikan , tapi di detik kemudian .


" Baiklah , masuklah ". Balas gio yang mengizinkan perawat pria itu masuk kedalam ruangan vira , walaupun sebenarnya gio memiliki firasat yang mengatakan kalau perawat pria itu sangat mencurigakan


Perawat pria itu kembali menunduk memberi hormat sebelum dia benar-benar masuk kedalam ruangan ICU dimana vira berada saat ini.

__ADS_1


" Sepertinya suara perawat itu sangat tidak asing ". Batin gio seraya menatao ke arah pinty masuk ruangan ICU


Jika flo dan lainnya masih membahas dan mencoba menebak apa yang vira katakan saat dia mengingau di depan ruangan ICU , kini perawat pria yang gio hentikan tadi baru saja tiba di sisi ranjang vira sedang tertidur saat ini akibat obat yang arkan berikan melalui infus .


Ternyata perawat itu adalah pria misterius yang menyamar sebagai seorang perawat agar bisa masuk kedalam ruangan ICU untuk melihat kondisi vira akibat ulahnya sendiri yang dia pikir karena ulahnya yang menelfon vira semalam hingga vira mengalami demam tinggi.


Dengan perlahan dia mulai menyentuh tangan kanan vira , dia mulai menggenggam lembut tangan vira dengan kedua tangannya yang ternyata sedang bergetar menahan tangisnya.


" I'am sorry ". Ucap pria misterius itu dengan mata berkaca-kaca melihat vira , wanita yang dia cintai sedang terbaring lemah di ranjang rumah sakit di depannya


" Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini , tolong maafkan aku ". Ucap pria misterius itu lagi sambil menundukkan kepalany karena dia tidak sanggup melihat wajah vira karena rasa bersalah


Tapi ternyata , ketika pria misterius itu menundukkan kepalanya , tanpa dia ketahui. Ternyata vira sudah bangun dan membuka matanya , bahkan sekarang pandangan vira sedang tertuju pada pria misterius itu.


" Apa seorang pria memang cengeng seperti ini ? ". Ucap vira dengan suara pelan karena dia masih lemah dan langsung membuat pria misterius itu langsung terkejut


Si pria misterius itu langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah vira , mata mereka berdua menyatu dalam satu pandangan .


Dua-dua nya terdiam membisu sampai akhirnya vira langsung mengahlikan pandangannya ke arah lain .


" Apa kau merasa baik-baik saja ? , maaf jika karena ucapanku semalam , kamu harus mengalami demam tinggi dan di bawah ke rumah sakit ". Ucap pria misterius itu dengan canggung tapi dia meminta maaf dengan tulus


" Untuk apa meminta maaf padaku ? , kau tidak membuat kesalahan sama sekali ". Jawab vira langsung menarik perlahan tangannya dari genggaman pria misterius itu


Sedangkan pria misterius itu langsung menarik tangannya kembali , karena dia tahu pasti vira merasa canggung karena dia menggenggam tangan vira.


" Aku datang hanya untuk meminta maaf padamu atas kesalahanku , sesuai janji ku semalam , sekarang untuk terakhir kalinya aku datang dan menganggumu , semoga saja kamu kedepannya menjalani hari dengan bahagia tanpa gangguan dariku ". Ucap pria misterius itu tersenyum tipis di balik masker yang menutupi sebagian bawah wajahnya


Vira spontan langsung menghadap dan melihat ke arah pria misterius itu dengan tatapan yang sulit di artikan .

__ADS_1


__ADS_2