Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 40


__ADS_3

Semangat guys , happy reading 👋🏻


Di tempat lain , bryan sedang duduk sendirian di kamar hotel yang akan menjadi tempat untuk dia beristirahat (tidur) selama dia berada di norwegia .


Setelah kejadian dimana lano memberitahunya bahwa dia harus menghentikan ayahnya dengan batas waktu hanya sampai besok sebelum perayaan world peace di mulai , pikiran itu menghantui bryan dan membuatnya frustasi.


" Memangnya apa yang papa lakukan , kenapa kedua anak kembar tuan bian sampai memberikan peringatan seperti itu ? , apa benar papa telah mengusik keluarga maniv ? ". Batin bryan frustasi


Bryan dan papanya yakni dimas volin memang sekarang sedang berada di norwegia karena mereka akan menghadiri perayaan world peace pada sore esok hari di pulau yang di juluki pulau pemerintah di norwegia .


Clay dan gian juga di undang maka dari itu wajar saja mereka berada di norwegia dan bisa menemani bryan bertemu lano dan delon tadi.


Akhirnya , karena rasa frustasi dan penasaran akan tekanan dari lano dan vira , bryan pun langsung menuju ke kamar hotel yang di tempati papanya di hotel yang sama dengannya dan kamar milik dimas hanya berjarak 5 kamar ke kiri dari kamarnya .


Beberapa menit kemudian akhirnya bryan tiba di depan pintu kamae hotel papanya , dia cukup ragu untuk mengetuk kamar tersebut tapi dia yang sudah frustasi pun memberanikan dirinya mengetuk pintu kamar tersebut.


Tok


Tok


Tok


Tapi sayangnya sudah berapa kali bryan mengetuk pintu kamar itu , dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari dalam dan bryan memutuskan untuk membuka pintu tersebut karena takut terjadi sesuatu pada papanya.


Ketika dia memegang gagang pintu untuk mencoba mendobrak pintu tersebut , ternyata pintu kamar itu langsung terbuka .


" Tidak di kunci ? ". Batin bryan terkejut


Rasa takut terjadi sesuatu pada papanya , bryan dengan cepat langsung masuk kedalam kamar itu untuk mengecek apakah sang papa ada di dalam kamar atau tidak .


Dan ternyata kosong , ketika bryan sudah masuk dan sudah mengecek kamar serta toilet kamar hotel itu , dia tidak mendapati papanya di dalam kamar dan itu sontak membuatnya panik , dia takut kalau terjadi sesuatu pada papanya .

__ADS_1


Tapi , tiba-tiba saja ........


Dreeetttttt


Drettttttttt


Ponsel milik bryan tiba-tiba bergetar di saku celananya , dia pikir itu mungkin panggilan telfon dari papanya sehingga dia langsung merongoh ponselnya di saku celana .


Tapi sayangnya dia salah , ternyata yang menguhubunginya adalah nomor yang tidak di kenal dan nomor itu tertera nomor yang berasal dari indonesia karena awalannya +62.


Bryan langsung menutup panggilan tersebut karena dia tidak biasa mengangkat panggilan dari nomor yang tidak di kenal , tapi ponselnya bergetar terus menerus dan panggilan itu adalah panggilan telfon dari nomor yang sama .


Bryan pun kesal dan dia langsung menjawab panggilan tersebut dengan niat ingin memarahi orang yang menerornya .


" Berhenti menelfon saya , seperti tidak punya kerjaan saja ". Pekik bryan sangat kesal pada orang yang menghubunginya ketika panggilan sudah terhubung


Ketika bryan hendak menutup panggilan tersebut secara sepihak , tiba-tiba suara seorang perempuan dan perkataannya berhasil membuat bryan menghentikan niatnya mengakhiri panggilan tersebut.


" Yakkk pria gila , kenapa lama sekali kau menjawab panggilan dariku , apa kau tidak ingin aku memberikanmu petunjuk tentang apa yang di lakukan oleh papamu , hmm ? ".


Vira , yah perempuan yang menghubungi bryan adalah vira , tentu saja bryan hafal suara gadis yang paling dia benci karena pernah menonjok kepalanya , tapi anehnya , bryan bingung bagaimana vira bisa mendapatkan nomor ponselnya padahal dia sama sekali tidak pernah memberikan nomor ponselnya pada orang lain selain kedua orang tuanya , kedua sahabatnya dan sekertaris serta manejer di perusahannya.


" Dari mana kamu mendapatkan nomor ponselku ? ". Tanya bryan penuh selidik


" Ck , tidak perlu mencari tahu dari mana aku mendapatkan nomormu ". Jawab vira dengan suara yang terdengar santai di pendengaran bryan


" Aku menghubungimu hanya ingin mengatakan bahwa , jika kamu sedang mencari tahu dan mencari cara menghentikan apa yang papamu lakukan , maka datanglah di restoran X , karena sekarang papamu sedang berada di sana dan dia sedang bersama rekan kerjanya sedang membahas apa yang ingin kamu ketahui ". Sambung vira


" Pergilah sekarang jika kamu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi , terlambat semenit saja bisa saja kamu tidak akan tahu dan tidak akan pernah tahu apa yang terjadi dan kenapa aku menyuruhmu menghentikan papamu ". Sambung vira


Ketika bryan ingin menjawab ucapan vira , tiba-tiba saja panggilan itu sudah terputus dengan sepihak .

__ADS_1


" Cihhh , dasar gadis si.nting , berani sekali dia menutup panggilannya dengan sepihak , akhhhhhhhh dia membuatku gila dengan semua ini ". Pekik bryan sedikit berteriak kesal


Setelah itu bryan memutuskan untuk pergi ke restoran bintang 5 yang tadi di sebutkan oleh vira , walaupun dia kesal dengan tekanan yang vira berikan , tapi dia juga penasaran apa yang sebenarnya terjadi dan jika menyangkut nyawa keluarganya , tentu saja bryan akan langsung bertindak mencegah hal yang tidak dia inginkan.


Di tempat lain di kamar hotel yang vira tempati , sekarang vira sedang tersenyum yang sangat sulit mengartikan senyumannya.


" Haaahhh , Jika bukan karena kamu sahabatnya , mungkin saja aku sudah melenyapkan papamu dari awal aku datang ke indonesia ". Gumam vira


" Yahh , walaupun dia sangat menyebalkan tapi aku tahu dia orang baik dan tidak terkait dengan apa yang di lakukan oleh orang tuanya ". Sambung vira dengan gumamannya


" Semoga saja dia bisa menghentikan apa yang di lakukan oleh orang tuanya , jika tidak , entahlah , bahkan aku sulit memikirkannya ". Vira terus menerus bergumam


Di tempat lain lagi di mansion deren , dia baru saja di bawahkan sebuah berkas yang berisikan informasi identitas atau apapun yang berkaitan dengan vira oleh lio tangan kanannya .


Tok


Tok


Tok


" Masuk ". Ucap deren mempersilahkan lio masuk karena dia tahu hanya lio yang berani mengetuk pintu kamarnya


Pintu pun terbuka dan ternyata benar saja orang yang mengetuk pintu kamarnya adalah lio , lio pun langsung masuk dan berjalan menuju sofa yang sekarang di tempati oleh deren di dalam kamar deren .


" Kamu sudah mendapatkan informasi tentang gadis itu ? ". Tanya deren tanpa mengahlikan pandangan matanya dari tab yang dia pegang karena deren sedang mengecek email masuk dari perusahannya


" Su-sudah tuan , tapi..... ". Lio menjawab dengan terbata-bata dan sangat tidak meyakinkan


Deren spontan melirik kearah lio dengan tajam .


" Kenapa ? ". Tanya deren dengan singkat

__ADS_1


" Itu tuan , saya sudah mencari apapun informasi yang berkaitan tentang gadis itu , tapi saya sama sekali tidak bisa mencari informasi yang detail karena sepertinya data identitasnya sengaja di sembunyikan ". Jawab lio takut kena amuk deren


" Dan saya hanya bisa menemukan informasi bahwa gadis itu bernama Delvira , dia sedari usia 12 tahun sudah tinggal di canada , tapi tidak ada informasi yang mengatakan siapa kedua orang tuanya , keluarganya bahkan dia tidak memakai nama belakang keluarganya , lokasi tempat dia tinggal ataupun lokasi tempat dia tinggal saat dia lahir sampai 12 tahun dan dia tinggal saat ini ". Sambung lio mengatakan semua informasi yang hanya itu yang bisa dia dapatkan


__ADS_2