Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 103


__ADS_3

Happy reading 💜


Hari semakin larut. Sekarang sudah jam 1 malam di kota canberra australia .


Dari pintu lift lantai 4 gedung apartemen milik bryan dan lantai 4 adalah lantai dimana apartemen vira berada , 2 sosok perempuan baru saja keluar dari pintu lift , salah satu perempuan sedang membopong satu perempuan yang lainnya .


Ternyata kedua perempuan itu adalah rexa dan vira. rexa terlihat sedang membodong membantu vira berjalan, karena vira tidak bisa berjalan dengan kakinya yang sangat sakit jika di gerakan .


Mereka berdua menuju apartemen vira , setelah tiba di depan pintu. Vira langsung membuka pintu apartemennya dengan bantuan rexa dan mereka berdua pun langsung masuk kedalam apartemen vira setelah pintu terbuka .


Sesampainya mereka berdua di ruang tamu apartemen vira , perlahan rexa membantu vira untuk duduk di sofa dan setelah selesai, rexa juga ikut duduk di sofa samping vira.


" Apa yang sebenarnya terjadi padamu vir ?, kenapa kamu duduk di pinggir jalan dan tidak bisa berjalan seperti ini ? ". Tanya rexa pada vira


" Euuggghh. Entahlah kenapa aku bisa berada di pinggir jalan itu , bahkan aku saja tidak ingat sama sekali ". Jawab vira tentu saja berbohong, karena dia tidak berniat mengatakan kejadian yang sebenarnya pada rexa.


Vira semakin meringis menahan kesakitan tepat di paha kirinya , rexa pun panik dan langsung mengajak vira ke rumah sakit saja , tapi vira dengan tegas menolak tawaran rexa dan memilih untuk tetap di apartemen saja , dia berniat mengobati lukanya sendiri .


Jelas vira tidak mau ke rumah sakit, karena semua dokter yang ada di dunia ini tahu bahwa vira adalah adiknya arkan dan bisa saja rencananya gagal kalau ada dokter yang akan memberitahukan pada arkan, vira berada di australia .


" Haiss , gadis ini keras kepala juga ". Batin rexa kewalahan membujuk vira untuk pergi ke rumah sakit.


" Jadi maksudmu , kamu akan membiarkan lukamu ini semakin parah ? ". Ucap rexa seketika menatap vira dengan tatapan dingin, sifat asli rexa pun keluar karena ulah keras kepalanya vira .


Di tengah vira menahan rasa sakit , dia malah mengeluarkan seringai tipis karena menyadari perubahan sikap rexa barusan.


" Ya. Dan sebaiknya kamu harus menunjukkan sifat aslimu seperti ini kedepannya , agar tidak terlalu kentara kalau kamu hanya berpura-pura menjadi wanita lembut dan hangat di depanku rexa ". Jawab vira


Rexa tercengang mendengarkan ucapan vira , dia cukup kagum dengan kepekaan vira yang langsung tahu kalau rexa memang melakukan hal seperti yang vira katakan.


" Hah , terserah kau saja. Tapi tolong dengarkan aku sekali saja, kau harus pergi ke rumah sakit sebelum lukamu semakin parah, jika tidak segera di tangani ". Ucap rexa tidak peduli sekalipun vira telah mengetahui sifat aslinya saat ini.


Dia harus membujuk vira, bagaimana pun caranya. Karena jika terjadi hal buruk pada vira karena dia tidak bisa membawah vira kerumah sakit , pasti dia akan kena amuk dari pria misterius itu.

__ADS_1


" Ayo kita kerumah sakit sekarang, aku akan... ". Tiba-tiba ucapan rexa terhenti karena suara bel apartemen vira tiba-tiba berbunyi


" Ahh , apa kau bisa membantuku , tolong lihat siapa yang datang ? ". Tanya vira pada rexa


" Hah ". Rexa menghembuskan nafasnya dengan pelan


Dia tidak menjawab ucapan vira , tapi dia langsung berjalan ke arah pintu apartemen vira untuk melihat siapa yang membunyikan bel di luar sana.


Ceklekkkkkk


Deggggggg


Jantung rexa seakan mau copot ketika melihat siapa orang yang sedang berdiri di luar, depan pintu apartemen vira .


Ternyata yang datang ada 3 orang , 1 pria yang sangat rexa kenal dan juga 2 dokter wanita yang berdiri di belakang pria di depan rexa.


Melihat rexa hanya berdiri diam saja di pintu masuk apartemen , vira bingung dan penasaran melihat hal itu.


" Siapa yang datang ? ". Tanya vira sedikit menguatkan volume suaranya agar rexa bisa mendengar suaranya, karena jarak mereka berdua cukup jauh.


" Memangnya siapa yang datang ? ". Batin vira memicingkan matanya menatap ke arah pintu masuk apartemennya , tapi dia tidak bisa melihat siapa orang di luar sana karena ketutupan tubuh rexa yang tinggi.


Sedangkan rexa langsung mengusap keringat di dahinya , dia cukup gugup saat ini.


" Tu-tuan skay , a-anda mencari siapa ? ". Tanya rexa dengan gugup


" Menjauhlah dari pintu itu , nona rexa ". Jawab pria yang ternyata adalah skay yang datang bersama 2 dokter wanita ke apartemen vira.


" Ahh ya baiklah ". Jawab rexa dengan cepat segera menjauh dari pintu apartemen itu


Skay pun masuk begitu saja ke dalam apartemen vira, di ikuti kedua dokter wanita yang sedang memegang alat-alat kedoteran kedalam sana .


" Waahhh ini membuatku gila ". Batin rexa sangat frustasi

__ADS_1


Dia juga langsung masuk mengikuti skay dan 2 dokter itu ke dalam apartemen vira , kemudian dia menutup kembali pintunya dan bergabung bersama vira dan skay serta 2 dokter wanita tadi yang sudah berkumpul di ruang tamu.


Sedangkan vira sekarang sedang menatap skay dengan tajam dan penuh selidik, tapi skay sama sekali tidak terpengaruh dengan hal itu.


" Darimana anda tahu apartemen saya, tuan skay ? ". Tanya vira penuh selidik


Setelah mengajukan pertanyaan pada skay, vira malah mengahlikan pandangannya ke arah kedua dokter wanita yang sedang berdiri di samping sofa yang skay duduki di depan vira.


" Cihh , jadi anda juga sudah tahu kalau saya akan terluka akan kejadian yang anda katakan, sehingga anda membawah kedua dokter ini untuk mengobati saya, tuan skay ". Ucap vira lagi dengan menekan suaranya saat menyebutkan nama skay.


Skay masih saja diam tidak menjawab pertanyaan vira, dia malah terus menatap vira dengan tatapan yang sulit di artikan, membuat vira semakin kesal saja.


" Kalian berdua, cepat periksa gadis ini sekarang juga ". ucap skay memberikan perintah pada 2 dokter wanita itu .


" Baik tuan skay ". Jawab kedua dokter itu langsung mendekati vira


" Stop ". Pekik vira dengan cepat.


Kedua dokter itu pun langsung menghentikkan langkah kaki mereka mendekati vira , sedangkan rexa sedari tadi hanya diam saja, karena dia tidak berniat berbicara dalam situasi menegangkan baginya seperti ini.


" Sebaiknya kalian semua keluar dari apartemen saya. Karena saya tidak membutuhkan bantuan kalian semua ". Ucap vira dengan sikap dingin.


" Cepat lakukan perintah saya, atau saya akan menyuruh dokter arkan untuk memecat kalian dari rumah sakit hope hospital ". Tiba-tiba skay malah mengancam kedua dokter itu.


Deggggg.


Kedua dokter wanita itu tercengang mendengarkan ancaman skay , tapi saat mereka ingin melangkah lagi untuk mendekati vira , vira malah kembali menyuruh mereka berhenti.


Mereka berdua malah serba salah saat ini , mereka bingung mau mendengarkan antara vira atau skay , karena mereka tahu bahwa vira adalah adik bungsu Pewaris rumah sakit hope hospital , yakni adik arkan dan skay adalah pengusaha yang sangat berpengaruh dan skay juga yang membayar mahal mereka untuk memeriksa kondisi vira.


" Cihhh , anda memanfaatkan kaka saya untuk mengancam kedua dokter ini? , anda sungguh tidak punya malu ". Sindir vira pada skay


Skay sama sekali tidak marah dengan sindiran vira , tapi malah rexa dan kedua dokter itu yang langsung ketakutan mendengar sindiran vira.

__ADS_1


" Yakkk , apa yang kau lakukan vir, apa kau ingin membangunkan singa yang sedang tidur ? ". Batin rexa seraya menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya , merutuki kebodohan vira saat ini.


__ADS_2