Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 37


__ADS_3

Happy reading guys 💋


Lano dengan pakaian yang rapih di temani delon sekertarisnya di perusahan baru saja memasuki sebuah restoran bintang 5 yang sangat terkenal di norwegia tepatnya di kota yang lano tempati saat ini.


Delon 3 tahun lebih tua dari lano dan delon adalah saudara jauh jerry , karena bian tidak ingin mencarikan sekertaris putranya orang asing , jadi jerry memperkenalkan delon pada bian dan dengan mudahnya delon di terima sebagai sekertaris untuk lano .


Mereka berdua yang baru saja tiba di restoran yang sangat terkenal itu , restoran yang kebanyakan pengunjung yang berkunjung di restoran itu adalah para orang berduit dan tamu-tamu VIP .


Kedatangan lano dan delon di restoran tersebut membuat para pengunjung serta para pelayan restoran terkejut dan tak menyangka kalau mereka bisa bertemu dengan putra dari pengusaha terkenal fabian erlando maniv.


Di saat semua mata di dalam restoran tersebut sedang tertuju pada lano dan delon saat mereka sudah masuk kedalam restoran , ternyata ada beberapa pasang mata yang sedang menatap ke arah lano dengan tatapan datar di sertai aura dingin , bukan aura permusuhan hanya saja beberapa orang itu memang bersifat sangat dingin.


" Bukannya itu tuan muda lano , anak ke empat tuan bian dan nyonya flovia ? ".


" Wahhhh tampannya ".


" Wajahnya seperti pahatan patung dewa yunani yang sangat sempurna ".


Kurang lebih seperti itu bisik-bisik para pengunjung yang telah terkagum-kagum pada lano , tapi sayangnya lano sama sekali tidak memperdulikan itu semua , dia sungguh cuek dan tetap berjalan masuk kedalam restoran bersama delon dengan santainya , mereka berjalan menuju meja yang sudah dia booking sebelum dia datang ke restoran tersebut .


Semakin lama semakin dekat langkah kaki lano dan delon mendekati meja yang telah mereka booking dan ternyata ketika lano dan delon sudah tinggal beberapa langkah lagi sampai di meja itu , mereka berdua dengan jelas melihat bahwa ternyata orang yang telah membuat janji dengan mereka untuk bertemu di restoran itu sudah duduk sambil menikmati sebuah minuman di atas meja .


" Maaf tuan bryan , kami datang sedikit terlambat ". Ucap delon menyapa pria bernama bryan orang yang akan mereka berdua temui saat ini

__ADS_1


" Santai saja tuan lano dan tuan delon , kami baru saja tiba 5 menit yang lalu ". Jawab pria bernama bryan tersebut


Lano langsung duduk di salah satu kursi kosong yang tersedia di meja berbentuk bundar tersebut dan di ikuti delon yang duduk di samping kursi lano .


Ternyata dan ternyata pria yang bernama bryan itu adalah bryan si pria menyebalkan yang paling vira benci dan bryan datang menemui lano serta delon bersama dengan clay dan juga gian.


Tapi kenapa vira menyuruh lano menemui bryan dan bagaimana dia bisa tahu kalau bryan serta kedua sahabatnya itu sedang berada di norwegia , yah bukan vira namanya kalau dia tidak bisa mengetahui hal semudah itu.


Lano menatap bryan , gian dan clay secara bergantian dengan tatapan datar dan tentu saja ketiga orang yang di tatap oleh lano juga melakukan hal yang sama seperti yang lano lakukan pada mereka.


" Ada keperluan penting apa sehingga seorang tuan muda maniv ingin bertemu dengan saya ? ". Tanya bryan memulai pembicaraan dan bahkan langsung pada intinya tanpa berbasa-basi


Bryan menatap lano dengan tatapan datar tapi terselip rasa penasaran yang teramat besar karena baru kali ini , seorang lano memintanya melakukan pertemuan untuk pertama kalinya .


Bryan dan gian langsung memicingkan mata mereka sedikit terkejut dengan apa yang barusan di katakan oleh lano , tapi clay hanya bersikap biasa saja dan hanya menanggapi ucapan lano dengan tatapan datar.


" Ada apa lagi dengan gadis gila itu ". Batin bryan sedikit kesal mendengar bahwa dia harus bersangkutan lagi dengan gadis yang paling dia benci


" Maksud anda nona vira ? ". Tanya gian kebingungan


" Ya , dia yang menyuruh saya bertemu dengan tuan bryan ". Jawab lano santai


" Tapi kenapa dia menyuruh anda melakukan pertemuan ini , bukankah ini sangat aneh tuan lano ". Ucap bryan menatap lano penuh selidik

__ADS_1


Sebelum lano menjawab pertanyaan bryan , dia menatap bryan dengan tatapan datar terlebih dahulu , lano sengaja diam sebentar sebelum dia menjelaskan inti dan alasan kenapa vira memintanya untuk menemui bryan.


" Apa tuan dimas volin adalah ayah anda tuan bryan ? ". Ternyata bukannya menjawab pertanyaan bryan , lano malah balik bertanya pada bryan


Bryan yang mendengarkan pertanyaan lano tentu saja langsung kebingungan kenapa lano bertanya bertanya tentang ayahnya.


" Ya , itu adalah papa saya ". Jawab bryan


" Tapi tunggu dulu , apa hubungannya semua ini dengan papa saya ? , sehingga anda bertanya seperti itu ? ". Sambung bryan melontarkan pertanyaan pada lano dengan tatapan penuh selidik


" Jika benar tuan dimas volin adalah ayah anda , maka saya hanya ingin bilang bahwa sebaiknya anda harus menghentikan apa yang dilakukan oleh ayah anda sebelum adik saya bertindak semakin jauh , dan mungkin saja jika adik saya telah bertindak , nyawa tuan dimas bisa saja dalam bahaya ". Lano mengucapkan hal itu tanpa ada rasa takut dan malah menatap bryan dengan tatapan serius


" Apa maksud anda tuan lano ". Pekik bryan sedikit emosi karena mendengarkan ucapan lano


Suara bryan tiba-tiba saja membuat para pengunjung yang berada di sekitar meja yang mereka tempati spontan langsung melihat ke arah meja yang di tempati bryan dan lano serta lainnya.


Lano menyunggingkan seringai tipisnya sambil menatap bryan dengan tatapan begitu santai , sedangkan bryan sudah sedikit terpancing emosinya karena dia dengan jelas mendengarkan lano mengatakan bahwa nyawa papanya bisa di ancam dengan hal seperti ini.


Delon sama sekali tidak melerai ataupun ikut campur , dia hanya diam dan menatap bryan serta clay dan gian dengan tatapan datar , selagi tuannya tidak di apa-apakan oleh ketiga orang di depannya , delon akan tetap diam saja dan sama sekali tidak berniat ikut campur .


Sedangkan clay yang sedari tadi tidak berniat ikut kini menatap lano dengan tatapan dingin , sebagai sahabat baik bryan , tentu saja clay maupun gian tidak akan membiarkan salah satu keluarga sahabat mereka di ancam seperti itu tanpa tahu apa yang sebenarnya di lakukan oleh dimas , papa dari bryan sahabat mereka.


" Tuan lano , apa anda tahu apa yang barusan anda katakan itu bisa saja membuat saja menghancurkan anda saat ini juga ". Ucap bryan masih bisa menahan emosinya

__ADS_1


" Cihhh ". Tapi sayangnya lano hanya membalas ucapan bryan dengan decihan saja


__ADS_2