Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 41


__ADS_3

Semangat guys , kalian hebat 🌹


Deren yang mendengarkan penjelasan lio tentang identitas vira , apalagi informasi itu sangat tidak lengkap ditambah banyak hal yang mencurigakan dari identitas vira membuat deren semakin tertarik dengan sosok seorang vira .


" Aku tidak mau tau , kamu harus mendapatkan informasi sedetail-detailnya tentang gadis itu , jika tidak nyawamu taruhannya ". Deren mengancam lio dengan sungguh-sungguh membuat lio tentunya langsung menalan salivanya dengan kasar


" Ya-ya , ba-baik tuan , saya akan menggunakan segala cara agar bisa mendapatkan informasi detail tentang gadis yang anda maksudkan ". Jawab lio gugup ketakutan


" Pergilah ". Balas deren dengan singkat padat dan jelas menyuruh lio keluar dari kamarnya


Dengan cepat lio langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar deren , setelah lio telah benar-benar keluar dari kamar deren , deren langsung meletakkan i-pad atau tap yang dia pegang ke atas meja di depannya .


" Gadis yang menarik ". Gumam deren seraya menyunggingkan senyuman tipis


" Sepertinya dia bukan gadis biasa pada umumnya , entah dia anak dari berduit , atau mungkin anak seorang hacker sehingga data pribadinya sengaja di sembunyikan atau juga bisa jadi dia adalah putri dari seorang mafia ". Sambung deren mencoba menduga-duga


" Hmm entahlah , tapi sepertinya dia harus menjadi milikku , dia cukup pandai menarik perhatianku ".


Sepertinya deren telah memiliki perasaan dan rasa ketertarikan yang dalam dan mungkin saja dia sedikit terobsesi untuk mendapatkan vira , dengan alasan karena vira lah gadis pertama yang berani memarahinya bahkan di depan umum , di tambah lagi dia sangat penasaran dengan identitas vira yang sebenarnya.


Sedangkan di tempat lain , bryan baru saja tiba di restoran yang di katakan oleh vira saat menghubunginya tadi.


Bryan langsung berjalan masuk kedalam restoran dengan tidak memperdulikan tatapan para pengunjung yang ternyata dia sudah menjadi pusat perhatian di dalam sana .


Tanpa berbasa-basi , bryan langsung menanyakan pada pelayan restoran di situ dan dia menanyakan apakah dimas volin atau papanya ada di restoran tersebut atau tidak .


Pelayan pun mengatakan kalau benar dimas volin ada di restoran tersebut dan sedang menempati ruangan VIP 1 bersama beberapa tamu VIP lainnya yakni para pemerintah rekan dimas volin .?

__ADS_1


" Jadi benar yang di katakan oleh gadis menyebalkan itu , tapi bagaimana dia bisa tahu kalau papa sedang berada di restoran ini ? ". Batin bryan tak percaya


Dia melirik area sekitarnya karena dia pikir mungkin saja vira telah mengikuti papanya dan mungkin vira bisa saja berada di restoran tersebut sehingga vira bisa memberikan informasi yang benar bahwa papanya berada di restoran ini.


Tapi sayanganya dia sama sekali tidak menemukan keberadaan vira di dalam restoran tersebut .


Dan akhirnya bryan memutuskan untuk pergi ke ruangan VIP dimana papanya berada saat ini , dia tidak berniat menemui papanya , tapi dia hanya ingin mencari tahu pembahasan apa yang papanya bahas dengan rekan-rekannya , mungkin saja dia bisa menemukan jawaban dari apa yang dia cari dan membuatnya frustasi.


Berbeda dengan bryan , vira sekarang sedang menyunggingkan seringai tipis dalam kamar hotelnya karena dia baru saja mengetahui sesuatu .


" Cihhh , ternyata pria sialan tadi adalah seorang ketua mafia dari kelompok red blood ? , pantas saja supir taksi tadi langsung meminta maaf padanya walaupun bukan kesalahan supir taksi itu ". Ucap vira menyunggingkan seringai tipis


" Apa aku harus memberinya pelajaran ? ". Sambung vira dengan mengetuk-ngetuk pelan dahinya dengan jari telunjuk seakan sedang mempertimbangkan ucapannya


" Hmm , sepertinya harus sih , tapi aku akan memberinya pelajaran nanti saja setelah urusan di negara ini serta para pemerintah itu sudah di beri pelajaran baru aku akan memberi pria sialan itu pelajaran ". Sambung vira


" Tapi sepertinya aku harus memberikan sedikit pelajaran pada tangan kanannya , pria bernama lio ini sepertinya sangat berniat ingin mencari tahu identitasku ". Vira terus berbicara sendiri dalam kamarnya


Otak vira selalu saja memikirkan semua hal dan cara yang sedikit gila , dia berencana memberikan pelajaran pada tangan kanan deren yakni lio yang berani menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan identisnya dengan cara melaporkannya pada flo , sungguh pikirannya di luar nalar .


Entah apa yang akan terjadi jika benar vira melaporkan hal itu pada sang bunda , tentu saja nyawa pria bernama lio itu dalam bahaya besar .


*********


1 jam telah berlalu dengan cepat , kini bryan baru saja pulang dari restoran yang dia datangi tadi dan sekarang dia sudah dalam perjalanan menuju hotel yang dia tempati saat di negara ini.


Wajahnya terlihat sangat datar , dia mengeluarkan aura yang sangat dingin , entah apa yang telah terjadi padanya di restoran tadi sehingga dia langsung berubah sikap 180° hanya dalam jangka waktu 1 jam saja .

__ADS_1


Dia melajukan kecepatan mobilnya dengan sangat laju , dia tidak memperdulikan apapun bahkan dia tidak memperdulikan jika dia mengalami kecelakaan saat ini.


Tapi saat dia mengemudikan mobil secepat itu , tiba-tiba saja ....


Drettttttt


Dretttttttt


Ponsel bryan bergetar di tempat duduk samping pengemudi karena dia menaruh ponselnya di tempat duduk tersebut .


Melihat nomor yang menghubunginya adalah nomor yang tidak di kenal dan dia sadar kalau nomor itu adalah nomor yang tadi menghubunginya , yang artinya itu adalah nomor ponsel vira , dengan gerakan tangan kiri yang cepat , bryan langsung mengambil ponselnya dan menjawab telfon tersebut .


" Apa kau sudah mendapatkan jawaban yang kau cari , hmn ? ". Tanya vira dengan nada suara yang begitu santai ketika panggilan antara dia dan bryan telah terhubung


" Kamu dimana ? , bisakah kita bertemu ? ". Bukannya menjawab pertanyaan vira , bryan malah balik bertanya


" Ahhh baiklah , sepertinya kamu sudah menemukan apa jawabannya , apa kamu baik-baik saja setelah mengetahui semua itu ? ". Mereka berdua memang sedikit aneh , bukannya menjawab masing-masing pertanyaan yang mereka berdua lontarkan satu sama lain , ini malah selalu melontarkan jawaban yang terus berganti


" Haaaahhh , katakan saja kamu dimana ? , aku akan kesana ke tempat kamu berada saat ini , karena aku harus mengatakan hal penting padamu ". Ucap bryan menghembuskan nafas kasarnya di awal ucapannya


" Bagaimana kalau aku sedang di indonesia , bukankah kamu sedang di norwegia , apa kamu akan tetap datang ke sini walaupun jaraknya sangat jauh ? ". Ucap vira dengan santai


" Tentu , jadi katakan saja kamu dimana saat ini , jangan terlalu bertele-tele ". Jawab bryan dengan penuh keyakinan dan sedikit kesal karena dia menyadari sesuatu sepertinya vira ingin mempermainkannya


" Hahah , santai dong jangan marah-marah napa sih , memangnya hal penting apa yang ingin kamu katakan padaku , sampai kamu ingin menemuiku secara langsung ? ". Tanya vira penuh dengan candaan


" Yakkk , lama-lama kamu menjengkelkan juga , susah sekali tinggal menjawab kamu dimana ". Akhirnya bryan pun menjadi sangat kesal karena ulah vira yang sepertinya tidak ada serius-seriusnya berbicara dengannya

__ADS_1


" Hahah jangan marah-marah aku bilang , nanti cepat tua loh tuan bryan ". Vira sungguh ratu pengejek yang menjengkelkan


" Tapi tenang saja , aku akan mengirimkan alamatku , dan berhentilah marah-marah tuan menyebalkan ". Sambung vira masih saja mengejek bryan


__ADS_2