
Happy reading guys , jangan lupa like dan komen juga vote yah guys 🌠
Kini vira , amora dan adelia dan ada juga hesti yang ternyata ikut bersama mereka karena vira sendiri yang mengajak hesti untuk ikut dengan mereka.
Amora sangat canggung dan sangat gugup ketika dia bersama vira ataupun berada di dekat vira sejak awal pertemuan mereka sampai saat ini.
Vira yang sedang mengemudikan mobil milik lano yang di bawah olehnya saat ini , ternyata sedari tadi menyadari tatapan amora yang sedari tadi terus menatap ke arahnya , padahal amora dan adelia duduk di kursi belakang dan vira hanya sesekali melirik ke arah amora melalui kaca kecil di atas kepalanya yang memperlihatkan kursi bagian belakangnya.
Ternyata hesti juga menyadari setiap pergerakan vira maupun amora , tapi di dalam mobil tersebut sama sekali tidak ada percakapan di antara mereka dan sungguh sangat sunyi.
" Kedua gadis ini sangat tidak beruntung harus bertemu dengan sifat dingin nona vira sekarang , andai saja mereka berdua bertemu dengan nona vira yang dulu sebelum dia sedingin ini , pasti suasana dalam mobil ini tidak akan secanggung ini ". Batin hesti yang sebenarnya juga sangat khawatir dengan kondisi mental dan juga perubahan vira setelah kepergian vilia
Hesti sudah bekerja selama 5 tahun dengan keluarga maniv , dia adalah cucu kesayangan dan satu-satunya dari bi susi yang menggantikan posisi bi susi menjadi kepala pelayan keluarga maniv setelah bi susi meninggal dunia .
Dan dia sudah mengenal baik sifat seluruh keluarga maniv karena dia sering di ajak oleh susi ke mansion bian maupun mansion maniv saat ayah zet dan bunda reni masih hidup.
" Bi , apa yang sedang kau pikirkan ? ". Tanya vira tiba-tiba membuat hesti buyar dari lamunannya
" A-ahhh tidak nona , saya hanya sedang memikirkan apakah pelayan di mansion melakukan tugas mereka dengan benar ". Jawab hesti berbohong
Vira hanya menanggapi jawaban hesti dengan diam saja dan kembali fokus mengendarai mobil .
Sekitar 20 menit kemudian akhirnya vira menghentikan mobil tepat di parkiran FAW MALL , dan amora semakin bingung mau apa mereka membawah dia dan adelia ke mall.
Setelah mematikan mesin mobil , vira langsung mengeluarkan kartu black card nya dan memberikannya pada hesti dengan sangat santai .
Mata amora langsung melotot kaget melihat kartu yang sangat sulit di miliki oleh kebanyakan orang kecuali para miliarder .
__ADS_1
" Mereka ternyata memang sekaya yang aku pikirkan ". Batin amora
" Bahkan aku tidak pernah melihat mommy dan daddy memiliki kartu seperti ini , padahal mom dan dad juga banyak uang ". Sambung amora dalam hatinya
" Masuklah dan beli semua keperluan mereka , kartu itu milik uncle gio jadi jangan sampai bibi menghilangkannya atau aku yang akan kena omelan uncle ". Ucap vira dengan santai
" Ya nona , kalau begitu nona amora dan nona adelia mari ikut saya masuk kedalam mall ". Jawab hesti langsung mengajak amora dan adelia
Tapi amora dan adelia tampak ketakutan ketika mendengar mereka akan keluar untuk pertama kalinya ke tempat umum dan banyak orang setelah kejadian yang menimpa mereka.
Mereka takut kalau para orang jahat yang waktu itu mengetahui keberadaan mereka dan akan menangkap mereka lagi.
" Kalian berdua tenang saja , masuklah bersama bi hesti dan belanjalah keperluan kalian yang kalian inginkan , tidak perlu takut , orang-orang yang ingin menculik kalian waktu itu tidak akan pernah bisa mendekati kalian dari jarak jauh sekalipun , percayalah bahwa bundaku akan menjaga dan melindungi kalian dari orang-orang itu ". Ucap vira yang ternyata menyadari ketakutan amora
Amora awalnya masih ragu untuk mengikuti ucapan vira tapi beberapa menit kemudian setelah hesti mengatakan sesuatu yang sangat meyakinkan , amora pun mengajak adelia ikut bersama hesti ke dalam mall dan meninggalkan vira sendirian di dalam mobil , karena dia malas bertemu banyak orang di keramaian.
" Nona muda ". Hormat kedua security itu ketika mereka sudah berada di hadapan vira saat ini.
" Masuklah kedalam mall dan berjagalah di sekitar bi hesti dan juga kedua gadis yang bersama dengan bi hesti , pastikan mereka baik-baik saja dan jangan sampai kalian kehilangan jejak mereka ". Ucap vira dengan datar
" Baik nona ". Jawab kedua security itu dengan cepat
" Pergilah sekarang juga ". Ucap vira
Mereka berdua pun pergi menjalankan perintah dari vira , sedangkan vira masih berdiri dan bersandar di depan mobil .
Vira mengedarkan pandangannya ke segala arah depan mall itu dan dia tidak menemukan hal yang mencurigakan yang artinya situasi masih aman terkendali.
__ADS_1
Tiba-tiba saja dari arah belakang , seseorang langsung menepuk pelan pundak vira membuat vira menyeringai tipis dan memejamkan matanya bukannya kaget.
Vira sudah menyadari kalau ada seseorang yang berjalan mendekatinya dari arah belakang jadi dia tidak kaget saat ada yang menepuk pundaknya.
Saat vira ingin membalikkan badannya untuk menghadap kebelakang agar dia bisa melihat siapa orang yang menepuk pundaknya , dia malah langsung menghentikan pergerakannya ketika dia mendengar ucapan dari orang tersebut yang terdengar dari suaranya saja bahwa dia seorang pria.
" Kau tidak perlu membalikkan badanmu untuk melihat siapa aku , tapi ingatlah perkataanku saat ini ". Ucap sih pria misterus dengan sengaja menghentikkan sejenak ucapannya
" Aku akan terus mengawasimu , aku tahu apa saja yang kau lakukan setiap harinya , berjanjilah padaku untuk tetap bahagia dan menjalani kehidupanmu dengan baik bersama keluargamu ". Sambung pria misterius itu
" Karena jika aku melihatmu menangis karena seseorang selain keluarga dan mendiang kaka perempuanmu , akan aku pastikan orang yang kau tangisi lenyap di tanganku ".
" Aku juga akan membantumu walaupun kamu tidak memintanya , dan yang terakhir , aku sudah membantumu mengatasi masalah kedua gadis yang ikut bersamamu tadi ".
Vira terlihat sangat tenang bahkan dia hanya diam saja mendengarkan ucapan pria misterius yang masih berada di belakangnya sambil memegang pundaknya .
Tapi tiba-tiba tangan pria itu dengan cepat melepaskan pundaknya , tapi vira sama sekali tidak berniat menoleh kebelakang sekedar ingin tahu wajah pria misterius itu.
" Haaahhhh ". Vira malah menghembuskan nafasnya dengan kasar
Vira terlihat sama sekali tidak peduli dengan perkataan pria misterius tadi , dia sekarang malah langsung masuk kedalam mobil dan beristirahat sejenak sambil menunggu hesti , amora dan adelia kembali dari berbelanja.
Sedangkan di dalam salah satu mobil yang berada di parkiran mall tepatnya mobil yang berada di depan mobil vira dengan jarak sesuai parkiran mobil , pria misterius itu sedang menatap ke arah vira dengan tatapan datar dan dingin , dia adalah pria yang menepuk pundak vira tadi.
" Aku tidak akan memaksamu untuk mengenalku , aku juga tidak akan memaksamu untuk bisa bersamaku ".
" Tapi aku akan melindungimu dari kejauhan , sampai nanti aku bisa menemukan wanita sepertimu , walaupun itu sangat mustahil aku temukan ".
__ADS_1
Gumam pria misterius itu melihat ke arah mobil vira dan sedang memperhatikan vira dari mobilnya.