
Kini vira dan skay baru saja tiba di salah satu toko kue yang paling terkenal di australia dan juga banyak di negara lain.
Di dalam toko tersebut tentunya sangat ramai pembeli, bahkan antriannya sangat panjang hanya untuk sekedar membeli kue saja.
" Selamat datang tuan dan nona, mari ikut dengan saya ".
Mereka berdua baru saja masuk kedalam toko kue tersebut, tapi seorang kariyawan wanita yang bekerja di toko tersebut langsung menghampiri mereka dan menyapa mereka serta meminta mereka berdua untuk ikut dengan kariyawan tersebut.
Semua tatapan para pembeli pun langsung tertuju pada mereka bertiga, untung saja vira dan skay memakai masker untuk menutupi wajah bagian bawah mereka agar tidak di kenali oleh siapapun. Tanpa menaruh rasa curiga, vira dan skay langsung mengikuti kariyawan tersebut yang akan memabawah mereka entah kemana.
" Silahkan masuk tuan dan nona, manajer kami telah menunggu kedatangan anda di dalam ". Ucap kariyawan tersebut mempersilahkan vira dan skay untuk masuk kedalam ruangan di balik pintu yang ada di depan mereka.
Vira menautkan kedua alisnya kebingungan dan penasaran, siapa orang yang berada dalam ruangan tersebut dan bahkan ternyata sudah menunggu dia dan suaminya.
Ceklek.
" Silahkan masuk ".
Vira dan skay langsung masuk kedalam ruangan itu. Setelah masuk, vira mendapati ada seorang wanita yang seumuran bundanya sedang duduk dan sepertinya sedang telfonan, sehingga vira dan skay berhenti dengan jarak cukup dekat dengan wanita tersebut dan terdengar pintu ruangan itu sudah di tutup kembali.
Menyadari bahwa ada yang masuk kedalam ruangannya, wanita itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah vira dan skay.
" Ehh.. Saya tutup panggilan ini sebentar nyonya dan saya akan menghubungi anda kembali, karena sekarang saya kedatangan tamu penting ". Ucap wanita itu seraya tersenyum hangat ke arah vira.
" Sepertinya aku pernah melihat wanita ini, tapi dimananya aku lupa ". Batin vira merasa tidak asing dengan wanita tersebut.
Setelah panggilan telah berakhir. Wanita itu langsung berdiri dan tersenyum hangat kemudian membungkukkan sedikit kepalanya memberi hormat, sehingga vira dan skay di buat bingung dengan sikap tiba-tiba wanita itu.
" Senang bisa bertemu kalian berdua, silahkan duduk di sana ". Ucap wanita itu menyapa vira dan skay seraya mengarahkan vira dan skay untuk duduk terlebih dahulu di sofa tamu yang ada di dalam ruangan tersebut.
Sekarang vira dan skay sudah duduk berhadapan dengan wamita tersebut dengan meja menjadi penghalang bagi mereka bertiga.
" Saya sudah menunggu kalian berdua sejak lama, tapi kalian baru ke toko ini hari ini ". Ucap wanita itu dengan lembut dan vibes yang sangat positif.
__ADS_1
" Maaf.. Tapi anda siapa dan kenapa anda menunggu kedatangan kami ? Apa kita saling kenal sebelumnya ? ". Tanya skay dengan wajah datarnya di balik masker dan juga tatapan penuh selidik.
" Perkenalkan nama saya putri, saya manajer di toko kue flokey ini ". Ucap wanita itu memperkenalkan dirinya dengan sopan.
" Dan alasan kenapa saya menunggu kalian adalah saya adalah orang kepercayaan nyonya flovia dan nyonya key pemilik toko kue ini, karena saya di minta untuk menjamu dengan baik bilak nona vira dan juga anda tuan skay datang ke toko ini ".
Deg.
" Bunda ? ". Batin vira seraya melototkan matanya terkejut.
Bukam hanya vira saja, bahkan skay juga ikut kaget mendengarkan penjelasan wanita di depan mereka.
Ternyata manajer tersebut adalah putri. Orang pertama dan terakhir yang sangat flo percaya dan di berikan kepercayaan penuh untuk mengelolah toko kue flokey, sedari toko kue itu masih menggunakan gedung kecil dan sampai sekarang toko flokey sudah memiliki banyak cabang di hampir seluruh negara di dunia ini.
" Apa maksudnya bunda sudah tahu bahwa aku masih hidup ? ". Batin vira sungguh terkejut.
" Apa maksud anda ? Bukankah putri bungsu nyonya flo sudah di nyatakan bahwa dia adalah salah satu korban dalam kecelakan pesawat 3 tahun yang lalu ". Ucap skay mencoba mencari tahu kenapa wanita di depannya bisa mengenal mereka.
Putri tahu maksud pertanyaan skay, karena flo sudah menduga bahwa skay akan bersikap seperti itu karena sudah ada perjanjian di antara skay dan flo bahwa flo harus menyembunyikan rahasia keberadaan dia dan vira, apalagi vira sampai tahu kalau flo sudah mengetahui bahwa vira dan skay masih hidup dan selamat dari kecelakaan pesawat 3 tahun yang lalu.
Vira langsung berdiri dan keluar dari ruangan itu tanpa menunggu skay.
Ceklek.
Ketika pintu telah di tutup oleh vira yang sudah sepenuhnya keluar dari ruangan itu, skay langsung menatap putri dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Apa nyonya flo sengaja menyuruh anda melakukan hal ini ? ". Tanya skay penug selidik.
" Ya.. Anda bisa menanyakan langsung alasannya pada nyonya flo, karena saya hanya mengikuti printah atasan saya ". Jelas putri tersenyum tipis.
" Sebaiknya anda segera menyusul nona vira, dan saya akan mengirimkan semua jenis kue yang paling spesial di toko ini untuk nona vira secepatnya ". Sambung putri.
Akhirnya skay langsung keluar dari ruangan itu menyusul vira.
__ADS_1
******
Vira dan skay baru saja tiba di mansion ayah angkat mereka berdua. Tanpa menunggu lama, vira langsung masuk kedalam mansion dan menuju kamarnya dengan perasaan campur aduk. Sedangkan skay masih belum keluar dari mobil dan dia malah langsung menghubungi arkan.
" Arkan ? Apa yang sebenarnya terjadi ? ". Tanya skay ketika panggilan telah terhubung.
" Ben sudah mengetahui siapa dalang yang menyabotase kecelakaan pesawat yang menimpah kamu dan baby 3 tahun lalu ".
" What ? ". Pekik skay kaget.
" Hmm.. Bahkan ben terluka parah dan harus melakukan operasi dan tidak sadar selama 2 hari karena bertarung dengan dalang tersebut ". Ucap arkan.
" Lalu, apa ben berharil mengalahkan dalang itu ? ". Tanya skay.
" Ya, dia berhasil mengalahkannya dan sekarang semuanya telah berakhir ". Jawab arkan dengan serius.
Skay langsung mengusap wajahnya dengan tangan kirinya, setelah mendengarkan ucapan sahabatnya.
" Maka dari itu, bujuklah baby untuk segera kembali ke indonesia secepatnya. Semua sudah menunggu kepulangan kalian ". Sambung arkan.
" Baiklah, akan ku usahakan ".
Sedangkan di dalam kamar. Vira sedang memikirkan siapa yang memberitahukan keberadaannya pada sang bunda dan mungkin saja seluruh keluarga pasti sudah tahu bahwa dia masih hidup.
" Apa erika yang memberitahukannya pada bunda ? ".
" Tidak-tidak-tidak... Aku tidak yakin kalau erika yang memberitahukan hal ini pada bunda ".
" Tapi siapa ? ".
Vira sangat frustasi karena jika keluarganya sudah mengetahui kalau dia masih hidup, maka rencananya selama 3 tahun ini sama saja sia-sia.
" Erika tidak berani melakukan hal ini, aku sangat yakin dengan hal itu ".
__ADS_1
" Tapi bagaimana bunda bisa mengetahui hal ini ? ".
Ini sangat di luar dugaan vira. Semua rencana yang telah dia susun selama 3 tahun malah langsung runyam karena dia telah mengetahui sang bunda sudah tahu bahwa dia masih hidup.