
Happy reading guys 😍
Suasana di meja makan pagi ini di mansion skay sangat hening, hanya suara dentingan sendok yang mengenai piring yang terdengar dari aktivitas vira dan skay, yang sedang sarapan pagi bersama.
Sedangkan di dapur. Ester, celi dan serla sedang gugup ketakutan karena takut vira melaporkan kejadian semalam pada skay, yang bisa saja membuat mereka di pecat nanti.
" Sudah ketahuan, baru kalian seperti tikus basah dan tidak mengatakan hal buruk lagi pada nona vira. Semoga saja dia berubah pikiran dan melaporkan kalian pada tuan skay ". Sindir diana sengaja ingin menakut-nakuti ester, celi dan serla.
Ester, celi dan serla langsung menatap diana dengan tajam. Mereka bertiga semakin membenci diana, karena semalam vira malah tidak memarahi diana sama seperti mereka bertiga.
Sedangkan diana langsung tersenyum penuh ejekan pada ketiga rekannya itu.
Di meja makan, skay dan vira baru saja selesai sarapan.
" Apa kamu ingin segera aku antarkan ke rumah pamanmu ? ". Tanya skay pada vira.
" Ya ". Jawab vira dengan singkat.
Mereka berdua langsung berdiri dan berjalan pergi, karena sesuai janji skay. Dia akan mengantarkan vira pagi ini ke rumah aslan, sebelum dia pergi ke perusahannya.
***
Sedangkan di tempat lain di mansion bian. Flo sedang marah-marah karena sedari tadi malam dia kembali dari markas. Dia tidak menemukan keberadaan bian, arkan dan lano. Bahkan sampai pagi ini pun mereka belum pulang ke mansion.
Hesti dan para art lainnya hanya bisa berdiri diam ketika flo sedang marah-marah dengan mengumpat kesal pada bian dan lainnya.
" Awas saja kalau mereka pulang! , aku tidak akan membiarkan mereka masuk kedalam mansion dan mereka harus tidur di luar saja!!". Pekik flo dengan emosi yang meluap-luap.
Apalagi key yang dia suruh untuk melacak keberadaan bian, lano dan arkan. Sampai sekarang belum juga memberikan kabar padanya, membuat flo semakin marah saja.
Tapi tiba-tiba suara langkah kaki beberapa orang terdengar mulai berjalan masuk mendekati ruang tengah, dimana flo dan hesti serta art lainnya berada.
Wajah flo langsung merah padam dengan emosi yang tidak bisa tertahan lagi. Karena dia sudah bisa menebak kalau langkah kaki beberapa orang itu pasti adalah bian, lano dan arkan. Padahal flo masih belum bisa melihat siapa sebenarnya yang datang karena terhalang tembok antara ruang tamu dan ruang tengah.
__ADS_1
" BERHENTI KALIAN DI SITU SEKARANG JUGA, DAN KELUAR DARI MANSION INI !!! JANGAN BERANI KALIAN MASUK ATAU AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN BERTIGA !!!!! ". Teriak flo memenuhi seluruh ruangan di lantai 1 mansion bian.
Deg.
Suara langkah kaki beberapa orang itu pun langsung berhenti terdengar seketika. Dan ternyata benar yang datang itu ternyata adalah bian, arkan dan lano yang pulang secara bersamaan.
Wajah bian, lano dan arkan langsung berubah menjadi pucat ketika mendengar suara flo yang terdengar sangat marah.
" Ayah, bagaimana ini ? Bunda pasti tidak bermain-main dengan ucapannya ". Tanya arkan ketakutan.
" Kenapa kamu malah bertanya pada ayah sih. Ayah juga bingung mau mengatakan apa pada bundamu ". Jawab bian dengan pelan dengan wajah di tekuk.
" AKU HITUNG SAMPAI 3!!. JIKA KALIAN TIDAK KELUAR SEKARANG JUGA, AKU.... ".
" Lari ". Pekik bian langsung mengajak lano dan arkan lagi ke luar mansion sebelum flo melakukan ancamannya.
Belum juga flo selesai mengucapkan ucapannya. Dia malah mendengar suara langkah kaki bian, arkan dan lano yang sepertinya sudah lari keluar dari mansion dengan cepat.
" Haaahh ". Flo langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Sedangkan hesti dan para art lainnya langsung merasa kasian pada tuan dan kedua tuan muda mereka yang harus menanggung resiko karena berani membuat sang nyonya marah besar seperti saat ini.
" Hesti ". Panggil flo.
Dengan cepat hesti langsung menghadap di hadapan flo dan menundukkan kepalanya.
" Ya nyonya ". Jawab hesti.
" Cepat pergilah ke pintu utama dan kunci pintu tersebut. Kunci juga semua pintu yang terhubung dengan area luar mansion ini, jangan sampai mereka bertiga masuk kedalam mansion ini, tanpa seizin dari saya! ". Perintah flo.
" Ba-baik nyonya ". Jawab hesti langsung pergi melakukan perintah flo.
Dan sekarang flo langsung naik berjalan ke lift dan naik ke lantai 3 untuk pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Di depan mansion sekarang, bian dan arkan serta lano sedang merutuki kebodohan mereka karena terlambat pulang tepat waktu.
Bian, arkan dan lano terlihat seperti orang bodoh yang berdiri dan diam saja di depan mansion.
" Haisss, kenapa juga aunty tidak bilang kalau bunda pulang sepagi ini ". Ucap arkan malah menyalahkan key.
" Aunty key sudah mengirimkan pesan padaku, ayah dan juga padamu ka. Dan aunty malah mengatakan kalau bunda sudah pulang sejak 2 jam malam dari markas ". Jawab lano seraya menghembuskan nafas beratnya.
" Sudah, tidak perlu memikirkan hal itu sekarang. Kita harus mencari alasan yang tepat agar bunda kalian mau mengizinkan kita masuk kedalam ". Ujar bian yang frustasi mencari alasan yang tepat.
Lano dan arkan yang mendengar itu, langsung setuju dan langsung memikirkan alasan yang tepat sesuai yang di katakan sang ayah.
Tapi tiba-tiba..
" Aku punya ide ". Ucap lano dengan tersenyum tipis.
Bian dan arkan langsung menatap lano dengan penasaran.
" Apa ide mu ? ". Tanya bian.
" Aku berencana untuk menghubungi baby dan mencoba membujuk bunda, agar kita bisa masuk kedalam ". Jawab lano dengan entengnya.
" Apa kau gila?, bagaimana kalau bunda curiga, bahwa ternyata kita bekerja sama dengan baby ". Balas arkan berpikir ide lano sangat beresiko.
" Tidak. Ayah malah setuju dengan ide lano kali ini ".Sambung bian ternyata malah setuju dengan ide lano barusan.
Arkan pun terkejut kenapa sang ayah malah setuju dengan ide lano.
" Maksud ayah ? ". Tanya arkan tak habis pikir.
" Ayah akan meminta baby untuk berbicara dengan bunda kalian. Ayah tahu kalau bunda kalian sangat merindukan baby, karena semenjak baby kabur dari mansion. Bunda kalian sudah tidak pernah mendengar suara baby lagi. Dan pasti dia sangat rindu mendengar suara baby ". Bian dengan penjelasannya.
" Maksud ayah, kita minta saja baby menghubungi bunda kalian dan berbicara sedikit saja untuk saling melepaskan kerinduan mereka. Dan pastinya baby tidak bodoh untuk mau menjelaskan rencananya pada bunda , iyakan ". Sambung bian.
__ADS_1
Kedengarannya bagus juga. Arkan dan lano langsung setuju jika seperti yang di katakan bian barusan.
Mereka jelas tahu kalau flo akan luluh kalau bersangkutan dengan vira dan jika suasana hati flo sudah membaik karena telah melepas kerinduan dengam vira. Pasti flo bisa mendengarkan sedikit alasan mereka walaupun bohong nantinya. Dan pasti flo akan mengizinkan mereka masuk kedalam mansion.