
Happy reading 😚
Saat vira masih saja terjaga dan sedang termenung dalam pikirnnya sendiri, tiba-tiba tak sengaja mengahlikan pandangannya ke arah skay yang berada di samping kirinya dengan jarak 1 meter dari tempat duduknya.
" Siapa kamu sebenarnya ?, jujur saja aku merasa tidak asing dengan suaramu, tapi aku juga tidak yakin dengan dugaanku ". Batin vira menatap skay yang di sebrang sana sedang terlelap dan terlihat dari wajahnya kalau dia sangat lelah.
" Jika dugaanku salah dan ternyata kamu bukan pria misterius itu. Aku penasaran kenapa kamu ingin terlihat berlebihan untuk membantuku ".
" Entah kenapa aku sangat yakin kalau kamu melakukan semua ini bukan karena aku adik dari sahabat baikmu. Firasatku malah mengatakan kalau kau membantuku karena alasan yang sulit aku tebak ". Sambung vira dalam hatinya masih menatap skay.
" Berhentilah menatapku seperti itu, tidurlah dan beristirahat, agar kamu memiliki tenaga sebelum kita tiba di canada ". Ucap skay tiba-tiba masih dengan mata terpejam.
Deg.
Vira dengan cepat langsung melihat ke arah depan setelah mendengarkan ucapan skay yang ternyata sedari tadi tahu kalau dia sedari tadi sedang menatap skay.
Malu ?, yah tentu saja vira sangat malu bahkan dia merutuki kebodohannya, sehingga skay bisa memergokinya seperti itu.
Sedangkan skay ternyata sudah terjaga kembali, dia langsung membenarkan posisi duduknya, kemudian dia mengambil botol yang berisi air mineral di kursi sampingnya dan meneguknya sampai habis.
" Haiss, kenapa dia bisa tahu kalau aku sedang menatapnya?, padahal matanya tertutup sedari tadi , apa dia punya mata ketiga ? ". Batin vira sangat malu.
" Apa kau tidak bisa tidur karena memikirkan keluargamu ? ". Tanya skay tanpa melihat ke arah vira, seraya dia menyalahkan ponselnya untuk melihat jam.
" Tidak ". Jawab vira dengan cepat.
Tiba-tiba vira melihat kembali ke arah skay dengan tatapan mata yang memicing penuh selidik.
Skay yang sadar akan hal itu pun langsung membalas tatapan vira dengan tatapan datar dan kebingungan.
" Kenapa kau menatapku seperti itu ? ". Tanya skay datar.
" Apa tadi kau mengatakan canada ?, apa maksudmu sekarang kita dalam penerbangan menuju canada ? ". Tanya vira penuh selidik.
" Ya, memangnya kenapa? ". Tanya skay dengan kedua alis yang saling bertautan.
Deg.
__ADS_1
Vira langsung memejamkan matanya dengan perasaan kesal serta tidak tahu harus berkata apalagi karena skay mengatakan mereka ternyata akan pergi ke canada.
" Apa kau gila membawahku ke canada ?, ini sama saja kau membawahku ke kandang harimau setelah lepas dari kejaran singa ". Pekik vira tak habis pikir dengan apa yang terjadi saat ini.
" Kenapa ?, apa karena di canada ada tuan Al dan juga tuan aslan yang membuatmu terlihat sangat kesal ? ". Ujar skay dengan santai.
Vira kembali menatap skay dengan memicingkan matanya penuh selidik.
" Bagaimana kau bisa tahu ? ". Tanya vira penuh selidik.
" Ck, bukankah mereka berdua adalah keluargamu ?, Tuan al adalah kaka dari bundamu dan tuan aslan adalah pamanmu , benarkan ". Jawab skay lagi dan lagi dengan sangat santai.
Vira memejamkan matanya sejenak kemudian dia menatap skay lagi. Tapi, kali ini vira menatap skay dengan tatapan yang sulit di artikan di sertai senyuman tipis.
" Sepertinya kau sangat tahu siapa saja anggota keluargaku , tuan skay ". Ucap vira dengan senyuman penuh arti.
Skay tiba-tiba terdiam ketika dia menyadari kesalahan besar yang baru saja dia lakukan tanpa dia sadari.
" Bodoh ". Batin skay merutuki kecerobohannya yang tidak bisa menjaga ucapannya.
" Jangan bilang kalau kau bisa tahu tentang hal ini dari kakaku tuan skay, karena ka arkan tidak akan pernah memberitahu silsila keluarga kami pada siapapun tanpa terkecuali ". Ucap vira masih dengan senyuman penuh misteri.
" Aku tidak mengerti maksudmu ". Ujar skay masih berpura-pura tidak tahu maksud vira.
" Haha, bahkan sekarang kau terlihat sedang menghindari pertanyaanku ". Ucap vira tertawa lucu.
Tapi tiba-tiba tawa itu perlahan hilang dan kini wajah vira terlihat datar dan dingin menatap ke arah skay.
" Selain keluargaku, tidak ada orang yang tahu kalau Alvian miracle adalah kaka dari bundaku dan aku juga tidak pernah tahu kalau ada orang selain keluargaku yang mengetahui tentang paman aslan yang adalah pamanku ". Ucap vira dengan dingin.
" Lalu bagaimana kau bisa tahu semua itu, hmm ? ". Sambung vira.
" Katakan padaku, Siapa kamu sebenarnya ?, selain pengakuanmu yang mengatakan kalau kau adalah sahabat ka arkan ? ". Sambung vira lagi dengan tatapan tajam.
Skay diam dan membalas tatapan vira dengan tatapan yang sulit di tebak. Vira yang melihat skay hanya diam dan sepertinya kesulitan menjawab pertanyaannya pun semakin mencurigai skay.
" Kenapa kau diam saja ?, apa kau sedang mencari alasan untuk menjawab pertanyaanku ". Ucap vira dengan dingin.
__ADS_1
" Nona vira, bisakah anda bersikap sopan pada tuan skay ? ". Dari arah belakang suara rexa yang terdengar dingin langsung menegur vira.
" Cihh ". Decihan vira pun terdengar.
Dia tertawa kecil di iringi bola matanya memutar dengan malas ketika mendengar teguran rexa.
Sedangkan skay langsung menatap rexa dengan tatapan dingin. Tapi bukannya takut, rexa malah membalas tatapan skay dengan tatapan tak kalah dingin.
" Sudah cukup yah, berhenti menatapku seperti itu, ini bukan lagi jam kerjaku dan sekarang aku berhak menegur gadis ini karena berani menekan kaka dengan pertanyaan seperti itu ". Ucap rexa dengan kesal.
" Kaka ? ". Batin vira cukup terkejut saat mengetahui kebenaran yang baru saja dia dengar.
" Hah ". Skay langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar dan memijit keningnya.
" Hhh. Jadi kalian berdua kaka beradik ?, wahh apa aku sangat mudah di bodohi dan di tipu seperti ini ? ". Ucap vira tak percaya.
" Apa kau tidak tahu berterima kasih ?, kami sudah membantumu dan kau malah menuduh kami membodohi dan menipumu ? ". Balas rexa terdengar sangat kesal dengan ucapan vira.
" Bisakah kalian berdua berhenti ". Ucap skay sudak muak mendengarkan perdebatan vira dan rexa.
Rexa langsung menatap skay dengan tajam , sedangkan vira malah langsung mengahlikan pandangannya ke arah depan seraya menyunggingkan seringai tipis.
" Hah , aku akan menje... ".
" Tidak perlu ". Ucapan skay langsung di sela dengan cepat oleh vira.
" Ya, kalian berdua memang sudah membantuku dan aku sangat berterima kasih atas bantuan yang kalian berikan ". Sambung vira tanpa melihat ke arah skay ataupun rexa dan suaranya terdengar sangat datar.
" Aku akan membalas kebaikan kalian nanti, tapi kalian tidak perlu membantuku lagi setelah tiba di canada ".
" Aku akan mengurus masalahku sendiri dan aku tidak ingin merepotkan ataupun melibatkan kalian lagi , sekali lagi terima kasih atas bantuan kalian ".
Setelah mengatakan hal itu, vira langsung mengambil ponselnya dan juga headsetnya di tas ranselnya.
Kemudian dia memilih untuk mendengarkan lagu menggunakan headset saja untuk menghindari pembicaraan lagi dengan skay ataupun rexa , sampai mereka tiba beberapa jam lagi di canada.
Sedangkan skay langsung menatap rexa dengan tatapan tajam , dan rexa membalas tatapan skay dengan tatapan kesal karena dari tatapan skay jelas mengatakan kalau skay sangat marah dengan tindakan rexa yang berlebihan.
__ADS_1