
Happy reading guys ☺
Jika di indonesia flo dan bian dan lainnya sedang khawatir dan selalu mencari cara agar bisa menemukan keberadaan vira, sekarang vira baru saja tiba di depan pintu masuk apartemen yang telah bryan sediakan untuk dia tempati selama di australia .
" Hah ". Vira menghembuskan nafasnya kemudian dia membuka pintu apartemen di depannya dengan kunci yang di berikan oleh petugas keamanan gedung apartemen milik bryan tadi, saat vira baru saja tiba di gedung ini.
Dia pun melangkahkan kakinya mulai memasuki apartemen itu, setelah dia sudah masuk, dia menutup kembali pintu apartemen tersebut .
Vira mengedarkan pandangannya ke seluruh arah ruangan dalam apartemen tersebut dan dia cukup menyukai interior dan desain apartemen tersebut yang di dalam sana juga lengkap dengan fasilitas sesuai yang bryan katakan padanya .
Apartemen itu memiliki 2 kamar tidur berukuran sama besar tepat di samping kiri jika menghadap dari pintu utama , ada juga 2 ruangan tanpa pintu yang hanya di batasi tembok di tengah-tengah sebagai pembatas kedua ruangan tersebut , yang ruangan satunya sepertinya adalah ruangan untuk bersantai dan satunya lagi adalah bar mini dan kedua ruangan itu berada di samping kanan.
Sedangkan untuk dapur , harus memasuki lorong kecil baru bisa memasuki ruangan dapur yang sudah sekalian dengan meja makan dan tepat berada di belakang tembok ruangan santai dan bar mini.
Dan untuk toilet , ada di samping pintu masuk menghadap ke arah ruang tamu dan ada juga masing-masing toilet di dua kamar yang ada di apartemen itu.
Akhirnya vira memilih untuk masuk ke kamar yang paling depan dekat pintu utama , dia masuk kedalam kamar tersebut dan dia menyukai desain kamar tersebut yang ternyata cocok dengan selerahnya.
Tanpa menunggu lama , dia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang berukuran king size di kamar itu, setelah dia melempar tas ransel yang berisikan pakaiannya ke sofa yang telah tersedia di dalam kamar tersebut.
Akhirnya dia pun tertidur secara perlahan, mungkin karena dia kelelahan dalam pernerbangan dari indonesia ke australia yang membutuhkan waktu belasan jam.
**********
Malam berganti pagi, di mansion bian sekarang terasa lebih sunyi setelah vira meninggalkan mansion.
Bahkan arkan dan lano tidak ikut sarapan pagi bersama bian dan flo, bukan karena mereka sengaja, tapi mereka lebih memilih sarapan di kantor dari pada sarapan tanpa ada vira di antara mereka jika sarapan di mansion.
__ADS_1
Flo semakin merasa sedih, dia merasa anak-anaknya seakan membuatnya menjadi seorang ibu yang jahat.
Dia bisa saja membubarkan mafia yang telah dia bangun selama puluhan tahun dan berhenti menjadi seorang Queen mafia black sun, tapi flo tidak pernah berpikir kalau dia harus membubarkan black sun seperti ini.
" Sayang , jangan memaksakan dirimu untuk memikirkan semua ini, kita berdua tahu dan pahami bahwa baby mungkin melakukan semua ini karena dia tidak mau melihat kamu dan kita semua dalam bahaya lagi karena musuh ". Ucap bian menenangkan flo di sela sarapan pagi yang hanya mereka berdua saja di meja makan.
" Aku tahu itu , tapi aku juga tidak bisa membubarkan black sun begitu saja walaupun aku sebenarnya ingin ". Jawab flo dengan suara pelan dengan tatapan sayu
" Ya aku paham maksudmu , kita juga tidak bisa memaksakan keadaan harus seperti yang kita inginkan , biarkan saja untuk sementara waktu ini , baby menenangkan dirinya , mungkin saja dia berubah pikiran dan kembali berkumpul dengan kita secepatnya ". Ujar bian
" Toh , dia juga bukan anak kecil lagi dan dia bisa menjaga dirinya dengan baik ". Sambung bian
" Hmm kamu benar , aku saja yang terlalu menganggapnya masih seorang gadis kecil ". Jawab flo membenarkan ucapan bian dengan wajah lesunya
" Ahhh aku tidak bermaksud seperti itu ". Ucap bian dengan cepat , dia merutuki kebodohannya setelah dia sadar kalau ucapannya telah membuat flo mengingat perdebatannya dengan vira
" Setelah masalah dengan nikolas telah selesai , aku akan langsung membubarkan black sun sesuai keinginan vira ".
" Dan semoga saja, saat waktunya telah tiba nanti , kita bisa berkumpul lagi seperti dulu walaupun vilia tidak ada lagi ".
Flo sudah bulat dengan keputusannya , yang mana dia ingin menyelesaikam masalahnya dengan nikolas terlebih dahulu dan masalah nikolas adalah misi terakhir seluruh mafioso black sun , sebelum flo akhirnya akan menyatakan pembubaran mafia black sun ketika masalah nikolas telah terselesaikan.
Bian tersenyum menanggapi ucapan flo , walaupun di satu sisi , dia juga sangat khawatir dan sedih karena vira memilih meninggalkan mansion dengan cara seperti ini , yang sebenarnya masih bisa di bicarakan baik-baik.
*********
Di australia , vira baru saja bangun tidur dan sekarang dia langsung mandi.
__ADS_1
Setelah 20 menit kemudian , vira keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian santai dan dia pun langsung pergi ke dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri .
Tapi sebenarnya ini bukan waktunya sarapan lagi karena sekarang sudah jam 11 pagi di australia tepatnya di kota canberra.
Ketika vira baru saja ingin membuka kulkas untuk melihat bahan makanan apa yang bisa dia masak sekarang , tiba-tiba terdengar bunyi suara bel apartemen vira .
Vira akhirnya menghentikkan pergerakannya dan tak jadi membuka pintu kulkas di depannya.
" Siapa itu ". Batin vira seraya menautkan kedua alisnya, karena dia kebingungan , siapa yang membunyikan bel apartemennya , karena selain dia dan para sahabatnya , tidak ada orang lain yang mengetahui vira menempati apartemen itu.
Vira akhirnya berjalan mendekati pintu apartemennya tanpa ada rasa curiga kalau mungkin flo sudah menemukan tempat persembunyiannya.
Ceklekkkk
Saat vira telah membuka pintu apartemen itu untuk melihat siapa yang membunyikkan bel apartemennya , dia langsung memicingkan matanya ketika melihat ada 2 pria dewasa yang tidak dia kenal, sekarang sedang berdiri di depan pintu utama apartemennya dan terlihat sedang membawah beberapa paper bag di tangan mereka masing-masing.
" Maaf , kalian mencari siapa ? ". Tanya vira dengan fasi berbahasa inggris dengan wajah yang selalu saja datar.
" Kami di perintahkan langsung oleh tuan bryan dan tuan clay juga tuan gian untuk membawahkan barang-barang ini pada anda nona ". Jawab salah satu pria itu dengan sopan
Vira langsung menganggukkan kepalanya , ternyata kedua pria itu adalah orang suruhan para sahabatnya .
Vira pun mengambil beberapa paper bag berukuran sedang yang baru saja di berikan kedua pria itu dan kedua pria itu langsung pamit pergi .
Tapi ketika vira ingin segera masuk kembali dan baru saja menutup pintu apartemennya setelah dia sudah masuk. suara bunyi bel pintu apartemen vira kembali berbunyi .
Spontan vira kembali membuka pintu apartemennya , karena dia berpikir mungkin kedua pria tadi masih ingin mengatakan sesuatu padanya sehingga kembali lagi untuk menemuinya.
__ADS_1
Tapi ketika pintu telah terbuka , yang vira lihat ternyata bukan kedua pria tadi , melainkan seorang wanita asing yang sedang berdiri di depan pintu apartemen vira.