Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 25


__ADS_3

Happy reading , jangan lupa like dan komen serta vote juga yah 🌠


Clay , bryan dan gian juga kaget atas kejadian yang terjadi di pesta ulang tahun vira dan lano , tapi mereka bertiga hanya berdiri diam saja sambil menunggu ada pencahayaan yang bisa memperlihatkan jalan menuju pintu utama ruangan ini agar mereka bisa langsung keluar dari ruangan itu.


Ternyata dan ternyata ada 2 orang musuh yang berhasil masuk kedalam gedung hotel dan akhirnya kejadian ini bisa terjadi.


" Cihhh , aku tahu hal ini pasti akan terjadi , tapi kalian tidak akan bisa melakukan apapun lebih dari sekedar mematikan semua lampu dalam ruangan ini , awas saja jika aku berhasil menemukan tempat persembunyian kalian , akan ku beritahu arti hidup yang sesungguhnya ". Batin vira ternyata sekarang sudah mulai beraksi karena dia sudah mempersiapkan sesuatu setelah dia menduga kalau musuh sang bunda akan menyerang saat pestanya berlangsung


Tapi tiba-tiba......


Brukkkkkkkk


Tiba-tiba saat vira sedang berjalan mencari seseorang yang dia butuhkan , dia malah menabrak tubuh seseorang dan berakhir dia dan orang yang dia tabrak malah jatuh ke lantai.


" Maaf-maaf , saya tidak sengaja menabrak anda ". Ucap vira meminta maaf dengan tulus


" Menjauhlah dari tubuhku nona vira , badan anda terlihat kecil tapi ternyata sangat berat ". Ucap seorang pria dengan nada suara terdengar datar tapi suaranya sangat vira kenal membuat vira langsung kaget


" Tuan clay ". Pekik vira kaget dan langsung bergeser dari tubuh clay yang tidak sengaja dia tindih saat mereka berdua jatuh


Ya , ternyata dan ternyata orang yang di tabrak oleh vira adalah clay , vira sangat malu karena kebodohannya menabrak tubuh clay apalagi dia bahkan menindih tubuh clay saat mereka berdua jatuh ke lantai.


Untung saja saat ini masih gelap sehingga clay tidak bisa melihat wajah vira yang sedang malu .


" Clay , apa kamu baik-baik saja , dimana kamu ". Ucap gian khawatir karena dia mendengar suara clay tadi apalagi mendengar suara orang jatuh ke lantai , dia khawatir karena dia tidak bisa melihat clay saat gelap seperti ini


" Hmm , aku baik-baik saja ". Jawab clay sambil berdiri dan di ikuti vira yang juga langsung berdiri

__ADS_1


Flo sedang sibuk menghubungi gio untuk segera membuat ruangan itu kembali ada cahayanya karena para tamu undangan tidak berhenti berteriak ketakutan.


Tapi sayanganya gio sangat sulit di hubungi karena ternyata gio dan mafioso lainnya sedang melawan para musuh yang mengepung gedung hotel tersebut.


Kembali pada vira , karena dia sudah malu akibat kecerobohannya sampai dia malah menabrak clay , sekarang dia berniat ingin pergi dan menjauh dari clay tapi sayangnya tangannya tiba-tiba di tahan oleh clay membuat vira langsung kaget.


" Ehhhhh ". Pekik vira kaget


" Mau kemana lagi anda nona vira , apa anda ingin menabrak orang lain lagi , bukankah seharusnya anda diam saja saat gelap seperti ini dari pada anda malah akan membuat kekacauan yang lainnya ". Ucap clay dengan datar sambil menahan tangan vira walaupun dia tidak bisa melihat vira saat ini


" Maaf tuan clay , bisakah anda melepas tangan saya , saya harus mencari senter , paling tidak kita harus ada pencahayaan walaupun hanya kecil ". Ucap vira canggung


Tapi bukannya clay melepaskan tangan vira , dia malah semakin erat menggenggam pergelangan tangan vira membuat vira kebingungan kenapa clay menahannya.


Bodohnya semua orang , karena terlalu panik lampu tiba-tiba mati total , mereka melupakan kalau ponsel mereka semua memiliki senter yang setidaknya bisa memberikan cahaya dalam ruangan itu walaupun kecil.


Flo yang melihat ada pencahayaan dari sebuah ponsel langsung merutuki kebodohannya dan dengan cepat dia langsung memberikan arahan .


" Tolong dengarkan saya , siapapun yang memiliki ponsel tolong nyalakan senter ponsel kalian saat ini ". Teriak flo memberikan arahan pada semua tamu


Dan seketika itu juga para tamu langsung tersadar dan langsung melakukan apa yang di katakan oleh flo.


Ruangan itu pun dengan perlahan mulai terang karena cahaya ponsel dari semua tamu , flo sedikit merasa lega karena setidaknya semua tamu masih dalam keadaan baik-baik saja.


Tapi anehnya , flo tidak mendapati vira ada di sampingnya padahal tadi vira berdiri di antara dia dan lano , tapi sekarang malah menghilang.


" Sayang , dimana vira ? ". Pekik flo panik dan khawatir

__ADS_1


Mendengarkan hal itu , bian dan lano serta arkan ,ben dan vilia juga langsung ikut panik karena tidak menemukan vira di antara mereka.


Bryan dan juga gian juga ikutan panik karena mereka tidak mendapati clay ada di samping mereka .


" Dimana clay ? ". Ucap gian panik


" Bukankah tadi dia berdiri di sampingmu , haissss , kemana dia pergi ". Balas bryan


Dan yang sebenarnya terjadi adalah setelah clay menyalahkan senter di ponselnya , clay langsung menarik vira untuk ikut dengannya .


Flo pun langsung membagi tugas , vilia dan ben bertugas untuk mengamankan para tamu agar tidak terjadi sesuatu pada mereka , lano dan arkan pergi mencari vira sedangkan bian dan flo langsung keluar dari ruangan untuk mengecek keadaan di luar , kenapa sulit menghubungi gio.


Dan ternyata clay membawah vira ke lantai 2 di ballroom tersebut , vira yang mengatakan kalau dia ingin mengambil sesuatu di lantai 2 , clay langsung membantunya .


Sepertinya sikap dingin clay sedikit runtuh jika berhadapan dengan vira dan perasaan itu di rasakan begitu saja oleh clay .


Di saat mereka berdua sedang berjalan menuju salah satu ruangan yang ingin vira tuju , tiba-tiba tanpa sengaja mereka berdua melihat ada seseorang yang tiba-tiba berlari menjauh ketika vira dan clay tidak sengaja memergokinya , tapi wajah orang itu tidak sempat di lihat oleh vira dan clay .


" Yakkkk , mau kemana kamu ". pekik vira


Akhirnya vira dan clay langsung berlari mengejar orang itu dan orang itu adalah seorang pria berpakaian serba hitam dan memakai helm yang terlihat lengkap dengan kaca mata yang bisa melihat dalam kegelapan .


Jika vira dan clay sedang mengejar pria misterius tadi , di ballroom malah tiba-tiba ruangan itu langsung terang , bukan cahaya terang dari lampu utama ruangan tapi dari sebuah alat pencahayaan yang besar dan ada 4 di masing sisi ruangan di lantai 2 .


Hanya ruangan itu yang terang dan selain itu semuanya gelap , ben dan vilia langsung bernafas lega karena mereka pikir sang ayah dan bunda telah berhasil menyalakan pencahayaan , bahkan semua tamu juga langsung bernafas lega , setidaknya ada pencahayaan.


" Dimana clay ". Tanya bryan celingak-celinguk mencari keberadaan sahabatnya itu karena tidak mendapati clay di antara dia dan gian

__ADS_1


Tapi di detik kemudian..........


__ADS_2