
Dengan cepat mario langsung berlari ke arah jendela untuk melihat apa yang terjadi di mansionnya.
Deg.
Halaman depan bahkan gerbang utama mansionnya seketika hancur lebur menjadi satu reruntuhan akibat ledakan yang cukup kuat yang baru saja terjadi di mansionnya.
" YAAAKKK !!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA MANSION KU, WANITA SIALAN !!!! ".
Mario berteriak dalam panggilan tersebut yang masih terhubung. Sedangkan flo di sana langsung mengakhiri panggilan tersebut dengan sepihak, setelah dia mendengar kalau mario sudah mulai marah karena ulahnya sendiri.
" Flo, posisi lano sudah di temukan dan sekarang kita sudah semakin dekat dengan titik lokasinya ". Ucap valen melaporkan posisi lano saat ini.
" Lajukan kecepatan mobilnya, aku tidak mau lano kehabisan darah jika kita terlalu lama ". Ucap flo kembali serius.
Deg.
" Memangnya lano kenapa sih bun ? Apa benar dia sedang terluka ? ". Tanya arkan mulai panik, takit terjadi sesuatu hal yang buruk pada lano.
" Kamu akan mengetahuinya nanti saat tiba di sana, tapi sekarang sebaiknya kamu siapin perlengkapan medismu terlebih dahulu agar kamu bisa langsung menangani lano setibanya kita disana ". Ucap flo.
Semua pun semakin penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi pada lano saat ini, apalagi flo tidak memberitahukan kondisi lano sedari tadi pada mereka.
*******
Deg.
Mata flo langsung melotot marah ketika melihat segerombolan pria berpakaian hitam dengan memengang senjata tajam terlihat baru saja mulai mendekati lano yang sudah terkapar lemas dan sedang bersandar di dinding sebuah gang kecil dengan tangan yang sedang meremas perutnya yang terlihat sudah di basahi dengan darah di pakaian lano.
Gio langsung menghentikkan mobilnya, mereka semua langsung keluar dari mobil dengan cepat tanpa memikirkan apapun lagi.
" YAK ! Beraninya kalian membuat putraku seperti itu ! ". Flo langsung berteriak begitu kencang sehingga segerombolan pria itu langsung menghentikkan langkah kaki mereka yang hendak mendekati target mereka.
" Kyaaakkk ".
Key dan lainnya langsung melongo kaget melihat flo langsung maju dan berlari untuk menyerang segerombolan pria di depan mereka. Akhrinya tanpa menunggu lama, key, gio dan valen langsung menyusul flo dan langsung membantu flo mengalahkan parah musuh.
Sedangkan arkan yang sudah panik karena melihat sang adik telah di basahi darah segar di siang bolong seperti ini pun langsung berlari mendekati lano tanpa takut di serang oleh salah satu gerombolan pria itu.
__ADS_1
" Euugghh ".
Leguhan menahan kesakitan pun langsung terdengar oleh arkan di saat arkan baru saja tiba di samping lano dan langsung memberikan pertolongan pertama pada adiknya.
" Bertahanlah sebentar lano, kaka akan mengobatimu ". Ucap arkan panik langsung mengambil peralatan medisnya untuk mengecek kondisi lano saat ini.
" Ti-tidak ka, Ja-jangan di sini ". Ucap lano menahan tangan arkan yang baru saja ingin mengangkat kemejanya untuk melihat seberapa besar luka yang di dapati oleh lano.
" Kenapa ? ". Tanya arkan kebingungan.
" To-tolong angkat a-aku ke mobil terlebih da-dahulu ka ". Ucap lano terbata-bata karena menahan sakit karena tusukan di perutnya.
Arkan yang mengerti maksud lano, dengan cepat dia langsung mengangkat lano dan membawah lano kedalam mobil gio. Setelah membaringkan lano di kursi belakang dengan posisi yang nyaman, arkan pun kembali ke tempat lano terkapar untuk mengambil peralatan medisnya yang dia tinggalkan tadi untuk mengangkat lano.
" Kyaaaaa ".
Valen dan gio, bahkan key saja sedari tadi hanya bisa terdiam tanpa membantu flo melawan para musuh yang memang telah membuat kemarahan flo memuncak.
Di usia flo yang tidak muda lagi, flo bahkan tidak mau key dan lainnya mengganggu pertarungannya melawan 15 pria lengkap senjata tajam itu saat ini.
Dia bertarung sendirian dengan tenaga yang ternyata tidak kendor walaupun di usia yang sudah menginjak 50 tahunan.
" Wahh ternyata flo masih jago bertarung walaupun sudah tua ". Ucap valen terkagum-kagum pada sosok mantan Queennya.
Bugghh.
Kreekkk.
" Akkkkhhh ".
Teriakan kesakitan pun terdengar dari mulut para pria itu karena flo baru saja mematahkan tangan salah satu pria tersebut dengan mudahnya.
Key dan lainnya langsung bergidik ngeri melihat aksi bar-bar dan kejamnya seorang flo.
Sedangkan arkan di dalam sana sedang sibuk menangani luka lano yang ternyata cukup besar luka tusukan di perutnya.
*****
__ADS_1
Di mansion bian, skay sudah di beritahukan oleh bian bahwa akan ada musuh yang mungkin saja bisa menyerang mansion secara tiba-tiba. Sehingga skay langsung mengajak vira untuk ke kamar, tapi dia jelas tidak akan pernah mau memberitahukan bahaya ini pada vira yang sedang hamil besar.
Sedangkan erika di ajak hesti untuk beristirahat di kamar saja sesuai perintah bian dan hesti akan berjaga di depan pintu kamar erika sampai kondisi dan situasi di mansion itu aman terkendali lagi.
Bian dan ben pun sedang berjaga di depan mansion dengan tangan kosong, tapi tak berselang lama. Datanglah carly dan jakson yang sudah siap sedia dengan senjata api kesayangan mereka yang di sembunyikan di balik jaket yang mereka pakai.
" Apakah ada penyerangan sebelum kami datang kesini ? ". Tanya jakson pada bian dan ben.
" Sampai saat ini belum ada pergerakan dari pihak musuh, tapi tetap terus memperketat penjagaan di luar maupun dalam mansion ". Jawab bian.
" Tariklah kembali para pengawal dan penjaga yang bekerja di mansion ini untuk masuk dan berjaga di area dalam mansion saja, karena sekarang ada mantan mafioso black shadow yang sudah memperketat penjagaan di luar mansion ". Jelas carly.
Bian langsung memberikan isyarat pada ben dan ben langsung peka dan langsung melakukan apa yang di ucapkan oleh carly tadi.
Suasana di mansion bian masih aman terkendali, masih belum ada pergerakan dari musuh yang sepertinya akan menyerang mansion bian.
Sedangkan di dalam kamar vira, skay terus mengajak vira untuk mengobrol dan juga bermain dengan calon debay di dalam perut vira.
" Hei, tampannya daddy ". Ucap skay sambil mengelus perut vira, mengajak cadebay untuk bermain.
Tapi vira tentunya tidak sebodoh dan gampang di kelabui begitu saja oleh skay.
Tentu saja vira tiba-tiba merasa aneh ketika melihat skay yang bersikap aneh seperti ini. Apalagi skay bersikap seakan ada suatu hal yang sedang dia sembunyikan dari vira, dan vira sangat peka dan menyadari sikap skay tersebut.
" Sayang ". Panggil vira pada skay dengan tatapan yang sudah penuh selidik.
" Hmm, ada apa sayang ? ". Tanya skay masih mengelus dan menciumi perut vira tanpa melihat kearah vira.
" Kau pasti sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan ". Sangka vira tepat sasaran.
Deg.
" Dia memang selalu saja terlalu peka ". Batin skay mulai panik.
" Tidak, aku tidak menyembunyikan sesuatu darimu sayang ". Jawab skay mencoba untuk tenang.
Duaarrr.....
__ADS_1
Deg.
Baru saja skay mengatakan seperti itu, tiba-tiba sebuah ledakan yang cukup mennggungcang mansion bian pun di rasakan oleh semua orang yang berada di mansion bian.