
Skay pun langsung di interogasi oleh flo dan lainnya.
" Apa benar kamu sudah menikah dengan putri saya ? ". Tanya bian dengan tatapan dingin pada skay.
" Ya. Saya memang sudah menikahi putri anda, tuan bian. Tapi saya memang tidak berniat menyembunyikan hal ini dari anda dan seluruh keluarga istri saya ". Jawab skay dengan tegas dan juga jujur.
" Saya berniat memberitahukan pernikahan kami setelah membahas rencana ini. Tapi saya tidak menduga kalau istri lano akan memberitahukan hal ini dengan tiba-tiba ". Sambung skay.
Bian menatap skay, mencoba mencari tahu kalau skay mengatakan hal yang sebenarnya atau tidak. Tapi di menit kemudian dia tidak mendapati kalau skay berbicara bohong. Yang artinya skay jujur mengatakan semua itu.
" Kapan kalian menikah ? ". Kali ini yang bertanya adalah flo.
" 1 tahun yang lalu. Tapi saya dan vira sengaja membuat kesepakatan agar menunda kehamilan, sampai kami menemukan dalang tersebut ".
" Bahkan saya juga kaget saat mendengar kabar dari istri lano bahwa ternyata vira sedang hamil ". Sambung skay jujur.
" Yaa... Ini adalah hari yang paling mengejutkan. Baru saja mengetahui bahwa kamu dan vira selamat. Sekarang kembali di kejutkan kalau vira sedang hamil ". Ujar key benar-benar di buat spechless.
" Baiklah.. Saya tidak akan marah kenapa kalian menikah tanpa meminta restu dari saya dan suami saya beserta keluarga kami. Karena saya paham situasi yang kalian hadapi ". Jelas flo sangat bijak.
"Tapi berjanjilah pada saya. Kalau kamu akan menjaga dan melindungi putri saya dengan baik. Kamu juga harus membuat dia bahagia dalam pernikahan kalian, karena jika kamu berani menyakiti putri saya. Maka jangan salahkan saya jika saya akan memberikan hukuman yang setimpal padamu ! ". Sambung flo bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
Walaupun skay tahu maksud ibu mertuanya itu baik. Tapi tetap saja dia menelan salivanya dengan kasar, karena dia tahu ibu mertuanya seperti apa dulu.
" Saya akan membahagiakan istri saya tanpa ada yang memintanya ". Jawab skay dengan tegas.
Gio tersenyum tipis mendengarkan skay yang sangat percaya diri bahwa dia bisa membahagiakan vira yang sudah dia anggap keponakan sekaligus putrinya sendiri.
Tiba-tiba lano kembali lagi ke ruang santai tersebut dengan mengenggam sebuah flashdisk berwarna mereka di tangan kanannya.
" Dimana kau menemukannya ? ". Tanya key hanya ingin memastikan saja.
" Di bawah wastafel kamar mandi baby, seperti yang erika katakan ". Jawab lano memang menemukannya di tempat yang erika katakan.
" Key, coba cek apa isi file di flashdisk itu ". Ucap flo pada key.
Dengan cepat key langsung mengambil laptop milik gio yang di bawah oleh gio dan setelah itu dia meraih flashdik yang di berikan oleh lano.
Setelah selesai menghubungkan flashdisk itu ke laptop milik gio. Dengan cepat key langsung mengotak-atik keyboard laptop di depannya dan ternyata jari-jari key masih sangat lihai seperti biasanya.
Deg.
" I-ini ". Ucap key dengan mata yang langsung melotot kaget, setelah dia melihat isi dari flashdisk yang vira simpan selama ini.
Semua orang dalam ruangan itu terutama skay, langsung mendekat ke arah key untuk melihat apa isi file dalam flash disk itu karena mereka penasaran.
Deg.
__ADS_1
" Bagaimana data ini bisa ada pada baby ? ". Tanya bian sangat terkejut.
" Berikan flashdisk itu padaku ". Ucap flo dengan cepat meminta fashdisk itu dari key, dan key langsung memberikannya tanpa menunggu lama.
" Memangnya apa isi file itu ? ". Batin erika yang tidak sempat melihat isi file yang di perlihatkan oleh key karena ibu mertuanya sudah meminta flashdisk itu dari auntynya.
" Jika bunda mengambil flashdisk itu, bagaimana dengan adik ipar ? ". Tanya erika dengan polosnya.
" Jika kamu bertemu dengan vira, katakan saja kalau benda yang dia minta tidak ada di tempat yang dia katakan padamu ". Jawab flo pada erika.
" Kamu juga harus merahasiakan soal flashdisk ini dari vira. Jangan bilang padanya kalau bunda telah mengambil flashdisk ini ". Sambung flo.
Erika yang memang sangat penurut jika flo sudah meminta sesuatu darinya, dengan cepat erika langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti maksud ibu mertuanya.
*******
Vira baru saja pulang ke hotel yang dia booking untuk 2 hari kedepan selama dia berada di indonesia.
" Hah ". Vira merebahkan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang di kamar hotel tersebut.
" Ehhhh ".
Deg.
Vira tiba-tiba baru saja menyadari sesuatu yang sangat dia hindari dan baru saja dia lakukan.
" Haisss... Kenapa juga aku bisa lupa kalau aku lagi hamil ". Ucap vira merutuki kecerobohannya.
" Jika daddy mu tahu mommy hamil dan melakukan hal seperti tadi. Pasti daddy mu akan langsung memarahi mommy".
" Maafkan mommy, baby ". Vira mengusap lembut perutnya sembari meminta maaf pada janinnya yang bahkan baru 2 bulan menempati rahim vira.
Puffftt....
Aneh.. Tiba-tiba mood vira kembali berubah dalam hitungan detik. Dan sekarang vira sedang menahan tawanya karena merasa lucu akan sesuatu yang baru saja dia ucapkan.
" Baby ? Hahaha ".
" Kenapa aku jadi geli sendiri menyebutkan calon bayiku dengan panggilan baby ? Haha ".
Vira merasa aneh dan lucu dengan kata baby, karena biasanya keluarga vira selalu memanggil vira dengan sebutan baby dan sekarang dia malah memanggil calon bayinya dengan nama yang biasa keluarganya panggil padanya.
Setelah itu akhirnya vira langsung tertidur dengan pulas karena merasa lelah dengan yang dia lakukan seharian ini.
Karena semenjak dia hamil. Moodnya selalu berubah-rubah dan juga dia selalu merasa kelelahan jika melakukan suatu kegiatan yang berlebihan.
****
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain. Seorang pria baru saja memasuki sebuah markas salah satu kelompok mafia di canada.
Pria itu adalah ben dan ben datang sendirian saja ke markas kelompok mafia itu. Entah apa yang ingin dia lakukan di sana.
Dor.
Dor.
2 mafioso di markas kelompok mafia yang ben datangi langsung di tembak oleh ben dan 2 mafioso tersebut langsung tumbang begitu saja.
Dor.
Dor.
Semakin ben berjalan masuk kedalam markas itu, semakin banyak mafioso musuh yang terus keluar dan ingin menyerangnya. Bahkan sudah 3 kotak peluruh yang sudah ben habiskan untuk menembak para musuh.
Dor.
Dor.
Dor.
Ben sudah seperti orang gila yang menembaki musuh dengan brutal. Dia sudah dalam mode pembunuhnya.
" MAJU KALIAN SEMUA !! AKAN KU LENYAPKAN KALIAN SEMUA KARENA BERANI MENYAKITI ADIK KU SIALAN !!! ".
Ben berteriak seperti orang gila.
Dor.
Dor.
Brukk...
" Cih ". Ben langsung berdecih seraya melempar pistolnya karena sekarang dia kehabisan peluruh.
Tapi niatnya menghabisi semua musuh tidak menghalanginya hanya karena kehabisan peluruh. Sekarang dia bahkan sudah mengeluarkan pisau belati yang akan dia pakai untuk mengalahkan para musuh di markas tersebut.
" Berhenti ". Teriakan suara seorang pria, tiba-tiba menghentikan semua pergerakan musuh dan bahkan ratusan musuh yang tadi menyerang ben, sekarang telah mundur kebelakang.
Seorang pria yang bisa di tebak oleh ben berusia 30 tahun lebih. Terlihat sedang berjalan mendekatinya dengan tatapan dingin.
Tapi ben langsung menyeringai bak iblis ketika melihat target utamanya sudah keluar dan bahkan menghampirinya sendiri tanpa harus di panggil.
" Ada apa ini ? Kenapa seorang agen rahasia dari jerman datang dan mengacau di tempat saya ? ". Tanya target utama ben dengan senyum meremehkan.
" Cih ".
__ADS_1