Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 164


__ADS_3

Saat ini flo sedang menunggu di depan ruangan operasi lano bersama bian dan key saja, karena gio, carly dan valen telah pergi melakukan penerbangan menuju london untuk melakukan perintah flo.


Sedangkan jakson di minta oleh flo untuk berjaga bersama para mantan mafioso black shadow di mansion bian untuk sementara waktu sampai lano keluar dari rumah sakit.


Key yang baru selesai menerima panggilan dari seseorang langsung menghampiri flo dan bian untuk melaporkan berita terbaru yang baru saja di laporkan oleh orang yang menghubunginya tadi.


" Ternyata mario sudah mempersiapkan rencananya dengan matang, hanya saja dia masih terlalu meremehkan kita sehingga dengan mudah aku bisa mengetahui semua rencananya ". Ujar key pada flo dan bian.


" Biarkan gio yang mengurus masalah ini, aku ingin fokus dengan kesembuhan lano untuk saat ini sampai dia sembuh total nantinya ". Ucap flo mempercayakan semua masalah ini pada gio.


Key dan bian setuju dengan ucapan flo karena sekarang semuanya tergantung gio, carly dan valen. Karena jika mereka gagal menyelesaikan masalah ini maka masalah ini akan semakin rumit dan bisa saja masalah ini bisa semakin membahayakan flo dan lainnya.


Apalagi sekarang flo tidak memiliki tameng yang kuat lagi, tidak memiliki puluhan ribu mafioso lagi yang bisa melindunginya kapan saja jika dia perintahkan. Bahkan sekarang dia sangat merasa bersalah karena melibatkan key, gio dan lainnya dalam masalah ini.


******


Vira saat ini sedang membujuk skay yang sedari tadi sedang mendiaminya karena senjata yang dia keluarkan tadi.


" Sayang, aku udah minta maaf Loh bahkan aku udah janji gk bakalan main-main lagi dengan senjata api, tapi kenapa kamu malah makin diemin aku sih ".


Vira yang sangat jarang membujuk seseorang bahkan bisa di bilang tidak pernah membujuk siapapun yang kesal karena ulahnya sendiri pun harus menurunkan egonya karena dia tahu kalau dia memang salah besar kali ini pada sang suami.


Tapi sedari tadi vira membujuk suaminya, skay malah diam saja dan terus menghindari vira.


" Hah ".


Vira menghembuskan nafasnya dengan berat karena skay terus mendiaminya, walaupun dia juga sadar bahwa kenyatannya dia memang sudah terlalu berlebihan.


Tok tok tok.


Tiba-tiba suara ketukan pintu yang begitu kuat terdengar dari pintu kamar vira.


" Siapa sih ". Gumam vira memicingkan matanya sedikit kesal.

__ADS_1


Tok tok tok.


Ketukan pintu kamarnya semakin kuat dan juga ketukannya semakin banyak dan beriringan, membuat vira semakin kesal dan langsung berjalan mendekati pintu kamarnya dan membuka pintu tersebut untuk melihat siapa yang mengetuk pintu seperti orang kerasukan seperti itu.


Ceklek.


" Apaan sih ! ". Pekik vira dengan kesal.


" Nona, maaf saya mengganggu anda. Ta-tapi nona erika ".


Ternyata hesti yang mengetuk pintu kamar vira dan hesti terlihat sangat panik, apalagi setelah hesti menyebutkan nama erika.


Deg.


" Ada apa dengan erika ? ". Tanya vira ikutan khawatir, padahal hesti belum mengatakan apapun mengenai erika.


Tak menunggu hesti menjawab pertanyaannya, vira langsung berjalan dengan cepat menuju kamar erika dan lano. Sedangkan skay yang juga jelas melihat kepanikan hesti saat menyebut nama erika dan juga melihat sang istri yang langsung menuju kamar erika pun langsung menyusul hesti dan vira ke kamar erika.


Deg.


" CEPAT TELFON AYAH DAN BUNDA SEKARANG JUGA ".


Vira berteriak seraya mendekati erika dengan perasaan bercampur aduk dan juga panik. Sedangkan hesti langsung melakukan apa yang vira katakan barusan.


" Sayang ? Kenapa ? Apa yang terjadi pada erika ? ". Tanya skay ikutan panik setelah melihat kondisi erika saat ini, setelah dia masuk dan mendekati erika yang sedang di tenangkan oleh vira.


" Tolong panggilkan uncle jakson sekarang juga, sayang. Kita harus segera membawah erika ke rumah sakit, aku takut terjadi sesuatu padanya dan ponakanku ". Ucap vira panik dan khawatir.


" Aaa.. Ya, aku akan turun sekarang juga ".


Dengan cepat skay langsung berlari keluar dari kamar itu untuk turun ke lantai 1 dimana jakson berada saat ini.


" Aaakkkhhhh... Hikss, sakit ".

__ADS_1


Erika terus berteriak histeris dengan meringis menahan kesakitan di perutnya. Tapi ini belum waktunya erika melahirkan karena usia kandungannya masih 5 bulan, dan sekarang vira benar-benar blank dan hanya bisa menenangkan erika untuk saat ini.


" Kamu tenang dulu, tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan-lahan ".


Hanya dengan cara seperti itu yang bisa di lakukan oleh vira, karena wajar saja hanya itu yang bisa dia lakukan karena vira juga tidak tahu dan tidak pernah mengalami hal seperti ini selama dia hamil sampai saat ini.


" Haaaaaahh... Huuuuhhh ".


Tapi beruntungnya, erika ternyata masih bisa mengikuti intruksi yang di sarankan oleh vira. Dengan perlahan dia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan-lahan.


" Ya, lakukan lagi seperti ini sampai kamu bisa merasa tenang dan sedikit rileks ". Ucap vira sedikit lega karena erika melakukan apa yang dia katakan.


Tak tak tak.


" Kenapa baby ? Ada apa dengan erika ? ". Tanya jakson yang baru saja masuk kedalam kamar erika bersama skay, setelah mereka berlari dengan cepat menuju kamar ini karena panik.


" Uncle, sayang. Tolong bantu bawah erika ke mobil, kita harus membawahnya ke rumah sakit sekarang juga ". Ucap vira dengan cepat.


Tanpa basa-basi, skay dan jakson langsung melakukan apa yang di katakan vira. Mereka dengan perlahan mengangkat tubuh erika dan langsung berjalan keluar dengan perlahan dari kamar itu.


Sedangkan di tempat lain di rumah sakit Hope Hospital, Flo, bian dan key sangat terkejut setelah mendengarkan laporan hesti yang mengatakan bahwa sekarang erika sedang dalam perjalan menuju rumah sakit Hope hospital juga karena erika teriak-teriak meringis kesakitan dan belum tahu apa penyebabnya.


Padahal lano baru saja selesai operasi dan juga baru di pindahkan ke ruangan VVIP setelah operasinya berjalan lancar. Sekarang malah erika nyusul sang suami masuk rumah sakit walaupun dengan sakit yang berbeda.


Sekitar 30 menit akhirnya erika dan lainnya sudah tiba di rumah sakit, bahkan sekarang vira juga ikut mengatarkan erika.


Kedua kalinya seluruh dokter di rumah sakit Hope Hospital kembali tegang karena secara bergantian putra dan menantu pemilik rumah sakit masuk rumah sakit bersamaan di hari yang sama hanya berbeda waktu saja.


" Cepat bawah dia ke ruangan dokter kandungan ". Perintah arkan pada seluruh bawahannya untuk segera membawah erika.


Erika pun langsung di bawah ke ruangan dokter kandungan. Sesampainya erika di dalam ruangan tersebut, erika langsung di beri penanganan yang intensif oleh beberapa dokter ahli kandungan di rumah sakit tersebut.


Dan setelah selesai pemeriksaan, Sekarang erika malah tertidur. Bahkan dia sudah tertidur selama proses pemeriksaan berlangsung. Dan hasil penyebab erika terus berteriak meringis kesakitan di perutnya sudah di ketahui.

__ADS_1


__ADS_2