Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 134


__ADS_3

Lano semakin menatap erika dengan dingin, tapi dia juga tidak mengerti apa alasan erika tidak mau bercerai dengannya, jika bukan soal harta setelah erika mengetahui siapa lano sebenarnya.


" Saya mengatakan semua ini karena saya telah berjanji pada diri saya sendiri, kalau nanti saya hanya akan menikahi 1 pria saja yang saya cintai dan pria yang mencintai saya saja. Pernikahan sekali seumur hidup, itu yang saya inginkan ". Ucap erika melanjutkan penjelasannya.


" Mungkin bagi anda sebuah pernikahan hanyalah sebuah mainan. Tapi tidak bagi saya tuan ! ". Sambung erika dengan tegas.


" Memangnya siapa yang mengatakan kalau pernikahan adalah sebuah permainan ? ". Balas lano dengan dingin.


" Ck, buktinya tadi anda bertanya apakah saya setuju untuk anda ceraikan nanti setelah anda menjelaskan masalah ini pada keluarga anda ". Ujar erika dengan tatapan datar. Erika mulai menunjukkan taringnya di depan lano.


" Kan saya hanya bertanya ! ". Balas lano dengan tegas.


" Hah ". Elisa memutar bola matanya dengan malas seraya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Ingatlah perkataan saya baik-baik. Saya tidak akan melarang anda untuk menceraikan saya, kapan pun anda mau ! ".


" Tapi, saya sebenarnya tidak ingin bercerai. Ingat, bukan soal harta ! Tapi sekali lagi saya hanya ingin menikah sekali seumur hidup saya ! ".


" Sejujurnya saya juga tidak menginginkan pernikahan ini terjadi, tapi semuanya terjadi tanpa terduga. Dan walaupun saya tidak mencintai anda, tapi pernikahan sudah terjadi dan jika anda setuju untuk tidak bercerai. Maka saya akan mencoba terbiasa untuk menjalani hidup bersama anda ! ".


" Ck, apa kau sadar dengan cara bicaramu yang terlalu bertele-tele ? ". Lano malah menyindir erika.


" Apa maksud anda ? ". Pekik erika menautkan kedua alisnya kebingungan.


" Cukup katakan saja kalau kamu tidak ingin bercerai dengan alasan hanya ingin menikah sekali seumur hidup, itu sudah membuat saya mengerti dan tidak perlu menjelaskan secara detail semua perasaanmu ! ". Jawab lano dengan tatapan datar.


Erika seketika di buat bingung harus mengahadapi lano dengan cara seperti apa. Lano sangat menyebalkan di mata erika saat ini.


" Jadi kau tidak ingin mengakhiri pernikahan ini ? ". Tanya lano dengan wajah datarnya.


" Ya, sekalipun saya sebenarnya tidak menginginkan pernikahan ini. Tapi saya juga tidak ingin berdosa karena mempermainkan janji ikatan suci sebuah pernikahan, walaupun saya tidak mengucapkannya. Tapi anda yang telah mengucapkannya sehingga pernikahan ini nyatanya sudah sah di mata tuhan dan di dunia ". Jawab erika dengan tegas.


Ya, memang hanya lano yang mengucapkan janji suci pernikahan pada saat itu di greja. Karena posisinya erika masih pingsan.


" Baiklah, terserah kau saja ! ". Ucap lano seketika malas berdebat dengan erika dan malah langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan kasar.


Erika seketika langsung kesal karena sikap lano.


" Tapi kamu juga harus ingat satu hal ". Tiba-tiba lano berbicara dengan mata tertutup tapi terdengar sangat dingin dan serius.


" Sikapnya berubah ". Batin erika mulai sedikit ketakutan.


" Jika kamu memang tidak ingin mengakhiri pernikahan ini. Maka kamu juga harus siap mengikuti semua syarat yang akan saya berikan ".


" A-apa maksud anda ? ". Tanya erika mulai berpikiran yang tidak-tidak.


" Kamu bisa berbicara non formal denganku, tapi jangan pernah melarangku melakukan apapun yang aku inginkan ! ".

__ADS_1


" Jika memang pernikahan ini tidak bisa di akhiri, maka kamu harus membuatku memiliki perasaan cinta padamu. Karena bertahan dalam pernikahan tanpa cinta, itu sama saja sia-sia untuk di pertahankan ! ".


" Aku tidak akan melarangmu melakukan apapun, kecuali berkhianat di belakangku, karena aku paling benci seorang pengkhianat ".


Ternyata lano tidak keberatan jika pernikahan konyol itu akan di lanjutkan.


" Lalu bagaimana denganmu ? Jika aku tidak boleh melarang apapun keinginanmu, bagaimana keinginanmu adalah menyelingkuhiku ? Apa aku juga tidak boleh melarangnya ?, itu sama saja dengan bohong ! ". Sangka erika memutar bola matanya dengan malas.


" Apa kau pikir hanya kau saja yang tahu arti dari sebuah pernikahan, apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan dalam sebuah pernikahan ? ". Balas lano langsung bangkit berdiri dan menatap erika dengan tatapan dingin.


" A-aa, ma-maksud ku... "


" Sekalipun awalnya aku memang tidak menginginkan pernikahan konyol ini, tapi aku juga bukan tipe pria yang tidak bertanggung jawab, jika kamu menginginkan untuk tidak mengakhiri pernikahan ini ".


" Hah ". Lano berkali-kali menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Lupakan saja ".


" Intinya jika kamu memang serius dan yakin akan pernikahan ini. Buatlah aku yakin dan percaya bahwa pernikahan ini memang pantas untuk di lanjutkan ".


Erika langsung terdiam. Yang awalnya dia mengira lano akan memberikan syarat-syarat aneh, tapi sekarang dia malah mulai tertarik dengan kepribadian lano yang sekarang sudah sah menjadi suaminya, di mata hukum dan di mata tuhan.


" Ikutlah denganku ". Tiba-tiba lano mengajak erika entah kemana.


" Ma-mau kemana ? ". Tanya erika kebingungan.


" Aaa, baiklah ". Jawab erika dan mereka berdua langsung keluar dari kamar lano.


***


Ketika lano dan erika keluar dari lift di lantai 1, mereka kembali berpapasan dengan hesti yang hendak menuju dapur.


" Bi ? ". Panggil lano.


" Ya, tuan muda? Apa ada yang bisa saya bantu ? ". Tanya hesti ketika dia langsung menghentikkan langkah kakinya.


" Dimana bunda ? ". Tanya lano datar.


Deg.


" Ba-bagaimana ini ". Batin hesti mulai gugup takut dia salah jawab.


Belum juga hesti menjawab pertanyaan lano. Tiba-tiba muncul di ruang tengah tersebut, ada clay, bryan, gian dan juga amanda dengan berlari seperti orang panik.


" Mati aku ". Batin hesti langsung melotot kaget melihat ke empat sahabat vira, yang dia yakin ingin bertanya soal kejadian yang menimpah vira saat ini.


Hesti takut karena ada lano di hadapannya. Karena flo dan bian sudah berpesan untuk tidak memberitahukan soal vira pada lano.

__ADS_1


" Bi hesti ". Pekik amanda semakin mempercepat larinya mendekati hesti dan lano juga erika yang sedang berdiri diam di belakang lano.


Sedangkan lano langsung menatap clay dan lainnya dengan tatapan dingin.


" STOOOPPP !! ". Teriak hesti mengejutkan semua orang dan berhasil menghentikan langkah kaki clay dan lainnya.


Merasa semua mata sedang tertuju padanya, hesti pun menjadi canggung.


" Ma-maafkan saya. Tapi tuan dan nona tidak seharusnya berlari seperti itu di dalam mansion, karena nyonya flo sangat membenci hal itu ". Jelas hesti setelah menemukan alasan yang tepat.


" Ya, kami minta maaf atas hal ini, bi ".


" Tapi... "


" Ehhh.. Maaf nona amanda, tapi nona vira belum pulang dan masih dalam penerbangan menuju indonesia dari canada ". Jawab hesti langsung menyela ucapan amanda.


" Lah kan emang iya, vira.... "


" Iya saya mengerti maksud anda tuan gian.. Tapi... ".


" Apa kalian bisa berhenti saling menyela ucapan kalian? ". Ucap lano yang pusing melihat kelakukan hesti, amanda dan gian yang selalu menyela ucapan satu sama lain.


" Kenapa kalian datang kesini ? ". Sambung lano bertanya pada clay dan lainnya dengan tatapan dingin.


" Cihh... Kaka macam apa kau ini, HAA ? Adik kembaranmu sedang tertimpah sebuah musibah, kamu malah asik membawah kekasihmu ke rumah dan tidak ikut mencari keberadaan vira adikmu sendiri !! ". Pekik amanda emosi melihat lano yang terlihat sangat santai, di saat semua orang panik dan khawatir sibuk mencari vira.


Deg.


Lano langsung menatap amanda dengan tapapan tajam. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang amanda katakan barusan.


Sedangkan hesti langsung memejamkan matanya seraya menundukkan kepalanya takut.


" Apa maksudmu ! ". Tanya lano mencoba menahan emosinya.


" Cihh... Kelihatannya kamu bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada vira saat ini ". Jawab amanda dengan tatapan penuh sindiran.


" Cukup nona amanda ! Anda sudah keterlaluan dan tolong jaga ucapan anda ! ". Ucap hesti sedikit emosi karena amanda sepertinya ingin memojokkan tuan mudanya. Padahal kenyataannya lano memang tidak tahu apa yang terjadi pada vira.


" CEPAT KATAKAN APA MAKSUDMU MENGATAKAN BAHWA ADIKU SEDANG TERTIMPAH MUSIBAH, SIALAN !!! ".


Lano berteriak penuh emosi, dia paling akan menjadi sensitif jika menyangkut soal vira, entah dalam konteks apapun itu.


Seketika amanda langsung terdiam membisu melihat kemarahan lano yang baru pertama kali dia lihat. Sama halnya dengan clay, bryan dan gian. Apalagi erika.


Sedangkan hesti langsung meremas jari-jari tangannya dan merutuki kebodohan amanda yang berhasil membuat lano marah besar.


Tapi sebuah tangan berukuran lebih kecil dari tangan lano tiba-tiba menggenggam lembut dan hangat tanggan lano dari belakang. Membuat lano seketika terdiam.

__ADS_1


__ADS_2