
Makasih sudah mampir dan ini adalah bab ke 4 yang author Up hari ini yah, sesuai janji author untuk upload 4 bab khusus hari ini, makasih dan happy reading 💖
" Kyaaaaa ".
Flo dan hil langsung melakukan pertarungan yang sengit. Tidak ada yang berani mengganggu pertempuran itu, sekalipun itu bian.
Skay langsung memeluk vira dengan erat dan vira tersenyum membalas pelukan skay.
" Kenapa kau sangat nekat datang kesini sendirian tanpa memberitahuku ". Ucap skay bernafas lega, setidaknya vira masih hidup.
Tapi tiba-tiba....
" Skay, apa-apaan kamu ? ". Pekik arkan langsung mendorong skay sehingga pelukan hangat dan nyaman yang vira dan skay rasakan tiba-tiba hilang begitu saja.
Lano ikut bergabung dengan mereka bertiga, lano menatap skay dengan dingin dan datar, sedangkan arkan langsung menatap sahabatnya dengan tatapan tajam.
Tapi vira tiba-tiba melakukan hal tak terduga. Dia tiba-tiba menarik skay berdiri di belakangnya seraya dia menatap kedua kakanya dengan tatapan tajam.
Lano dan arkan tercengang dengan tindakan vira barusan. Sedangkan skay langsung mengejek arkan dengan senyuman tipis.
" Baby ? Apa yang kau lakukan ". Tanya arkan dengan tatapan tajam.
" Apa kau ingin bunda membunuh pria ini karena berani memelukmu seperti tadi ! ". Sambung lano.
" Apaan sih kalian berdua, kenapa juga bunda harus membunuh skay karena memelukku ?, aneh ! ".Balas vira dengan tatapan tajam.
" Tapi sejak kapan kalian berdua saling kenal ? Dan kamu skay, sejak kapan kau mendekati adikku !". Tanya arkan penuh selidik.
" Sejak awal hubungan persahabatan kita terjalin ". Jawab skay dengan santainya.
Vira menautkan kedua alisnya kebingungan. "Jadi kau mengenalku sejak pertama mengenal ka arkan ? ". Sambung vira bertanya, seraya melirik skay di belakangnya.
Dor.
Dor.
Dor.
Di sisi lain flo semakin bringas menyerang Hil, yang bahkan sudah tidak mampu lagi melawan ataupun menangkis serangan flo.
" Bu-bunuh sa-sa-ja ak-ku ". Ucap Hil terbata-bata sudah tergeletak di tanah dengan mulut yang sudah mengeluarkan banyak darah gumpal.
Mendengarkan musuh di depannya sudah menyerah dan meminta untuk segera di bunuh, flo malah langsung menarik kerah kemeja Hil dan mengarahkan hil untuk berdiri.
Bug.
__ADS_1
" Itu untuk semua rencanamu ! ".
Bug.
" Itu untuk kamu yang berani mencari masalah denganku ! ".
Bug.
"Akkkhh".
" Itu untuk 3rb mafiosoku yang gugur karena mengalahkan anak buahmu ! ".
Bug.
" Itu untuk kematian stiff ! ".
Bug.
" Itu karena kamu berani menyerang vira putriku ! ".
" Dan terakhir ".
Bug.
Blush.
" Eughh".
" ITU UNTUK MENDIANG PUTRI SULUNGKU YANG TEWAS KARENA SEMUA RENCANAMU, BANG*SAT !!!! ".
Seketika nyawa Hil menghilang begitu saja di dengan pisau belati kesayangan flo, setelah flo puas memukul wajah hil dengan mengeluarkan semua unek-unek yang dia simpan.
Bruk.
Hil pun jatuh ke tanah sudah tidak bernyawa lagi. Bian dengan sigap langsung menahan tubuh flo yang hampir saja ambruk jatuh ke tanah.
" Sayang, jangan memaksakan dirimu ". Ucap bian panik dan khawatir.
Semua orang terdiam melihat akhir dari semua masalah ini. Bahkan vira, arkan, lano dan skay yang tadinya sedang beradu tatapan tajam, langsung ikut terdiam melihat dan mendengar semua yang di lakukan oleh flo.
Flo langsung pingsan dalam pelukan bian saat itu juga, membuat bian dan semua orang langsung panik.
" Sayang , Queen , Bunda , kaka ". Pekik semua orang bersamaan.
Bian langsung menggendong flo dan berlari menuju jalan dimana mobil mereka di parkir, semua orang juga langsung mengikuti bian.
__ADS_1
Kecuali vira, skay dan juga lano yang masih diam di tempat.
" Apa kau baik-baik saja ? ". Tanya skay panik dan khawatir melihat vira yang terdiam kaku dengan tatapan kosong.
Sedangkan lano langsung sakit hati ketika melihat sang adik yang sepertinya kembali syok dan terguncang ketika sang bunda mengingatkan lagi tentang kematian vilia.
*****
Saat puluhan bahkan ratusan mobil milik black sun sudah mulai keluar dari gerbang masuk hutan. Ribuan polisi yang siap siaga di jalan masuk gerbang itu tidak ada yang berani menghentikan mobil-mobil tersebut.
Mobil bian langsung melajukan kecepatan menuju rumah sakit Hope hospital di canada karena takut terjadi sesuatu pada sang istri.
" Sayang bertahanlah, kita akan ke rumah sakit sekarang ".
Dan 30 menit kemudian, setibanya mereka di rumah sakit Hope Hospital rumah sakit cabang yang di kelola arkan. Flo langsung di tangani oleh puluhan dokter yang bekerja di rumah sakit itu.
Sedangkan di tempat lain. Jakson, carly, aslan dan valen bersama seluruh mafioso black sun langsung kembali ke markas.
Tatapan carly begitu kosong, karena dia terguncang akan kematian sahabat baiknya yaitu stif dalam pertempuran malam hari ini.
Jakson dan lainnya hanya bisa diam dan memperhatikan carly sedari tadi. Mereka tentunya juga merasakan kehilangan yang sangat menguncang mereka karena kematian stif. Tapi mereka juga tahu sedekat apa stif dan carly selama ini.
Setelah mereka tiba di markas black sun yang berada di canada, carly, aslan dan jakson serta valen juga beserta seluruh mafioso black sun langsung saja melangsungkan pemakaman stif di markas itu.
Gio sendiri yang telah memberikan izin untuk mereka melangsungkan pemakaman stif malam ini juga, bukan karena tidak menghargai flo sebagai Queen. Tapi gio tahu apa yang akan flo perintahkan jika dia melaporkan pemakaman stif pada flo. Dan yang pasti flo akan setuju untuk segera memakamkan mayat stif malam ini juga.
Karena stif memang tidak menikah dan bahkan dia juga anak yatim piatu. Maka tidak ada yang perlu di tunggu lagi untuk memakamkan tubuh kaku stif sekarang.
Di saat lubang kubur telah selesai di gali, tiba-tiba arkan, lano, vira dan skay muncul di area belakang markas yang menjadi tempat stif di kuburkan.
Semua menundukkan kepala mereka memberi hormat pada vira, lano dan arkan juga skay, kecuali carly yang sedang menatap lurus ke arah mayat stif yang sudah di bungkuskan kain sebelum di kuburkan.
Tanpa terduga setelah tiba di samping carly, vira langsung memeluk carly. Vira langsung menangis dalam diam seraya memeluk carly dengan erat. Sedangkan carly tanpa sadar langsung meneteskan air matanya.
" Maafkan aku paman, ini semua adalah kesalahanku hiksss. Jika aku tidak nekat datang kehutan itu, pasti paman stif masih hidup sampai saat ini hikss ". Tangis vira pun pecah sejenak dia kembali teringat dan menayalahkan dirinya telah melakukan hal sama sehingga nyawa vilia direnggut oleh musuh pada waktu itu.
Carly langsung membalas pelukkan vira. Tanpa terduga dia tersenyum lirih walaupun air matanya terus mengalir membasahi pipinya.
" Ini bukan kesalahanmu, tapi ini sudah menjadi takdir stif ". Jawab carly sama sekali tidak menyalahkan vira.
" Paman stifmu itu telah berjuang bersama kami semua hingga titik batas kemampuannya, seharusnya kita semua bangga padanya karena dia rela mati demi di tangan musuh atas nama black sun ". Sambung carly.
Semua orang semakin terpukul mendengarkan ucapan carly, apalagi lano yang sekarang sedang menatap lurus ke arah mayat stiff yang telah di bungkus.
" Terima kasih paman, setidaknya aku pernah mengalahkan ribuan musuh hanya berdua denganmu saja ".
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah melupakan semua itu sekalipun sekarang kita sudah berbeda alam ".