Bukan Kembar Biasa

Bukan Kembar Biasa
Eps 78


__ADS_3

Happy reading guys , jgn pelit like dan komen kalian yahh , semangat 🤗


Lano , delon serta amora dan adiknya adelia baru saja tiba di depan mansion bian .


Ternyata lano benar-benar membawah amora dan adelia ke indonesia setelah amora berhasil membujuk lano agar bisa membawahnya pergi dari amerika .


Delon langsung keluar dari mobil terlebih dahulu dan langsung membukakan pintu mobil belakang samping kiri karena lano duduk di samping pintu mobil tersebut.


Sedangkan Amora dan Adelia keluar dari mobil sendiri karena mereka sadar diri bahwa mereka tidak pantas di bukakan pintu oleh delon.


" Tuan muda , saya pamit pulang dulu ". Ucap delon pamit pulang karena dia dan lano tidak akan pergi ke perusahan untuk hari ini


" Hmm ". Jawab lano dengan deheman saja


Delon langsung menundukkan kepalanya sebentar pamit pada lano dan langsung kembali ke mobil , delon pun telah meninggalkan area mansiomn bian.


Amora dan adelia sangat terkejut melihat besar dan mewahnya mansion bian bahkan hanya dari luar saja .


" Ini bukan rumah lagi , tapi ini adalah istana ". Batin amora terkagum-kagum


Tiba-tiba kepala pelayan baru di mansion bian yang telah menggantikan bi susi , muncul dan menyapa lano dan amora serta adiknya amora , kepala pelayan baru itu bernama hesti dan hesti berusia 35 tahun .


" Tuan muda ". Sapa hesti seraya menundukkan kepalanya memberi hormat


" Bi , apa bunda dan baby ada di dalam ? ". Tanya lano pada hesti


" Ya tuan muda , nyonya dan nona vira ada di dalam di kamar mereka masing-masing ". Jawab hesti


Setelah menjawab pertanyaan lano , hesti langsung melirik ke arah amora dan adelia dengan penasaran , ternyata lano memperhatikan tatapan hesti pada amora dan adiknya .

__ADS_1


" Baiklah , tolong antarkan mereka ke kamar tamu dan setelah itu tolong panggilkan bunda dan baby untuk menemuiku di ruang santai ". Ucap lano dengan wajah datarnya


Setelah mengatakan hal tersebut , lano langsung pergi meninggalkan hesti , amora dan adelia di depan mansion.


" Ahh tuan , bagimana dengan..... ". Ucapan amora yang ingin memanggil lano karena dia kebingungan kenapa lano meninggalkan mereka dengan hesti yang baru pertama kali bertemu dengannya bahkan dia tidak tahu siapa hesti pun tiba-tiba di sela oleh hesti sendiri


" Nona , mari ikut dengan saya ke dalam ". Sela hesti dengan sopan dan juga ramah


Amora tentunya sangat canggung pada hesti karena dia selama ini tidak pernah di perlakukan sopan apalagi ramah seperti yang hesti lakukan pada mereka saat ini.


" Ehhh ya , maaf sudah merepotkan anda nyonya ". Ucap amora dengan canggung


" Jangan panggil saya nyonya , nama saya hesti , saya kepala pelayan di mansion ini , anda bisa memanggil saya bi hesti saja ". Ucap hesti tersenyum hangat


" A-ahh ya baiklah bi hesti ". Jawab amora sangat dan sangat canggung .


Mereka bertiga pun masuk kedalam mansion lewat pintu utama , dalam perjalanan menuju kamar tamu , amora dan adelia bahkan ternganga karena melihat bagian dalam mansion bian yang bisa di bilang seperti istana saja.


Baru saja lano masuk kedalam ruang santai dan duduk di sofa samping vira , dia langsung mendapati tatapan flo dan vira ternyata sedang menatapnya dengan sangat dingin.


" Kenapa ? ". Tanya lano dengan singkat atas tatapan flo dam vira yang menatapnya seperti itu


" Jelaskan pada bunda , siapa 2 gadis yang kamu bawah ke sini seperti yang hesti katakan pada bunda ". Tanya flo yang ternyata sudah tahu bahwa lano membawah amora dan adelia dari laporan hesti


Tapi lano malah terlihat santai dan biasa saja setelah mendengarkan pertanyaan sang bunda .


" Mereka berdua di kejar oleh 10 pria berpakaian hitam yang ternyata membawah senjata api ". Jelas lano sengaja menjeda ucapannya sejenak


" Mereka berdua tiba-tiba masuk ke dalam mobilku saat aku dan delon baru saja selesai meeting dengan tuan vores di salah satu restoran bintang 5 di amerika dan mereka meminta bantuan aku dan delon untuk menyelamatkan mereka dari kejaran orang-orang itu ". Sambung lano sesuai apa yang sebenarnya terjadi

__ADS_1


" Tapi saat aku ingin mengantarkannya pulang , gadis remaja itu malah meminta aku membawah mereka pergi jauh dari negara itu , bahkan gadis remaja itu meminta aku agar mempekerjakanya di mansion ini sebagai ART agar dia punya tempat tinggal bersama adiknya , yang katanya mereka berdua adalah anak yatim piatu ". Sambung lano lagi


" Pria bersenjata ? , apa kamu sudah memastikan hal itu benar ? , bagaimana kalau gadis-gadis yang kamu bawah itu adalah bagian dari rencana musuh seperti tuan nikolas ? ". Ucap flo tidak ada salah dan wajar dia harus waspada dan mencurigai hal seperti ini


" Dimana mereka sekarang ? ". Tanya Vira tiba-tiba


" Mereka sedang berada di kamar tamu , mungkin sedang beristirahat ". Jawab lano dengan santai


" Hestiiii ". Panggil flo dengan sedikit mengeraskan suaranya


Beberapa detik kemudian hesti datang menghampiri flo , vira dan lano di ruang santai.


" Ya nyonya , ada yang bisa saya bantu ? ". Tanya hesti


" Tolong panggilkan kedua gadis yang di bawah oleh lano ke sini sekarang ". Ucap flo


" Baik nyonya ". Jawab hesti langsung melakukan perintah flo


Setelah hesti pergi , flo bertanya lagi pada lano .


" Kenapa kamu dengan mudah percaya pada kedua gadis itu ? , bukankah bunda sudah pernah bilang untuk waspada akan siapapun yang ingin mendekatimu ? ". Ucap flo dengan datar


" Aku bisa melihat bahwa mereka berdua bukanlah orang jahat ataupun orang suruhan dari musuh manapun , aku sangat yakin akan hal itu , bahkan aku sangat yakin ketika bunda melihat mereka berdua , bunda juga akan setuju dengan ucapanku serta keputusanku membawah mereka mansion ini ". Jawab lano dengan santai


Tak berselang lama akhirnya hesti datang bersama amora dan adelia yang berjalan di belakanh hesti .


" Nyonya , mereka adalah kedua gadis yang di bawah oleh tuan muda ". Ucap hesti


Flo dan vira langsung melirik ke arah amora dan adelia , melihat tatapan flo yang sangat datar dan sedikit menyeramkan , adelia spontan langsung bersembunyi di belakang amora sang kaka dengan ketakutan .

__ADS_1


Flo yang melihat adelia bersembunyi di belakang amora sontak langsung kaget dengan tindakan adelia , padahal sebenarnya tatapan datar flo adalah tatapan biasa yang selalu terlihat setiap harinya , flo sama sekali tidak berniat menakuti anak kecil di hadapannya itu.


Sedangkan vira hanya diam dan terus menatap datar ke arah amora dan adelia , tapi tidak dengan lano yang langsung tersenyum tipis tapi tidak bisa di lihat oleh siapapun karena dia tidak menyangka adelia akan ketakutan melihat tatapan bundanya.


__ADS_2