
Di canada, tepatnya di rumah sakit HOPE HOSPITAL. Flo, key dan bian baru saja memasuki ruangan VVIP, ruangan dimana ben di rawat dan bertepatan ben saat ini sudah bagun dari istrirahatnya.
Deg.
" Ayah, bunda, aunty ? ".
Ben terkejut melihat kedatangan ketiga orang yang sangat dia hindari saat ini baru saja memasuki ruangan itu.
Sedangkan elisa dan colten langsung menundukkan kepala mereka memberi hormat pada flo dan bian juga key.
Pandangan flo dan bian serta key langsung tertuju pada ben yang terlihat sedang terkejut di ranjang pasien dengan posisi sedang bersandar.
Ben langsung menelan salivanya dengan kasar melihat tatapan ke tiga orang di depan sana yang sedang menatapnya dengan tatapan dingin dan sulit di artikan.
setelah itu ben langsung menatap ke arah elisa dan colten, tapi kedua orang itu hanya menaikan bahu mereka seakan memberitahu ben bahwa mereka tidak tahu kedatangan flo dan lainnya saat ini.
" Kenapa kau bertindak senekat ini ? Apa kau sengaja ingin membuat bunda terkena serangan jantung ? ". Cecar flo yang tidak bisa menahan perasaan campur aduk yang dia rasakan.
" Bun ". Ucap ben merasa sangat bersalah.
Flo, bian dan key langsung mendekati ranjang ben, membuat jantung ben semakin berdetak kencang.
" Katakan pada bunda, apa alasanmu melakukan tindakan nekat seperti itu ? Katakan dengan jujur atau bunda akan menghukummu !! ". Ancam flo tidak bersungguh-sungguh
Ben terdiam membisu mendengarkan hal itu. Tapi tiba-tiba pintu ruangan itu terdengar di buka oleh seseorang, yang ternyata arkan yang baru saja memasuki ruangan itu karena mendegar bahwa ayah dan bundanya sudah datang.
Tapi Arkan langsung menghentikkan langkah kakinya ketika melihat tatapan ayah, bunda dan auntynya kini sedang menatap dingin ke arahnya.
" Kenapa mereka menatapku seperti itu ? Apa aku baru saja melakukan kesalahan ? ". Batin arkan kebingungan.
" Kamu juga ! Kenapa kamu tidak memberitahukan kakamu sedang terluka pada ayah dan bunda ? ". Flo lanjut mencecar arkan.
Deg.
" Kok jadi aku yang salah ". Batin arkan terkejut.
" Bun ". Panggil ben menatap sang bunda dengan tatapan senduh.
__ADS_1
" Jangan menatap bunda seperti itu ! ".
" Bunda sama sekali tidak habis pikir, kenapa semua putra dan putri bunda selalu saja melakukan hal yang nekat dan bisa membahayakan diri kalian sendiri ".
" Kalian selalu saja membuat bunda pusing dengan apa yang kalian lakukan. Bahkan tidak ada satu pun dari kalian yang bahkan ada niatan untuk meminta bantuan pada bunda sekali saja ! ".
" Apa karena kalian sudah sebesar ini, jadi kalian tidak membutuhkan bunda lagi ? ".
Flo melampiaskan semua perasaan yang bercampur aduk dalam dirinya. Dia bukan memarahi anak-anaknya, tapi dia hanya merasa bahwa dia menjadi seorang ibu yang tidak bisa di andalkan oleh anak-anaknya. Sehingga anak-anaknya selalu bertindak nekat menghadapi masalah sendirian.
Ben memenjamkan matanya merasa sangat bersalah karena apa yang dia lakukan ternyata telah melukai perasaan bundanya. Sedangkan arkan langsung mendekati flo dan langsung memeluk flo dengan perasaan bersalah seperti yang di rasakan ben saat ini.
" Seharusnya kalian tahu seperti apa bunda kalian.. Aunty tidak akan marah hanya karena kalian melakukan semua ini. Tapi kalian juga harus tahu kalau kami selalu siap sedia untuk membantu kalian di saat kalian membutuhkan bantuan ". Sambung key yang sangat mengerti kenapa semua keponakannya selalu bertindak seperti ini.
" Tapi aku juga tidak bermaksud untuk melukai perasaan bunda dengan apa yang aku lakukan, bun ". Ucap ben dengan mata berkaca-kaca.
Mau ben, arkan, lano apalagi vira. Jika sudah berhadapan dengan kedua orang tua mereka, pasti mereka akan menjadi layaknya seorang anak yang manja dan juga hangat. Dibalik mereka yang selalu bersikap dingin di depan orang lain.
" Aku melakukan hal ini karena aku hanya ingin tidak ada lagi orang yang ingin mecelakai keluargaku ".
" Ayah, bunda bahkan seluruh keluarga. Kalian memang bukan keluarga kandungku, tapi kalian menyayangiku layaknya aku adalah anak kandung ayah dan bunda ".
" Ben ". Panggil bian dengan tatapan senduh menatap putra angkatnya yang bahkan sejak awal tidak dia anggap sebagai anak angkatnya, melainkan bian tidak pilih kasih dan menyayangi ben, arkan maupun mendiang vilia sebagai putra dan putri kandungnya sendiri, darah dagingnya sendiri.
" Jangan mengatakan hal seperti itu, ayah tidak suka ". Sambung bian.
Ben pun tersenyum di sela air matanya yang sudah mengalir deras membasahi pipinya, setelah mendengarkan ucapan ayahnya barusan.
" Aku menganggap diriku sangat dan sangat beruntung bisa berada di dalam keluarga yang tidak memandang siapa aku dan dari mana aku, tapi kalian semua menyayangiku, membesarkanku bahkan membuat kehidupanku seperti ini dengan cinta dan kasih sayang yang tidak pernah habis ".
Flo dan bian serta key sangat tersentuh dengan pertanyaan ben saat ini. Sehingga flo dan key langsung memeluk ben, tapi masih tahu untuk tidak terlalu memaksakan diri, nantinya mereka akan menyentuh luka ben.
" Ayah, bunda, aunty ? Apakah aku tidak boleh membalaskan kebaikan kalian padaku selama ini ? ". Tanya ben lagi masih menangis tanpa terdengar suara tangisan.
" Tentu boleh.. Tapi kami tidak pernah mengharapkan kamu melakukannya, ben. Karena ayah maupun bunda membawahmu masuk kedalam keluarga kami bukan hanya sekedar agar kamu membalas kebaikan kami dan kamu harus mengingat hal itu ". Jawab bian jujur dan tulus.
" Hikss.. Berhentilah berbicara seperti itu. Bunda tidak suka karena bunda sama sekali tidak menganggap kamu hanya seorang anak angkat dan itu juga berlaku bagi vilia dan juga arkan ".
__ADS_1
" Bunda menyayangi kalian sebagai anak kandung bunda dan jangan pernah menganggap diri kalian hanyalah seorang anak angkat. Karena itu sangat melukai bunda, hikss ".
" Tuhan, terima kasih sudah menghadirkan ayah bunda dan seluruh keluarga yang memang menyayangiku dengan tulus ". Batin ben tersentuh dengan pernyataan ayah dan bundanya.
Mereka berlima pun berpelukan satu sama lain. Setelah itu ben juga langsung menjelasan kenapa dia bisa tahu siapa dalang yang menyabotase pesawat skay 3 tahun lalu dan betapa terkejutnya flo, bian dan key bahkan arkan. Setelah mereka tahu siapa orang yang di katakan oleh ben.
Tapi tiba-tiba pintu ruangan itu kembali di buka dan masuklah sekitar 8 orang kedalam ruangan rawat ben.
" Ada apa dengan kalian semua ? ". Tanya seorang pria yang baru masuk di antara yang lain yang juga baru masuk dengan tatapan kebingungan melihat flo dan lainnya sedang berpelukan seperti itu.
Flo dan lainnya langsung menengok ke sumber suara orang yang berbicara tadi. Dan ternyata...
" Yakk.. Kenapa kalian semua ada disini ? ". Pekik key terkejut dengan kehadiran 8 orang tersebut.
" Ck.. Biasa aja ekspresinya aunty, kita gk budek ". Tiba-tiba suara seorang gadis kecil langsung menyindir key seraya memutar bola matanya dengan malas.
" Sefanya ". Panggil ibunya pada gadis kecil itu.
" Biarin aja bibi, aunty key emang berisik ". Ucap seorang remaja pria setuju dengan sindiran gadis kecil tadi pada key.
Key langsung melototkan matanya menatap remaja pria dan gadis kecil itu dengan tatapan tajam.
Tapi yang lainnya hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat tingkah key yang tidak mau kalah dengan pria remaja dan gadis kecil itu.
" Yaaa.. beraninya kalian sindir aunty kayak gitu ? Apa kalian mau aunty gk kasih uang jajan ke kalian lagi, hmm ? ". Ancam key sebenarnya hanya bercanda.
Ternyata ke 10 orang yang baru masuk kedalam ruangan itu adalah varo, bella dan sefanya putri mereka yang sekarang sudah berusia 13 tahun dan sangat cerewet yang tadi menyindir key. Al dan xiera beserta Dean putra mereka berusia 17 tahun si remaja pria yang ikutan menyindir key. Serta milka dan putrinya Anna yang sekarang sudah berusia 9 tahun dan mereka berdua datang tanpa di dampingi jerry karena jerry banyak pekerjaan di kantor.
" Papa sama anak sama saja ". gerutu key malah menyindir al dan varo.
Bella dan xiera hanya bisa tersenyum geli melihat adik ipar mereka yang masih saja tidak pernah berubah dan suka merajuk seperti anak kecil. Padahal key sudah menikah bahkan sudah punya anak.
" Kenapa jadi kami yang di salahin. Kamu kalah saling ejek, kami yang kena ". Ujar al sengaja membuat key semakin panas.
" Yaakkk ". Pekik key tentu saja langsung terpancing emosi.
" Hahahah ".
__ADS_1
Mereka semua langsung tertawa, untung saja ruangan itu kedap suara. Jadinya suara teriakan mereka tidak akan terdengar di luar ruangan itu.
Bahkan ben yang tadinya menangis, sekarang tertawa melihat tingkah key dan kedua adik sepupuhnya yang sangat lucu dan selalu bertengkar jika bertemu seperti ini.